Articles

Found 19 Documents
Search

NUTRIENTS INTAKE AND NUTRITIONAL STATUS OF STREET CHILDREN IN BANDUNG Patriasih, Rita; Widiaty, Isma; Dewi, Mira; Sukandar, Dadang
Jurnal Gizi dan Pangan Vol 5, No 3 (2010): November 2010
Publisher : Jurnal Gizi dan Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of this research were to analyze food habits and nutrients intake, and health and nutritional status of street children. The research was carried out in the City of Bandung, West Java; Indonesia. A sample of 324 street children was selected randomly. The sample consisted of 232 boys and 92 girls. The data obtained from questionnaires. Means, standard deviation, frequency and proportion were calculated with a combination of software applications:  Microsoft Excel and Statistical Analysis System. The result showed the level of consumption adequacy did not meet the recommended dietary allowances i.e. with the shortage of 10-15%, this is an indication that the street children should be aware of their daily food consumption. The most common diseases suffered by the respondents were acute respiratory infections (ARI) (47%). In addition, 22.7 % and 18.4 % of them suffered from diarrhoea and skin diseases, respectively. Blood haemoglobin status of street children shows that the incidence of anemia was 29.3%. Based on the classification of nutritional status, 42.7% and 80.4 % of street children were underweight and stunted, respectively. Key words: nutrients intake, nutritional status, street children
Preliminary Study in Developing Traditional Street Foods as Nutrition Education Media for Indonesia Youth Yulia, Cica; Nikamawati, Elis Endang; Widiaty, Isma
Innovation of Vocational Technology Education Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Technological and Vocational Education-Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/invotec.v13i1.6256

Abstract

The unceasing globalization has a great influence on the lifestyle of the young generation of Indonesia, including habit to consumed fast food. Many research proved, fast food was not good for health. Habit of eating fast food in Indonesia increased from day to day, especially in the adolescent. This is very dangerous because not only bad for health, but also threat our culture. In general, the aim of this study was to conduct a preliminary study in order to develop traditional foods as a nutrition education media for adolescent. The study de-sign was cross sectional, the respondents were students in junior high school in Bandung. Sampling Technique done by purposive. There were 85 respondents. The results showed that the respondents knowledge about traditional street food from Sundanese are divided into three categories. 40% had a good knowledge, 34% had fair knowledge and 26% had a poor knowledge. Perceptions of respondents about the importance of having knowledge about traditional foods is 41.2% consider it important. Perceptions of the media information that can be used to educate traditional food are posters in schools (37.65%), brochures (4.71%), computer programs (34.14%) and program /application in smart phone (23.53%).
RELEVANSI KURIKULUM SMK BERBASIS INDUSTRI KREATIF DENGAN METODE EXTRAPOLATION AND THE ECONOMETRIC APPROACH Widiaty, Isma
Innovation of Vocational Technology Education Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Technological and Vocational Education-Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/invotec.v9i1.4882

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji profil industri kreatif bidang fesyen dalam upaya mengembangkan kurikulum SMK program keahlian Tata Busana yang relevan dengan kebutuhan dunia industri. Metode penelitian yang digunakan yaitu extrapolation and the econometric approach. Relevansi kurikulum yang dikaji dilihat dari dimensi kualitas, kuantitas, lokasi, dan waktu. Hasil kajian memperlihatkan bahwa industri kreatif bidang fesyen dari aspek kualitas memerlukan kompetensi lulusan yang memiliki aspek hardskill dan softskill yang berbasis pada kreativitas. Dimensi kuantitas dan lokasi menunjukkan bahwa lulusan SMK Tata Busana memiliki peluang yang cukup besar untuk bekerja di industri kreatif bidang fesyen khususnya yang berada di Kota Bandung (dimensi lokasi). Terakhir, dari dimensi waktu industri kreatif bidang fesyen perlu menjadi program keahlian yang dikembangkan secara serius di masa kini dan masa depan.
RANCANG BANGUN MODEL PORTFOLIO BASED ASSESSMENT PADA KOMPETENSI KEJURUAN DI SMK Abas, Tati; Jubaedah, Yoyoh; Widiaty, Isma
Innovation of Vocational Technology Education Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Technological and Vocational Education-Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/invotec.v9i1.4883

