Bambang Widiarso
Pembimbing Keuda Florianus Selvinus Vivin Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

Tipologi Lahan Basah Untuk Pengembangan Tanaman Palawija (Studi Kasus Di Wilayah Pesisir Kabupaten Kubu Raya) Widiarso, Bambang
Jurnal Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 1, No 2 (2011): PERKEBUNAN DAN LAHAN TROPIKA
Publisher : Jurnal Perkebunan dan Lahan Tropika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.836 KB)

Abstract

Marine and Coastal Area which + 28 % of total  areas in Kubu Raya Distric has potentially profit areas for palawija crops, e.a: corn, soybeans, cassavas, and sweet potatoes crops.  but not yet to be specified in local uniqueness land characteristics to reach more larger productivity. These research is proposed to its clustering through Spatial Analysis with GIS, Principal Component Analysis (PCA). About 3 indexes from 13 land characteristics has been clustered, (1) K, Na, Ca, Mg and Base Saturation, have positive correlation (coefficient determination = 0,92) to corn and soybean crops productivity. (2) Cation Exchange Capacity and Silt Fractions have negative correlation (coefficient determination = 0,92) to cassava productivity. And (3) Phosfor indexes have positive correlation (coefficient determination 0,91) to sweet potatoes crops productivity
WATER QUALITY STUDIES FOR IRRIGATION ON SUB WATERSHEDS NGARAK WATERSHEDS MANDOR vivin, florianus selvinus; Saifudin, Saifudin; Widiarso, Bambang
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 3: Desember 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Watersheds is an area where all the water goes into the river that separated by topography, watershed condition at an area will show the conditions that exist in the surrounding environment. This study aims to determine the classification spesific water for irrigation in the watershed Ngarak District Overseer. This research was done in two (2) outlets located on the watershed Ngarak Mandor District outlet A and outlet B. The study took place from December 2012 until May 2013, with a total area of approximately 6,750 ha. This study begins by collecting biophysical data that includes classroom watershed slope, soil type, land use, rainfall and agriculture. The Method of water quality analysis has done of direct measurements in the field and laboratory measurements with observational parameters include: Salinity, Boron, SAR, RSC, temperature, water pH, flow discharge, Brightness, alkalinity, and Content of Sediments. The measurement results of water samples showed an average salinity values ??ranged from 0.0073 ds / m - 0.077 ds / m, the average level of Boron ranged from 0.017 mg / l - 0.018 mg / l. Average SAR values ??ranged from 1.003 to 1.486, the average RSC ranged between 0.0062 meq / l - 0.0314 meq / l, and a supporter of the variables, the average water temperature ranged between 26.68 C0 - 27, 12 C0, the average pH of the water ranged from 6.73 to 6.85, the average flow discharge ranged from 0.979 m3/second - 2,017 m3/second, Brightness average water ranged from 48.6 cm - 110.8 cm, and alkalinity ranged from an average of 5.26 mg / l - 7.18 mg / l and the average content of sediments ranged from 5.4 mg / l - 18.8 mg / l. Based on the analysis and calculation of the main variables and the supporting variables, the water Watershed District Overseer Ngarak can be used for irrigation because it is based on the classification of the suitability of water for irrigation, watershed Ngarak Mandor District on appropriate criteria for irrigation class.  
