p-Index From 2015 - 2020
6.775
P-Index
Articles

ISLAM DAN ADAT: TINJAUAN AKULTURASI BUDAYA DAN AGAMA DALAM MASYARAKAT BUGIS Wekke, Ismail Suardi
Jurnal Analisis Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : IAIN RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian Islam dan adat menjadi wacana untuk melihat bagaimana perjumpaan antara agama dengan budaya lokal. Perkembangan terkini menunjukkan adanya harmoni dan interaksi diantara keduanya. Sehingga ada proses akulturasi dalam menampilkan praktik beragama pada kehidupan sehari-hari. Untuk itu, penelitian ini akan mengkaji interaksi antara Islam dan adat di masyarakat Bugis dalam tinjauan akulturasi budaya. Pendekatan kualitatif digunakan selama proses penelitian. Observasi yang tidak berpartisipasi dan wawancara mendalam diterapkan selama pengumpulan data. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada sinergi antara keteguhan dalam adat dengan ketaatan beragama. Dengan menjadikan adeq (adat) dan saraq (syariat) keduanya sebagai struktur dalam panggaderreng (undang-undang sosial), maka ini menyatukan fungsi keduanya dalam mengatur kehidupan. Selanjutnya dalam banyak aktivitas adat telah diadaptasi dengan prinsip-prinsip keislaman. Islam diterjemahkan ke dalam perangkat kehidupan lokal dengan tetap mempertahankan pola yang ada kemudian ditransformasi ke dalam esensi tauhid. Dengan menggunakan potensi lokal ini digunakan sebagai strategi untuk membangun spiritualitas tanpa karakter kearaban. Islam dalam nuansa adat Bugis diinterpretasi kedalam nilai dan tradisi sehingga membentuk identitas masyarakat Bugis. Akhirnya, perjumpaan adat dan agama dalam budaya masyarakat Bugis menunjukkan telah terjadi dialog dan merekonstruksi sebuah budaya baru dalam nuansa lokal.
Minoritas Muslim di China: Perkembangan, Sejarah Dan Pendidikan Wekke, Ismail Suardi; Rusdan, Rusdan
Ijtimaiyya: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 10, No 1 (2017): Ijtimaiyya : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Ijtimaiyya: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat bebeberapa teori tentang masuknya agama Islam di China. Perbedaan pendapat tersebut disebabkan oleh kurangnya data yang valid yang ditemukan dilapangan tentang kapan dan dimana pertama kali Islam menyebar di negeri itu.Menurut Jean A. Berli dalam bukunya Islam in China menjelaskan,masuknya Islam di China berlangsung pada abad ke-8.Sedangkan apabila berdasarkan pada catatan Chen Yuen dan catatan resmi dari Dinasti Tang menunjukkan bahwa Khalifah Utsman bin Affan sudahmengirim utusan ke China sejak abad ke-7, tepatnya tahun 30 H/651 M. Kedatangan Islam lebih dari 10 abad yang lalu tentu sedikit banyak memberikan dinamika tersendiri bagi perkembangan China. Meski sebagai minoritas, umat Islam di China selalu melibatkan diri dalam proses dealektika sejarah berdirinya negeri tersebut. Bahkan tokoh revolusionis yang membawa China dari pemerintahan tiran (Dinasti Manchu) menuju negara Republik Demokratis adalah seorang tokoh Islam yang bernama Sun Yat Sen. Hadirnya Sun Yat Sen dan tokoh-tokoh muslim penting lainya tidak lepas dari kegigihan umat Islam dalam membangun peradaban mereka melalui kultur, sosial, budaya dan pendidikan yang mereka perjuangkan selama berabad-abad. Di sadari atau tidak, kegigihan umat Islam inilah yang secara tidak langsung juga ikutserta dalam menentukkan arah gerak masa depan China yang sekarang ini. 
Praktik Adopsi Anak di Masyarakat Bugis: Antara Pandangan Ulama dan Budaya Yusuf, Muhammad; Wekke, Ismail Suardi
al-'adalah Vol 15, No 1 (2018): Al-'Adalah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/adalah.v15i1.2270

