Nugroho Tri Waskitho
Fakultas Pertanian Peternakan, Universitas Muhammadiyah Malang, Jl. Raya Tlogomas 246, Malang 65144

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

PENINGKATAN SANITASI LINGKUNGAN DESA KEMAMANG KECAMATAN BALEN KABUPATEN BOJONEGORO Waskitho, Nugroho Tri; Sunarto, Sunarto
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku III Bidang Ilmu Kesehatan dan Sains Teknik, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 Se
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan sanitasi lingkungan di desa Kemamang Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro adalah terjadinya genangan air di berbagai tempat ketika musim hujan. Keadaan ini berpotensi sebagai sarang nyamuk yang mengancam kesehatan masyarakat.Metode yang dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan genangan air adalah dengan pembuatan saluran drainase. Program yang sudah dilakukan pada tahun 2015 adalah pembuatan saluran drainase di desa Kemamang di RT 04 dan RT 10.Kata kunci: sanitasi lingkungan; saluran drainase
Kajian Aset Nirwujud dalam Manajemen Sistem Irigasi Waskitho, Nugroho Tri; Arif, Sigit Supadmo; Maksum, Moch; Susanto, Sahid
Agritech Vol 32, No 1 (2012)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/agritech.9656

Abstract

The research aimed at studying on intangible assets at irrigation system management. The research method consisted oftwo stages. The first stage was data collecting which was done by questionnaire and interview on management of Water Use Associations (WUA) in Mejing irrigation system in Bantul, Sapon irrigation system in Kulon Progo, Yogyakarta, and Molek irrigation system in Malang, East Java. The second stage was data analysis which was done using ANFIS (Adaptive Neuro Fuzzy Inference System).The research result indicated that knowledge management falls into four main components: (i) learning organization, (ii) principle of organization, (iii) policy and strategy of organization, and (iv) information and communication technology which are integrated for controlling intangible assets in irrigation system. Intangible assets consisted of human capital, structural capital, and relation capital which are integrated for controlling performance of irrigation system. Knowledge management in Mejing and Sapon irrigation systems were in moderate-good condition (3.81 in1-5 scale) and in Molek irrigation system was poor (2.37). Intangible assets in Mejing, Sapon, and Molek irrigation systems were in moderate-good condition (3.61). Effectiveness of performance in Sapon, Mejing, and Molek irrigation systems were very good (0.89-0.95) and were very potential to develop. Each irrigation system had different prioritiesABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mengkaji kondisi aset nirwujud dalam manajemen sistem irigasi ditinjau dari manajemenpengetahuan. Metode penelitian terdiri dari dua tahap. Tahap pertama adalah pengumpulan data yang dilakukan dengan kuesioner dan wawancara dengan pengurus Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di Daerah Irigasi (DI) Mejing di kabupaten Bantul, dan DI Sapon di kabupaten Kulon Progo, propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dan DI Molek di kabupaten Malang, Jawa Timur. Tahap kedua adalah analisa data yang dilakukan dengan ANFIS (Adaptive Neuro Fuzzy Inference System).Penelitian menghasilkan bahwa manajemen pengetahuan yang terdiri dari organisasi pembelajar, prinsip organisasi, kebijakan dan strategi organisasi, teknologi informasi dan komunikasi secara terpadu mempengaruhi aset nirwujud sistem irigasi. Aset nirwujud yang terdiri dari modal manusia, modal struktural dan modal hubungan secara terpadu mempengaruhi efektivitas sistem irigasi. Manajemen pengetahuan dalam sistem irigasi Mejing dan Sapon tingkat tersier dalam kondisi cukup baik (3,81 dalam skala 1-5) sedangkan dalam sistem irigasi Molek kondisinya jelek (2,37). Aset nirwujud dalam sistem irigasi Mejing, Sapon dan Molek tingkat tersier dalam kondisi cukup baik (3,61). Kinerja sistem irigasi yang ditunjukkan dengan nilai efektivitas dalam sistem irigasi Mejing, Sapon dan Molek sudah sangat baik (0,89-0,95) namun masih berpotensi untuk ditingkatkan. Sistem irigasi mempunyai prioritas yang berbeda dalam upaya peningkatan aset nirwujudnya. Dalam upaya peningkatan modal manusia sistem irigasi Molek, organisasi pembelajar merupakan prioritas pertama. Dalam upaya peningkatan modal struktural dan modal hubungan, kebijakan dan strategi organisasi mendapat prioritas pertama. Dalam sistem irigasi Sapon, prinsip organisasi merupakan prioritas pertama dalam upaya meningkatkan modal manusia, modal struktural dan modal hubungan. Dalam sistem irigasi Mejing, prinsip organisasi merupakan prioritas pertama dalam upaya meningkatkan modal hubungan. Sistem irigasi mempunyai prioritas yang berbeda pula dalam upaya peningkatan kinerja sistem irigasi. Dalam upaya peningkatan efektivitas sistem irigasi Mejing dan Molek, modal hubungan merupakan prioritas pertama, sedangkan dalam sistem irigasi Sapon, modal struktural merupakan prioritas yang pertama.
Model Pengendalian Aset Nirwujud dalam Manajemen Sistem Irigasi Waskitho, Nugroho Tri; Arif, Sigit Supadmo; Maksum, Mochammad; Susanto, Sahid
Agritech Vol 32, No 4 (2012)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/agritech.9589