Abstract

Penelitian ini merupakan studi pengembangan model Portfolio Based Assessment pada kompetensi kejuruan di SMK yang mengacu pada Standar Kompetensi Nasional. Studi pengembangan ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan research and development. Tahapan yang dilakukan: (1) Analisis kompetensi kerja berdasarkan tuntutan dunia kerja (stakeholders). (2) Identifikasi karakteristik Portfolio Based Assessment sesuai Standar Kompetensi Nasional. (3) Pengembangan instrumen penilaian berbasis portofolio yang mengacu pada Standar Kompetensi Nasional. (4) Pengembangan kriteria penilaian berbasis portofolio yang mengacu pada Standar Kompetensi Nasional, (5) Merancang desain model Portfolio Based Assessment pada Kompetensi Kejuruan di SMK. Sesuai dengan tahapan penelitian tersebut, menghasilkan luaran sebagai berikut : (a) Model Portfolio Based Assessment pada Kompetensi Kejuruan di SMK. (b) Instrumen Portfolio Based Assessment pada kompetensi kejuruan di SMK.
Penguasaan Pengetahuan Pembuatan Batik Cap Pada Peserta Didik SMKN 14 Bandung Sovia, Iif; Achdiani, Yani; Widiaty, Isma
FamilyEdu: Jurnal Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Prodi PKK - Departemen PKK - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dalam penelitian ini yaitu penguasaan pengetahuan pembuatan batik cap pada peserta didik masih rendah sehingga perlu ditingkatkan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk  memperoleh data mengenai penguasaan pengetahuan pembuatan batik cap pada peserta didik DPK Tekstil SMKN 14 Bandung. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa tes hasil belajar dengan bentuk pilihan ganda. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel total yaitu seluruh peserta didik DPK Tekstil 1 dan DPK Tekstil 2 yang mengikuti mata pelajaran pembuatan batik cap sebanyak 52 peserta didik. Temuan hasil penelitian menunjukan bahwa penguasaan pengetahuan batik cap berkaitan dengan aspek pengetahuan konsep dasar batik cap berada pada kategori tinggi. Penguasaan pada aspek pemahaman alat, bahan, dan motif batik cap berada pada kategori cukup tinggi. Sedangkan penguasaan pada aspek  penerapan proses pembuatan batik cap berada pada kategori cukup tinggi. Secara keseluruhan penguasaan pengetahuan batik cap pada peserta didik SMK berada pada kategori cukup tinggi. Rekomendasi hasil penelitian diharapkan peserta didik dapat meningkatkan penguasaan pengetahuan dan keterampilan pembuatan batik cap di SMKN 14 Bandung.
Upaya Mahasiswa dalam Membantu Kemandirian Anak Asuh dalam Aspek Kebersihan Lingkungan Diri Pada Praktik Penyuluhan Keluarga Di Panti Sosial Asuhan Anak Hoerunisa, Sabrina Hana; Jubaedah, Yoyoh; Widiaty, Isma
FamilyEdu: Jurnal Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Prodi PKK - Departemen PKK - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak asuh di Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) perlu ditanamkan kemandirian agar tidak selalu dilayani oleh pengasuh dalam melakukan tugasnya. Kemandirian yang perlu dibiasakan pada anak asuh salah satunya adalah kemandirian dalam menjaga kebersihan lingkungan diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data mengenai upaya mahasiswa dalam membantu kemandirian anak asuh dalam aspek kebersihan lingkungan diri pada praktik Penyuluhan Keluarga di PSAA. Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa Prodi PKK angkatan 2012 dan 2013 yang sudah menempuh praktik Penyuluhan Keluarga di PSAA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket. Hasil dari penelitian ini dapat diperoleh bahwa, 1)Upaya yang banyak dilakukan mahasiswa dalam membantu kemandirian anak asuh pada aspek kebersihan kamar tidur yakni dengan cara membimbing anak asuh untuk menjaga kebersihan lingkungan kamar tidur, 2)Upaya yang banyak dilakukan mahasiswa dalam membantu kemandirian anak asuh pada aspek kebersihan pakaian yakni dengan cara membimbing anak asuh terkait kebersihan pakaian, 3)Upaya yang banyak dilakukan mahasiswa dalam membantu kemandirian anak asuh pada aspek pembiasaan mencuci piring yakni dengan cara membimbing anak asuh untuk segera mencuci piring setelah digunakan. Mahasiswa Prodi PKK yang telah menempuh praktik Penyuluhan Keluarga diharapkan mampu menerapkan hasil penyuluhan kepada kehidupan sehari-hari.
ANALISIS ALAT PENILAIAN KOMPETENSI BATIK BERBASIS AUTHENTIC ASSESSMENT DI SMK NEGERI 14 BANDUNG Faridah, Nida; Abas, Tati; Widiaty, Isma
