Articles

Pemberian Cairan Karbohidrat Elektrolit, Status Hidrasi dan Kelelahan pada Pekerja Wanita Mardiana, Mardiana; Kartini, Apoina; Widjasena, Baju
MEDIA MEDIKA INDONESIANA 2012:MMI VOLUME 46 ISSUE 1 YEAR 2012
Publisher : MEDIA MEDIKA INDONESIANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.123 KB)

Abstract

Carbohydrate electrolyte solution improve hydration status and decrease fatigue among women workersBackground: Heat exposure cause dehydration and fatigue if water intake is insufficient. Carbohydrate electrolyte drinks consumption maintans workers hydration status and prevent fatigue. Women workers at ironing department in garment industry are at risk of dehydration and fatigue because of the heat exposure.Objective: To determine the effect of carbohydrate electrolyte solution on hydration and fatigue status among women workers.Method: This quasy experiment was conducted in pre post test control group design. Population of this study was women workersaged 18-35 years in ironing department of garment industry. Thirty-three subjects were selected by inclution criteria. Subjects were given three treatments, without intervention, drink water and carbohydrate electrolyte solution. Body weight and fatigue of the subjects were measured on the third, fourth, and fifth intervention days before and after each treatment. Body weight was measuredusing digital scales. Fatigue was measured by reaction timer to flash light. Data were analyzed using paired t test, Wilcoxon test, and Ancova.Result: Body weight decreased 0.1?0.2 kg after work without intervention and drinking water, while increased body weight of 0.1?0.1 kg after given carbohydrate electrolyte. Reaction timed to flash light decreased 12.2?49.0 milliseconds after given carbohydrate electrolyte solution increased 14.9?62.3 and 26.4?33.8 milliseconds after drinking water and without intervention respectively. Drinking carbohydrate electrolyte solution improved hydration status and decreased fatigue status before and aftercontrolled for energy and fluid intake, vitamin B1 and B6 intake.Conclusion: Carbohydrate-electrolyte solution improved the hydration status and decreased fatigue among women workers.Keywords: Carbohydrate-electrolyte solution, hydration status, fatigue, women workers ABSTRAKLatar belakang: Paparan panas selama bekerja dapat menyebabkan dehidrasi dan kelelahan jika asupan cairan tidak cukup. Penambahan cairan karbohidrat elektrolit selama bekerja diduga dapat mencegah dehidrasi dan kelelahan. Pekerja wanita di bagian ironing perusahaan garmen terpapar panas sehingga berisiko dehidrasi dan kelelahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian cairan karbohidrat elektrolit terhadap status hidrasi dan kelelahan pada pekerja wanita.Metode: Desain penelitian nonrandomized pre-post test control group design. Populasi adalah pekerja wanita perusahaan garmen berusia 18-35 tahun di bagian ironing. Subyek berjumlah 33 orang yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Subyek mendapat tiga perlakuan, yaitu tanpa intervensi, pemberian air minum dan karbohidrat elektrolit. Subyek diukur berat badan dan kelelahan sebelum dan setelah bekerja selama tiga hari berturut-turut untuk setiap perlakuan. Pengukuran berat badan menggunakan timbangan injak digital. Kelelahan diukur melalui kecepatan dalam merespon cahaya dengan menggunakan alat reaction timer. Data dianalisis menggunakan paired t test, Wilcoxon, repeated measure, dan uji Ancova.Hasil: Pada kondisi tanpa intervensi dan pemberian air minum terjadi penurunan berat badan (0,1?0,1 kg) setelah bekerja, sedangkan pada pemberian karbohidrat elektrolit terjadi peningkatan berat badan sebesar 0,1?0,2 kg. Waktu reaksi rangsang cahaya menurun sebesar 12,2?49,0 millidetik setelah pemberian karbohidrat elektrolit dan meningkat sebesar 26,4?33,8 millidetik pada kondisi tanpa intervensi serta 14,9?62,3 millidetik pada pemberian air minum. Pemberian cairan karbohidrat elektrolit memperbaiki status hidrasi sebelum dan setelah dikontrol dengan asupan energi dan cairan serta menurunkan kelelahan sebelum dan setelah dikontrol dengan asupan energi, cairan, vitamin B1, dan vitamin B6. Simpulan: Pemberian cairan karbohidrat elektrolit dapat memperbaiki status hidrasi dan menurunkan kelelahan
Kajian Pengaruh Predisposing, Enabling Dan Reinforcing Factors Terhadap Praktek Kerja Tenaga Kerja Bongkar Muat Yang Berisiko Terjadinya Kecelakaan Kerja Di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Rais, Muhammad; Prabamurti, Priyadi Nugraha; Widjasena, Baju
JURNAL PROMOSI KESEHATAN INDONESIA Volume 4, No. 1, Januari 2009
Publisher : Magister Promosi Kesehatan Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Background: Occupational Health and Safety aims to prevent, reduce and eliminate accidents. By the year of 2007, number of loading-unloading laborers in Tanjung Emas Port reach 756 persons, 2.56% of them experienced working accidents in the last 4 years. This research isaimed to analyze predisposing, enabling and reinforcing factors influencing loading-unloading laborers risky working behavior at Tanjung Emas Semarang.Method: It was a cross sectional study of 90 respondents from 756 laborers. Proportional random sampling was employed to obtain number of samples required. Data were collected using check list and questionnaires and were analyzed with logistic regression.Result: This study revealed that laborers’ knowledge and attitudes, equipments, working standard, support of the head of laborers’ group and laborers’ cooperation generally categorized as good. Laborers’ knowledge of occupational health and safety, equipment availability, working standard, equipment design, support of head of laborers’ group andsupport laborers’ cooperation were correlated with laborers’ working practice. Knowledge and support of laborers’ cooperation were simultaneously correlated to laborers’ working practice.Keywords : predisposing, enabling, reinforcing, risky behavior, working accident
Keandalan Manusia (Human Reliabilily Assesmenl) Pada Masinis PT. KAI Daop IV Kota Semarang Mustika Hati, Arlina; Widjasena, Baju; Wahyuni, Ida
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 11, No 1 (2012): MKMI
Publisher : MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.361 KB)

