I Wayan Widia
Program Studi Teknik Pertanian Universitas Udayana

Published : 25 Documents
Articles

Found 25 Documents
Search

Analisis Sistem Produksi Ikan Tuna Loin Segar Menggunakan Konsep Lean Thinking (Studi Kasus Di Cv. Kyu Karya Abadi) Amijaya, I Putu Agus; Widia, I Wayan; Aviantara, I Gusti Ngurah Apriadi
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 1 No 1 (2013): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem produksi ikan tuna loin segarmenggunakan konsep Lean Thinking. Fokus dari analisis sistem produksi menggunakan konsep lean adalah mengurangi waktu tunggu dan mengurangi pemborosan sehingga pada akhirnya akan meningkatkan produktifitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ditemukan rata-rata waktu satu siklus produksi tuna loin segar di CV. Kyu Karya Abadi yaitu mencapai 299 menit, dengan distribusi 67 menit dihabiskan dari aktivitas-aktivitas value added dan sisanya 232 menit dihabiskan dari aktivitas-aktivitas non value added. Berdasarkan pengamatan terhadap tujuh jenis pemborosan, ditemukan terdapat satu jenis pemborosan yang terjadi di CV. Kyu Karya Abadi yaitu dikarenakan adanya produk cacat. Selain itu, pemborosan lainnya pada proses produksi di CV. Kyu Karya Abadi menggunakan process activity mapping terjadi oleh adanya jarak ruang produksi utama dengan ruang penyimpanan yang kurang berdekatan. Masih belum efisiennya proses produksi tuna loin segar di CV. Kyu Karya Abadi perlu menjadi perhatian pihak perusahaan untuk meningkatkan produktifitas produksi. Dari hasil tersebut diatas, dapat diberikan rekomendasi agar perusahaan menekan supplier untuk mengirimkan barang dengan kualitas terbaik sehingga dapat menurunkan persentase cacat.   The aim of this study is to analyze the production system of fresh tuna loin using Lean Thinking concept. The focus of the analysis production system using the lean concept are to reduce the waste and waiting time that will ultimately increase productivity. The results of the research showed that, the average cycle time of the production of fresh tuna loin in CV. Kyu Karya Abadi reached 299 minutes, in which 67 minutes was spent on value added activities andthe rest 232 minutes was spent on the activities of non-value added. Based on observation of the seven types of waste, found there was one type of waste occur in the CV. Kyu Karya Abadi which was due to the defective products. Moreover, waste of the production process according to the process mapping activity in CV. Kyu Karya Abadi occurred by the distance of the main production room with the storage room which is less contiguous. Since there was still inefficient in the production processes of fresh tuna loin in CV. Kyu Karya Abadi, it the attention of the company is needed to increase the productivity of the production. Based on those results, it can be recommended that the company should pressing the supplier to deliver the highest quality goods, therefore they can reduce the percentage of defective.
ANALISIS SISTEM PRODUKSI IKAN TUNA LOIN SEGAR MENGGUNAKAN KONSEP LEAN THINKING Amijaya, I Putu Agus; Widia, I Wayan; Aviantara, I G.N. Apriadi
BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 1, No 1 (2013): Februari
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem produksi ikan tuna loin segarmenggunakan konsep Lean Thinking. Fokus dari analisis sistem produksi menggunakan konseplean adalah mengurangi waktu tunggu dan mengurangi pemborosan sehingga pada akhirnyaakan meningkatkan produktifitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ditemukan rata-ratawaktu satu siklus produksi tuna loin segar di CV. Kyu Karya Abadi yaitu mencapai 299 menit,dengan distribusi 67 menit dihabiskan dari aktivitas-aktivitas value added dan sisanya 232 menitdihabiskan dari aktivitas-aktivitas non value added. Berdasarkan pengamatan terhadap tujuhjenis pemborosan, ditemukan terdapat satu jenis pemborosan yang terjadi di CV. Kyu KaryaAbadi yaitu dikarenakan adanya produk cacat. Selain itu, pemborosan lainnya pada prosesproduksi di CV. Kyu Karya Abadi menggunakan process activity mapping terjadi oleh adanyajarak ruang produksi utama dengan ruang penyimpanan yang kurang berdekatan. Masih belumefisiennya proses produksi tuna loin segar di CV. Kyu Karya Abadi perlu menjadi perhatianpihak perusahaan untuk meningkatkan produktifitas produksi. Dari hasil tersebut diatas, dapatdiberikan rekomendasi agar perusahaan menekan supplier untuk mengirimkan barang dengankualitas terbaik sehingga dapat menurunkan persentase cacat.
