Nuni Widiarti
Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Published : 49 Documents
Articles

PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERORIENTASI CHEMO-ENTREPRENEURSHIP PADA PRAKTIKUM KIMIA FISIKA Wahyuni, Sri; Widiarti, Nuni
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 4, No 1 (2010): January 2010
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan tema pembelajaran berbasis masalah berorientasichemo-entrepreneurship (CEP) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan hasilbelajar Praktikum Kimia Fisika. Metode penelitian meliputi tahap perencanaan, pelaksanaantindakan, observasi dan evaluasi, refl eksi tindakan, dan analisis data. Mahasiswa pesertamatakuliah Praktikum Kimia Fisika dibagi menjadi beberapa kelompok. Tiap kelompok terdiriatas 3-4 orang. Pertama dilakukan pretest untuk mengetahui kemampuan awal mahasiswa.Selanjutnya mahasiswa diberi Lembar Masalah untuk didiskusikan sebelum melakukanpraktikum. Pada saat praktikum, mahasiswa merumuskan jawaban dari masalah berdasarkanpengamatan dengan dibantu pengarahan dari dosen. Dosen juga memberikan pengarahantentang jiwa kewirausahaan yang terkait dengan bidang kimia dengan tujuan memberikantambahan wawasan kepada mahasiswa agar memiliki nilai tambah pada kompetensinya.Aktivitas mahasiswa diamati dan dicatat dalam lembar observasi. Mahasiswa memberikansolusi lengkap pada saat mengumpulkan laporan praktikum. Langkah ini diulang untuk materipraktikum berikutnya sampai akhir semester. Pada akhir semester dilakukan postes untukmengetahui tingkat pemahaman dan hasil belajar mahasiswa. Berdasarkan hasil analisisdata dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran ini dapat meningkatkan aktivitas belajarmahasiswa dan secara kuantitatif hasil belajar mahasiswa menunjukkan peningkatan dari65 menjadi 81,2 dan ketuntasan belajar juga meningkat dari 34% menjadi 100%.Kata kunci:pembelajaran berbasis masalah, chemo-entrepreneurship
SOSIALISASI PEMBUATAN EKSTRAK PEWARNA ALAMI BAGI IBUIBU PKK DESA SUKOREJO KECAMATAN GUNUNGPATI SEMARANG Alaudin, M; Widiarti, Nuni
Rekayasa Vol 8, No 2 (2010): Desember 2010
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Color is one of the sensory elements that are essential for food. In food processing, dyes areoften added to strengthen the original color of the food. Used food dye should be natural. With regard tothe need to use natural food dye, a team of community service contributed to raising public awarenessto use natural food dye and teach the ways to prepare natural food dyes. This activity is expected inaddition to raising public awareness to use natural food dyes and also be followed up with producingthat can be sold to add family income. This activity is aimed to women in Sukorejo Village who activein PKK. The response of participants to this activity is good. Participants are generally accustomed tousing synthetic food dyes for reasons of practicality. Through this activity the participants are gettingknowledge about various things associated with food dyes. The participants become open-minded andaware of the importance of the use of natural food dye on health. Natural food dye is a healthy andenvironmentally friendly solutions that are good for development in every family.Warna merupakan salah satu unsur sensoris yang penting untuk makanan. Pada pengolahanbahan makanan, pewarna sering ditambahkan untuk memperkuat warna asli makanan. Pewarnamakanan yang digunakan sebaiknya adalah pewarna alami. Berkaitan dengan perlunya pemakaianpewarna makanan alami, tim pengabdian kepada masyarakat turut berperan meningkatkan kesadaranmasyarakat untuk menggunakan pewarna makanan alami dan mengajarkan cara-cara membuatpewarna alami. Kegiatan ini diharapkan selain meningkatkan kesadaran masyarakat untukmenggunakan pewarna alami juga dapat ditindak lanjuti dengan memproduksinya sehingga dapat dijualuntuk menambah penghasilan keluarga. Kegiatan ini ditujukan untuk ibu-ibu rumah tangga DesaSukorejo yang aktif di kegiatan PKK. Respon peserta terhadap kegiatan ini dapat dikatakan baik. Ibuibukhalayak sasaran umumnya terbiasa menggunakan pewarna makanan sintetik karena alasankepraktisan. Melalui kegiatan ini ibu-ibu menjadi bertambah pengetahuannya tentang berbagai hal yangterkait dengan pewarna makanan. Ibu-ibu menjadi terbuka pikirannya dan sadar arti pentingpenggunakan pewarna makanan alami terhadap kesehatan. Pewarna makanan alami merupakan solusisehat dan ramah lingkungan yang baik untuk dikembangkan dalam setiap keluarga.Kata Kunci: pewarna makanan alami, pewarna sintetik, makanan
SIMULASI EFEKTIVITAS SENYAWA OBAT ERITROMISIN F DAN 6,7ANHIDROERITROMISIN F DALAM LAMBUNG MENGGUNAKAN METODE SEMIEMPIRIS AUSTIN MODEL 1 (AM1) Prasetya, Agung Tri; Alaudin, M; Alaudin, M; Widiarti, Nuni; Widiarti, Nuni
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 1 (2010): June 2010
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v8i1.343