STUDI SIFAT FISIKA TANAH FLUVAQUENTS PADA PERKEBUNAN LADA DI KECAMATAN GALING KABUPATEN SAMBAS Nurwalinda, Nurwalinda; Suryadi, Uray Edi; Widiarso, Bambang
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK STUDI SIFAT FISIKA TANAH FLUVAQUENTS PADA PERKEBUNAN LADA DI KECAMATAN GALING KABUPATEN SAMBAS Nurwalinda1), Urai Edi Suryadi2) dan Bambang Widiarso2) 1) Mahasiswa Fakultas Pertanian dan 2) Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak Penelitian ini dilakukan pada perkebunan lada yang berbeda umur pengelolaan tanahnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisika tanah fluvaquents pada perkebunan lada di Kecamatan Galing Kabupaten Sambas. Pengambilan sampel tanah dilakukan menggunakan sistem diagonal pada empat lokasi perkebunan lada dengan masing-masing lokasi sebanyak empat titik. Metode penelitian yang dilakukan adalah pengambilan sampel tanah secara utuh dan terganggu. Parameter utama penelitian ini adalah bobot isi, porositas, kadar air tanah kapasitas lapangan, kemantapan agregat, konsistensi, dan tekstur, sedangkan parameter pendukung terdiri dari reaksi tanah (pH) dan C/N ratio. Berdasarkan hasil analisis uji korelasi menunjukkan bahwa umur pengelolaan tanah tanaman lada tidak signifikan terhadap bobot isi, kadar air, dan kemantapan agregat, tetapi signifikan terhadap C/N ratio dengan nilai signifikasi 0,033 dengan nilai r = 0, 967.   Kata kunci : Fluvaquents, lada, sifat fisika                            Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Tahun 2015 ABSTRACT STUDY ON PHYSICAL FLUVAQUENTS SOILS IN PEPPER PLANTATION AT GALING DISTRICT SAMBAS REGENCY Nurwalinda1),Urai Edi Suryadi2) and BambangWidiarso2) 1)Faculty of Agriculture and 2) Lecturer Faculty of Agriculture, University of Tanjungpura Pontianak This research was conducted at a soil management wich has different pepper growing age. The purpose of this study was determine the physical properties of the fluvaquents soil where has a pepper plantations in the Galing district Sambas regency. Soil sampling was performed using the diagonal system at four sites of pepper plantations, and with each location has four soil sampling points. The research method is taking an undisturb, and disturbed soil sampling. The main parameters of this study is the bulk density, porosity, of field capacity soil water content, aggregate stability, consistency, and texture, while the parameters of the supporting are soil reaction (pH) and C/N ratio. Based on the results of correlation analysis showed that the diffirent growing age of the pepper plantation are not significantly to the bulk density, soil water content of field capacity, and aggregate stability, but significantly to the C/N ratio (α = 0.033, r = 0, 967). Keywords:,Fluvaquents, pepper, physical properties                                      
STUDI KARAKTERISTIK SUB-SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI (SUB-SUB DAS) DI KABUPATEN BENGKAYANG Tharigas, Angela Maria; Suryadi, Uray Edi; Widiarso, Bambang
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dimana DAS merupakan suatu wilayah daratan yang secara topografik dibatasi oleh punggung-punggung gunung yang menampung air hujan kemudian disalurkan ke laut melalui sungai utama. Sub-Sub DAS Lumar  memiliki pola drainase yang berbentuk dendritik dan bentuk  drainasenya memanjang atau seperti bulu burung serta profil melintang sungai berbentuk parabola. Tujuan dari penelitian untuk mempelajari karakteristik Sub-Sub DAS Lumar di Kabupaten Bengkayang. Untuk nilai kualitas air terdiri dari pH hilir (Outlet) rata-ratanya adalah 5,26 sedangkan pada pH hulu (Inlet) rata-ratanya adalah 4,72, untuk nilai temperatur 27,06 0C yaitu rata-rata dari hilir (Outlet) sungai dan temperatur 26,96 0C yaitu rata-rata dari hulu (Inlet), untuk nilai kecerahan daerah hilir (Outlet) sungai yaitu 236 cm dan rata-rata kecerahan daerah hulu (Inlet) sungai yaitu 230 cm, untuk nilai kecepatan hilir sungai kecepatan rata-ratanya 0,1342 m/detik dan daerah hulu sungai kecepatan rata-ratanya 0,1258 m/detik. Dan hasil pengamatan di lapangan nilai luas penampang sungai reratanya untuk daerah hilir 23,919 m2 dan hulu 15,34 m2 . Nilai IKD Sub-Sub DAS Lumar 1,073 km/km2, sedangkan nilai indeks tingkat percabangan pada Sub-Sub DAS Lumar 0,87.  Debit aliran pada Sub-Sub DAS Lumar bagian hilir rata-ratanya 3,21 m3/detik, sedangkan rata-rata untuk bagian hulu 1,93 m3/detik, sedangkan debit sedimen untuk daerah hilir 2,17 ton/hari merupakan nilai tertinggi pada hilir sungai dan terendah pada hilir sungai 0,64 ton/hari, sedangkan untuk daerah hulu sungai 0,82 ton/hari merupakan nilai tertinggi dan 0,14 ton/hari merupakan nilai terendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil pengukuran TSS terkecil sebesar 1 mg/liter, sedangkan nilai TSS yang terbesar sebesar 8 mg/liter. Kata Kunci : Sub-Sub DAS Lumar, Karakteristik.
