Articles

Found 40 Documents
Search

ULTRASOUND ASSISTED ESTERIFICATION OF RUBBER SEED OIL FOR BIODIESEL PRODUCTION Widayat, Widayat; Fajar Tamtomo Kiono, Berkah
International Journal of Renewable Energy Development Vol 1, No 1 (2012): February 2012
Publisher : Center of Biomass & Renewable Energy, Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijred.1.1.1-5

Abstract

Production of biodiesel is currently shifting from the first to the second generation inwhich the raw materials are mostly from non-edible type oils and fats. Biodiesel production iscommonly conducted under batch operation using mechanical agitation to accelerate masstransfers. The main drawback of oil esterification is the high content of free fatty acids (FFA) whichmay reduce the yield of biodiesel and prolong the production time (2-5 hours). Ultrasonificationhas been used in many applications such as component extraction due to its ability to producecavitation under certain frequency. This research is aimed to facilitate ultrasound system forimproving biodiesel production process particularly rubber seed oil. An ultrasound unit was usedunder constant temperature (40oC) and frequency of 40 Hz. The result showed that ultrasound canreduces the processing time and increases the biodiesel yield significantly. A model to describecorrelation of yield and its independent variables is yield (Y) = 43,4894 ? 0,6926 X1 + 1,1807 X2 ?7,1042 X3 + 2,6451 X1X2 ? 1,6557 X1X3 + 5,7586 X2X3 - 10,5145 X1X2X3, where X1 is mesh sizes, X2ratio oil: methanol and X3 type of catalyst.
Optimization of Initial pH and Total Sugar Concentration Variables on Citric Acid Production from Pineapple Waste with Aspergillus niger Yeast by Using Response Surface Methodology Widayat, Widayat; Abdullah, Abdullah; Satriadi, H.; Hadi, M.
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.767 KB)

Abstract

Citric acid can be produced from pineapple waste by using fermentation process. This process is done in bubble column reactor with Aspergillus niger yeast. The objective of this research is to find the optimum conditions of initial pH and total sugar concentration. The optimization method used was response surface methodology. This research was carried out at a temperature of 30 oC, spore concentration of 1.23 x 109 spore/ml, total volume 2.0 liter, flow rate of air 58.07 cc/sec and a 5% antifoam concentration. The fermentation process lasted 7 days and the citric acid concentration was analyzed by High Pressure Liquid Cromatography (HPLC) method. Statistica 6 software was used for the data treatment. The mathematical model for the optimization citric acid fermentation in bubble column reactor is Y = 54.507 + 2.9851X - 8.987X12 - 2.581X2 - 15.446X22 - 7.989X1X2 The parameter of Y is citric acid yield, X1 is a coding initial pH and X2 is a coding total sugar concentration. The results has given an initial pH optimum 3.61 and total sugar concentration 19,285% w/v with optimum an yield of 55.03 % .Keywords: Bubble column bioreactor, Citric acid fermentation, Initial pH, Total sugar concentration, Response surface methodology
Analisis Kadar Etanol dalam Obat Batuk dengan Metode Kromatografi Cair Nuur Annisa, Arianti; Nuryadi, Handung; Widayat, Widayat; Ayu Sofiati, Dita
Indonesia Journal of Halal Vol. 2 (1) 2019
Publisher : Pusat Kajian Halal Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.377 KB) | DOI: 10.14710/halal.v2i1.5277