Abstract

Artikel ini mengulas tradisi adopsi di kalangan masyarakat Bugis melalui pandangan ulama Bugis dan nilai-nilai kearifan lokal. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan analisis isi. Studi ini menemukan fakta bahwa ulama Bugis telah mengidentifikasi dua bentuk praktik adopsi. Pertama, praktik adopsi sebagaimana yang terjadi saat ini yang mengubah nasab sehingga dapat saling mewarisi. Kedua, praktik adopsi yang tidak mengubah nasab. Model pertama adalah adopsi yang dilarang dalam Islam demi menjaga hukum dan keturunan sesuai dengan niat nilai-nilai budaya paccing dan lempu'. Model kedua adalah adopsi yang diperbolehkan. Praktik adopsi semacam ini bahkan didorong jika motifnya adalah motif kemanusiaan dan juga sesuai dengan nilai-nilai budaya pesse (pacce) yakni rasa kemanusiaan yang mendalam dan sibaliperri (semangat gotong royong).
EDUCATIONAL TECHNOLOGY ON TEACHING AND LEARNING OF INTEGRATED ISLAMIC EDUCATION IN BRUNEI DARUSSALAM Wekke, Ismail Suardi; Lubis, Maimun Aqsha
ULUMUNA Vol 15, No 1 (2011): June
Publisher : State Islamic Institute (IAIN) Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/ujis.v15i1.215

Abstract

مستخلص:  حكومة بروناى دار السلام تقوم نشيطة بتنمية نموذج مثالى للتعليم وإدارة التربية الإسلامية بالوسائل التكنولوجية. وهذه المحاولة تدعمها مبادرة سلطان بروناى دار السلام بوصفه رئيسا للدولة. وهذه المقالة تكون معلوماتها مستمدة من حقائق الدراسة العلمية:   تكامل التربية الإسلامية واستخدامها وسائل الإتصال والإخبار التكنولجية فى عملية التعليم. هذه المحاولة المتكاملة لها أثرها النافع فى إثراء المواد الدراسية للطلاب وفى تسهيل عملية التدريس. وما كادت هذه البرامج تمضى ثمان سنوات حتى حصلت الحكومة على الإرتقاء بمقدرة الطلاب، وباستيعابهم على المواد الدارسية، وبكيفية التقويم التربوي الأصلح, وباصلاح عملية تنظيم التربية الإداري. وهذه الدراسة تحصل على أن وسائل الإخبار والإتصال التكنولوجية تتساير وتقدم التربية الإسلامية تسايرا متكاملا فى ترقية ذكاء الطلاب. Abstrak:  Pemerintah Brunai Darussalam giat mengembangkan model pembelajaran dan administrasi pendidikan Islam dengan menjadikan teknologi sebagai fasilitator. Upaya itu didorong oleh prakarsa Sultan Brunai Darussalam, kepala negara sekaligus sultan negara itu. Makalah ini mengemukakan hasil penelitian tentang integrasi pendidikan Islam dan penggunaan teknologi komunikasi dan informasi. Integrasi tersebut memberikan manfaat dalam pengayaan materi dan memudahkan proses pembelajaran. Setelah delapan tahun berjalan, program itu mampu mendorong kepada peningkatan kemampuan siswa, penguasaan materi pelajaran yang lebih terarah, evaluasi yang berkualitas, dan perbaikan pengelolaan administrasi pendidikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi informasi dapat bersinergi dengan pendidikan Islam sehingga pembelajaran menghasilkan kecerdasan bagi peserta didik.
TRADISI PESANTREN DALAM KONSTRUKSI KURIKULUM BAHASA ARAB DI LEMBAGA PENDIDIKAN MINORITAS MUSLIM PAPUA BARAT Wekke, Ismail Suardi
KARSA: Jurnal Sosial dan Budaya Keislaman Vol 22, No 1 (2014): ISLAM, BUDAYA DAN PENDIDIKAN
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.027 KB) | DOI: 10.19105/karsa.v22i1.549