Abstract

Tuntutan tugas masinis terhadap keselamatan penumpang serta pengguna jalan menuntut masinis untuk memiliki keandalan tinggi dalam pengoperasian KA. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis keandalan masinis dengan mengidentifikasi kesalahan yang mungkin teriadi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan menggunakan metode HEART dalam perhitungan keandalan masinis dan NASA TLX sebagai pengukuran beban kerja mental secara subjektif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari perhitungan NASA TLX, pekerjaan masinis termasuk dalam beban kerja berat dimana 81,41% informan mengalami beban kerja mental tinggi. Nilai R total yang dihitung dengan metode HEART diperoleh 0,66 dengan urutan nilai keandalan terbesar hingga terkecil adalah perjalanan KA di jalan bebas (0,99), persiapan dinas (0,99), persiapan keberangkatan (0,99), pemberangkatan masinis (0,99) dan penggunaan radio loko (0,70). Kata kunci : keandalan manusia, HEART, NASA TLX, masinis Human Reliahility Assesment of Train Engineer of PT. KAI DAOP IV Semarang City; Therefore, assessment of reliability and the factors that affect the operator error PT. KAI DAOP IV is significant for analysis. The purpose of this study is to analyze the reliability engineer to identify probability error. This study is a descriptive qualitative research method with the calculation of reliability HEART and NASA TLx to measuring subjective mental workload machinist. The result sof this research from NASA TLx that machinist jobs included in the heavy mental workload in which 81.41% of informants. The Reliability total value by HEART method obtained is 0.66 with the order of largest to smallest value is the train trip on the railway (0.99), preparation of service (0.99), preparation for departure(0.99), departure machinist (0.99) and the use of radio cab (0.70). Keyword : human reliability, HEART, NASA TLX, train engineer  
Perbedaan Paparan Debu Pada Pekerja Penggilingan Padi Pregolan Desa Jetis Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Semarang Sebelum Dan Sesudah Pemasangan Local Exhaust Ventilation Ghaniysara, -; Kurniawan, Bina; Widjasena, Baju
Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.134 KB)