Abstract

Perkembangan pesat teknologi mikroprosesor telah mempengaruhiperkembangan ilmu kimia. Penggunaan komputer sebagai peralatan kerjalaboratorium dikembangkan menjadi suatu aspek kajian yang disebut dengankimia komputasi. Penelitian ini akan dibuat senyawa eritromisin F danΔ6,7anhidroeritromisin F beserta turunannya dan selanjutnya dihitung energinyamasing-masing menggunakan metode semiempiris AM1 dalam programHyperchem 7.5 versi evaluasi. Struktur eritromisin F dan Δ6,7anhidroeritromisin Fdioptimasi untuk memperoleh struktur yang mendekati keadaan yang sebenarnya.Analisis polaritas, energi ikat dan sudut torsinya dilakukan untuk mengetahui sifatstrukturnya. Energi ikat dari berbagai macam senyawa turunan eritromisin F danΔ6,7anhidroeritromisin F di dalam suatu reaksi dekomposisi dalam suasana asamdihitung untuk memperoleh suatu jalur mekanisme dekomposisi yang palingmungkin. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa mekanisme dekomposisieritromisin F dan Δ6,7anhidroeritromisin F dapat diprediksi menggunakan metodesemiempiris AM1. Senyawa eritromisin F dapat mengalami reaksi dekomposisidan diakhiri dengan terbentuknya senyawa eritralosamin dan lepasnya gula netralkladinosa, sedangkan senyawa Δ6,7anhidroeritromisin F dalam dekomposisi asamtidak dapat berlangsung hingga lepasnya gula netral kladinosa dan terbentuksenyawa 9,11;9,12-spiroketal. Jadi di dalam asam lambung, senyawaΔ6,7anhidroeritromisin F diprediksi akan lebih tahan asam dibandingkan senyawaeritromisin F.Kata Kunci: Dekomposisi, eritromisin, Δ6,7anhidroeritromisin F, energi ikat,Semiempiris, AM1
SIMULASI EFEKTIVITAS SENYAWA OBAT ERITROMISIN F DAN 6,7ANHIDROERITROMISIN F DALAM LAMBUNG MENGGUNAKAN METODE SEMIEMPIRIS AUSTIN MODEL 1 (AM1) Prasetya, Agung Tri; Alaudin, M; Alaudin, M; Widiarti, Nuni; Widiarti, Nuni
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 1 (2010): June 2010
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v8i1.343