PENGARUH TEKNIK BLEEDING DAN JENIS MEDIA PENDINGIN TERHADAP MUTU FILLET IKAN KAKAP PUTIH(Lates calcarifer Bloch) Sedana, I Gede Widi; Widia, I Wayan; Yulianti, Ni Luh
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 3 No 2 (2015): Agustus
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik perdarahan dan jenis media pendingin pada kualitas fillet Barramundi (Lates calcalifer Bloch). Desain eksperimental dengan dua faktor, yaitu faktor teknik pendarahan dan faktor medium pendingin digunakan pada penelitian ini. Teknik pendarahan terdiri dari empat perawatan, yaitu tanpa perdarahan, satu luka, dua luka, dan ike-jime. Jenis faktor media pendingin terdiri dari empat perlakuan, yaitu tanpa media, air dingin, serpihan es, dan bubur es. Variabel yang diamati adalah visual, aroma, tekstur, suhu, pH, TPC, dan TVB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pendarahan dan jenis media pendingin mempengaruhi kualitas fillet Barramundi secara signifikan. Interaksi antara dua teknik pendarahan luka dan media pendingin bubur es menunjukkan hasil terbaik dengan nilai aroma, tekstur, pH, TVB, dan indikator kualitas TPC adalah 5,6 (agak segar), 7,07 (segar), 7,07 (segar), 7,34 (segar), 6,42 , 4,74 mg N / 100 g, masing-masing 4,30x10 ^ 3 koloni / g. The aimed of this research were to determine the effect of bleeding techniques and types of cooling mediumon the fillet’s quality of Barramundi (Lates calcalifer Bloch). Experimental design with two factors, namely bleeding technique factor and cooling medium factor was used on this research. Bleeding techniques consist of four treatments, i.e without bleeding, one wounded, two wounded, and ike-jime. Types of cooling medium factor consists of four treatments, i.e without media, cold water, ice flake, and ice slurry. Observed variables were visual, aroma, texture, temperature, pH, TPC, and TVB. The results showed that bleeding techniques and the types of cooling medium affected the fillet’s quality of Barramundi significantly. The interaction between two wounded bleeding technique and ice slurry cooling media showed the best result with the value of aroma,texture, pH, TVB, and TPC quality indicator was 5.6 (rather fresh), 7.07 (fresh), 7.34 (fresh), 6.42, 4.74 mg N/100 g, 4.30x10^3 colony/g, respectively.
Pemahaman Petani Tentang Budidaya Kopi Arabika dan Pengaruhnya Terhadap Produktivitas Hasil Panen Suara, Komang Agus; Widia, I Wayan; Gunadnya, Ida Bagus Putu
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 6 No 2 (2018): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.24843/JBETA.2018.v06.i02.p02

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman petani terhadap budidaya kopi dan pengaruhnya terhadap produktivitas. Aspek budidaya yang diamati meliputi persiapan lahan, pengatur intensitas cahaya, teknik tanam, pemuliaan tanaman, aplikasi pupuk, pengendalian hama tanaman, peremajaan tanaman dan aspek pemanenan kopi. Penelitian ini melibatkan 45 responden yang dipilih dengan menggunakan simple random sampling dari petani anggota kopi MPIG Kintamani Bali. Hasil wawancara indikator dari variabel penelitian nilai tertinggi diperoleh peremajaan tanaman dan panen kopi terendah. Hasil analisis data dengan Confirmatory Factor Analysis (CFA) dan Multiple Regression Analysis (MRA) menunjukkan bahwa ada tiga faktor budidaya yang relevan berkontribusi terhadap pencapaian produktivitas tanaman, yaitu persiapan lahan, teknik penanaman dan peremajaan tanaman. Teknik persiapan lahan dan penanaman memberikan efek positif pada produktivitas kopi arabika tetapi, peremajaan tanaman memberikan efek negatif. Teknik penanaman memiliki pengaruh paling dominan terhadap produktivitas tanaman kopi arabika. Diharapkan bahwa produksi panen kopi arabika di Bali (0,5 ton / Ha) kopi dapat ditingkatkan produksi kopi nasional. The aims of this study were to determine level of understanding of farmers on coffee cultivation and its effect on productivity. Observed cultivation aspect include land preparation, light intensity regulator, planting techniques, plant breeding, fertilizer application, plant pest control, plant rejuvenation and coffee harvesting aspect. This research involved 45 respondents selected by using simple random sampling from coffee member farmers of MPIG Kintamani Bali. The results of the indicator interviews of the highest value research variables obtained plant rejuvenation and lowest coffee harvest. The results of data analysis with Confirmatory Factor Analysis (CFA) and Multiple Regression Analysis (MRA) showed that there were three relevant cultivation factors contributing to the achievement of crop productivity, namely land preparation, planting techniques and plant rejuvenation. Land preparation and planting techniques gave a positive effect on productivity of arabica coffee but, plant rejuvenation gave negatively effect. Planting techniques have the most dominant influence on the productivity of arabica coffee crops. It was expected that the production of arabica coffee harvest in Bali (0.5 ton / Ha) of coffee could be improved the national coffee production.
