Ricky Wibowo
Unknown Affiliation

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Retail Mix Terhadap Minat Beli Di Keraton Department Store Wibowo, Ricky
Jurnal Strategi Pemasaran Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Strategi Pemasaran
Publisher : Jurnal Strategi Pemasaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Ricky Wibowo :            Skripsi            Pengaruh Retail Mix Terhadap minat Beli di Keraton Department Store Dalam menghadapi persaingan yang ketat pada bisnis department store, diperlukan strategi yang bisa menarik minat beli konsumen. Pelaksanaan retail mix yang tepat akan mampu memuaskan konsumen, sehingga konsumen berminat untuk melakukan pembelian. Keraton Department Store adalah salah satu department store di Mojokerto yang menerapkan retail mix. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh retail mix yang meliputi customer service, location, pricing, store design and display, merchandise assortments, dan communication mix terhadap minat beli konsumen di Keraton Department Store, serta mengetahui variabel retail mix mana yang berpengaruh dominan. Dari analisis regresi linier berganda disimpulkan bahwa retail mix yang meliputi customer service, location, pricing, store design and display, merchandise assortment, dan communication berpengaruh terhadap minat beli konsumen di Keraton Department Store, baik secara simultan maupun secara parsial. Store design and display adalah variabel retail mix yang berpengaruh dominan terhadap minat beli konsumen di Keraton Department Store.
Meningkatkan Hasil Belajar Lompat Melalui Aktivitas Lompat Tali dengan Penerapan Gaya Practice Pathurohman, Masruri; Wibowo, Ricky
JURNAL TERAPAN ILMU KEOLAHRAGAAN Vol 2, No 2 (2017): JURNAL TERAPAN ILMU KEOLAHRAGAAN
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.482 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah melalui aktivitas lompat tali dengan penerapan gaya practice dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDN Sukarela 01. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan Penelitian Tindakan Kelas. Dalam penggunaan metode ini peneliti menggunakan dua siklus dan dalam setiap siklus terdiri dari dua tindakan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III yang berjumlah 32 orang, terdiri dari 20 orang putra dan 12 orang putri. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan observasi, catatan lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa melalui aktivitas lompat tali dapat meningkatkan hasil belajar lompat pada siswa. Hasil peningkatan tersebut ditunjukan dari peningkatan hasil belajar rata-rata siswa pada setiap siklusnya. Rata-rata hasil pada observasi awal pada aspek kognitif adalah 37,5, siklus 1 tindakan 1 adalah 40,1, siklus 1 tindakan 2 adalah 50,8, sedangkan siklus 2 tindakan 1 adalah 61,7, dan siklus 2 tindakan 2 adalah 76,8. Sedangkan pada aspek afektif observasi awal rata-rata sebesar 39,9, siklus 1 tindakan 1 adalah 45,6, siklus 1 tindakan 2 adalah 63,5, siklus 2 tindakan 1 adalah 63,5, siklus 2 tindakan 2 adalah 77,1. Dan untuk aspek psikomotor observasi awal rata-rata sebesar 38,28, siklus 1 tindakan 1 adalah 44,54, siklus 1 tindakan 2 adalah 50,46, siklus 2 tindakan 1 adalah 60,48, siklus 2 tindakan 2 adalah 76,56. Berdasarkan hasil analisis data penelitian yang penulis teliti dapat disimpulkan bahwa melalui aktivitas lompat tali dengan penerapan gaya practice  dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDN Sukarela 01.
Model Latihan Dribble Bolabasket untuk Pemula Suryadi Yusuf, Raden Juan; Wibowo, Ricky
JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 2 No 2 2017
Publisher : Departemen of Physical Education-Indonesian University of Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.588 KB)