Abstract

The research aimed at developing model of controlling intangible assets in irrigation system management. The research method consisted of two stages. The first stage was building the model of controlling intangible assets in irrigation system management using neuro-fuzzy. The model had three submodels: (i) knowledge management, (ii) intangible assets, and (iii) performance of irrigation system. The second stage was evaluating the model in Sapon irrigation system in Kulon Progo, Yogyakarta. Data collecting was done by questionnaire and interview on nine Water Use Associations. Data analysis was done by Adaptive Neuro Fuzzy Inference System. The model had been evaluated by correlation coefficient, Mean Absolute Percentage Error and Root Mean Square Error. The research result indicated that the model of controlling intangible assets in irrigation system management could predict intangible assets and performance of irrigation system well. The model linked knowledge management, intangible assets and performance of irrigation system.  Knowledge management felt into four main components: (i) learning organization, (ii) principle of organization, (iii) policy and strategy of organization, and (iv) information and communication technology which controlling intangible assets in irrigation system. Intangible assets consisted of moral intelligence, emotional intelligence, creativity attitude, institutional culture, and farmer participation which  controlling effectiveness of irrigation system.ABSTRAKTujuan penelitian adalah mengembangkan model pengendalian aset nirwujud dalam manajemen sistem irigasi. Metode penelitian terdiri dari dua tahap. Tahap pertama adalah pembangunan model pengendalian aset nirwujud dalam manajemen sistem irigasi dengan prinsip neuro-fuzzy. Model mempunyai tiga sub model yaitu manajemen pengetahuan, aset nirwujud dan kinerja sistem irigasi. Tahap kedua adalah pengujian model di Daerah  Irigasi Sapon di kabupaten Kulon Progo, propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengunpulan data dilakukan dengan kuesioner dan wawancara dengan sembilan Perkumpulan Petani Pemakai Air. Analisa data dilakukan dengan   Adaptive Neuro Fuzzy Inference System. Model dievaluasi dengan koefisien korelasi, Mean Absolute Percentage Error dan Root Mean Square Error. Penelitian menghasilkan bahwa model pengendalian aset nirwujud dalam manajemen sistem irigasi yang menggunakan prinsip neuro-fuzzy dapat memprediksi aset nirwujud dan efektivitas sistem irigasi dengan baik. Model menghubungan manajemen pengetahuan, aset nirwujud dan kinerja sistem irigasi.  Manajemen pengetahuan yang terdiri dari organisasi pembelajar, prinsip organisasi, kebijakan dan strategi organisasi, teknologi informasi dan komunikasi mempengaruhi aset nirwujud sistem irigasi. Aset nirwujud yang terdiri dari kecerdasan moral, kecerdasan emosional, sikap kreatif, budaya lembaga, dan partisipasi petani mempengaruhi efektivitas sistem irigasi.
SURVEY OF IRRIGATION AREA USING MICRO UNMANNED AERIAL VEHICLE (MICRO-UAV) IN GUMBASA IRRIGATION AREA Ibrahim, Jabal Tarik; Waskitho, Nugroho Tri; Wahono, Wahono; Ma’mun, Sitti Rahma
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agrise.2017.017.1.1

