This Author published in this journals
All Journal Interaksi Online
Avianto Aryo Wicaksono
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH DAYA TARIK IKLAN SENSODYNE TERHADAP MINAT PEMBELIAN PRODUK PASTA GIGI SENSODYNE

Interaksi Online Vol 1, No 2 (2013): Wisuda April
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSINama : Avianto Aryo W.NIM : D2C006014Judul : PENGARUH DAYA TARIK IKLAN SENSODYNE TERHADAP MINATPEMBELIAN PRODUK PASTA GIGI SENSODYNEPenelitian ini dilatarbelakangi dari rasa ingin tahu penulis terhadap sejauhmana dayatarik iklan iklan pasta gigi sensodyne yang ditayangkan di televisi mampu mempengaruhiminat pembelian konsumen terhadap produk pasta gigi sensodyne. Mengingat, masihrendahnya kesadaran masyarakat terhadap persoalan gigi sensitif dan munculnya kompetitoryang juga bersaing dalam pasar gigi sensitif.Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang tinggal di Kota Semarang,berusia 20 tahun keatas, dan pernah melihat tayangan iklan Sensodyne. Tipe yang dipakaidalam penelitian ini adalah eksplanatori, yaitu tipe penelitian yang menjelaskan hubungankausal antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesis.Tekhnik pengambilan sampleyang digunakan adalah teknik accidental sampling, dengan jumlah sample sebesar 40responden. Penelitian menggunakan metode wawancara dengan instrument penelitian berupakuesioner untuk pengambilan data.Berdasarkan hasil penelitian dari jumlah sample yang telah ditentukan, didapatkanbahwa daya tarik iklan Sensodyne di televisi tidak memiliki dampak atau pengaruh terhadapminat pembelian produk pasta gigi Sensodyne. Hal tersebut terlihat ketika daya tarik iklansangat menarik, tidak ada responden yang berminat membeli pasta gigi Sensodyne. Ketikadaya tarik iklan menarik, pengelompokan responden terbanyak pada minat pembeliankonsumen yang rendah (52,63%). Ketika daya tarik iklan cukup menarik, pengelompokanresponden terbanyak ada pada minat pembelian konsumen sangat rendah (68,75%). Ketikadaya tarik iklan tidak menarik, pengelompokan responden terbanyak ada pada minatpembelian yang juga sangat rendah (100%).Berdasarkan hasil penelitian, Sensodyne sebaiknya lebih melakukan pengembanganstrategi kreatif dalam periklanan, kemudian perlu juga ada pengembangan dari sisi strategimedia untuk meningkatkan awareness khalayak untuk memperkuat positioning Sensodyne,dan mengadakan event yang mengedukasi masyarakat tentang segala hal terkait penanganangigi sensitif.ABSTRACTNama : Avianto Aryo W.NIM : D2C006014Judul : INFLUENCE ATTRACTIONS SENSODYNE TOOTHPASTE AD AGAINSTINTERESTS PURCHASE PRODUCT SENSODYNE TOOTHPASTEThe research is motivated out of curiosity how far the author of the ad appealSensodyne toothpaste ad that aired on television can influence consumer buying interest onSensodyne toothpaste products. Whereas, the low public awareness of the problem ofsensitive teeth and the emergence of competitors who also compete in sensitive teeth.The population in this study is that people who live in the city of Semarang, aged 20years and over, and never saw Sensodyne advertising impressions. The type used in this studyis explanatory, that is the type of research that explains the causal relationship between thevariables through testing hipotesis.Teknik sampling used was accidental sampling technique,with a sample size of 40 respondents. Study using interviews with a research instrument inthe form of a questionnaire for data collection.Based on the findings of a predetermined number of samples, it was found that theappeal of Sensodyne ad on television have no impact or effect on the interest in the purchaseSensodyne toothpaste products. It is seen as very attractive advertising appeal, no respondentswere interested in buying Sensodyne toothpaste. When the appeal of attractiveadvertisements, grouping respondents on most consumer purchases of low interest (52.63%).When the advertising appeal is quite interesting, most respondents groupings exist in verylow interest consumer purchases (68.75%). When the appeal of advertising is not interesting,most existing clustering respondents on purchases interest is also very low (100%).Based on research results, we recommend Sensodyne more to develop a creativestrategy in advertising, then there should also be the development of the media strategy toraise public awareness to strengthen the positioning of Sensodyne, and hold events to educatethe public on all matters related to the handling of sensitive teeth.Nam : Avianto Aryo W.Nim : D2C006014Dosen Pembimbing : Dr. Turnomo RahardjoBAB IPENDAHULUANLatar Belakangperiklanan dirancang untuk mempromosikan atau mengkomunikasikan suatu pesan,baik pesan mengenai suatu produk, kegunaan, maupun informasi penting lainnya, dariperusahaan atau produsen kepada khalayak. Melalui pesan iklan ini diharapkan akan adarespon dari khalayak. Untuk mengoptimalkan penyampaian respon yang diharapkankhalayak, Pesan iklan harus dibuat sekreatif mungkin dalam mengkomunikasikan produkyang ditawarkan agar khalayak dapat mengerti, berminat, dan membeli produk yangditawarkan produsen. Oleh karena itulah diperlukan daya tarik iklan untuk calon konsumen.Daya tarik iklan sangat penting karena akan meningkatkan keberhasilan komunikasi dengankhalayak.Sensodyne dalam beriklan selalu konsisten menggunakan daya tarik pesan iklan yangmelibatkan kesaksian endorser. Dalam iklannya saat ini Sensodyne melibatkan endorserseorang yang dianggap ahli dalam persoalan gigi, yaitu drg.Ariandes Veddytarro yangmemberi kesaksian atau testimoni mengenai penyebab gigi sensitif dan bagaimana caramengatasinya dibarengi dengan visual untuk mendukung penjelasannya. Dengan daya tarikini diharapkan attention khalayak akan tergugah dengan keseluruhan iklan tersebut dan dapatmenimbulkan minat yang akhirnya dapat menggunakan produk pasta gigi sensodyne.Iklan merupakan salah satu bentuk promosi dalam komunikasi pemasaran, dimanamembutuhkan media untuk mengkomunikasikan produk yang akan diiklankann. Saat inibanyak perusahaan yang mengiklankan produknya melalui berbagai media, baik cetakmaupun elektronik. Salah satunya adalah melalui media televisi. Media ini dipilih karenaselain media ini sering digunakan di Indonesia, juga dalam waktu relatif singkat pesan dapatsampai khalayaknya dalam jumlah besarRumusan MasalahSensodyne bukanlah brand satu-satunya dalam pasar gigi sensitif. Terdapatkompetitor lain yang ikut dalam persaingan psata gigi sensitif, yaitu Pepsodent SensitiveExpert. Pasta gigi ini juga cukup gencar melakukan periklanan di televisi dengan berbagaidaya tarik pesannya sendiri. Dalam hal ini Sensodyne mencoba untuk tetap konsisten sejaktahun 2006 menggunakan daya tarik pesan dengan strategi gaya pesan bukti kesaksian(Testimonial Evidence) dimana sensodyne mengandalkan seorang ahli dalam menjelaskanpersoalan gigi dan menawarkan solusinya dengan menggunakan pasta gigi Sensodyne.Ditambah juga dari hasil studi GlaxoSmithKline yang menunjukkan bahwa tingkatkesadaran masyarakat terhadap masalah gigi sensitif masih tergolong rendah dimana 52%pasien dengan gigi sensitif tidak berkonsultasi ke dokter gigi dan 75% pasien gigi sensitiftersebut belum pernah menggunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif atau hanyamenggunakannya secara tidak teratur.Seperti diketahui televisi merupakan salah satu bentuk dari media massa, dimanamedia ini memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh media lainnya, yaitu bersifataudiovisual. Oleh karena itulah peneliti tertarik untuk mengetahui apakah apakah daya tarikpesan iklan pasta gigi sensodyne di televisi mempengaruhi minat konsumen dalam membeliproduk pasta gigi sensodyne.Tujuan PenelitianPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana daya tarik pesan iklan pasta gigiSensodyne