STUDI SIFAT FISIKA TANAH PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI GUNUNG SEHAK DESA AUR SAMPUK KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK Mustofa, Aly; Suryadi, Urai Edi; Widiarso, Bambang
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 3: DESEMBER 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

STUDI SIFAT FISIKA TANAH PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI GUNUNG SEHAK DESA AUR SAMPUK KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK   Aly Mustofa(1), Urai Edi Suryadi(2), Bambang Widiarso(2) (1)Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2)Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan beberapa sifat fisika tanah pada beberapa penggunaan lahan. Penelitian ini dilaksanakan di Gunung Sehak, Desa Aur Sampuk, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak. Tahap pertama penelitian dilakukan dengan mengukur panjang dan kemiringan lereng. Metode yang digunakan dengan mengambil sampel langsung di lapangan, pengambilan sampel 4 penggunaan lahan yaitu lahan kelapa sawit, karet, semak belukar dan hutan sekunder masing-masing 4 titik pengamatan dan 2 kedalaman, kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm. Parameter pengamatan terdiri dari sifat fisika: konsistensi, warna tanah, struktur tanah, tekstur, bobot isi, bobot jenis partikel, kadar air kapasitas lapangan, porositas total, kemantapan agregat; sifat kimia: C-Organik, N-Total, C/N rasio, pH tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisika: konsistensi tanah pada kedalaman 0-30 cm didominasi oleh lepas dan pada kedalaman 30-60 cm didominasi oleh teguh, warna tanah pada setiap penggunaan lahan didominasi oleh tanah 7,5 yr 4/4, 7,5 yr 5/6 pada kedalaman 0-30 cm dan 7,5 yr 6/8, 7,5 yr 7/8 pada kedalaman 30-60 cm, struktur tanah didominasi oleh granular, gumpal membulat, gumpal bersudut, bobot isi pada penggunan lahan kelapa sawit kedalaman 0-30 dan hutan sekunder kedalaman 30-60 cm memiliki bobot isi yang paling rendah dari penggunaan lahan lainnya, kadar air kapasitas lapangan pada penggunaan lahan semak belukar pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm memiliki kadar air kapasitas lapangan yang paling rendah dari penggunaan lahan lainnya, porositas total pada penggunaan lahan semak belukar pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm memiliki persentase porositas total yang paling rendah dari penggunaan lahan lainnya, persentase kemantapan agregat pada penggunaan lahan kelapa sawit, karet dan hutan sekunder termasuk dalam kriteria sangat mantap dan pada penggunaan lahan semak belukar termasuk dalam kriteria mantap ; Sifat kimia: C-Organik pada penggunaan lahan semak belukar pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm memiliki kandungan C-Organik yang paling rendah dari penggunaan lahan lainnya, N-Total pada penggunaan lahan semak belukar pada kedalaman 30-60 cm memiliki kandungan N-Total yang paling rendah dari penggunaan lahan lainnya, C/N rasio pada seluruh penggunaan lahan tergolong rendah, pH tanah pada seluruh penggunaan lahan termasuk dalam kriteria masam.     Kata kunci : penggunaan lahan, sifat fisika tanah.
PENGEMBANGAN OLAHAN ALOE VERA MENJADI PRODUK YANG BERNILAI JUAL PADA UKM I SUN VERA Widiarso, Bambang; A.Yusra, Abdul Hamid; Suci YVI, U.
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol 2, No 2 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 2 MEI 2017
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UKM ISUN VERA bergerak di bidang olahan lidah buaya sejak tahun 2004, merupakan target IbM melalui proses pendampingan kemitraan, untuk meningkatkan diversifikasi produk olahan lidah buaya, peningkatan kualitas produksi dengan teknologi perbaikan kemasan, pemasaran dengan sistem on line.  