Articles

Found 34 Documents
Search

Analisis Investasi dan Penerimaan Bagian Pendapatan Usaha Peternakan Ayam Broiler melalui Perusahaan Inti Rakyat di Daerah Istimewa Yogyakarta Widiati, Rini; Junaidi, Abdullah
Buletin Peternakan Vol 19, No 2 (1995): Buletin Peternakan Vol. 19 (2) Desember 1995
Publisher : Fakultas Peternakan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1995.982 KB) | http://journal.ugm.ac.id/index.php/buletinpeternakan/article/view/1705

Abstract

Artikel dalam bentuk PDF
Pemberian Ransum Rasional Menggunakan Bahan Baku Lokal pada Usaha Tani Penggemukan Sapi Potong yang Menuju Maksimalisasi Pendapatan Widiati, Rini; Wiguna, Made Arya
Buletin Peternakan Vol 18, No 4 (1994): Buletin Peternakan Vol. 18 (4) Desember 1994
Publisher : Fakultas Peternakan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1465.109 KB) | http://journal.ugm.ac.id/index.php/buletinpeternakan/article/view/1728

Abstract

Artikel dalam bentuk PDF
Pemberdayaan Masyarakat melalui Proyek Gaduhan Sapi Potong di Kecamatan Oba Tengah dan Oba Utara, Tidore Kepulauan, Maluku Utara (Project of Cattle Sharing System as a Means for Community Development in Oba Tengah and Oba Utara Subdistricts, Tidore Kepula Djaelani, Supriyanti; Widiati, Rini; Santosa, Krishna Agung
Buletin Peternakan Vol 33, No 1 (2009): Buletin Peternakan Vol. 33 (1) Februari 2009
Publisher : Fakultas Peternakan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.901 KB) | http://journal.ugm.ac.id/index.php/buletinpeternakan/article/view/134

