Eko Wicaksono
Fiscal Policy Agency, Ministry of Finance of Republic of Indonesia, Jl. Dr. Wahidin 1, Jakarta, 10710, Indonesia

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

The Impact of Agricultural Credit on Rice Productivity

International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology Vol 4, No 5 (2014)
Publisher : International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.415 KB)

Abstract

This study investigates the impact of credit access on agriculture productivity in Indonesia using provincial level data. Credit access is deemed to have positive impact on productivity since it provides farmers with resources needed to start the production process. Thus, greater access to credit can induce agriculture production and support government program for food security which is very important for Indonesia, the fourth-largest country in the world in term of population. Indonesian government has given several incentives to broaden the access for agriculture credit.  One of the incentives is through the implementation of credit programs either in term of interest rate subsidy or in term of guarantee scheme. Using panel data from 27 provinces between 2001 and 2009, this study finds that credit for agriculture has positive impact on rice productivity. Therefore, this finding suggests that government policy to broaden the access to credit market for farmers is of the keys to implement food security program. Moreover, this study also finds that educating farmers as well as increasing state budget for agricultural sector can be substantial in boosting rice productivity.

Memanage Performance Karyawan Dengan Pemberian Kompensasi

Wiga : Jurnal Penelitian Ilmu Ekonomi Vol 2 No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : STIE Widyagama Lumajang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.996 KB)

Abstract

For management, workers’ compensation issues may be a personnel issue is confusing and difficult. Although the basic wage should have a logical and defensible, it does cover a lot of emotional factors from the point of view of employees. However, in practice, the issue of compensation is always just a reference that can affect the performance or the performance of employees. Therefore, inevitably the company also needs to re-analyze the policies implemented in terms of compensation. This is solely to create a performance or a better employee performance, which in turn can also be a key to the success of the company in achieving the goals set earlier

Analisis Skema Alternatif Kredit Program untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah

Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian, Badan Keahlian DPR RI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.08 KB)

Abstract

Pemerintah Indonesia memiliki komitmen untuk mengurangi angka kemiskinan di Indonesia. Salah satu program kegiatan yang digulirkan adalah dengan pemberian fasilitas kredit kepada unit usaha mikro, baik melalui skema penjaminan kredit seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun melalui skema subsidi bunga seperti Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E) dan Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS). Namun demikian, terdapat permasalahan besar dalam implementasi, seperti besarnya risiko terjadinya default, prudentiality dari bank pelaksana yang terlalu tinggi, serta ketidaktepatan penyaluran. Permasalahan tersebut tidak terlepas dari permasalahan dasar di credit market, yaitu asymmetric information yang meliputi adverse selection dan moral hazard. Oleh sebab itu, permasalahan ini pada akhirnya berujung pada tidak optimalnya penyerapan kredit program. Hal tersebut akan menghambat akses calon debitur kepada permodalan pada waktu yang tepat, sehingga tidak menutup kemungkinan calon debitur tersebut akhirnya mengandalkan akses modal dari lembaga keuangan informal dengan tingkat bunga yang cukup tinggi. Potret permasalahan tersebut mendasari penelitian ini untuk menganalisis lebih lanjut desain alternatif skema kredit program. Skema tersebut mencakup institusi yang seharusnya dilibatkan dalam implementasi program sehingga terwujud credit market yang berkelanjutan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Keberadaan lembaga keuangan mikro (LKM) dianggap dapat mengatasi kedua permasalahan dasar tersebut mengingat LKM memiliki akses informasi yang lebih bagus terkait calon debitur. Oleh sebab itu, salah satu rekomendasi yang diajukan adalah melakukan penyatuan format kredit program dan pada akhirnya mengusulkan LKM sebagai salah satu pelaksana dari kredit program untuk memperluas akses kredit bagi UMKM di Indonesia.