Abstract

Pesantren menjadi pilar tradisi. Pada saat yang sama, pesantren jugaberkontribusi terhadap masyarakat dalam pengembangan komunitas. Untuk itu,sebuah keperluan untuk mengkaji bagaimana pesantren memperkaya programmereka untuk membantu santri dalam belajar bahasa Arab. Penelitian inidilaksanakan di wilayah minoritas muslim yaitu Papua Barat. Salah satuintsruksional utama untuk menjalankan pengajaran dan pembelajaran adalahkurikulum. Artikel ini akan mengkaji bagaimana minoritas muslimmengkonstruksi program bahasa Arab dan memperkaya kurikulum tersebutdalam mencapai tujuan kelembagaan. Ada beberapa langkah yang dilaksanakanuntuk memberikan kesempatan bagi santri untuk menguasai bahasa. pertamakali, santri harus terampil dalam membaca. Akhirnya, penelitian inimenyimpukan bahwa kurikulum bahasa Arab dikonstruksi dan dintegrasikandengan materi pembelajaran Islam yang lain.
HUKUM ISLAM DAN GAGASAN FIKIH AQALLIYAT: PROBLEMATIKA MUSLIM MINORITAS PAPUA BARAT Wekke, Ismail Suardi
Al-Manahij Vol 8, No 1 (2014): METODE IJTIHAD INDUKTIF TEMATIK AL-SYATIBI
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.179 KB)

Abstract

Diskursus muslim minoritas di Amerika dan Eropa dalam kaitannya dengan kebutuhan hukumnya menjadi salah satu pembahasan mutakhir dalam wacana hukum Islam. Padahal, keberadaan minoritas muslim juga ada dalam konteks Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya untuk mengkaji fikih aqalliyat dalam kondisi Indonesia. Tujuan penelitian difokuskan kepada identifikasi problema hukum yang berlangsung di tengah-tengah muslim minoritas Papua Barat. Penelitian dilaksanakan dengan metode wawancara dan observasi sebagai alat pengumpulan data. Penelitian menunjukkan ada beberapa masalah yang melingkupi muslim minoritas di Papua Barat, antara lain terkait dengan warisan, relasi sosial dengan komunitas lain, begitu juga dengan perkawinan beda agama. Situasi ini berlangsung sebagai hasil interaksi antar umat beragama dengan lingkungannya. Adaptasi dan persaudaraan memberikan peluang untuk senantiasa membangun kesepahaman dan pengertian di antara mereka tanpa memandang perbedaan agama. Akhirnya, penelitian ini menyimpulkan perlunya penetapan hukum yang secara khusus melingkupi keberadaan muslim minoritas. Ada perhatian untuk melihat hubungan mereka dengan penganut agama lain, yang berbeda dengan fikih yang melingkari kepentingan umat Islam Indonesia dalam skala mayoritas.
SASI MASJID DAN ADAT: Praktik Konservasi Lingkungan Masyarakat Minoritas Muslim Raja Ampat Wekke, Ismail Suardi
AL-TAHRIR Vol 15, No 1 (2015): Islam dan Local Wisdom
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/al-tahrir.v15i1.171