Abstract

Perkembangan pesat teknologi mikroprosesor telah mempengaruhiperkembangan ilmu kimia. Penggunaan komputer sebagai peralatan kerjalaboratorium dikembangkan menjadi suatu aspek kajian yang disebut dengankimia komputasi. Penelitian ini akan dibuat senyawa eritromisin F danΔ6,7anhidroeritromisin F beserta turunannya dan selanjutnya dihitung energinyamasing-masing menggunakan metode semiempiris AM1 dalam programHyperchem 7.5 versi evaluasi. Struktur eritromisin F dan Δ6,7anhidroeritromisin Fdioptimasi untuk memperoleh struktur yang mendekati keadaan yang sebenarnya.Analisis polaritas, energi ikat dan sudut torsinya dilakukan untuk mengetahui sifatstrukturnya. Energi ikat dari berbagai macam senyawa turunan eritromisin F danΔ6,7anhidroeritromisin F di dalam suatu reaksi dekomposisi dalam suasana asamdihitung untuk memperoleh suatu jalur mekanisme dekomposisi yang palingmungkin. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa mekanisme dekomposisieritromisin F dan Δ6,7anhidroeritromisin F dapat diprediksi menggunakan metodesemiempiris AM1. Senyawa eritromisin F dapat mengalami reaksi dekomposisidan diakhiri dengan terbentuknya senyawa eritralosamin dan lepasnya gula netralkladinosa, sedangkan senyawa Δ6,7anhidroeritromisin F dalam dekomposisi asamtidak dapat berlangsung hingga lepasnya gula netral kladinosa dan terbentuksenyawa 9,11;9,12-spiroketal. Jadi di dalam asam lambung, senyawaΔ6,7anhidroeritromisin F diprediksi akan lebih tahan asam dibandingkan senyawaeritromisin F.Kata Kunci: Dekomposisi, eritromisin, Δ6,7anhidroeritromisin F, energi ikat,Semiempiris, AM1
PENGEMBANGAN RUBRIK PERFORMANCE ASSESSMENT PADA PRAKTIKUM HIDROLISIS GARAM Puspitasari, Nila; Haryani, Sri; Widiarti, Nuni
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 8, No 1 (2014): January 2014
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to produce innovation of performance assessment rubric on practicum salt hydrolysis material. The rubric was being consulted and validated by experts, then it was being revised and tested. The trial result was being analyzed and revised, then usage test was given. The research was conducted at SMA in Semarang using purposive sampling technique. A small scale was given to ten students and large scales were given to the students in class XI IPA 3 and XI IPA 4. The results showed that the validity of innovation of performance assessment rubric by experts was 86.46%. Implementation innovation of performance assessment rubric on practicum salt hydrolysis "test salt solution in water", the agreement has been reached between the observer and the student with the value of generalizability coefficient are 0.711 and 0.744. The impact of the use of performance assessment rubric is that the cognitive learning outcomes of the students can achieve mastery learning. In class XI IPA 3, there are 33 students from 38 students achieve KKM and in class XI IPA 4 there are 33 students from 37 students achieve values KKM. Student’s characters can also be developed during lab activities, such as discipline, honesty, independence, curiosity, responsibility, and cooperation. Based on the results, innovation of performance assessment research practicum salt hydrolysis "test salt solution in water" could be used as a guide to the performance assessment (psychomotor) of the students and increase understanding of the concept and fosters student’s character.  Keywords : Innovation, Performance Assessment Rubric, Salt Hydrolisis 
SINTESIS GEOPOLIMER BERBUSA BERBAHAN DASAR ABU LAYANG BATUBARA DENGAN HIDROGEN PEROKSIDA SEBAGAI FOAMING AGENT Kusumastuti, Ella; Widiarti, Nuni
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 12, No 2 (2014): December 2014
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v12i2.5394

