Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS EFISIENSI DAN SKALA EKONOMIS : STUDI PADA PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA Suhel, Suhel; Amin, H.T. Dzulkarnain; Indiastuti, Rina; Wibowo, Kodrat
Indonesian Journal of Economics and Bussiness Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study to analyze cost eficiency at Islamic Banking Industry in Indonesia, by using Stochastic Frontier Approach (SFA), scale economies. The unit analyze of this study is Comercial Islamic Banking/ Bank Umum Syariah (BUS) that has operated at least since 2005. This study is using data panel.The data used is data of quarterly bank unit from financial report of Islamic Banking, The study shows that during 2005 – 2009 period, Islamic Banking Industry has average of eficiency level about 87,15 percent. However, the trend shows that the performance is improving.  It is also that economies of scale is more than 1 too, it meaning that Islamic Banking Industry is in economies of scale condition. Individually, Islamic Banking also shows the same condition.
DAMPAK TRANSFER PEMERINTAH PUSAT TERHADAP PENURUNAN KETIMPANGAN PENDAPATAN DI INDONESIA Wardhana, Adhitya; Juanda, Bambang; Siregar, Hermanto; Wibowo, Kodrat
Sosiohumaniora Vol 15, No 2 (2013): SOSIOHUMANIORA, JULI 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.649 KB)

Abstract

Pemerintah Pusat berdasarkan UU No 33/2004 memberikan dana transfer kepadapemerintah daerah. Dana transfer pusat tersebut digunakan sebagai perimbangan keuangan daerah.Dana transfer yang diberikan pemerintah seperti Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus(DAK) yang difungsikan sebagai stimulus fiskal bagi daerah. Dana transfer pusat diharapkan akanmemberikan peningkatan pembangunan bagi daerah. Namun dana transfer pusat tersebut belummemberikan penurunan ketimpangan pendapatan antar daerah. Dana transfer pusat ini setidaknya dapatmenutupi kebutuhan daerah. Ketimpangan pendapatan setiap daerah akan terjadi tetapi pemerintah akanmemikirkan bagaimana ketimpangan pendapatan daerah dapat diturunkan. DAU merupakan salah satuhibah dari pemerintah pusat untuk menurunkan ketimpangan pendapatan antar daerah. Adanya aturanhold-harmless menjadikan pemberian DAU minimum sama dengan tahun lalu yang mengakibatkanfungsi DAU tidak berjalan. Fungsi DAU yaitu daerah yang kapasitas fiskal rendah akan diberikanDAU relatif besar. Dengan diberlakukan hold harmless membuat fungsi DAU tidak terjadi. Aturanhold harmless sudah tidak digunakan lagi setelah tahun 2009. Dalam penelitian ini mencoba untukmelihat faktor-faktor yang mempengaruhi ketimpangan pendapatan di Indonesia melalui instrumenfiskal seperti DAU dan DAK. Periode penelitian tahun 2001-2010 menggunakan regresi panel data.Hasil yang estimasi yang didapat yaitu DAU, DAK, infrastruktur jalan, aturan hold harmless dan jumlahpenduduk mempengaruhi signifikan terhadap ketimpangan pendapatan. Selain melihat hasil estimasidari persamaan ketimpangan pendapatan, penelitian ini akan melihat perkembangan ketimpanganpendapatan provinsi di Indonesia dengan menggunakan indeks Williamson. Hasil yang didapatketimpangan pada daerah miskin lebih merata dibandingkan daerah kaya. Penentuan daerah kaya dandaerah miskin menggunakan median PDRB perkapita.
DAMPAK DARI KEBIJAKAN IMPOR BERAS NASIONAL TERHADAP PEREKONOMIAN JAWA BARAT: SIMULASI MENGGUNAKAN MODEL CGE INDOTERM Horridge, Mark; Wittwer, Glyn; Wibowo, Kodrat
Sosiohumaniora Vol 8, No 3 (2006): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2006
Publisher : Sosiohumaniora

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.843 KB)