Abstract

To financially evaluate the Project of Cattle Sharing System in Oba Tengah and Oba Utara subdistricts, Tidore Kepulauan, Maluku Utara, a survey was conducted on 30 respondents purposively sampled using questionnaires. Data were analyzed using the criteria of benefit/cost ratio (BCR), net present value (NPV), internal rate of return (IRR) and net farm income of individual farmers whether or not participating the project. Using interest rate of 12% within four years when the farmers do not participate the project, resulted in the NPV of Rp. 17,185,232; when the farmers participate the project resulted in the NPV of Rp. 25,492,426, meaning there was an income increase of 67.41% and the increase of employment was found to be 5.34%. Average income share per year coming from project of cattle sharing system was Rp. 3,611,250 aside from family labor income, family investment income and family management income. It is concluded that the project of cattle sharing system is an effective means of community empowerment in terms of income, employment and the increase of cattle population.(Key words: Empowerment, Cattle sharing system, Income)
Analisis Ekonomi Usaha Sapi Perah serta Strategi Pengembangannya pada Peternakan Rakyat dan Perusahaan di Dataran Rendah Hertanto, Bayu Setya; Widiati, Rini; (Adiarto), Adiarto
Buletin Peternakan Vol 36, No 2 (2012): Buletin Peternakan Vol. 36 (2) Juni 2012
Publisher : Fakultas Peternakan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1864.921 KB) | http://journal.ugm.ac.id/index.php/buletinpeternakan/article/view/1589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor pakan dan tipe usaha yang berpengaruh terhadap produktivitas sapi perah, membandingkan profitabilitas usaha sapi perah rakyat dan perusahaan yang diukur berdasarkan produksi susu per ekor sapi laktasi, dan menduga pengaruh adanya perbaikan parameter produksi terhadap profitabilitas. Lokasi peternakan sapi perah rakyat di Yogyakarta, dan Perusahaan PT. Lembah Hijau Multifarm Sukoharjo, yang keduanya terletak di dataran rendah. Sampel sebanyak 30 ekor sapi perah laktasi diambil  secara purposive dan proporsional dari setiap lokasi. Pengambilan data melalui survei yaitu wawancara kepada peternak dan pemantauan langsung terhadap sapi sampel, untuk mengetahui pengaruh faktor pakan dan tipe usaha terhadap produktivitas sapi perah digunakan analisis regresi model fungsi produksi Cobb Douglas dengan metode OLS. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa secara bersama – sama total digestible nutrient (TDN) pakan hijauan, pakan konsentrat, dan tipe usaha berpengaruh nyata terhadap produktivitas sapi perah (R2 = 0,47). Secara parsial, TDN pakan hijauan dan pakan konsentrat berpengaruh signifikan (P<0,01) dan tipe usaha (P<0,05) terhadap produktivitas sapi perah. Indeks gross margin pada peternak rakyat lebih besar dari perusahaan, sedangkan indeks profit margin sebaliknya. Perbaikan parameter teknis yaitu memperpendek jarak beranak sampai 12 bulan dapat memperbaiki profitabilitas usaha pada peternakan sapi perah rakyat sebesar 6,55% dan pada perusahaan sebesar 19,48%, memperkecil mortalitas anak 0% dapat memperbaiki profitabilitas usaha pada peternakan sapi perah rakyat sebesar 1,55%. Perbaikan parameter ekonomis berupa peningkatan harga susu Rp6.000,00/liter dapat memperbaiki profitabilitas usaha pada peternakan sapi perah rakyat sebesar 113,96% dan perusahaan sebesar 109,98%, peningkatan harga feses Rp350,00/kg dapat memperbaiki profitabilitas usaha pada peternakan sapi perah rakyat sebesar 48,96%.(Kata kunci: Peternakan sapi perah rakyat, Perusahaan, Produktivitas, Indeks profitabilitas)
Analisis Finansial Usaha Sapi Perah Kredit pada Petani Peternak di Daerah Boyolali (Studi Kasus KUD Cepogo Boyolali) Widiati, Rini
Buletin Peternakan Vol 14, No 2 (1990): Buletin Peternakan Vol. 14 (2) Desember 1990
Publisher : Fakultas Peternakan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1770.95 KB) | http://journal.ugm.ac.id/index.php/buletinpeternakan/article/view/1771

Abstract

Artikel dalam bentuk PDF
Pengaruh Berat Potong dan Harga Pembelian Domba dan Kambing Betina terhadap Gross Margin Jagal di Rumah Potong Hewan Mentik, Kresen, Bantul (The Effects of Slaughter Weight and Purchase Price of Female Sheep and Goats on the Butcher’s Gross Margin at Ment Widiarto, Wisnu; Widiati, Rini; Budisatria, I Gede Suparta
Buletin Peternakan Vol 33, No 2 (2009): Buletin Peternakan Vol. 33 (2) Juni 2009
Publisher : Fakultas Peternakan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.501 KB) | http://journal.ugm.ac.id/index.php/buletinpeternakan/article/view/125

Abstract

This study was aimed to determine the effect of slaughter weight and purchasing price of female sheep and goats on the butcher’s gross margins at the slaughterhouse of Mentik, Kresen, Bantul. The study was conducted to determinethe production activities of butchers. Sixty heads of local female sheep and goats respectively, were used as samples. The animals were divided into two groups, based on its body weight, namely 10 to 14.99 kg (BP1) and 15 to 20 kg(BP2) of body weight. The data consisted of purchasing price, slaughter weight, variable cost, dressing and non carcass percentages and the butcher’s gross margin. Factorial analysis was used to determine the ratio between spesies andgroups which live weight is best for the production of sheep and female goats. Multiple linear regression analysis was used to determine the effect of slaughter weight and purchase price to production of female sheep and goats, andslaughter weight and variable costs to gross margin of sheep and female goats butchers. The results showed that Bligon female goats of 15-20 kg body weight has the highest value on production and gross margins, it was 9.83 kg and Rp.104,901.50, respectively. The purchasing price and the slaughter weight significantly and positively affecting the production of female local sheep and goats with R2 = 0.718, female goats has better production than sheep. Slaughterweight significantly and positively affecting the gross margin of the butcher. Variable costs significantly and negatively affecting the gross margins of the butcher with R2=0.665. Higher variable cost will reduce the butcher’s gross margin. There were differences in the gross margin of female sheep and goat. The Gross margin of female goats was better than the gross margins of sheep. It can be concluded that local female goat’s production and gross margin was better than sheep.(Key words: Female local sheep and goats, Dressing and non carcass percentages, Production and Gross margin)
Analisis Investasi Usaha Tani Pembibitan Sapi Potong di Kabupaten Sleman Emawati, Shanti; Widiati, Rini; Budisatria, I Gede Suparta
Buletin Peternakan Vol 32, No 3 (2008): Buletin Peternakan Vol. 32 (3) Oktober 2008
Publisher : Fakultas Peternakan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.205 KB) | http://journal.ugm.ac.id/index.php/buletinpeternakan/article/view/1259