Abstract

Konsumsi energi yang tinggi di bidang rumah tangga dan industri menuntut adanya inovasi untuk menciptakan bahan bangunan yang mampu memerangi perubahan iklim, yakni menciptakan material bersifat bioclimatic dan isolator panas. Geopolimer memiliki prospek yang baik bila dikembangkan untuk tujuan tersebut. Hidrogen peroksida (H 2 O ) digunakan sebagai foaming agent karena ketidakstabilan termodinamikanya sehingga mudah terurai menjadi H 2 O dan O 2 2 dan menciptakan pori pada geopolimer sehingga menurunkan densitasnya. Metode yang digunakan dalam sintesis geopolimer berbusa adalah dengan menggunakan abu layang sebagai sumber silika alumina yang diaktifkan dengan larutan pengaktif NaOH dan Na Silikat. Karakterisasi geopolimer berbusa dilakukan secara fisik dan kimia. Karakterisasi sifat fisik antara lain penentuan kuat tekan dengan Universal Testing Machine, pengukuran densitas sesuai dengan ASTM D854-06, konduktivitas termal menggunakan Thermal Conductivity Analyser, serta morfologi pori menggunakan SEM. Karakterisasi struktur kimiawi dilakukan dengan analisis fasa mineral dengan XRD dan analisis gugus fungsi menggunakan FTIR. Penambahan H 2 O sebagai foaming agent berpengaruh terhadap sifat fisika dan struktur kimiawi geopolimer berbusa yang dihasilkan. Penambahan H 2 O 2 2 secara umum menurunkan kekuatan geopolimer dengan adanya pori yang terbentuk dari hasil peruraian H 2 O 2 menjadi H dan O 2 . Oleh karena itu penambahan H 2 O juga akan menurunkan densitas dan konduktivitas termalnya. Secara kimiawi, sifat material yang dapat diamati dari analisis dengan menggunakan FTIR, XRD dan SEM. Hasil analisis gugus fungsi dengan FTIR menunjukkan bahwa penambahan H 2 2 O tidak menimbulkan gugus fungsi baru dalam geopolimer, ditandai dengan adanya pita yang menunjukkan ikatan Si-O-Si dan Si-O-Al tidak berubah secara signifikan. Hasil analisis XRD menunjukkan bahwa material hasil sintesis berfasa amorf. Penambahan H 2 menyebabkan bertambahnya fasa kristal mineral sisa reaktan karena sebagian H 2 O bereaksi dengan basa. Hasil analisis dengan SEM membuktikan bahwa penambahan H 2 2 O memperbesar jumlah dan ukuran pori sampai dengan lebih dari 100mm. Jumlah optimum H 2 2 O yang ditambahkan untuk menghasilkan geopolimer berbusa dengan sifat kuat, densitas rendah dan isolator panas adalah pada penambahan H 2 O 2 2 30% sebanyak 2,0% (b/b) dengan hasil kuat tekan 21,2808 MPa, densitas 1800,8317 kg/m 3 dan konduktivitas panas 0,0611 Watt/ m°K. Material ini potensial sebagai beton ringan dengan kekuatan sedang.
PENGARUH PENAMBAHAN OKSIDA CUO TERHADAP KARAKTERISTIK CUO/TS-1 SEBAGAI KATALIS ALTERNATIF PADA REAKSI OKSIDASI BENZENA MENJADI FENOL Widiarti, Nuni
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 10, No 2 (2012): December 2012
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v10i2.5553

Abstract

Telah dilakukan sintesis dan karakterisasi katalis CuO/TS-1. Mula-mula TS-1 disintesis dengan proses hidrotemal, dilanjutkan proses impregnasi TS-1 dengan prekursor Cu(NO) 2 .3H O menghasilkan katalis CuO/TS-1. Katalis TS-1 dan CuO/TS-1 hasil sintesis dikarakterisasi dengan menggunakan FTIR, XRD, adsorpsi-desorpsi N 2 2 untuk mengetahui luas permukaan dan adsorpsi piridin untuk mengetahui sisi asamnya. Hasil karakterisasi dengan FTIR dan difraksi sinar-X menunjukkan bahwa kedua katalis hasil sintesis merupakan katalis berstruktur orthorombik dengan tipe MFI. Hasil analisa BET menunjukkan luas permukaan katalis yang semakin menurun dengan naiknya loading CuO Adanya CuO pada TS-1 juga dapat meningkatkan jumlah sisi asam Lewis pada katalis.
SINTESIS GEOPOLIMER BERBUSA BERBAHAN DASAR ABU LAYANG BATUBARA DENGAN HIDROGEN PEROKSIDA SEBAGAI FOAMING AGENT Kusumastuti, Ella; Widiarti, Nuni
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 13, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v13i1.5332