Penentuan Nilai Kontrak Asuransi Usaha Tani Tanaman Kopi Arabika Berbasis Indeks Harga Internasional Suarjana, I Wayan; Widia, I Wayan; Darmawan, Komang
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 5 No 2 (2017): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan ekspor Indonesia. Usaha tani tanaman kopi arabika di Kecamatan Kintamani memiliki risiko kerugian yang tinggi. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui keterkaitan harga internasional kopi arabika dengan harga kopi arabika di tingkat produsen (petani) dan menentukan besaran premi serta nilai pertanggungan. Data yang dipergunakan yaitu harga internasional kopi arabika, harga kopi arabika tingkat produsen (petani), kurs mata uang IDR-US$, suku bunga Bank Indonesia, inflasi tahunan, dan data biaya produksi (input) usaha tani kopi arabika per tahun/Ha. Hasil analisis data menunjukkan bahwa harga internasional kopi arabika berkorelasi sangat kuat terhadap harga kopi arabika di tingkat produsen (r=0,87) pada bulan Nopember. Perubahan harga internasional kopi arabika (x) berpengaruh positif terhadap perubahan harga kopi arabika di tingkat produsen (y) yang dinyatakan dengan persamaan regresi linier sederhana 1,031x – 2282,150 (R2 = 0,7503). Hasil uji normalitas menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov (K-S) menunjukkan log data harga internasional kopi arabika yang dijadikan basis indeks harga internasional berdistribusi normal (K-S=0,864), kemudian dilanjutkan dengan penentuan besaran premi dan besaran pertanggungan asuransi. Berdasarkan metode Black-Scholes terdapat enam pilihan nilai premi yang ditawarkan mulai dari persentil ke 5, 10, 15, 20, 25, 30 yaitu Rp. 226.781, Rp. 263.034, Rp. 293.666, Rp. 321.458, Rp. 347.470, Rp. 372.238 untuk nilai pertanggungan sebesar Rp. 19.539.567 tiap satu masa kontrak. Coffee is one of Indonesia's main export commodities. Arabica coffee farm business has a high risk of loss and the government is obliged to give protection to farmers in the form of subsidy of premium. The purpose of this research to know the procedure of pricing the value of the contract of arabica coffee farm business insurance based on international price index and the amount of premium and the sum of coverage. The data used are the international price of arabica coffee, the price of arabica coffee at the producer level (farmer), the exchange rate of US$ -IDR, the Bank Indonesia rate, the annual inflation, and the production cost of arabica coffee per year. The result of data analysis showed that the international price of arabica coffee is highly correlated to arabica coffee price at the producer level (r = 0,87). The international price change of arabica coffee (y) has a positive effect on the change of arabica coffee price at producer level (x) which is expressed by simple linear regression equation y = 1,031x - 2282,150 (R2 = 0,7503). The result of normality test using Kolmogorov-Smirnov (K-S) method, shows that arabica coffee price data which is used as the base of international price index are normal distributed (K-S = 0,997), therefore Black-Scholes method can be used to pricing premium and insurance coverage. Based on the Black-Scholes method there are six choices of premium value offered for the sum insured of Rp. 19.539.567 per one contract period.