Abstract

File lengkap ada dalam bentuk PDF dibawah ini
Kelayakan Finansial Usaha Sapi Potong Pembibitan dengan Berbagai Bantuan Modal di Pedesaan Kabupaten Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta Widiati, Rini
Buletin Peternakan Vol 36, No 2 (2012): Buletin Peternakan Vol. 36 (2) Juni 2012
Publisher : Fakultas Peternakan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1181.026 KB) | http://journal.ugm.ac.id/index.php/buletinpeternakan/article/view/1588

Abstract

Tujuan penelitian adalah (1) mengetahui kelayakan finansial usaha sapi potong pembibitan dengan berbagai program bantuan modal berdasarkan arus tunai pada kondisi peternak, dan (2) mengetahui kondisi finansial peternak terhadap perubahan arus tunai dari biaya tenaga kerja keluarga yang dinilai berdasarkan opportunity cost. Analisis kelayakan finansial menggunakan parameter NPV, rasio B/C dan IRR dari arus tunai pada kondisi peternak, dilanjutkan analisis sensitivitas dari perubahan biaya non tunai tenaga kerja keluarga yang dimasukkan ke dalam arus tunai. Penelitian dengan metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data secara survei kepada responden peternak penerima bantuan modal menggunakan kuesioner. Program bantuan permodalan di lokasi penelitian ditetapkan program Jamsostek, Bogasari, Pertamina, SMD dan Gaduhan Perorangan. Hasil analisis finansial dengan arus tunai sesuai  yang dilakukan peternak, baik program bagi hasil maupun pinjaman dengan tingkat bunga 6% per tahun selama 4 tahun layak diusahakan dimana NPV positif, rasio B/C lebih besar 1 dan IRR lebih besar dari discount factor. Apabila opportunity cost tenaga kerja keluarga dimasukkan ke dalam arus tunai maka secara finansial semua program bantuan modal untuk usaha sapi potong pembibitan tidak layak diusahakan, ditunjukkan dari nilai NPV negatif.   (Kata kunci: Bantuan modal, Peternakan sapi potong pembibitan, Opportunity cost tenaga kerja keluarga, Analisis kelayakan finansial)
Efisiensi Produksi Usaha Sapi Perah Rakyat (Studi Kasus pada Peternak Anggota Koperasi Usaha Peternakan dan Pemerahan Sapi Perah Kaliurang, Sleman, Yogyakarta) (Production Efficiency of Smallholder Dairy Cattle Farming (Case Study on The Farmer Members of Astuti, Melani; Widiati, Rini; Suranindyah, Yustina Yuni
Buletin Peternakan Vol 34, No 1 (2010): Buletin Peternakan Vol. 34 (1) Februari 2010
Publisher : Fakultas Peternakan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.423 KB) | http://journal.ugm.ac.id/index.php/buletinpeternakan/article/view/108