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pengungkapkan apakah model latihan keterampilan dribble bolabasket untuk pemula dapat meningkatkan keterampilan dribble bolabasket atlet pemula. Metode Penelitian menggunakan metode Research & Development (R&D). Penelitian ini dilaksanakan pada atlet bolabasket Club Garuda Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan penelitian dan pengembangan dari Borg and Gall. Instrumen yang digunakan adalah catatan lapangan dan evaluasi. Pemecahan masalah penelitian ini adalah model latihan keterampilan dribble bolabasket untuk pemula dapat meningkat. Berdasarkan hasil penelitian didapat test awal 13.07 detik dan test akhir 10.67 detik. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data, maka kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan menggunakan Model latihan dribble bolabasket dapat dikembangkan dalam latihan dribble bolabasket untuk atlet pemula dan Model latihan dribble bolabasket efektif dapat meningkatkan hasil test dribble bolabasket. Saran yang diberikan yaitu untuk meningkatkan keterampilan dribble bolabasket menggunakan model latihan dribble sudah jelas terbukti peningkatannya serta untuk lebih meningkatkan pada hasil yang optimal dilakukan pengolahan produk.
Meningkatkan Hasil Belajar Lompat melalui Aktivitas Lompat Tali dengan Penerapan Gaya Practise Pathurohman, Masruri; Wibowo, Ricky
JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 2 No 1 2017
Publisher : Departemen of Physical Education-Indonesian University of Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.701 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah melalui aktivitas lompat tali dengan penerapan gaya practice dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDN Sukarela 01. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan Penelitian Tindakan Kelas. Dalam penggunaan metode ini peneliti menggunakan dua siklus dan dalam setiap siklus terdiri dari dua tindakan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III yang berjumlah 32 orang, terdiri dari 20 orang putra dan 12 orang putri. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan observasi, catatan lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa melalui aktivitas lompat tali dapat meningkatkan hasil belajar lompat pada siswa. Hasil peningkatan tersebut ditunjukan dari peningkatan hasil belajar rata-rata siswa pada setiap siklusnya. Rata-rata hasil pada observasi awal pada aspek kognitif adalah 37,5, siklus 1 tindakan 1 adalah 40,1, siklus 1 tindakan 2 adalah 50,8, sedangkan siklus 2 tindakan 1 adalah 61,7, dan siklus 2 tindakan 2 adalah 76,8. Sedangkan pada aspek afektif observasi awal rata-rata sebesar 39,9, siklus 1 tindakan 1 adalah 45,6, siklus 1 tindakan 2 adalah 63,5, siklus 2 tindakan 1 adalah 63,5, siklus 2 tindakan 2 adalah 77,1. Dan untuk aspek psikomotor observasi awal rata-rata sebesar 38,28, siklus 1 tindakan 1 adalah 44,54, siklus 1 tindakan 2 adalah 50,46, siklus 2 tindakan 1 adalah 60,48, siklus 2 tindakan 2 adalah 76,56. Berdasarkan hasil analisis data penelitian yang penulis teliti dapat disimpulkan bahwa melalui aktivitas lompat tali dengan penerapan gaya practice  dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDN Sukarela 01.
The Impact of Assisted Sprinting Training (As) and Resisted Sprinting Training (Rs) in Repetition Method on Improving Sprint Acceleration Capabilities Wibowo, Ricky; Sidik, Dikdik Zafar; Hendrayana, Yudy
JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 2 No 1 2017
Publisher : Departemen of Physical Education-Indonesian University of Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.903 KB)

Abstract

The purpose of this research is to determine the impact of assisted sprinting training (AS) and resisted sprinting training (RS) in repetition method on improving sprint acceleration capabilities. This research used experimental method in pre-test and post-test design. The research sample were twelve male collegiates track sprinters, athletic division Indonesia University of Education, Bandung. Six male collegiates track sprinters for AS and six male collegiates track sprinters for RS. It used simple random sampling. The instrument used is 30 m sprint test. After training three times per week for six week, data were obtained from pre-test and post-test processed statistically by t-test. The AS group and RS group showed significant changes on improving sprint acceleration capabilities. No significant different between AS and RS on improving sprint acceleration capabilities.  In AS the increase  is better than RS at a distance of 10 m from a distance of 30 m. While, in RS the increase  is better than AS at a distance of 10-20 m and 20-30 m from a distance of 30 m. Accordingly, to improve acceleration at a distance 10 m use AS, while to improve acceleration at a distance of 10-20 m and 20-30 m from a distance of 30 m use RS.
Increasing Gross Motor Skill Through Fundamental Skill Development Program Sultoni, Kuston; Suherman, Adang; Wibowo, Ricky
ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation Vol 7 No 1 (2018): February 2018
Publisher : Department of Physical Education, Sport, Health and Recreation

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.712 KB)