FamilyEdu: Jurnal Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 3, No 1 (2017): Family Edu
Publisher : Prodi PKK - Departemen PKK - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem in this research is the lack of development of assessment tools, especially in the aspect of the assessment is used as a reference in the assessment of the competence of batik. This study aims to: (1) analyzing tool competency assessment batik used in schools include the completeness of the components of assessment tools, assessment tools preparation stage batik, tool assessment phase of the work process of batik, tool assessment phase of the product of batik (2) develop assessment tools instructional practices authentic batik competency-based assessment. This research uses descriptive method. Population and sample in this study to be an object that is an assessment tool batik competency practices shaped sections. The technique of collecting data using interviews, documentary studies, and activities of expert judgment. The analysis showed that: (1) Based on the analysis of the completeness of teaching practice assessment component used batik competence in schools needs to be a change in the form of an assessment tool that is used to facilitate the processing of value. The lack of clarity of criteria and assessment standards of competence batik practices that will be used in the assessment visits of competency assessment tools batik batik preparation phase. Lack of clarity and comprehensiveness of the assessment criteria of competence batik practices used in the assessment visits of competency assessment tools batik batik process stage. Lack of clarity of assessment criteria practice competencies batik used in the assessment visits of assessment tools competency batik stage products of batik (2) the development of the completeness of the equipment components competency assessment batik in the form of changes in the types of assessment tools and evaluation aspects are used, the development of an assessment tool preparation stage additional form aspects of the assessment that aspect of workwear and apparatus, batik, materials batik, tool development assessment phase of the work process in the form of additional aspects of the assessment in accordance with the batik process of designing a motive to end product, the development of an assessment tool stage product results in the form of additional aspects of the assessment consistenses form of ornaments / the graffiti canting, the overall results of the product as well as time. The final result of this study is an assessment tool that has been developed batik competency as a whole has been able to photograph the process of batik cloth made in school. Recommendations from this study hopefully batik competency assessment tool that has been developed to be an example of batik and competence assessment tool was applied in the assessment process of learning batik competence in school.
Pengembangan Program Pelatihan Berbasis Green Family Education Bagi Remaja Di Panti Asuhan Kota Bandung Haifa, Nuri; Jubaedah, Yoyoh; Widiaty, Isma
FamilyEdu: Jurnal Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 3, No 1 (2017): Family Edu
Publisher : Prodi PKK - Departemen PKK - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by the inexistence of  training program which is based on green family education, as well as  the amount of household waste in the orphanage’s environment  that have not been put to good use. The purpose of this study is to analyze the needs of the training program, to design a training program of green family education-based, to conduct the academics and practitioners’ expert judgment about the green family education-based training program in generating crafts from household waste, and to implement training programs based on green family education to the teenagers in an orphanage. This research employs ADDIE approach which includes Analysis, Design, Development, and Evaluation. The samples in this study consisted of three orphanage’s managers, two training experts, one expert in handcraft, and 27 teenagers. The need analysis of the green family education-based training program for teenagers needs some training to increase knowledge, skills, and self-learning. The designed training program consists of the identity of the program, purpose, benefits, materials, methodologies, and scenario of training