Abstract

Di Indonesia, kebijakan nasional dalam mengimpor beras merupakan salah satu kebijakan yang selalu menimbulkan kontroversi terutama pada kelompok masyarakat petani dan pengambil kebijakan ekonomi nasional maupun regional. Makalah ini menyajikan simulasi kebijakan impor beras nasional terhadap perekonomian nasional secara umum dan pengaruhnya terhadap perekonomian Provinsi Jawa Barat secara khusus. Simulasi dilakukan dengan menggunakan model Computable General Equilibrium (CGE) INDOTERM yang dikembangkan atas kerja sama Monash University Australia dan Universitas Padjadjaran. Analisa ekonomi dengan model INDOTERM memungkinkan analisa kebijakan ekonomi tingkat nasional dapat diperluas tidak hanya pada tingkat nasional namun juga ke tingkat regional (provinsi) bahkan tingkat lokal di Kabupaten/Kota. Hasil simulasi menunjukkan bahwa dampak ekonomi dari kebijakan impor beras nasional dengan skenario tambahan10% untuk konsumsi masyarakat akan beras di tingkat nasional tidak terlalu signifikan Hasil simulasi yang menarik bagi para pengambil kebijakan lebih banyak terletak pada analisa regional dan konsumsi rumah tangga dimana Provinsi Jawa Barat relatif dibandingkan daerah lain di Indonesia mengalami kerugian. Kesimpulan dari makalah ini adalah bahwa kebijakan impor beras nasional berdampak merugikan perekonomian Provinsi Jawa Barat terutama dalam konsumsi agregat rumah tangga pertanian di daerah pedesaan dibandingkan dampaknya di provinsi lain. Kata Kunci: Computable General Equilibrium (CGE), Ekonomi Regional, Agregat Pengeluaran.
Consistency of Planning and Budgeting of Basic infrastructure in West Java Province Kharisma, Bayu; Wibowo, Kodrat
Economics Development Analysis Journal Vol 8 No 1 (2019): Economics Development Analysis Journal
Publisher : Economics Development Department, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.938 KB)

Abstract

Planning and budgeting play an essential role in achieving development goals in the national and regional scale, especially fundamental development such as infrastructure. Development planning documents through the Medium-Term Expenditure Framework (MTEF) approach presents the relationship between policy priorities and available budgets. The development planning document is implemented annually through the Regional Development Budget (APBD) through a Public Expenditure Management (PEM) approach. Consistency between the two documents is needed to achieve development goals. The purpose of this study is to analyze the consistency between the MTEF and PEM in the Regional Medium Term Development Plan (RPJMD) and the realization of the APBD on basic infrastructure in West Java Province during the period 2016-2017. The research used a method of comparing programs and budgets according to the number, variance, and percentage of changes between MTEF and public budget management and Analytic Hierarchy Process (AHP). The results showed that the MTEF and PEM in infrastructure in West Java were not consistent. The difference was caused by the difference in agreement; where MTEF is an agreement between the executive only and PEM is approved by the executive and legislative.   Keywords: Consistency, MTEF, PEM, planning and budgeting, infrastructure, AHP.
The Determinants of Large and Medium Industrial Sectors Productivity Growth in Indonesia Badriah, Lilis Siti; S. Alisjahbana, Armida; Wibowo, Kodrat; Hardiyanto, Ferry
Economics Development Analysis Journal Vol 8 No 1 (2019): Economics Development Analysis Journal
Publisher : Economics Development Department, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.488 KB)

Abstract

The study aims to analyze the determinants of labor productivity growth in the large and medium industrial sub-sectors in Indonesia related to changes in economic structure that lead to the dominant role of the industrial sector in national GDP formation. The data used are combined between cross-section from 62 large and medium industrial sub-sectors, and time series, during 1990-2014, which are divided into 5 sub-periods of research. The data includes value added, number of workers, FDI, and Wages. Data sources are the Central Bureau of Statistics, Bappenas, and the Ministry of Industry of the Republic of Indonesia. The analytical method used is the panel data regression model, using secondary data. The model is analyzed by estimating the Least Square Dummy Variable (LSDV) method. The results of the study show that: (1) Changes in the share of labor as a result of the process of reallocating labor between sub-sectors have a negative effect on labor productivity growth. (2) Determinants of labor productivity growth, in addition to changes in the share of labor: those are investment variables (capital deepening), both short and long-term, and FDI does not affect labor productivity growth, while wages have a significant positive effect.