Sapto Wibowo
Program Studi Agroteknologi Politeknik Banjarnegara Jln. Raya Madukara Km 02 Kenteng Madukara Banjarnegara 53482, HP 08127933213 e-mail: sapto_wbw@yahoo.com

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

PERBANDINGAN TINGKAT KESEGARAN JASMANI SISWA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER PENCAK SILAT DAN SISWA YANG TIDAK MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER PENCAK SILAT DI SMP BAHRUL ULUM SURABAYA TOIMUL KHAFID, AHMAD; WIBOWO, SAPTO
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 1, No 1 (2013): Volume 1 Nomor 1 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
PENGGUNAAN MEDIA PELATIHAN BOLA MODIFIKASI TERHADAP HASIL PRESTASI SEPAK SILA PADA EKSTRAKURIKULER SEPAK TAKRAW (Studi Pada Peserta Ekstrakurikuler SMP Negeri 3 Srengat Kabupaten Blitar) SUSANA, ARI; WIBOWO, SAPTO
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 1, No 1 (2013): Volume 1 Nomor 1 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
LATIHAN  LARI  ANGKAT  PAHA,  LOMPAT TEPUK, PUSH-UP DENGAN POLA CIRCUIT TRAINNING TERHADAP PENINGKATAN KESEGARAN JASMANI SUPRIYANTO, ; WIBOWO, SAPTO
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 1, No 1 (2013): Volume 1 Nomor 1 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
UPAYA MENINGKATKAN GERAK DASAR LOKOMOTOR (KELINCAHAN DAN KECEPATAN) MELALUI PENDEKATAN BERMAIN (Studi pada Siswa Kelas X-4 SMAN 2 Sidoarjo) SAFITRI SETYONINGRUM, RETNO; WIBOWO, SAPTO
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2013): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
MODIFIKASI PEMBELAJARAN DENGAN PERMAINAN TONNIS TERHADAP HASIL BELAJAR PUKULAN FOREHAND TENIS LAPANGAN (Studi Pada Siswa Peserta Ekstrakurikuler Tenis Lapangan SMAN 3 Mojokerto) KHOIRIL ANWAR F N, M; WIBOWO, SAPTO
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2013): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
PERBANDINGAN PRESTASI BELAJAR  SISWA RSBI DENGAN SISWA REGULER PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN I (Studi pada  Siswa SMP Negeri 3  Surabaya ) YUDIANTO R, RIO; WIBOWO, SAPTO
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 1, No 3 (2013): Volume 1 Nomor 3 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI ANTARA MAHASISWA FIK UNESA DENGAN MAHASISWA STKIP PGRI SUMENEP ANGKATAN 2010 PRODI PENDIDIKAN JASMANI, KESEHATAN DAN REKREASI (PENJASKESREK) FITRIYAH, NUR; WIBOWO, SAPTO
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 3 (2014): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebugaran jasmani adalah kemampuan tubuh seseorang untuk melakukan tugas pekerjaan sehari-hari, tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti. Rendahnya tingkat kebugaran jasmani di kalangan remaja dapat disebabkan kurangnya gerak yang dilakukan. Untuk itu pendidikan jasmani dapat dijadikan sarana untuk memperbaiki dan meningkatkan tingkat kebugaran jasmani, selain untuk mencapai hidup sehat. Kurang tersedianya sarana dan prasarana yang memadai juga dapat menjadi salah satu penyebabnya.  Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimen dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Subjek penelitiannya adalah mahasiswa FIK UNESA angkatan 2010 kelas B yang berjumlah 34 mahasiswa, dan mahasiswa STKIP PGRI Sumenep angkatan 2010 kelas E yang berjumlah 39 mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kebugaran jasmani antara mahasiswa FIK UNESA dan mahasiswa STKIP PGRI Sumenep angkatan 2010 prodi penjaskesrek. Dengan menggunakan tes Multistage Fitness Test (MFT). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dihitung diperoleh rata-rata untuk kelompok FIK UNESA sebesar 34,72 dengan varian sebesar 78,98. Sedangkan rata-rata untuk kelompok STKIP PGRI Sumenep sebesar 32,31 dengan varian sebesar 55,4. Sedangkan hasil uji beda dari mahasiswa FIK UNESA dan mahasiswa STKIP PGRI Sumenep menggunakan rumus uji t independen sampel yang menghasilkan nilai t hitung sebesar 1,225 <  t tabel dengan nilai sebesar 1,990 dalam taraf signifikan sebesar 0,05. Dari hasil penelitian secara umum dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan tingkat kebugaran jasmani antara mahasiswa FIK UNESA dan mahasiswa STKIP PGRI Sumenep angkatan 2010 prodi pendidikan jasmani, kesehatan dan rekreasi (penjaskesrek), yang dibuktikan oleh Kata Kunci: Tingkat Kebugaran, Multistage Fitness Test (MFT). Abstract Physical fitness is the ability of ones body to perform daily work tasks, without causing