Sebelumnya UKM ISUN VERA telah mengolah berbagai kuliner dari  lidah buaya   seperti manisan,  dodol, minuman segar, dan instan aloe merupakan salah icon kuliner Kota Pontianak.Tujuan dari kegiatan IbM ini adalah :1. Terdapat produk baru dari hasil inovasi diversifikasi produk olahan lidah buaya, yang akan menambah keanekaragaman produk yang telah dikenal sebelumnya yaitu kue Brownies, kue Lapis Legit, dan jamu `kunyit asam berbasis aloe; 2. Sistem pemasaran yang lebih modern selain pemasaran yang telah dilakukan selama ini yaitu pemasaran dengan sistem Online seperti pembuatan Web,3. Mendapatkan kemasan yang lebih hygienis dan menarik khas UKM Isun Vera. Pelaksanaan kegiatan  dimulai dengan diskusi bersama Ibu Sunani sebagai pemilik UKM Isun Vera dan peserta pelatihan bagaimana membuat kue Brownies, kue Lapis Legit, dan jamu`kunyit asam berbasis aloe. Selanjutnya dilakukan pelatihandengantujuan untukmemberikan pengetahuan dan keterampilandalam pembuatan kue brownies, lapis legit dan jamu kunyit asam berbasis aloe. Pemasaran dengan system on line yaitu pembuatan web, Pembuatan labeling dan kemasan produk juga diberikan. Peserta IbMsangat bersemangat  mengikuti kegiatan  penyuluhan dan melakukan kegiatan praktek pembuatan aneka kue dan jamu kunyit asam berbasis aloe.  Ketua UKM sangat menyadari dengan adanya diversifikasi olahan kue dan jamu berbasis aloe, dan pembuatan label dan kemasan serta web site akan menambah daya jual produk berbasis aloe dan akan terus membuat produk yang teah di transfer oleh tim IbM. Kata kunci: diversifikasi produk aloe, brownies,lapis legit, jamu kunyit asam, 
Karakter Fisika Tanah Entisols Pada Dua Sistem Pengelolaan Lahan Budidaya Tanaman Jeruk Siam Di Desa Tebing Batu Kabupaten Sambas GUSTARI, ANA; suryadi, urai edi; widiarso, Bambang
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman jeruk siam (Citrus nobilis L. var microcarpa) merupakan salah satu komoditas holtikultura andalan Kalimantan barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan karakter fisika tanah Entisols pada penggunaan lahan lokasi A (terumbuk dengan sistem tumpangsari tanaman cabai, dan lada) dan lokasi B (terumbuk kosong) di Desa Tebing Batu Kabupaten Sambas. Lokasi penelitian terdiri dari 2 lokasi pnelitian yaitu lokasi A luas  1 ha dan lokasi B 2 ha. Parameter penelitian meliputi: parameter lapangan ( profil tanah, dan kedalaman muka air tanah) sifat fisika tanah (warna tanah, tekstur, struktur, kemantapan agregat, bobot isi, porositas total, kadar air kapasitas lapangan, dan konduktivitas hidraulik) serta kimia tanah (reaksi tanah, C-organik, N-total dan C/N ratio tanah ). Hasil pengamatan warna tanah di lapangan pada lokasi A coklat (7,5 YR 5/2) abu–abu (7,5 YR 6/1), dan abu-abu sangat gelap (10 YR 3/1) dan pada lokasi B coklat (7,5 YR 5/2), abu-abu (7,5 YR 6/1), dan abu-abu gelap (7,5 YR 4/1). Tekstur tanah pada lokasi A lempung berdebu dan lempung liat berdebu, sedangkan pada lokasi B lempung liat berdebu, debu dan lempung berdebu. Struktur tanah pada kedua lokasi tergolong masif. Kemantapan agregat tanah pada kedua lokasi penelitian tergolong kuat, Bobot isi tanah kedua lokasi tergolong sedang. Porositas total tanah pada lokasi A tergolong kurang baik dan lokasi B tergolong baik. Kadar air kapasitas lapangan lokasi A 61,20% dan lokasi B 63,80 %. Permeabilitas tanah pada kedua lokasi tergolong cepat. Kedalaman muka air tanah pada lokasi A dan B tergolong dalam. Reaksi tanah (pH) pada kedua lokasi termasuk sangat masam. C-Organik tanah pada lokasi A dan B dan tergolong tinggi.  N-total pada lokasi A dan B tergolong sedang. C/N Ratio tanah pada lokasi A dan B tergolong rendah. Kata Kunci: Budidaya Jeruk, Tanah Entisols     
PENGEMBANGAN OLAHAN ALOE VERA MENJADI PRODUK YANG BERNILAI JUAL PADA UKM I SUN VERA Widiarso, Bambang; Yusra, Abdul Hamid A.; YVI, U. Suci
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol 2, No 2 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 2 MEI 2017
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UKM ISUN VERA bergerak di bidang olahan lidah buaya sejak tahun 2004, merupakan target IbM melalui proses pendampingan kemitraan, untuk meningkatkan diversifikasi produk olahan lidah buaya, peningkatan kualitas produksi dengan teknologi perbaikan kemasan, pemasaran dengan sistem on line.  