Articles

Found 2 Documents
Search

Modifikasi Karet Alam menjadi Maleated Natural Rubber melalui Proses Grafting dengan Variasi Kadar Maleat Anhidrida dan Temperatur Wati, Rika; HS, Irdoni
Jurnal Teknobiologi Vol 3, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Teknobiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modification of natural rubber into Maleated Natural Rubber (MNR) is one area ofresearch that is being developed. This research aims to study the effect of levels ofmaleic anhydride (MAH) and the mixing temperature of the grafting degree ofMAH on making MNR. MAH varied levels of 6, 8, and 10 phr (per hundredrubber) while the mixing temperature was varied at 135, 145 and 155oC.Modification process using internal mixer with 60 rpm for 10 minutes. The degreeof grafting was determined by titrimetric method where by MNR in xylene solutionwas titrated using a solution of MeOH until the solution changes color from brownto red to orange. Based on the test results of FT-IR for natural rubber, C-Hstretching characteristics inherent in the double bond C=C absorption peak is at 835cm-1 and stretching characteristics alkene (C=C) is at the absorption peak 1659 cm-1. And for the MNR, the absorption peak anhydride (C=O) were grafted on naturalrubber is at the absorption peak 1712 cm-1. And analysis of the degree of grafting,showed that the levels of MAH-graft can be left on the structure of natural rubberup to optimum condition. And the higher the temperature, the higher the degree ofmixing of grafting on making the MNR. Highest grafting degree obtained at 8 phrMAH levels and mixing temperature 155°C with the degree of grafting of 3.593%.
PENGARUH PEMBERIAN LARUTAN TEMULAWAK (Curcuma xanthorriza Roxb) TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP IKAN BIAWAN (Helostoma teminchii) YANG DI INFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophila wati, rika; raharjo, eka indah; prasetio, eko
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 02 (2018): JURNAL RUAYA Memajukan Perikanan Dengan Penerapan Teknologi Terbarukan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.59 KB) | DOI: 10.29406/rya.v6i02.1010

Abstract

Infeksi bakteri Aeromonas hydrophila merupakan salah satu penyebab Motile Aeromonad Septicemia (MAS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian larutan temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb) terhadap kelangsungan hidup ikan biawan (Helostoma teminchii) yang di infeksi bakteri Aeromonas hydrophila. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan 5 perlakuan 3 ulangan yaitu perlakuan A (KN 0 g/l), B (KP 0g/l dan tanpa injeksi bakteri), C (0,2 g/l larutan temulawak), D (0,4 g/l larutan temulawak) dan E (0,6 g/l larutan temulawak). Ikan uji dilakukan perendaman selama 7 hari sebelum uji tantang dan di amati selama 14 hari setelah uji tantang. Uji tantang tantang dilakukan dengan menyuntikan suspensi bakteri Aeromonas hydrophila dengan dosis 108 sel/cfu sebanyak 0,1 ml secara intramuscular. Sedangkan variabel pengamatan meliputi patogenitas (gejala klinis), perubahan bobot, dan kelangsungan hidup.  Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa gejala klinis ikan pasca infeksi diantaranya radang, radang dan hemoragi, tukak, dan sembuh. Pemberian larutan temulawak melalui perendaman  memberikan pengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup ikan biawan pasca infeksi, yaitu  pada perlakuan (E) dengan dosis 0,6 g/l dengan nilai perubahan bobot 1,97 gram dan kelangsungan hidup 93,33 %.