Abstract

The rice milling process gives rise to variety of hazard. Hazard identification in the rice milling in Pregolan Desa Jetis Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Semarang shows that there is chemical hazard in the form of grain dust that is included in organic dust. Dust is hazard that negatively affect number one in causing occupational disease. Disease arising due to organic dust, among others, organic dust toxicity syndrome, farmer lung and asthma. Preliminary research in the rice milling in Pregolan Desa Jetis Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Semarang shows that the workers often feel uncomfortable and have difficulty breathing while working because of the grain dust. Therefore, the control needs to be done to reduce dust exposure, namely the installation of local exhaust ventilation. The purpose of this research is to analyze the differences of dust exposure to rice milling workers in Pregolan Desa Jetis Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Semarang before and after the installation of local exhaust ventilation. This is an experimental research with one group pretest posttest design. The population in this research is measurement results of dust exposure to rice milling workers in Pregolan Desa Jetis Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Semarang. The sample of this research is each four measurement results of dust exposure before and after the installation of local exhaust ventilation. Data analysis is conducted by comparing measurement  results  of  dust  exposure before  and  after  the installation  of  local  exhaust ventilation. The results showed that dust exposure after the installation of local exhaust ventilation dropped amounted to 0,5 mg/m3, 0,3 mg/m3 and 2,0 mg/m3. The conclusion is the installation of local exhaust ventilation in rice milling Pregolan Desa Jetis Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Semarang can reduce the dust exposure
Analisa Komitmen Manajemen Rumah Sakit (RS) Terhadap Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pada RS Prima Medika Pemalang Ivana, Azza; Widjasena, Baju; Jayanti, Siswi
Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.931 KB)

Abstract

Rumah sakit  (RS) Prima Medika Pemalang merupakan institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan. Potensi bahaya di RS disebabkan oleh faktor biologi, faktor kimia, faktor ergonomi, faktor fisik, faktor psikososial, serta bahaya mekanik, bahaya listrik, limbah RS yang dapat mengakibatkan penyakit, dan kecelakaan akibat kerja. Berdasarkan potensi bahaya di RS dan untuk mencegah dan mengurangi resiko bahaya tersebut, maka perlu ditetapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja di RS (K3RS) sedangkan pada RS Prima Medika bagian yang menangani masalah K3 secara khusus belum terbentuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis komitmen manajemen RS terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada RS Prima Medika Pemalang. Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan metode observasi dan wawancara mendalam. Informan pada penelitian ini yaitu direktur RS, kepala sub bagian umum RS, seksi keperawatan RS, kepala ruangan keperawatan (IGD dan bangsal) dan kepala ruangan farmasi. Hasil penelitian ini diketahui bahwa RS Prima Medika Pemalang sudah memiliki komitmen awal yang diungkapkan secara lisan untuk membentuk struktur K3RS akan tetapi belum diwujudkan dalam bentuk kebijakan secara tertulis dan struktur organisasi yang khusus untuk K3RS, namun RS sudah memiliki dana yang digunakan untuk keperluan K3RS seperti pengadaan Alat Pelindung Diri, pembelian APAR dan alat – alat keselamatan lainnya
Analisis Faktor Individu dan Lingkungan terhadap Keluhan Computer Vision Syndrome pada Karyawan Bagian Central Control Room PT. X Jepara Faiq, Azmi; Widjasena, Baju; Suroto, -
Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.103 KB)