mempengaruhi minat pembelian Produk Pasta Gigi Sensodyne.Kerangka TeoriTeori penghubung dalam penelitian ini menggunakan teori Model AIDA (Attention,Interest, Desire, Action)(Kotler, 2002: 633).Komunikasi persuasif didahului dengan upaya menarik perhatian khalayak(Attention). Apabila perhatian khalayak berhasil didapatkan, maka upaya selanjutnya adalahmenumbuhkan ketertarikan (Interest) terhadap produk yang dikenalkan melalui periklanan,sehingga timbul rasa ingin tahu secara lebih rinci dalam diri konsumen untuk mengikutipesan-pesan yang disampaikan. Tahap selanjutnya akan menimbulkan hasrat (Desire) untukmenggerakan keinginan atau minat beli khalayak untuk memiliki atau menikmati produk.Dan pada akhirnya konsumen segera dapat melakukan suatu tindakan pembelian terhadapusaha pemasaran yang dilakukan (Action).HipotesisBerdasarkan uraian daiatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin menarik dayatarik iklan pasta gigi sensodyne di televisi maka semakin tinggi pula minat beli konsumenterhadap pasta gigi sensodyneMetodologi Penelitian- Tipe Penelitian : Explanatory research, penelitian yang berusaha menjelaskanhubungan sebab akibat (kausal) antara variabel penelitian melalui pengujian hipotesisyang telah dirumuskan sebelumnya. Dalam penelitian ini variabel yang diteliti adalahantara Daya tarik iklan pasta gigi sesodyne di televisi (X) dengan minat pembelianproduk pasta gigi sensodyne (Y).- Populasi sasaran : Masyarakat yang ada di Kota Semarang, berusia 20 tahun keatas,pernah melihat tayangan iklan Sensodyne.- Teknik sample: accidental sampling.- Sample: 40 sample.- Analisis Data: Tabulasi silangHasil PenelitianPENGARUH DAYA TARIK IKLAN PRODUK PASTA GIGI SENSODYNETERHADAP MINAT PEMBELIAN PRODUK PASTA GIGI SENSODYNE-Tabulasi Silang-Hubungan Daya Tarik Iklan Produk Pasta Gigi Sensodyne dengan Minat PembelianProduk Pasta Gigi SensodyneDaya TarikIklan (X)Minat Pembelian (Y)TOTALSangatTinggiTinggi RendahSangatRendahSangatMenarik0 0 0 0 0Menarik 01(5,26%)10(52,63%)8(42,10%)19(100%)CukupMenarik0 05(31,25)11(68,75%)16(100%)TidakMenarik0 0 05(100%)5(100%)TOTA L 40Analisa Tabulasi SilangDari hasil tabel tabulasi silang di atas diketahui bahwa tidak terdapat penagruh antara dayatarik iklan pasta gigi sensodyne terhadap minat pembelian produk pasta gigi sensodyne. Halini menunjukan bahwwa penelitian yang dilakukan ini tidak terbukti atau negatif.Hal tersebut terlihat pada tabulasi silang dimana pada baris kedua, ketika daya tarikiklan menarik, pengelompokan responden terbanyak pada minat pembelian konsumen yangrendah, dengan perincian persentase sebesar 52,63%. Kemudian pada baris ketiga, ketikadaua tarik iklan cukup menarik, pengelompokan responden terbanyak ada pada minatpembelian konsumen sangat rendah, yaitu sebesar 68,75%. Pada baris keempat, ketika dayatarik iklan tidak menarik, pengelompokan responden terbanyak ada pada minat pembelianyang juga sangat rendah, yaitu sebesar 100%. Secara keseluruhan tabulasi silang tersebutmenggambarkan bahwa seberapapun daya tarik iklan pasta gigi sensodyne, minat pembelianproduk pasta gigi sensodyne tetap berada pada tingkat yang sangat rendah. Sehingga dapatdisimpulkan daya tarik iklan tidak mempengaruhi minat pembelian produk pasta ggisensodyne.Dalam penelitian ini terlihat bahwa daya tarik iklan tidak berbanding lurus denganminta pembembelian yang masih sangat rendah bagi konsumen. Hal ini bisa disebabkan jugamateri iklan yang kurang variatif dan kreatif. Dari awal peluncurannya sampai saat ini,produsen tetap mempertahankan gaya iklan kesaksian, tanpa adanya perubahan ataupenambahan materi iklan dan juga intensitas penayangan iklan yang masih minim, terbuktidari sebagian besar responden masih jarang melihat tayangan iklan sensodyne di mediatelevisi.PenutupBerdasarkan dari hasil temuan penelitian diatas maka dapat diambil kesimpulan sebagaiberikut:1. Hasil penelitian