Abstract

The objective of the study was to investigate rationality and allocative efficiency of the utilisation of production factors in smallholder dairy farmers. The study was conducted from June to August 2009 in the region of UPP Kaliurang cooperative, Sleman, Yogyakarta. There were forty respondents of smallholder dairy farmers taken by purposive sampling method. The primary data were taken from respondents and secondary data were from related institutions. Regression function of Cobb-Douglass model was used to determine the production factor which influenced milk production. Data were analysed based on unit/farmer. Coefficient of regression was estimated with Ordinary Least Square (OLS), further analysis was conducted by allocative efficiency. The result of this study showed that forage, concentrate, land owned/farmer, labor, number of livestock and percentage of lactating cows significantly affected the milk production (R2=0.78). Partially, percentage of lactating cows and total dairy cows had positive effect (P<0.01 and P<0.1) on the milk production of each farmer, however forage and concentrates did not affect the milk production. The result of allocative efficiency test showed that input consisted of forage and concentrates in this study have not achieved efficienly. Technically, the utilisation of production factors had not been rational, it was shown by the production elasticity (Ep) >1 (1.462).(Key words: Production of efficiency, Smallholder dairy farming, Factors of production)
PEMASARAN TERNAK SAPI POTONG DI KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR, SUMATERA SELATAN Sumantri, Jaka; Kusumastuti, Tri Anggraeni; Widiati, Rini
Buletin Peternakan Vol 37, No 1 (2013): Buletin Peternakan Vol. 37 (1) Februari 2013
Publisher : Fakultas Peternakan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.765 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi saluran pemasaran, menghitung margin pemasaran, berat taksir dan berat timbang ternak, gross margin peternak, pedagang desa, pedagang besar dan jagal serta menentukan kebijakan strategi pemasaran. Lokasi penelitian dipilih secara purposive sampling di tiga Kecamatan yaitu Lempuing, Lempuing Jaya dan Mesuji Raya, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Penelitian dilaksanakan bulan Juli sampai dengan Agustus 2011. Responden adalah peternak sebanyak 60 orang, pedagang desa 15 orang, pedagang besar dan jagal masingmasing 5 orang. Obyek penimbangan adalah ternak sapi yang dijual di tingkat peternak, pedagang desa, pedagang besar masing-masing 60 ekor (30 jantan dan 30 betina) dan jagal 30 ekor jantan. Metode yang digunakan adalah survei dengan pengamatan langsung dan wawancara kepada responden. Analisis deskriptif untuk margin pemasaran dan analisis kuantitatif untuk membandingkan berat taksir dengan berat timbang ternak dengan uji t. Selanjutnya membandingkan gross margin peternak, pedagang desa, pedagang besar dan jagal menggunakan one way ANOVA yang dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian diperoleh ada 3 saluran pemasaran, saluran I dari peternak ke jagal melalui 2 pedagang yaitu pedagang desa dan pedagang besar, saluran II dari peternak ke jagal melalui 1 pedagang yaitu pedagang desa dan saluran III dari peternak langsung ke jagal. Margin pemasaran saluran I Rp2.562.835,00/ekor, saluran II Rp930.979,00/ekor dan saluran III Rp0,00/ekor. Tidak ada perbedaan nyata antara berat taksir sapi yang dipasarkan dan berat timbang. Terdapat perbedaan gross margin yang nyata (P<0,05) antara peternak (Rp873.833,00a/ekor) dengan pedagang desa (Rp1.783.213,00b/ekor) dan jagal (Rp3.256.898,00c/ekor), sedangkan dengan pedagang besar (Rp326.736,00a/ekor) tidak berbeda. Kebijakan strategi pemasaran untuk meningkatkan gross margin peternak melalui kebijakan saluran pemasaran yaitu memilih saluran yang paling menguntungkan peternak, kebijakan harga yaitu menentukan standar harga jual ternak dan kebijakan gross margin yaitu memberikan harga input dan output yang menguntungan peternak.(Kata kunci: Saluran pemasaran, Sapi potong, Margin pemasaran, Gross margin)