Sebelumnya UKM ISUN VERA telah mengolah berbagai kuliner dari  lidah buaya   seperti manisan,  dodol, minuman segar, dan instan aloe merupakan salah icon kuliner Kota Pontianak.Tujuan dari kegiatan IbM ini adalah :1. Terdapat produk baru dari hasil inovasi diversifikasi produk olahan lidah buaya, yang akan menambah keanekaragaman produk yang telah dikenal sebelumnya yaitu kue Brownies, kue Lapis Legit, dan jamu `kunyit asam berbasis aloe; 2. Sistem pemasaran yang lebih modern selain pemasaran yang telah dilakukan selama ini yaitu pemasaran dengan sistem Online seperti pembuatan Web,3. Mendapatkan kemasan yang lebih hygienis dan menarik khas UKM Isun Vera. Pelaksanaan kegiatan  dimulai dengan diskusi bersama Ibu Sunani sebagai pemilik UKM Isun Vera dan peserta pelatihan bagaimana membuat kue Brownies, kue Lapis Legit, dan jamu`kunyit asam berbasis aloe. Selanjutnya dilakukan pelatihandengantujuan untukmemberikan pengetahuan dan keterampilandalam pembuatan kue brownies, lapis legit dan jamu kunyit asam berbasis aloe. Pemasaran dengan system on line yaitu pembuatan web, Pembuatan labeling dan kemasan produk juga diberikan. Peserta IbMsangat bersemangat  mengikuti kegiatan  penyuluhan dan melakukan kegiatan praktek pembuatan aneka kue dan jamu kunyit asam berbasis aloe.  Ketua UKM sangat menyadari dengan adanya diversifikasi olahan kue dan jamu berbasis aloe, dan pembuatan label dan kemasan serta web site akan menambah daya jual produk berbasis aloe dan akan terus membuat produk yang teah di transfer oleh tim IbM. Kata kunci: diversifikasi produk aloe, brownies,lapis legit, jamu kunyit asam,
CHEMICAL CHARACTERISTICS OF PEAT SOIL ON VARIOUS WATER TABLE DEPTHS IN DRAINAGE Nurdiansyah, Nurdiansyah; Widiarso, Bambang; Gunawan, Joni
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.335 KB)

Abstract

This study aims to determine the chemical characteristics of peat soil in various depths of water drainage. This research was conducted in Rasau Jaya General Village Rasau Jaya Sub-district, Kubu Raya Regency. Soil analysis was conducted at Soil Chemistry and Soil Fertility Faculty of Agriculture, University of Tanjungpura Pontianak. Soil sampling is done by disturbed soil sampling method and done by diagonal. Soil sampling was conducted on 3 plot of land observation, consisting of P0 without drainage channel, P1 drainage water channel depth 30 cm and P2 water depth of drainage channel 60 cm. Each plot is 40 x 50 m in size and there are 5 observation points. Each observation point there are 2 depths of 0-20 cm and 20 - 40 cm. The method used is descriptive data analysis to see comparison of chemical characteristics of peat soil in each plot of land P0, P1, and P2 which contained some water depth of drainage channel. The parameters observed in this study were soil reaction (soil pH), cation exchange capacity (CEC), base saturation (KB), N-total (%), P available (ppm), K (cmol (+) ?kg? ^ (-1)), Ca (%), Mg (%), C-Organic (%). Keywords: Chemical Characteristics, Peat, Drainage.
PREDIKSI EROSI DENGAN METODE USLE DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PTPN XIII GUNUNG MELIAU KECAMATAN MELIAU KABUPATEN SANGGAU Liastuti, Putri; Chandra, Tino Orciny; Widiarso, Bambang
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 8, No 2 (2018): Perkebunan dan Lahan Tropika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.219 KB) | DOI: 10.26418/plt.v8i2.29800

Abstract

Lokasi penelitian yakni di Afdeling 3 PTPN XIII Gunung Meliau Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi besarnya erosi yang terjadi dan besarnya erosi yang masih dapat ditoleransi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dihitung menggunakan metode USLE dengan mengetahui nilai dari faktor R, K, L, S, C dan P yang merupakan faktor penyebab terjadinya erosi pada areal perkebunan kelapa sawit di lokasi penelitian. Selanjutnya nilai erosi yang dapat ditoleransi dibandingkan dengan nilai prediksi erosi. Setelah dibandingkan nilai prediksi erosi dengan nilai erosi yang dapat ditoleransi, maka perlu dilakukan tindakan konservasi yang direkomendasikan.  Hasil penelitian ini didapatkan bahwa prediksi laju erosi (A) mencapai 140,16 sampai 9737,28 ton/ha/tahun. Nilai prediksi erosi yang dapat ditoleransi (ETOL) berkisar antara 48,22 sampai 32,13 ton/ha/tahun. Pada lahan Ult4 nilai (A) lebih besar dari nilai Etol dengan tingkat bahaya erosi sedang, sedangkan pada lahan Ult18, Ult24, Ult36 nilai (A) lebih besar dari nilai Etol dengan tingkat bahaya erosi sangat berat. Perencanaan dan penanggulangan bahaya erosi yang sesuai adalah pembuatan teras bangku kontruksi baik. Khusus untuk lahan Ult4 dan Ult18 dapat direkomendasikan juga dengan penanaman LCC dan pembuatan teras kontruksi sedang.Katakunci : Prediksi erosi USLE, Kelapa sawit, Perkebunan PTPN XIII