Abstract

Kumpulan gangguan fisik yang menyerang pengguna komputer disebut dengan Computer Vision Syndrome (CVS). Sekitar 88-90% pengguna komputer mengalami CVS. Keluhan yang sering diungkapkan oleh pekerja komputer adalah kelelahan mata  (yang merupakan gejala awal), mata terasa kering, mata terasa terbakar, pandangan menjadi kabur, penglihatan ganda,  sakit kepala, nyeri pada leher, bahu dan otot punggung dan tekanan darah tidak normal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Menganalisis faktor individu dan lingkungan terhadap keluhan computer vision syndrome pada karyawan bagian central control room PT. X Jepara. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan interpretative. Sebagian responden mengetahui postur duduk ideal tegak lurus, dari ketiga kursi yang paling mendekati kaidah kursi yang baik untuk mendukung kesesuian postur duduk adalah kursi kerja tipe 1 dan 2. Setiap responden memiliki persepsi yang berbeda mengenai jarak pandang mata terhadap monitor. Responden tidak mengetahui sudut pandang ideal mata terhadap monitor. Terdapat sebagian responden yang memiliki riwayat gangguan okuler, yaitu myopia. Lama melihat monitor responden berkisar 8 jam dengan waktu istirahat yang tidak terjadwal. Rata-rata usia responden adalah 30-40 tahun. Semua responden menyatakan pencahayaan ruangan sudah cukup, namun hasil pengukuran pencahayaan umum menunjukkan masih diatas standar. Sebagian besar responden menyatakan terbiasa dengan penggunaan multiple monitor, namun posisi monitor masih belum sesuai. Resolusi monitor memenuhi standar namun semua responden mengeluhkan ukuran monitor yang kurang besar. Sebagian responden menyatakan kontras monitor sudah sesuai, namun hasil pengukuran pencahayaan lokal menunjukkan masih diatas standar. Sebagian responden menyatakan masih merasakan kesilauan monitor. Sebagian besar karyawan menyatakan monitor terbebas dari kedipan.
Analisis Penerapan Sistem Izin Kerja Panas Pada Bagian Plantis Di PT. Indo Acidatama, Tbk (Berdasarkan Guidance on Permit to Work Systems tahun 2005) Raya, Tomi; Widjasena, Baju; Ekawati, -
Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.572 KB)

Abstract

Industri Petroleum dan kimia dengan material yang mudah terbakar (flammable) dan bersifat toksik, sangat berpotensi terjadi kecelakaan serius. Sejak 1990 hingga 2009 di Amerika terjadi lebih dari 60 kejadian kematian disebabkan peledakan atau kebakaran dari kegiatan pekerjaan panas (pembakaran, pengelasan, atau yang dapat menimbulkan api atau ledakan). Di Indonesia, kasus kecelakaan kerja pekerjaan  panas dari tahun 2009 hingga 2013 terjadi sebanyak 16 kejadian. Sistem  izin kerja digunakan untuk mengontrol tipe pekerjaan yang berbahaya.  Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis penerapan sistem izin kerja panas di PT. Indo Acidatama Tbk pada bagian Plants dan memberikan rekomendasi yang sesuai dengan Guidance on Permit-to-Work Systems. Penelitian ini adalah penelitian dengan analisa deskriptif dan observasional partisipatif pasif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian ini terbagi menjadi informan utama dan triangulasi yang akan menjelaskan delapan poin. Hasil observasi pekerjaan panas di area 200 dan Cooling Tower diperoleh tingkat kesesuaian 90,5%. Pemberlakuan SOP sistem izin kerja panas secara umum telah efektif yang disebut sebagai WP (work permit) merah. Pembinaan sistem izin kerja panas hanya sebatas sosialisasi tanpa ada penilaian tahap akhir. Ditetapkannya jenis-jenis pekerjaan yang memerlukan izin kerja panas. Pengisian & penandatangan formulir izin kerja panas dilakukan dengan pre-job visit serta memperhatikan daftar periksa formulir. Dilakukan pendistribusian 4 lembar salinan formulir izin kerja panas tanpa dilengkapi display box di area kerja. Pelaksanaan meliputi koordinasi, persiapan, pengukuran gas berbahaya, pelaksanaan pekerjaan panas dan penanggulanggan keadaan darurat. Pengawasan telah dilakukan namun belum disertai dengan bukti otentik. Pada tahap penutupan salinan formulir pelaksanaan tidak ditandatangani
Pengaruh Kepemimpinan Keselamatan Pada Kepala Proyek Terhadap Angka Kecelakaan Kerja PT. X Dan PT. Y Di Kota Solo Jawa Tengah Kartikawati, Marina; Widjasena, Baju; Wahyuni, Ida
Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 5 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.172 KB)