Abstract

Etanol merupakan senyawa kimia yang umum digunakan sebagai pelarut dalam obat-obatan. Keberadaan etanol dalam obat dapat diragukan kehalalannya. Diperlukan analisa kandungan etanol dalam suatu produk. Kromatografi cair merupakan metode yang akurat untuk mengetahui keberadaan etanol dalam sampel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kandungan etanol dalam obat batuk menggunakan metode HPLC. Metode yang dilakukan terdiri dari persiapan standar etanol dan sampel obat batuk, serta analisa sampel dengan HPLC. Data hasil analisa diolah dengan menggunakan software Lab Solutions. Selanjutnya disusun kurva analitik dan persamaan linear. Hasil analisa menunjukkan sampel obat batuk jenis XXX memiliki kandungan senyawa etanol. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa metode HPLC tepat digunakan untuk menentukan kehalalan suatu produk.
POTENCY OF MICROALGAE AS BIODIESEL SOURCE IN INDONESIA Hadiyanto, Hadiyanto; Widayat, Widayat; Cahyo Kumoro, Andri
International Journal of Renewable Energy Development Vol 1, No 1 (2012): February 2012
Publisher : Center of Biomass & Renewable Energy, Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijred.1.1.23-27

Abstract

Within 20 years, Indonesia should find another energy alternative to substitutecurrent fossil oil. Current use of renewable energy is only 5% and need to be improved up to 17%of our energy mix program. Even though, most of the area in Indonesia is covered by sea, howeverthe utilization of microalgae as biofuel production is still limited. The biodiesel from currentsources (Jatropha, palm oil, and sorghum) is still not able to cover all the needs if the fossil oilcannot be explored anymore. In this paper, the potency of microalgae in Indonesia was analysed asthe new potential of energy (biodiesel) sources.
OPTIMASI PEMBUATAN DIETIL ETER DENGAN PROSES REAKTIF DISTILASI Widayat, Widayat; Satriadi, Hantoro
Reaktor Volume 12, Nomor 1, Juni 2008
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/reaktor.12.1.7-11

Abstract

DiEtil Eter banyak digunakan sebagai bahan pelarut untuk reaksi organik dan pemisahan senyawa organik dari sumber alamnya, sebagai bahan bakar. DiEtil Eter umumnya diproduksi dengan proses dehidrasi etanol dengan katalis asam sulfat pada suhu 125­­­0C ? 1400C (proses barbet). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kondisi optimum pada pembuatan dietil eter dengan katalis asam sulfat dan proses reaktif distilasi. Variabel yang dioptimasi adalah konsentrasi asam sulfat awal dan perbandingan mol reaktan etanol dengan asam sulfat. Proses optimasi menggunakan metode respon permukaan dan pengolahan data dengan perangkat lunak Statistica(R.) Proses pembuatan dietil eter dilakukan pada volume 700 ml, waktu 100 menit dan suhu operasi 125-1300 C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model matematika yang diperoleh hubungan konversi etanol dengan perbandingan mol reaktan etanol dengan asam sulfat dan konsentrasi awal asam sulfat  adalah . Konversi etanol optimum sebesar 31,83 % pada kondisi operasi perbandingan mol reaktan etanol dengan asam sulfat 1 : 1,30 dan konsentrasi awal asam sulfat 10,98 M.
Studi Pengurangan Bilangan Asam, Bilangan Peroksida dan Absorbansi dalam Proses Pemurnian Minyak Goreng Bekas dengan Zeolit Alam Aktif Widayat, Widayat
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 6, No 1 (2007): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.684 KB)