menunjukan bahwa daya tarik iklan pasta gigi sensodyne tidakmemberikan dampak atau pengaruh pada minat pembelian konsumen terhadap produkpasta gigi sensodyne.2. Strategi komunikasi atau strategi kreatif dalam bentuk periklanan yang dilakukanprodusen sensodyne belum mencapai hasil yang maksimal. Hal ini terlihat dari hasilpenelitian, yaitu walaupun iklan sensodyne masuk dalam kategori menarik namun minatpembelian konsumen terhadap produk sensodyne masih sangat rendah.SaranSetelah melakukan analisis dan kesimpulan, peneliti mengajukan beberapa saran kepadapihak-pihak yang terkait, antara lain:1. Berdasarkan dari tabulasi silang, daya tarik iklan belum mampu menggugah minatPembelian konsumen. Oleh karena itu sebaiknya sensodyne lebih melakukanpengembangan strategi kreatif dalam periklanan, seperti mungkin menambahkanendorser lainnya berupa kesaksian dari masyarakat yang telah menggunkan sensodyneatau mencoba menambahkan unsur musik dalam iklannya.2. Selain melakukan pengembangan strategi kreatif, sebaiknya juga ada pengembangandalam strategi media. Jadi sensodyne tidak hanya difokuskan melakukan kegiatanberiklan pada media televisi, melainkan juga pada media massa lainnya, seperti mediacetak atau media online. Hal ini dilakukan untuk terus menigkatkan awareness khalayakuntuk memperkuat positioning sensodyne dibanding kompetitornya agar ketikamasyarakat bersinggungan dengan persoalan gigi sensitif, akan ada peluang lebih besarkhalayak akan segera memilih sensodyne sebagai pemecah masalah persoalan mereka.3. Selain melakukan kegiatan promosi melalui periklanan, ada baiknya sensodyne jugamelakukan kegiatan-kegiatan yang langsung bersinggungan dengan khalayak, sepertimengadakan event atau acara-acara yang isinya mengedukasi masyarakat tentang segalahal terkait persoalan gigi sensitif dan juga cara menanganinya.DAFTAR PUSTAKADAFTAR BUKU Suyanto, M. (2007). Markting Strategi Top Brand Indonesia. Yogyakarta:CV. Andi Offset Suhandang, Kustadi. (2010). Periklanan Manajemen, Kiat dan Strategi.Bandung: Nuansa Morissan. (2010). Periklanan Komunikasi Pemasaran Terpadu Jakarta:Prenada Media Group Rakhmat, Jalaludin. (2009). Psikologi Komunikasi. Bandung:PT Remaja Rosdakarya Shimp, A Terence. (2003). Periklanan Promosi Aspek Tambahan KomunikasiPemasaran terpadu. Jakarta: Erlangga Widyatama, Rendra. (2009). Pengantar Periklanan. Yogyakarta:Pustaka Book Publisher Kasali, Rhenald. (1995). Manajemen Periklanan Konsep dan Aplikasinya diIndonesia. Jakarta: PT Pustaka Utama Grafiti Peter, J. Paul and Jerry C. Olson. (1999). Consumer Behavior: PerilakuKonsumen dan Strategi Pemasaran. Jakarta: Erlangga. Engel, James F., Roger D. Blackwell, Paul W. Miniard. (2000). PerilakuKonsumen. Jakarta: Binarupa Aksara Kottler, Philip. (2002). Marketing Manajemen. Jilid-1, Edisi Milenium. Jakarta:PT. Prenhallindo Kottler, Philip. (2002). Marketing Manajemen. Jilid-2, Edisi Milenium. Jakarta:PT. Prenhallindo Bungin, Burhan. (2005). Metodologi penelitian kuantitatif kopmunikasi, ekonomi,dan kebijakan publik, serta ilmu-ilmu lainnya. Jakarta: Prenada MediaINTERNET: http://www.antaranews.com/view/?i=1236663288&c=PRW&s= (Diunduh padatanggal 4 Oktober 2012 pukul 14.00) http://www.108csr.com/home/news.php?id=12574 (Diunduh pada tanggal 5oktober 2012 pukul 16.00) .http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/397493/44/ (Diunduhpada tanggal 5 oktober pukul 19.00) http://sensodyne.co.id/gigi_sensitive.html (Diunduh pada tanggal 14 Desember2012 pukul 15.00 WIB) -http://www.conectique.com/get_updated/article.php?article_id=4437 (Diunduhpada tanggal 14 Desember pukul 17.00) http://www.beritasurabaya.net/index_sub.php?category=9&id=7672&tags=Kesadaran--Merawat-Gigi-Sensitif-Masih-Rendah (Diunduh pada tanggal 15 Desemberpukul 09.00) file:///D:/LowKer%20Lowongan%20GlaxoSmithKline%20Indonesia%20Januari%202012.htm (Diunduh pada tanggal 15 Desember pukul 13.00)