Abstract

Pada tahun 2003 terdapat 60.000 (enam puluh ribu) orang yang mengalami kecelakaan di lokasi kerja di sektor konstruksi. Satu per sepuluh (1/10) diantaranya mengalami kecelakaan berat yang mengakibatkan kematian atau kecacatan. Keselamatan kerja sangat erat kaitannya dengan kecelakaan kerja. Middle manager adalah orang yang memiliki kekuasaan penuh dalam keberlangsungan pelaksanaan suatu proyek konstruksi. Keputusan yang diambil merupakan hasil pemikiran dengan mempertimbangkan situasi problematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipe kepemimpinan dan pengaruhnya terhadap angka kecelakaan di PT. X dan PT. Y. Desain penelitian kualitatif dibuat agar dapat mendeskripsikan tipe kepemimpinan dan angka kecelakaan yang dihitung dengan menggunakan rumus. Subyek utama penelitian adalah pimpinan proyek yang terlibat dan terjun langsung ke lapangan yaitu Kepala Proyek,sedangkan untuk subyek triangulasi adalah staf K3 dan pekerja di proyek. Setelah dilakukan penelitian, didapatkan data bahwa kepemimpinan yang buruk memiliki pengaruh buruk terhadap tingginya angka kecelakaan di suatu lokasi kerja
Analisa Pengendalian Kebisingan Pada Penggerindaan Di Area Fabrikasi Perusahaan Pertambangan Setyaningrum, Indri; Widjasena, Baju; Suroto, -
Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 4 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.815 KB)

Abstract

The intensity of the noise in the work area that exceeds the limit can interfere the hearing health of the workers. Noise can be controlled using hierarchy of hazard control which are technique of elimination, substitution, isolation, engineering, administrative and personal protective equipment (PPE). The purpose of the study is to analyze the grinding noise control in the fabrication area. This research is a qualitative research method with observation and depth interviews. The subjects of this study were workers at the grinding, fabrication group leader, and expert of K3 company. From the research we know that the company control the noise using hierarchy of hazard control are isolation, engineering, administrative and personal protective equipment (PPE) because of the economical factor the company decides to using PPE method to their employees. The lack of supervision and strict rules to many workers in the field who do not wear PPE when working, causing the audiometric hearing disturb is still high. The company should prioritised the removal of the loss hearing cause. The company suggested to combine the method of engineering / mechanical engineering with method of personal protective equipment and administrative method to control noise
Analisis Manfaat Kaki Palsu (Prothesa) Terhadap Aktivitas Fisik Pada Kaum Difabel (Tuna Daksa) Di Paguyuban Penyandang Cacat Jasmani Dan Wirausaha Warsyah Saputra, Raden Adhi; Wahyuni, Ida; Widjasena, Baju
Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.349 KB)