Abstract

The aim of this study was to examine Canadian movement program called fundamental skill development programs implemented in Indonesia to increase children’s gross motor skills. By using a quasi-experiment, the matching-only pretest-posttest control group design, the sample was divided into two groups (N = 25 to the experimental group, N = 25 to the control group). The Gross motor skills were measured using the Test of Gross Motor Development - Second Edition TGMD - 2 Ulrich (2000). The experimental group was given training for eight weeks, 1 session per week and each session lasting 60 minutes. Statistical analysis was performed using paired sample t-test and independent sample t-test. The results showed that there is an increase in gross motor skills in the experimental group with P < 0.05. Then the results of independent sample t-test by comparing the Gain score between experimental group and the control group is significant difference with P < 0.05. It can be concluded that the fundamental skill development programs significant effect on gross motor skills in the first-grade student.
Fundamental Movement Skills and Moods as Predictors of Games Performance in Primary School Students Wibowo, Ricky; Nugraha, Eka; Sultoni, Kuston
ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation Vol 7 No 1 (2018): February 2018
Publisher : Department of Physical Education, Sport, Health and Recreation

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.618 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine how far FMS and mood contribute toward games performance on elementray school student through invasion games activities (modified soccer and handball games). This research uses a correlational explanatory and regression . Third grade elementary school students (n=40) were enrolled in this study consisting of 21 male students and 19 female students. To determine the games perfromance using The Games Performance Assessment Instrument (GPAI) and Brief Mood Introspection Scale (BMIS) to measure the mood of the students. The result showed that FMS and positive moods contributed toward games performance on both games.
Vo2max Measurement Using Bleep Test with Infrared Sensor Rusdiana, Agus; Imanudin, Iman; Syahid, Angga Muhamad; Wibowo, Ricky
JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Vol 4, No 1 (2019): Promote a More Active and Healthier lifestyle Through Physical Education
Publisher : Departemen of Physical Education-Indonesian University of Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1192.402 KB)

Abstract

The purpose of this study was to develop a measuring device to measure maximal aerobic capacity by using digital bleep test with infrared sensor and motion analysis system software to obtain a more accurate, precise, and efficient assessment result in conducting the test. The method used in the study was R & D (Research and Development) method. This research was conducted in collaboration with a team of experts of various specific fields so that the development of this simple prototype could create a validated product before mass production is conducted. The result of this study will create a digital-based measuring instrument that has been valid through validity test. Conducting a study that develops a product could prevent error and human error during the test. Therefore, a more efficient process and a more accurate result can be obtained compared to manual testing.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat ukur Maximal aerobic capacity melalui  bleep test berbasis digital dengan menggunakan sensor infrared dan software motion analysis system supaya mendapatkan hasil penilaian yang lebih tepat, akurat dan efesiensi pengerjaan dalam melakukan tes. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode R&D (research and Development), bekerjasama dengan tim pakar atau ahli dalam berbagai bidang tertentu supaya dalam pengembangan prototype sederhana ini yang dapat menciptakan suatu produk yang dapat divalidasi sebelum diproduksi secara massal. Hasil dari penelitian ini akan menciptakan suatu alat ukur berbasis digital yang sudah dilakukan uji validitasnya dengan hasil dinyatakan VALID. Dengan adanya penelitian yang mengembangkan suatu produk dapat menghindari kesalahan atau Human error dalam pengerjaan tes ,mendapatkan hasil yang akurat di bandingkan tes secara manual dan pengerjaan lebih efesien.
Kontribusi Keterampilan Gerak Fundamental terhadap Keterampilan Bermain Small-Sided Handball Games Fadilah, Mei; Wibowo, Ricky
JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Vol 3, No 1 (2018): Empowering all student to active live and healthy through physical education
Publisher : Departemen of Physical Education-Indonesian University of Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1373.892 KB)