Strategi Peningkatan Kinerja Manajemen Rantai Pasokan Jeruk Siam di Kelompok Tani Gunung Mekar Kabupaten Gianyar Demo Sucipta, I Made; Widia, I Wayan; Utama, I Made Supartha
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 4 No 2 (2016): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Jeruk siam (Citrus nobilis var. microcarpa) merupakan salah satu komoditas unggulan provinsi Bali. Namun demikian, fakta menunjukan bahwa sistem agribisnis jeruk siam saat ini belum memberikan kemakmuran kepada petani skala kecil. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui struktur, mekanisme, dan kelembagaan rantai pasokan jeruk siam di Kelompok Tani Gunung Mekar Kabupaten Gianyar; dan (2) Mengetahui prioritas rekomendasi dalam rangka peningkatan kinerja sistem manajemen rantai pasokan jeruk siam. Penelitian ini terdiri dari dua tahap dan setiap tahap membutuhkan responden serta alat analisis yang berbeda-beda. Tahap pertama (mengetahui struktur, mekanisme, kelembagaan rantai pasokan) menggunakan analisis deskriptif kualitatif, dan tahap kedua (mengetahui prioritas rekomendasi) menggunakan metode Analitycal Hierarchy Process (AHP) sebagai alat analisisnya. Pengambilan sampel petani dilakukan secara purposive sampling dan sampel setelah petani ditentukan dengan metode bola salju (snowball sampling). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat tiga pola distribusi jeruk siam dengan  mekanisme rantai pasokan yang bersifat tradisional. Dalam rangka meningkatkan kinerja manajemen rantai pasokan jeruk siam, kriteria meningkatkan akses informasi, alternatif reliabilitas, dan indikator kinerja kualitas produk menjadi prioritas yang paling berperan penting. Siam citrus (Citrus nobilis var. microcarpa) is one of Bali's main commodities. However, the fact showed that agribusiness system of Siam citrus is not profitable enough for small scale farmers group. This research aimed to; (1) acknowledge the structure, mechanisms, and the systematic supply chain of Siam citrus in the Gunung Mekar Farmers Group of Gianyar Regency; and (2) know the priorities recommendations in order to increased supply chains performance of Siam citrus. This research study consisted of two stages, and each process required different respondents and analysis tools as well. The first stage (to know the structure, mechanisms, and systematic of the supply chain) is using the descriptive qualitative analysis, and the second stage (to know the recommendation priorities) is using the Analytical Hierarchy Process method (AHP) as the analysis tool. The sampling on farmer levels conducted purposively and the next sampling  level determined by snowball sampling method. The research resulted three distribution patterns of Siam citrus with traditional supply chain mechanism basic. The improvement of performance supply chain management on Siam citrus, information accessibility improvement, alternative reliability, and performance indicator of product quality became the most important priority.  