activities. In addition, training programs include training modules. The results of expert judgment regarding the green family education-based training program show that the handicrafts of household waste are at very decent criteria. The achievement of these criteria is validated by experts consisting of programs identity, purpose, benefits, materials, methodologies, and scenario training activities aspects. The product assessment conducted after the juvenile training activities at orphanage are at good criteria. Here are some recommendations. For managers, it is necessary to facilitate infrastructure for the implementation of the training program. For teenagers, it is beneficial to spend their leisure time. For further research, the tested training programs can be implemented in other orphanage by adjusting the characteristics of teenagers, facilities, infrastructures in orphanage so that green family education-based training program can be implemented in the community as the Environmental program.
Kemampuan Praktik Peserta Didik Sebagai Public Area Attendant Di Laboratorium SMK Negeri 15 Nasution, Hidayah Armanda Sari; Rohaeni, Neni; Widiaty, Isma
FamilyEdu: Jurnal Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Prodi PKK - Departemen PKK - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya praktik public area di sekolah yang sangat berpengaruh pada kesiapan peserta didik ketika melaksanakan praktik industri di lapangan yang meliputi persiapan, pelaksanaan, dan hasil praktik. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran kemampuan praktik peserta didik sebagai public area attendant di laboratorium SMK Negeri 15 Bandung. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan sampel total sebanyak 30 peserta didik kelas X SMK Negeri 15 Bandung. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes kinerja dan observasi untuk menggambarkan kemampuan peserta didik pada saat melaksanakan praktik public area. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan praktik public area seluruh peserta didik kelas X AP 6 sudah berada di atas nilai KKM. Pada aspek persiapan kurang dari setengahnya peserta didik berada pada kategori tinggi, aspek pelaksanaan setengahnya peserta didik pada kategori tinggi, dan aspek hasil praktik lebih dari setengahnya berada pada kategori tinggi. Rekomendasi diajukan pada peserta didik kelas X AP 6 di SMK Negeri 15 Bandung diharapkan dapat mempertahankan dan meningkatkan kemampuan praktik sebagai public area attendant yang dimulai dari aspek persiapan, pelaksanaan, dan hasil praktik.
Penguasaan Pengetahuan Keterampilan Dasar Mengajar Sebagai Kesiapan Praktik Program Pengalaman Lapangan Di Sekolah Menengah Kejuruan Rusliyani, Dwi Ayu; Achdiani, Yani; Widiaty, Isma
FamilyEdu: Jurnal Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Prodi PKK - Departemen PKK - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penguasaan pengetahuan keterampilan dasar mengajar yang menjadi salah satu faktor keberhasilan dalam pelaksanaan praktik Program Pengalaman Lapangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data mengenai penguasaan pengetahuan keterampilan dasar mengajar pada mahasiswa Prodi PKK. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa tes hasil belajar dengan bentuk pilihan ganda. Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa Prodi PKK angkatan 2012 sebanyak 21 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukan rata-rata nilai penguasaan pengetahuan mahasiswa pada: (1) keterampilan membuka pelajaran berada pada kategori cukup tinggi, (2) keterampilan menutup pelajaran berada pada kategori tinggi, (3) keterampilan menjelaskan berada pada kategori tinggi, (4) keterampilan bertanya berada pada kategori tinggi, (5) keterampilan memberi penguatan berada pada kategori cukup tinggi, (6) keterampilan mengadakan variasi berada pada kategori cukup tinggi, (7) keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil berada pada kategori cukup tinggi, (8) keterampilan mengajar kelompok kecil dan mengajar perseorangan berada pada kategori cukup tinggi, (9) keterampilan mengelola kelas berada pada kategori cukup tinggi, (10) secara keseluruhan penguasaan pengetahuan keterampilan dasar mengajar mahasiswa berada pada kategori cukup tinggi. Rekomendasi pada penelitian ini ditujukan kepada mahasiswa Prodi PKK untuk selalu meningkatkan pengetahuan dan wawasannya mengenai keterampilan dasar mengajar.