Abstract

Disabled is a disorder or disability that caused disruption the body function, this disorder can be happen at limb bones, body muscles, or at the joints, both congenital or got by accident or disease. The using of tools such as prostheses used to support the daily activities of the disabled people so they can live independently and not depend on others. The aim of this research is to analyze the benefit of prosthetic limbs with the physical activity of the diffable people in association of physical disabilities and entrepreneurial. This research used qualitative research by observational approach and descriptive analytic. The informants of this research were the disabled people who using prothesa in association of physical disabilities and entrepreneurial. The number of informants in this research is 8 informants. This research was done by in-depth interview and observation. Validity test was done by triangulation and technique. The result of this research shows that all of the informants have the motivation in the use of prostheses which is to become rise up so they can fulfilled their daily needs. All of the informants had known the function of the use of prostheses with the physical activity and seven of them knew the types of treatment that done to the prostheses. All of the informants can do physical activities such self-care, mobility but about take the stairs they still need a little to middle help, depends on the type of amputation. All of informants said that they can do physical activities just like the normal people but in longer frequency because they need to adjust their balance from the body movement. It’s recommended for the informants to do treatment towards their prostheses such as giving oil at the joints, add more rubber at their footware so it won’t be slippery and do cleaning so the prostheses will keep clean
Co-Authors - Ekawati - Fathimah - Ghaniysara - Suroto Amrulloh, Fikri Fahmi Annida Khusnul Mualifah, Annida Khusnul Apoina Kartini Aprilia Listiarini, Aprilia Ari Suwondo Arif Setiawan Arlina Mustika Hati Azmi Faiq Azza Ivana Bina Kurniawan Charisma, Yuwan Martus Tegar Cindy Amalia Syabilah, Cindy Amalia Daru Lestantyo Delvi Nur Oktaviani, Delvi Nur Dewi Sarah, Dewi Dewi, Puti Andam Dhiny Sartika Larasandi, Dhiny Sartika Dian Putri Nastiti, Dian Putri Dwi Cahyanti, Dwi Ekawati Ekawati Ellita Ersa Afiani, Ellita Ersa Evi Sondang Sidabutar, Evi Sondang Fadilla Nela Chairana, Fadilla Nela Farah Yudhistira Putri, Farah Yudhistira Fitri Rizki Adzhani, Fitri Rizki Hanifa Maher Denny, Hanifa Maher Hesti Meylia Pratiwi, Hesti Meylia Ida Wahyuni Ifan Zanuar Ashary, Ifan Zanuar Ikha Bayu Yanuar Aji, Ikha Bayu Inayati, Dian Indri Setyaningrum Ira Destiana, Ira Jihantama, Zalffarona Kawi, Kawi Kevin Reira Christian, Kevin Reira Kevin Yudhistira Pribadi, Kevin Yudhistira Kusumaningtyas Windi Astuti, Kusumaningtyas Windi Mardiana Mardiana Marina Kartikawati Mohammad Afief, Mohammad Muhammad Rais Muhammad Septian Hadi, Muhammad Septian Muhammad Taufik Hidayat Muliawati, Ratna Mushidah Mushidah, Mushidah Nabilah Fairusiyyah, Nabilah Nino, Bagus Putra Nugraheni, Marina Nurul Ufuk Nuansa, Nurul Ufuk Octa Hermanto, Octa Pramasari, Adhinda Lili Prasena Aji Buwana, Prasena Aji Priska Ruth Dantje, Priska Ruth Priyadi Nugraha Prabamurti Putri Chairun Nissa, Putri Chairun Raden Adhi Warsyah Saputra Rakhmat Eddy Wicaksono, Rakhmat Eddy Retno Kamilia Mutiara, Retno Kamilia Rizka Tamimi Budhiasih, Rizka Tamimi Rizqi Haidar, Rizqi Rossyana Fatimah, Rossyana Saidah, Nur Sarah Retno Astrini, Sarah Retno Setiorini, Ayu Setyoaji, Dhaniswara Siswi Jayanti Siti Musyarofah, Siti Siti Nur Chasanah, Siti Nur Suroto Suroto Syifa Chairunnisa, Syifa Thoha, Muhammad Tomi Raya Triana Primadewi Vina Alzahra, Vina Wachidah, Siti Nur Wahyu Mariyanto Waoma, Lela Vista Atrika Sari Windi Dwi Hapsari, Windi Dwi Yohana Amelia Gabriella, Yohana Amelia Youlan Septiani, Youlan Yulita, Iqlima Intan Zhagita Puspa Trisna Lautama F., Zhagita Puspa Trisna