significant fatigue. Low levels of physical fitness among adolescents can be attributed to lack of  motion. So  that physical education can  use as a means to improve and increase the level of physical fitness, beside to achieving a healthy life. Lack of adequate infrastructure can also a  cause. This research is non-experimental quantitative descriptive approach. The research subjects were the students of  FIK UNESA 2010 in b class concious of 34 students, and  students of  STKIP PGRI Sumenep 2010  in e class with 39 students. The purpose of this study was to determine the differences  level of physical fitness among FIK UNESA students and STKIP PGRI Sumenep students in penjaskesrek major of  2010,  by using tes Multistage Fitness Test (MFT). Based on the results of  research that has gained  an average calculated  for the FIK UNESA group amounted to 34.72 with variance of  78.98. While the average for  the STKIP PGRI Sumenep  group was 32.31 with variants of 55.4. as evidenced by the different test results among UNESA FIK students and STKIP PGRI Sumenep students using independent sample t test formula that produces t value of 1.225 < t table with a value of 1.990 in a significant level of  0.05. From the results of  research in general  can conclude that  there is no difference in the level of  physical fitness among  FIK UNESA  students and STKIP PGRI Sumenep student class of  2010  in  physical education, health and recreation (penjaskesrek) major. Keywords: Fitness Level, Multistage Fitness Test (MFT).
PENGARUH PEMBERIAN PEMANASAN PERMAINAN KECIL TERHADAP KECEPATAN REAKSI PADA PEMBELAJARAN START LARI JARAK PENDEK (Studi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 28 Wiyung-Surabaya) RAUDIYAH M, WAHYUNING; WIBOWO, SAPTO
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penjasorkes pada dasarnya merupakan pendidikan melalui aktivitas jasmani dengan dijadikan sebagai media untuk mencapai perkembangan individu secara menyeluruh. Namun perolehan keterampilan dan perkembangan yng bersifat jasmaniah itu juga sekaligus sebagai tujuan. Melalui pendidikan jasmani siswa disosialisasikan kedalam aktivitas jasmani termasuk keterampilan berolahraga. Oleh sebab itu, penjasorkes di sekolah sangat mutlak dbutuhkan untuk meningkatkan kebugaran jasmani siswa, selain itu variasi gerakan yang bermakna juga akan membantu proses petumbuhan. Materi lari jarak pendek (sprint) harus sesuai dengan karakteristik siswa SMP agar dapat diterima dengan baik dan dilaksanakan. Dalam masalah ini model pemanasan juga sangat penting untuk menunjang tercapainya pembelajaran, untuk itu dalam penelitian ini memilih pemanasan melalui pendekatan permainan kecil, yang sesuai dengan tujuan dari tugas ajar, sehingga diharapkan siswa tidak jenuh dan bosan dengan pemanasan yang monoton dan mempunyai motivasi dalam mengikuti pembelajran maka untuk selanjutnya memberikan dampak positif siswa lebih semangat dan kegiatan belajar mengajar lebih efektif. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1). Adakah pengaruh pemberian pemanasan permainan kecil (hitam-hijau) terhadap kecepatan reaksi pembelajaran start lari jarak pendek pada siswa kelas VIII SMP Negeri 28 Surabaya? (2). Seberapa besar pegaruh pemberian pemanasan permainan kecil terhadap kecepatan reaksi pembelajaran start lari jarak pendek pada siswa kelas VIII SMP Negeri 28 Surabaya? Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 28 Surabaya dengan jumlah sampel yang diambil 2 kelas, yaitu kelas VIII-A dengan jumlah 33 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII-E denga jumlah 33 siswa sebagai kelompok kontrol. Metode dalam analisa ini menggunakan metode statistik deskriptif kuantiatf. Kesimpulan dalam penelitian adalah: (1). Terdapat pengaruh yang signifikan pengaruh pemberian pemanasan permainan kecil terhadap kecepatan reaksi pada pembelajaran start lari jarak pndek siswa SMP Negeri 28 Surbaya.hal ini dapat dilihat berdasarkan uji t2 didapat nilai (thitung 4,386 > ttabel 1,998) dengan taraf signifikansi 0,05%. (2) Besarnya pengaruh untuk kecepatan reaksi start lari jarak pendek yaitu sebesar 18,68%. Kata Kunci: Pemanasan, Permainan Kecil, Kecepatan Reaksi, Start Lari Jarak Pendek. Abstract Penjasorkes  is basically education through physical activity to be used as a medium to achieve the overall development of the individual. However, the acquisition of skills and the development of the physical nature also as a destination. Through