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROWISATA BERBASIS ANALISIS SWOT DI UNIT USAHA AGRO MANDIRI Anak Agung Putra, Suwardhana Adyaksa; Aviantara, I.G.N. Apriadi; Widia, I Wayan
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 3 No 2 (2015): Agustus
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kondisi internal dan eksternal untuk mengembangkan dan merekomendasikan strategi pengembangan bisnis di Agro Mandiri. Penelitian ini dilakukan di Agro Mandiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dan wawancara mendalam menggunakan bantuan kuesioner. Data hasil survei dan wawancara dianalisis untuk memperoleh rumusan strategi menggunakan analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threaths (SWOT). Penilaian bobot dan penilaian dilakukan oleh 5 ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 3 kekuatan, 6 kelemahan, 4 peluang, dan 3 ancaman. Hasil penilaian bobot dan peringkat adalah 3,65 untuk Evaluasi Faktor Internal (IFE) dan 3,29 untuk Evaluasi Faktor Eksternal (EFE). Nilai ini menunjukkan posisi yang kuat dalam matriks Internal Eksternal (IE) dengan strategi yang harus dilakukan adalah strategi intensif dan integratif. Berdasarkan matriks analisis SWOT, ada 4 strategi alternatif dengan 7 program yang akan digunakan untuk mengembangkan agrowisata Agro Mandiri. The aims of this research was analyze the internal and external conditions to develop and recommend business development strategies on Agro Mandiri. This research was conducted in Agro Mandiri. The method used in this research was survey and in-depth interviews using a questionaire assistance. The data of resulting from survey and interviews were analyzed to obtain the formulation of strategies using Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threaths (SWOT) analysis. Assessment weighting and rating done by 5 experts. The results showed that there were 3 strengths, 6 weaknesses, 4 opportunities, and 3 threats. The results of the weighting and rating assessment were 3,65 for Internal Factor Evaluation (IFE) and 3,29 for External Factor Evaluation (EFE). This value indicates a strong position in the matrix Internal External (IE) with the strategy that should be done were intensive and integrative strategies. Based on the SWOT analysis matrix, there were 4 alternative strategies with 7 programs that will be used to agrotourism develop Agro Mandiri
Analisis Efisiensi Biaya Distribusi Pupuk Bersubsidi di Wilayah Kabupaten Klungkung Menggunakan Metode Transportasi Febriani, Erni; Widia, I Wayan; Arda, Gede
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 4 No 2 (2016): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

The aim of this research was to determine the distribution pattern of subsidized fertilizer in Klungkung regency, as well as to determine the distribution pattern of subsidized fertilizer that produced the minimum distribution cost. The research method used in the study, were a survey, measuring the distance and collect secondary data. The survey was conducted to official distributors to obtain the amount of farmer groups which recieved the subsidized fertilizer. The information of farmer groups’ distance to the official distributors, received fertilizer, and the cost spent to distribute the fertilizer were needed to calculate the unit cost of distribution. All of those information were obtained by field survey and direct measurement in location. The data obtained then was analyzed by applying three methods of transportation that was North West Corner Method, the Lowest Cost Method and The Vogel's Approximation Method. The results indicated that the methods produced different costs in which the minimum distribution cost by Rp 6.065.846,00 was produces by the Lowest Cost Method. The value of the result is vsame with the transportation minimum cost that produced by the distribution pattern of subsidized fertilizer at this time in Klungkung regency, so it can be concluded that the distribution pattern of subsidized fertilizer in Klungkung regency at this time is meeting with the all criteria distribution pattern with transportation minimum cost.
Perancangan Alat Distribusi Ikan Segar Menggunakan Media Pendingin Ice Pack untuk Pedagang Ikan Keliling Prayasa, Nyoman Dhira; Widia, I Wayan; Wijaya, I Made Anom S.
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 7 No 2 (2019): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.24843/JBETA.2019.v07.i02.p01

Abstract

Telah dilaksanakan penelitian terkait perancangan dan pembuatan alat distribusi ikan segar menggunakan media pendingin ice pack untuk pedagang ikan keliling. Penelitian dilaksakana bertujuan untuk merancang dan membuat alat distribusi ikan segar yang dapat mempertahankan suhu ikan segar selama transportasi dan penjualan. Penelitian ini terdiri dari dari beberapa tahapan diantaranya identifikasi kebutuhan, perancangan fungsional, perancangan structural dan uji kinerja. Alat distribusi ikan segar yang dibuat tersusun atas ruang penyimpanan ikan, media pendingin ice pack, dan dudukan ruang penyimpanan. Sedangkan untuk pengujian kinerja terdiri dari capaian suhu ruang penyimpanan ikan dalam kondisi kosong, capaian lama waktu alat distribusi ikan dalam mempertahankan suhu rendah ikan, pengukuran nilai Coefficient of Performance (COP), dan penilaian mutu ikan sebelum dan sesudah transportasi dan penjualan dengan uji organoleptik. Hasil pengujian kinerja menunjukkan bahwa capaian suhu terendah ruang penyimpanan ikan adalah -12.30C dengan lama pendinginan hingga batas atas 50C adalah 14.3 jam. Alat distribusi ikan segar yang dibuat dapat mempertahankan suhu rendah ikan dengan batas atas 50C selama 32,03 jam, dengan nilai COP sebesar 0.67.  Berdasarkan uji mutu ikan didapatkan bahwa nilai mutu ikan yang dijual sebelum, setelah transportasi dan setelah penyimpanan adalah 8.0, 7.4, dan 6.2.   Research on fresh fish distribution tool using ice pack as cooling media for small-scale fresh fish retailer was conducted. The research aimed to design fresh fish distribution system for small-scale fresh fish retailer which can maintain the quality of fresh fish during transportation. This research was carried out through several stages, i.e. identification of needs, functional design, structural design and performance test. Fresh fish distribution tool using ice pack as cooling media for fresh fish small-scale retailer consisted fish storage room, fish storage room cover, ice pack, rack and fish storage stand. Performance test was carried out by observing the room temperature of fish storage room in unloaded condition and fish temperature during 4 hours transportation, determining the coefficient of performance (COP) value and observing the fish quality during transportation with organoleptic test. The result showed that the room temperature of fish storage room in unloaded condition could reach -12.30C after 24 minutes operation and maintain temperature with 50C upper limit for 14,3 hours, the distribution tool using ice pack as cooling media could maintain the fish temperature with 50C upper limit for 32.03 hours and organoleptic quality values before transportation, after transportation and after 12 hour storage were 8.0, 7.4, and 6.2. Values of COP was 0.67. This result has fulfilled the requirement of fish quality standard according to national standardization institution.