Abstract

Penelitian awal peningkatan kualitas minyak goreng dengan adsorbsi dengan zeolit telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran zeolit dan perbandingan massa zeolit merupakan variabel yang berpengaruh. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh model matematika dan kondisi optimum pada proses pemurnian minyak goreng dengan zeolit. Parameter yang diamati adalah bilangan asam, bilangan peroksida dan absorbansi. Proses optimasi menggunakan metode respon permukaan/central composite. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak Statica 6. Hasil penelitian diperoleh kondisi optimum untuk bilangan asam optimum sebesar 1,7 bilangan peroksida sebesar 12,84, kadar air sebesar 1,91 % dan absorbansi sebesar 0,12 dicapai pada masa zeolit 19,07 gram dan diameter zeolit 1,69 mm. Model matematika untuk penurunan bilangan asam, bilangan peroksida, dan absorbansi secara beurutan adalah:Y1 = 1,2394 + 0,0181X1 + 0,356X2 + 0,0001X12 - 0,0134X1X2 - 0,0299X22Y2 = 35,3305 - 1,222X1 - 13,1576X2 + 0,0186X12 + 0,3749X1X2 + 1,4698X22Y3 = 0,2736 + 0,0057X1 - 0,2191X2 - 0,0002X12 + 0,0006X1X2 + 0,0568X22Kata kunci: absorbansi, adsorbsi, bilangan asam, bilangan peroksida, zeolit
REPOSISI BUDAYA DALAM MEWUJUDKAN SUSTAINABILITAS PEMBANGUNAN EKONOMI BANGSA Widayat, Widayat
Jurnal Bestari No 42 (2009)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.28 KB)