Abstract

Abstract: This research is to explore the relationship between the mosque and communities in Raja Ampat. Based on the research objectives mentioned, the problems raised in this research is how the community cares in protecting the environment originating from religious expression. Furthermore, this study will describe the condition of the village in running its tradition. The results showed that the villagers have made the Islamic tradition as their references and regulations in keeping the surrounding environment including the sea and the forest. The regulations enforced to community were to guide the community or residents to improve and maintain the production of the environment. Some ideas which were applied in this community were to serve as guidelines for everyone for all the time. Regulations based on the political policies also became a part of the support for this practice with the enactment of local regulations. The regulation was adopted on the basis of the practices and customs of the people that have taken place since long time ago. This research showed that Islam was used as a spirit to support the sustainability of peoples habits. The power of religion became the basis in setting the needs and at the same time it could accelerate new ideas to be accepted in the community. This study was to construct the idea that there were some local conditions especially to form an understanding of society in the process of protecting the environment. Finally, this research concludes that religion becomes a rule that arises natural synergy at the needs of the community. In addition, this research becomes the basis for further research on religious expressions and environmental safeguards.الملخص :هذا البحث يبين أهمية المسجد فى المجتمع راجا أمفا (Raja Ampat) . أما مشكلات البحث فهي: كيف اهتمام الجماعة فى تنمية البيئة. فيكون هذا البحث شرحًا لنا عن تطبيق عناصر العادات فى القرية . ومن خطة الدراسة أن أهالى القرية يستخدمون النظام الديني فى تطور العالم. وهناك أيضا الجوامع الإجتماعية التى تجرى فى تصميم ووسائل الأعلام التى تحتوي الإرشادات فى الفكرة الرئيسية. التصنيف والسياسة الطابعية فى فكرة من مجموع منصوص الحكم. وهذه الأحكام من تحريف العوامل الثقافية. يثبت هذا المقال على أن دين الإسلام من القائمة الخاصة لتطوير السياق الإجتماعي. والحركات الدينية تأتى مع القادمين الجدد والفكر مرافق للحركة من إجراء تحليل البيانات على النتائج . فيمكن أن يتم النظام ليس لديها تحقيقًا فى دور خاصة ولكن يدور فى الجماعات الإسلامية العامة. وبناء هذه الحطة أن تقوم فى تدريبات وتعليمات مرحلة استخدام خاصة لتحديد العوامل فى قرية معينة. وأخيرًا، يناقش هذا البحث العلاقة بين الهِمة الدينية فى اكتشاف المنظمة الإجتماعية كما أن يمكن أن تكون أساسًا للنظر فى استقبال الدراسة الأخرى لجميع المنظمات الإسلامية بين الدين والمجتمع.Abstrak: Artikel ini mengekplorasi hubungan antara masjid dengan masyarakat di Raja Ampat. Masalah penelitiannya adalah bagaimana kepedulian masyarakat dalam menjaga lingkungan yang bersumber dari ekspresi keberagamaan. Selanjutnya, penelitian ini akan menjelaskan kondisi kampung dalam menjalankan adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat kampung menjadikan tradisi Islam dalam menjaga lingkungan sekitar, termasuk laut dan hutan. Aturan-aturan yang diberlakukan masyarakat untuk memandu para penduduk dalam memanen produksi lingkungan. Beberapa ide yang diterapkan dijadikan sebagai pedoman bagi setiap orang sepanjang waktu. Regulasi politik juga menjadi bagian dari dukungan terhadap praktik ini dengan diberlakukannya peraturan daerah. Peraturan tersebut diadopsi dari praktik dan kebiasaan masyarakat yang sudah berlangsung sejak dulu. Artikel ini menunjukkan bahwa Islam merupakan spirit untuk mendukung keberlangsungan kebiasaan masyarakat. Kekuatan agama menjadi dasar dalam mengatur keperluan dan pada saat yang sama mengakselerasi ide-ide baru yang diterima. Kajian ini mengkonstruksi bahwa ada beberapa kondisi setempat secara khusus membentuk pemahaman masyarakat dalam proses menjaga lingkungan. Akhirnya, artikel ini menyimpulkan bahwa agama menjadi aturan yang disinergikan dengan kebutuhan masyarakat. Penelitian ini dapat menjadi dasar bagi penelitian selanjutnya tentang ekspresi keagamaan dan penjagaan lingkungan. Keywords: sasi, masjid, adat, minoritas Muslim
CURRICULUM DEVELOPMENT IN MADRASA: EXPLORATION FROM MUSLIM MINORITY OF WEST PAPUA Wekke, Ismail Suardi
Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 3 (2015): JURNAL PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : Universitas Islam Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpi.v1i3.683