ANALISIS SISTEM RANTAI NILAI KOMODITI STROBERI SEGAR (Fragaria x ananassa L.) DI DESA CANDI KUNING Pardosi, Novel -; Aviantara, I. G. N. Apriadi; Widia, I Wayan
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 2 No 2 (2014): Agustus
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis rantai nilai pada sistem rantai pasokan komoditas stroberi segar yang terjadi di desa candi kuning, untuk mengetahui pelaku yang terlibat dalam agribisnis komoditas stroberi telah menerima bagian hasil yang sesuai dengan aktivitas dalam bisnis. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei. Dalam penelitian ini, data yang diperoleh dalam bentuk data kualitatif dan kuantitatif dianalisis menggunakan pendekatan analisis rasio biaya manfaat. Hasil analisis rasio biaya manfaat menunjukkan tidak ada perbedaan dalam tingkat kelayakan yang diperoleh oleh bisnis dalam rantai pasokan bisnis stroberi komoditas di desa Candi Kuning. Secara umum semua bisnis yang terlibat dalam rantai bisnis kegiatan komoditas stroberi memiliki keuntungan yang layak. Keuntungan terbesar yang diterima oleh operator bisnis ritel 2:17 menguntungkan sebagian besar usaha kecil yang diterima petani dalam jumlah 1:27. Di antara tiga jenis karakteristik petani, petani mampu menjual langsung ke komoditas konsumen akhir menghasilkan keuntungan lebih besar dalam jumlah 1,90. Dengan hasil penjualan kepada konsumen dan biaya pedagang yang dikeluarkan pada petani dan pengepul, maka total rasio biaya manfaat dalam bisnis stroberi segar di desa Candi Kuning adalah pada 1:36 dengan kata lain kegiatan penanam dan pengumpul stroberi stroberi dan pengecer di Desa Candi Kuning layak secara ekonomi untuk dilakukan. The research aimed to know of the analysis of value chain in the commodity supply chain system of fresh strawberries that occurred in candi kuning village, to know the actors involved in agribusiness commodity strawberries has received the results section that corresponds to the activity in the business . This research was conducted by survey method . In this study, the data obtained in the form of qualitative and quantitative data were analyzed using analysis approach benefit cost ratio. The results of the analysis of the benefit cost ratio showed no difference in the level of feasibility acquired by businesses in the supply chain of commodity strawberries business in Candi Kuning village. Generally all businesses involved in the commodity business activity chain strawberries have a decent profit . The greatest gains received by businesses operators a retail 2:17 benefit most small businesses received by farmers in the amount of 1:27 . Among the three kinds of characteristics of farmers, farmers are able to sell directly to the end consumer commodity earn greater profits in the amount of 1.90 . With the result of the sale to the consumer and the merchant costs incurred on farmers and collectors, then the total benefit cost ratio in the businesses of fresh strawberries in the village of Candi Kuning is at 1:36 in other words activities strawberry growers and collectorsstrawberries and retailers in the Village Candi Kuning is economic worthy to be done.