Abstract

In doing physical activities, elementary school students tend to enjoy various types of games. Game activities consists of various movement skills and games skills that must be mastered by students in order to obtain success during the games. The purpose of this study was to examine the correlation and contribution of fundamental movement skills toward games skills using small-sided handball games in elementary students. The method used was descriptive quantitative method. The subjects of the study were fourty 3rd grade students. The instrument used to measure FMS was by Test of Gross Motor Development - Second Edition (TGMD-2) consisting of locomotor and object control skills. While games skills consisting of games involvement (GI) and Games performance (GP) were measured using the observation format of Game Performance Assessment Instrument (GPAI) by selecting three main components there are  decision making component, skill execution and support on invasion game activity format. The results indicated that the FMS level was significantly correlated with games skills at a moderate levels (r = 0.47 and 0.43 for each GI and GP). Fundamental movement skills contributed 21.8% to GI and 18.6% contributed to GP. The results supported the hypothesis that fundamental movement skills have a significant correlation that is at a moderate level with games skills. ABSTRAKDalam melakukan aktivitas fisik, anak usia sekolah dasar cenderung menyenangi berbagai jenis permainan. Aktivitas permainan terdiri dari berbagai keterampilan gerak dan keterampilan bermain yang harus dikuasai siswa agar memperoleh keberhasilan dalami suatu permainan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi dan kontribusi keterampilan gerak fundamental terhadap keterampilan bermain permainan small-sided handball pada siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas III  yang berjumlah 40 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengukur Keterampilan gerak fundamental adalah dengan Test of Gross Motor Development - Second Edition (TGMD-2) terdiri dari subdomain keterampilan lokomotor dan objek kontrol. Sedangkan keterampilan  bermain yang terdiri dari keterlibatan bermain (GI) dan penampilan bermain (GP) diukur menggunakan format observasi Game Performance Assessment Instrument (GPAI) dengan memilih tiga komponen yang disesuaikan  dan support pada format aktivitas permainan invasi. Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat keterampilan gerak fundamental secara signifikan berkorelasi dengan keterampilan bermain pada tingkat sedang (r = 0.47 dan 0.43 untuk masing-masing GI dan GP). Keterampilan gerak fundamental berkontribusi sebesar 21.8% terhadap GI dan 18,6% berkontribusi terhadap GP. Hasil penelitian mendukung hipotesis bahwa keterampilan gerak fundamental memiliki korelasi yang signifikan yaitu pada tingkat sedang terhadap keterampilan bermain. 
Early Childhood Motor Development and Parent Socio-economic Status Stephani, Mesa Rahmi; Sumarno, Gano; Wibowo, Ricky
JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Vol 4, No 1 (2019): Promote a More Active and Healthier lifestyle Through Physical Education
Publisher : Departemen of Physical Education-Indonesian University of Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (910.446 KB)

Abstract

This study was aimed at determining the relationship between early childhood motor development and the level of socio-economic status (SES) of parents. The research method used was Ex-post Facto comparative study. The population of the study involved children aged 4-5 year from early childhood education schools in urban areas. 50 samples were selected (male = 27; female = 23). Overall sample participation was 78%. So that the representative sample were 39 participants. Children motor development was measured by using the Ages and Stages Questionnaire (ASQ) 3rd Edition. To measure the Socio-Economic Status (SES), an Instrument for Measuring the Socioeconomic Status of a family was used. The results showed that the early childhood motor development was not only influenced by parents' socioeconomic status, it was also influenced by playgrounds available in schools and the playing space at home. This study shows that parents today understand the importance of early childhood education in optimizing children development. Schools and neighborhoods are two best investments for a better children' future.   AbstrakStudi ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan perkembangan motorik anak usia dini dengan tingkat status sosial ekonomi (SES) orang tua. Metodologi penelitian menggunakan studi komparasi Ex-post Facto. Populasi penelitian melibatkan anak usia 4-5 tahun berasal dari sekolah pendidikan anak usia dini yang berada di daerah perkotaan. Sampel dipilih sebanyak 50 (laki-laki = 27; perempuan = 23). Partisipasi sampel keseluruhan sebesar 78%. Sehingga sampel yang representatif sebanyak 39. Perkembangan Motorik anak diukur menggunakan Ages and Stages Questionaire (ASQ) 3rd Edition. Sedangkan untuk mengukur Status Sosial Ekonomi (SES) menggunakan Instrument (Scale) for Measuring the Socioeconomic Status of a family. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan motorik anak usia dini tidak hanya dipengaruhi faktor status sosial ekonomi orang tua, juga dipengaruhi oleh tempat bermain yang tersedia di sekolah dan lingkungan bermain di rumah. Penelitian ini menunjukkan bahwa orang tua saat ini semakin memahami pentingnya pendidikan anak sejak dini dalam mengoptimalkan perkembangan anak. Sekolah dan lingkungan tempat tinggal merupakan salah satu wujud investasi terbaik untuk masa depan anak yang lebih baik.