Abstract

Muslim minority educational development was left behind to explore. The existing researches on the publication are only about Muslim majority. Therefore, it is a need to discover the existence of Muslim minority in the eastern part of Indonesia. This research was conducted in West Papua Province. In-dept interview and non-participant observation were conducted to collect data. Focus group discussion was circulated to ensure data triangulation. This study shows that environment neighborhood is one of the factors to consider in curriculum formation. Educational establishment is the breakthrough to fulfill the need of religious education. In addition, the standard to achieve is not only the national average but also there is vision to inaugurate social harmony and cultural situation. Finally, this article concludes that educational management board and teacher panel tried to perceive and hear the sound of milieu. This practice shows a progress of improvement and enhancement in improving relevant curriculum.
Konsep Negara dan Relevansi Terhadap NKRI Perspektif Emha Ainun Nadjib Najib, Muh. Ainun; Sugandi, Budy; Wekke, Ismail Suardi
al-Daulah: Jurnal Hukum dan Perundangan Islam Vol 8 No 02 (2018): Oktober
Publisher : Prodi Siyasah (Hukum Tata Negara) Fakultas Syari'ah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.427 KB) | DOI: 10.15642/ad.2018.8.02.278-295

Abstract

Abstract: State and power are two things that cannot be separated from one another. Substantially, both have the main purpose of creating prosperity for the people. In fact, the Indonesia's democratic system seems to be imperfect. Therefore, it needs to have reorientation and revitalization of the concept in its implementation. The thought of Muhammad Ainun Najib (Cak Nun), in this context, is an alternative offer, such as; first, there is a distinction between state institutions and government institutions, between the head of state and the head of government, for the sake of creating political stability and the administration of the good governance; second, the criteria of a leader need to have scientific quality that is not only knowing issues of the personal and group interests, but also understanding in detail about the life of the regions; third, Indonesia should have five national pillars such as people, Indonesian National Army (TNI), intellectuals, customs and culture, as well as spiritual powers. Those five pillars are supposed to support the upright and the solid state of the Republic of Indonesia. Keywords: Concept of the country, Cak Nun, Indonesia. Abstrak: Negara dan kekuasaan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain, yang secara substansial mempunyai tujuan utama menciptakan kesejahteraan bagi rakyatnya. Sistem demokrasi Indonesia terbukti masih belum sempurna, perlu ada reorientasi, dan revitalisasi konsep dalam pelaksanaanya. Pemikiran Muhammad Ainun Najib (Cak Nun) dalam konteks ini menjadi alternatif yang dapat ditawarkan misalnya; pertama, adanya pembedaan antara lembaga negara dan lembaga pemerintah, antara kepala Negara dan kepala pemerintahan, demi terciptanya kestabilan politik dan penyelenggaraan pemerintahan yang baik dalam suatu negara; kedua, kriteria seorang pemimpin perlu memiliki kualitas keilmuan yang tidak hanya sekedar mengetahui persoalan yang bersifat kepentingan pribadi dan golongan, tapi wajib memahami secara rinci tentang kehidupan di wilayahnya; ketiga, Indonesia seharusnya memiliki lima pilar kebangsaan seperti rakyat, TNI, Intelektual, adat dan budaya, dan kekuatan spiritual yang menopang tegak dan kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tata tentren kerta raharja. Kata Kunci: Konsep negara, Cak Nun, Indonesia.
ISLAM DAN ADAT: TINJAUAN AKULTURASI BUDAYA DAN AGAMA DALAM MASYARAKAT BUGIS Wekke, Ismail Suardi
Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 13, No 1 (2013): Analisis : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : IAIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic  studies  and adat  (tradition)  tend  to  enhance  discourse to  see how religion  encounters  with  local culture.  Recently,  it shows that  there are harmony and interaction  between  them. In addition,  there  is acculturation in performing  religious practice in daily  life. Therefore,  this  study  will explore  the  interaction between Islam and adat in Bugis society in term culture acculturation.  Qualitative  approach was conducted during circle of research. Non-participant observation  and in-depth  interview were employed in collecting data. This research shows that there is synergetic  on adat understanding  with  religious  expressions. Adeq (adat) and saraq (Islamic law) both were placed as part of panggaderreng (social law). As a result, this combination gathers to rule society life. Moreover, many adat activities adapt to Islam principles. Islam was translated  to local life round in preserving ethnicity existence then transform to belief spirit. Using this local potency convert a strategy to develop spirituality  without Arabic characteristics.  Islam in Bugis adat context  interprets  to  norm and tradition  in expanding  identity  Bugis society.  Finally, adat and religion encounters in Bugis society culture demonstrate  that there was a dialogue between them and construct a new tradition in local environment.