Abstract

Tujuan penelitian ini (1) menjelaskan hubungan antara jumlah H sebagai blowing agent yang ditambahkan terhadap sifat fisika dan struktur kimiawi geopolimer berbusa yang dihasilkan; dan (2) menjelaskan jumlah optimum H 2 O 2 yang ditambahkan untuk menghasilkan geopolimer berbusa dengan sifat kuat, densitas rendah dan isolator panas. Metode yang digunakan dalam sintesis geopolimer berbusa adalah dengan menggunakan abu layang sebagai sumber silika alumina yang diaktifkan dengan larutan pengaktif NaOH dan Na Silikat. Karakterisasi struktur kimiawi dilakukan dengan analisis fasa mineral dengan XRD dan analisis gugus fungsi menggunakan FTIR. Penambahan H sebagai foaming agent berpengaruh terhadap sifat fisika dan struktur kimiawi geopolimer berbusa yang dihasilkan. Penambahan H 2 O secara umum menurunkan kekuatan geopolimer dengan adanya pori yang terbentuk dari hasil peruraian H 2 menjadi H 2 O dan O 2 . Oleh karena itu penambahan H 2 O juga akan menurunkan densitas dan konduktivitas termalnya. Secara kimiawi, sifat material yang dapat diamati dari analisis dengan menggunakan FTIR, XRD dan SEM. Hasil analisis gugus fungsi dengan FTIR menunjukkan bahwa penambahan H 2 2 O tidak menimbulkan gugus fungsi baru dalam geopolimer, ditandai dengan adanya pita yang menunjukkan ikatan Si-O-Si dan Si-O-Al tidak berubah secara signifikan. Hasil analisis XRD menunjukkan bahwa material hasil sintesis berfasa amorf. Penambahan H 2 menyebabkan bertambahnya fasa kristal mineral sisa reaktan karena sebagian H 2 O bereaksi dengan basa. Hasil analisis dengan SEM membuktikan bahwa penambahan H 2 2 O memperbesar jumlah dan ukuran pori sampai dengan lebih dari 100mm. Jumlah optimum H 2 2 O yang ditambahkan untuk menghasilkan geopolimer berbusa dengan sifat kuat, densitas rendah dan isolator panas adalah pada penambahan H 2 O 2 2 30% sebanyak 2,0% (b/b) dengan hasil kuat tekan 21,2808 MPa, densitas 1800,8317 kg/m dan konduktivitas panas 0,0611 Watt/ m°K. Material ini potensial sebagai beton ringan dengan kekuatan sedang.
SINTESIS PLASTIK BIODEGRADABLE AMILUM BIJI DURIAN DENGAN GLISEROL SEBAGAI PENAMBAH ELASTISITAS (PLASTICIZER) Nurhayati, Eni; Latifah, Latifah; Widiarti, Nuni
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 11, No 1 (2013): June 2013
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v11i1.5564

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan plastik biodegradable dari pati biji durian dengan menggunakan plasticizer gliserol dan filler kitosan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik plastik amilum biji durian dengan filler kitosan dan plasticizer gliserol. Metode yang digunakan adalah membuat larutan kitosan dengan melarutkan kitosan ke dalam asam asetat 1% (w/v), kemudian ditambahkan pati yang dilarutkan akuades dan ditambah gliserol. Konsentrasi optimum penambahan gliserol plastik biodegradable terdapat pada gliserol 10% (v/w). Hasil tesebut digunakan untuk formulasi plastik biodegradable yaitu dengan penambahan kitosan. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik plastik yang dihasilkan adalah plastik pati:kitosan memiliki kuat tarik optimum pada pati:kitosan 6:4 (w/w) dengan kuat tarik 15,203 MPa dan persen perpanjangan 12,1%. Uji biodegradabilitas plastik biodegradable menunjukkan plastik terbaik pada plastik pati:kitosan 6:4 dengan perkiraan waktu terdegradasi 7 hari 23 jam dan weight loss 88,07 %, sedangkan ketahanan plastik terhadap air terdapat pada pati:kitosan 4:6 dengan air yang diserap 68,8%. Karakterisasi plastik biodegradable menggunakan FTIR, diperoleh adanya gugus C=O karbonil dan C-O ester bersifat hidrofil sehingga plastik mudah terdegradasi. Analisis gugus fungsi menggunakan FTIR ini menunjukkan hasil yang cukup signifikan yaitu plastik mempunyai sifat seperti komponen-komponen penyusunnya.
PENGEMBANGAN SOFTSKILL DAN HASIL BELAJAR KIMIA DASAR DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN 5-E (ENGAGEMENT, EXPLORATION, EXPLANATION, ELABORATION, EVALUATION) WK,, Samuel Budi; Kusumastuti, Ella; Widiarti, Nuni
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 33, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpp.v33i2.9103

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peningkatan hasil belajar kimia dan Soft skill mahasiswa dengan menggunakan strategi pembelajaran 5-E((Engagement, Exploration, Explanation, Elaboration, Evaluation). Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang terdiri dari tiga tahap. Tiap tahap terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia UNNES. Fokus yang diteliti dalam penelitian ini adalah hasil belajar dan pengembangan soft skill mahasiswa. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan pengembangan soft skill mahasiswa. Hasil belajar mahasiswa jurusan Kimia UNNES meningkat. Rerata hasil belajar tahap I adalah 64,62, tahap II adalah 75,85, dan pada tahap III adalah 79,77. Hasil rerata soft skill mahasiswa yang memenuhi kriteria tinggi dan sangat tinggi meningkat dari tahap 1 (77%), tahap 2 (80%) dan tahap 3 (92%).