physical education students are socialized into physical activities including exercise skills. Therefore, Penjasorkes in schools is absolutely necessary to improve the physical fitness of students, in addition to the significant variation in the movement will also help the growth process. Material sprint ( sprint ) must conform to the characteristics of junior high school students to be well received and implemented. In this issue of heating models is also very important to support the achievement of learning, for it was in this study chose warming through small game approach, which is consistent with the objectives of the task of teaching, so that students are not expected to tired and bored with the monotonous heating and motivation in participating in learning then to further positively impact students more spirit and more effective teaching and learning activities. Formulation of the problem of this study was to determine : ( 1 ). Are there any heating effect of giving small game ( black - green ) to start the reaction speed learning sprint at the eighth grade students of SMP Negeri 28 Surabaya ? ( 2 ). How big is the effect of heating a small game to start learning the reaction speed of sprint at the eighth grade students of SMP Negeri 28 Surabaya ? The target of this research is the eighth grade students of SMP Negeri 28 Surabaya with the number of samples taken 2 classes, ie class VIII - A with 33 students as the experimental group and class VIII - E premises number of 33 students as a control group. The method used in this analysis using descriptive statistical Quantiatif methods. Conclusions in the study are : ( 1 ). There is a significant effect of heating the effect of small game to start learning the speed of the reaction in the sprint 28 Surbaya.hal Junior High School students can be seen by the test t2 values ​​obtained ( 4.386 t count > t tabel 1.998 ) with a significance level of 0.05 %. ( 2 ) The amount of influence on the reaction speed start sprinting is equal to 18.68 %. Keywords: Warming up, Small Game, Reaction Speed​​, Start Running Short Distances.
PERBANDINGAN MEDIA VIDEO COMPACT DISK (VCD) DENGAN BOLA GANTUNG TERHADAP HASIL BELAJAR SEPAK MULA BAWAH (SERVIS) SEPAK TAKRAW (Studi pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Gedeg, Mojokerto) PURWANINGSIH, DIYAH; WIBOWO, SAPTO
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 3 (2014): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pembelajaran permainan sepak takraw merupakan salah satu cabang olahraga yang masuk dalam kurikulum pendidikan di sekolah, oleh karena itu dalam rangka menumbuhkan minat siswa pada Pembelajaran permainan sepak takraw diperlukan bentuk-bentuk model pengajaran yang bervariasi dan menarik bagi siswa agar menimbulkan rasa senang dan gembira sehingga minat siswa akan Pembelajaran sepak takraw khususnya penguasaan teknik sepak mula bawah (servis) dapat meningkat. Beberapa pendekatan dalam Pembelajaran dapat diterapkan diantaranya dengan media Video Compact Disk (VCD) dan Bola Gantung. Setiap pendekatan Pembelajaran memiliki kelebihan dan kelemahan yang dapat mempengaruhi proses Pembelajaran dan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, seorang guru harus mampu menguasai materi dan memilih media Pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa, sehingga proses pembelajaran lebih efektif dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang lebih baik. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) perbedaan hasil belajar sepak mula bawah (servis) sepak takraw antara media Video Compact Disk (VCD) dan Bola Gantung; (2) besar perbedaan hasil belajar sepak mula bawah (servis) sepak takraw antara media Video Compact Disk (VCD) dan Bola Gantung. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Gedeg Mojokerto dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 96 siswa yang dibagi menjadi 3 kelompok dengan masing-masing kelompok beranggotakan 32 siswa. Metode dalam analisa ini menggunakan metode statistik uji t paired sampel t-test, dan one way anova. Proses pengambilan data dilakukan dengan melakukan tes sepak mula bawah (servis) sepak takraw, dengan mencatat hasil nilai pre-test maupun post test pada masing-masing kelompok. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) Terdapat perbedaan hasil belajar sepak mula bawah (servis) sepak takraw antara media Video Compact Disk (VCD) dan Bola Gantung pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Gedeg Mojokerto. Hal ini berdasarkan pada hasil analisa Tukey HSD nilai Sig. = 0,000 < 0,05. (2) Pembelajaran media Video Compact Disk (VCD) memberikan peningkatan sebesar 35,51%, sedangkan Pembelajaran media bola gantung memberikan peningkatan sebesar 64,32% terhadap hasil belajar sepak mula bawah (servis) sepak takraw. Jadi besar perbedaan hasil belajar sepak mula bawah (servis) sepak takraw antara media Video Compact Disk (VCD) dan Bola gantung yaitu sebesar 28,81%. Kata Kunci : Media, VCD, bola gantung, sepak mula bawah, sepak takraw. Abstract Takraw game learning is one of sport which is include in education school curriculum for making the students become enthusiastich in takraw game learning, it’s needed to make learning model with is variative and interesting. It’s aimed to make students become enthusiastic in learning takraw game and mastering takraw under service. Video Compact Disk (VCD) and hanging ball are approaches which can be applied in teaching learning process. Each learning approach has weakness and strengthess which can influence study result and teaching learning process. So, a teacher has to master the material and choose the appropriate learning media in order to make learning process more effective and student’s study result increase. This study was aimed to investigate. (1) the differences of study result in takraw under service between Video Compact Disk (VCD) and hanging ball media, (2) how much the differences of study result in takraw under service between Video Compact Disk (VCD) and ball hanging media. The subject of this study was seventh graders of SMPN 2 GedegMojokerto. The sampel of this study was 96 students which is divided into 3 groups. Each group consist of 32 students. This study was statistic method in t pair sampel t-test and one way annova. The data was collected by doing takrawunder service, by writing pretest and post-test result in each group. The result of the study: (1) there was differences of study in takraw under servis between Video Compact Disk (VCD) and hanging ball media in seventh graders of SMPN 2 Gedeg, Mojokerto. It is based on analysis result of Tukey HSD sig0,000< 0,05. (2) Video Compact Disk (VCD) learning media gives raising 35,51%, while hanging ball media gives raising 64,32% forward study result in takraw under servis. As a result, the amount of differences in study result of takraw under servis between Video Compact Disk (VCD) and hanging ball media is 28,81% Keywords: Media, VCD, hanging ball, under service, sepaktakraw.
Aplikasi Hidroponik NFT pada Budidaya Pakcoy (Brassica rapa chinensis) Wibowo, Sapto; Asriyanti S, Arum
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 13, No 3 (2013)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.599 KB) | DOI: 10.25181/jppt.v13i3.180

Abstract

Nutrient Film Technique (NFT) is one of hydroponic system with the roots of plants put on a thin layer of water that resembles a film. Circulate the water and nutrients needed by plants. Movement of nutrient solution circulation but because of the encouragement of the pump, is also caused by the slope of the gutter pipes are used. Gutter pipe slope is getting steeper can cause plants to be difficult to stand up straight and nutrients are absorbed a bit because the flow is too fast. The slope of the gutter pipe that is too small can cause nutrient flow easily clogged because the flow is too slow. Therefore, in this study the slope of the NFT gutter pipe used was 1%, 3%, 5%, and 7%. The aim is to determine the effect of NFT gutter pipe slope on the growth and yield of pakcoy. Analysis used to determine whether there is difference in the growth and production of different crops on slopes is ANOVA (Analysis of variances) in one direction because there is only one independent variable, followed by a test of Honestly Significant Difference (HSD) at 5% significance level. The results show that there are differences in average growth and crop production pakcoy using different NFT gutter pipe. NFT gutter pipe slope the best effect on plant growth (number of leaves, plant height, and root length) and pakcoy crop production (weight of the plant) is on a slope of 5%, with the results for each crop is the average number of leaf 9.1 strands, the average plant height 18.4 cm, the average length of the roots of plants 41.5 cm, and an average weight of 34.49 g plant. Keywords: gutter pipe slope, NFT , pakcoy, growth, production