Abstract

Culture as a unique characteristic of a nation has capital function in creating sustainability of economic development. In the culture, capital function can be seen from two aspects; as an instrument and constituent. Furthermore, culture contains physical (tangible) and non-physical (intangible) aspects that are useful in building nation's competitive and advantageous competence, as well as a source of national income.
PERPINDAHAN MASSA GAS –CAIR DALAM PROSES FERMENTASI ASAM SITRAT DENGAN BIOREAKTOR BERGELEMBUNG Widayat, Widayat; Abdullah, Abdullah; soetrisnanto, D.; Hadi, M.
MOMENTUM Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses fermentasi asam sitrat dapat dilangsungkan dalam fase cair. Proses fermentasi ini berlangsung secara aerob, sehingga keberadaan oksigen dalam fase cair sangat menentukan keberhasilan proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses perpindahan massa gas-cair dalam proses fermentasi asam sitrat, dengan variabel yang dipelajari adalah konsentrasi jamur dan laju alir udara. Penelitian dilakukan pada suhu kamar 30 o dan tekanan 1 atm. Laju volumetrik udara divariasi pada rentang 27.4 – 58.07 cc/detik, dan konsentrasi jamur Aspergillus niger 10 x 106 dan 20 x 106 spora. Pegukuran perpindahan massa dengan metode dinamik, yaitu dengan mengukur konsentrasi oksigen terlarut dengan DO meter setiap detik  secara langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan konsentrasi awal kapang akan mengakibatkan penurunan koefisien transfer massa. Peningkatan laju alir udara  akan meningkatkan koefisien transfer massa. Hubungan konstanta perpindahan massa terhadap laju alir volumetrik  udara pada fermentasi asam sitrat  diperoleh persamaa  kLa = 8.0031.Vg0.698. Pada penelitian yang dilakukan Shah et al., 1982 diperoleh hubungan :  kLa = 0.467.Vg0.82. Kata kunci: bioreaktor bergelembung, proses perpindahan massa, konsentrasi jamur, laju alir dan konstanta perpindahan massa
OPTIMASI PENGAMBILAN MINYAK DARI LIMBAH PADAT BIJI KARET DENGAN METODE SOKHLETASI Wildan, A.; Ingrid A, D.; Hartati, I.; Widayat, Widayat
MOMENTUM Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam nabati. Salah satunya adalah tanaman karet. Tanaman karet selain menghasilkan lateks sebagai hasil utama juga menghasilkan biji karet. Biji Karet menghasilkan minyak biji karet. Pada proses pengambilan minyak dengan metode mekanik atau pengepresan diperoleh rendemen sekitar 30%. Padahal kandungan minyak dalam biji karet adalah sekitar 50 – 60%. Dengan demikian kandungan minyak yang tersisa dalam dalam limbah padat biji karet masih banyak. Proses pengambilan minyak dari limbah padat biji karet dilakukan secara sokhletasi. Tujuan penelitian ini adalah penggunaan beberapa variabel proses untuk mendapatkan jumlah rendeman minyak limbah padat biji karet yang optimum dengan beberapa pelarut menggunakan metode sokletasi serta analisa sifat fisika kimia dari minyak limbah padat biji karet tersebut. Pada penelitian ini digunakan pelarut n-heksana, dietil eter dan etanol. Variabel yang digunakan adalah jumlah sirkulasi, perbandingan bahan dan pelarut serta ukuran partikel limbah padat biji karet. Hasil penelitian kadar optimum rendemen minyak dari limbah padat biji karet diperoleh 33, 44 % dengan menggunakan pelarut n-heksana, dengan jumlah sirkulasi 30 kali, perbandingan bahan dan pelarut = 1 : 20 dan ukuran partikel 1mm. Hasil analisa fisika kimia diperoleh antara lain viskositas 59,4358 cp, bobot jenis 0,9325, indeks bias 1,4803, bilangan iod 189,1730 mg/g, bilangan penyabunan 171,7430 mg KOH/g, bilangan asam 37.1756 mg/g.Kata Kunci : ekstraksi, limbah padat biji karet, minyak biji karet, sokhletasi, tanaman karet
PROSES PENGAMBILAN MINYAK DARI LIMBAH PADAT BIJI KARET DENGAN METODE EKSTRAKSI BERPENGADUK Wildan, Achmad; Ingrid A., Devina; Hartati, Indah; Widayat, Widayat
MOMENTUM Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg) merupakan salah satu komoditas pertanian yang penting untuk Indonesia dan lingkup Internasional.  Indonesia adalah negara produsen karet alam terbesar ke dua di dunia setelah Thailand,  karet merupakan salah satu hasil pertanian yang banyak menunjang perekonomian Negara. Selain menghasilkan lateks, perkebunan karet juga menghasilkan biji karet. Biji karet mempunyai kandungan minyak yang sangat tinggi. Pada metode mekanik atau pengepresan, diperoleh rendemen minyak biji karet  sekitar  20 hingga 30%. Padahal kandungan minyak dalam biji karet adalah sekitar 50 – 60%. Dengan demikian kandungan minyak yang tersisa dalam dalam limbah padat  biji karet masih banyak. Proses pengambilan minyak dari limbah padat biji karet dapat  dilakukan dengan metode ekstraksi berpengaduk. Tujuan penelitian ini adalah penggunaan beberapa variabel proses untuk mendapatkan jumlah rendeman minyak limbah padat  biji karet yang optimum  dengan beberapa pelarut menggunakan metode ekstraksi berpengaduk serta analisa sifat fisika kimia dari minyak limbah padat biji karet tersebut dan komposisi asam lemak bebas dalam minyak tersebut. Penelitian ini menggunakan pelarut n-heksana, dietil eter dan etanol. Variabel yang digunakan adalah jumlah sirkulasi  serta perbandingan  bahan dan pelarut. Hasil penelitian kadar optimum rendemen minyak dari limbah padat biji karet diperoleh  27, 94 % dengan menggunakan pelarut n-heksana, dengan jumlah sirkulasi 30 kali dan  perbandingan bahan dan pelarut = 1 : 20 dan ukuran partikel 1mm. Hasil analisa fisika kimia untuk minyak dengan kondisi optimum tersebut diperoleh  antara lain viskositas   43,4480  cp, bobot jenis 0,9325, indeks bias 1,469  , bilangan iod 145,6379   mg/g, bilangan penyabunan 189,7314 mg KOH/g, bilangan asam 40,0097  mg/g.  Komposisi kandungan asam lemak bebas yang dianalisa menggunakan alat  GC-MS (Gas Chromatography-Mass Spectroscopy) antara lain Asam linoleat, Asam Oleat, Asam Palmitat dan Asam Stearat. Katakunci  :  ekstraksi, limbah padat biji karet, minyak biji karet ,ekstraksi berpengaduk, tanaman karet