Abstract

This study aims to develop a new approach in doing evaluation of irrigation system in terms of getting accurate data at a reasonable cost in an essay and fast manner. The research was done at Gumbasa Irrigation District in Sigi, Central of Sulawesi, Indonesia on May-June 2015. The workflow consists of: (i) preparation; (ii) flight planning; (iii) automated flight; (iv) data processing. Data analysis was done by comparison between Red Green Blue (RGB) method and Near Infra Red Green Blue (NirGB) method. The results show that the use of micro-UAV provide an efficient way to collect data needed to manage a very large irrigation system.  The RGB image can be effectively used to identify crop’s condition on an irrigation area, which is needed to plan irrigation efficiently.  The NirGB image can be effectively used to assess tertiary and secondary level of irrigation canal such as leakage.
Pengendalian Aset Nirwujud dalam Manajemen Sistem Irigasi: Konsep dan Pengembangan Model Waskitho, Nugroho Tri; Arif, Sigit Supadmo; Maksum, Mochammad; Susanto, Sahid
Agritech Vol 33, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/agritech.9573

Abstract

Irrigation was an important component of the agricultural development in Indonesia, but it had many problems. Irrigation management was inefficient, irrigation networks were damaged and farmers participation were poor. These problems were caused by poor of intangible assets. The research aimed at developing the concept and the model of controlling intangible assets in irrigation system management. The research method consisted of two stages. The first stage was developing the concept. The concept of controlling intangible assets in irrigation system management was developed based on principles of knowledge management. The concept stated that intangible assets in irrigation system can be controlled using knowledge management. The second stage was developing the model which consisted of model building and sensivity analysis. Model of controlling intangible assets in irrigation system management was build using neuro-fuzzy. The model had three submodels: knowledge management, intangible assets and performance of irrigation system. Evaluating the model was done in Sapon irrigation system in Kulon Progo, Yogyakarta. Data collecting was done using questionnaire on nine Water Use Associations. Data analysis was done using Adaptive Neuro Fuzzy Inference System. The model had been evaluated using correlation coefficient, Mean Absolute Percentage Error and Root Mean Square Error. Result of the study indicated that the concept of controlling intangible assets in irrigation system management had developed based on knowledge management. The concept stated that irrigation system management had to balance between tangible assets and intangible assets. Intangible assets which had amortization need be controlled. Controlling intangible assets can be done by knowledge management. The model of controlling intangible assets in irrigation system management could predict intangible assets and performance of irrigation system well. The model linked knowledge management, intangible assets and performance of irrigation system.  Knowledge management felt into four main components: learning organization, principle of organization, policy and strategy of organization and information and communication technology which controlling intangible assets in irrigation system. Intangible assets consisted of moral intelligence, emotional intelligence, creative attitude, institutional culture, and farmer participation which  controlling effectiveness of irrigation system. Learning organization was the most sensitive parameter in influencing moral intelligence and creative attitute.  Policy and strategy were the most sensitive parameter in influencing emotional intelligence, institutional cultura and farmer participation. Farmer participation was the most sensitive parameter in influencing effectiveness of irrigation system.ABSTRAKIrigasi merupakan komponen penting dalam pembangunan sektor pertanian di Indonesia namun masih mempunyai banyak permasalahan. Manajemen irigasi belum efisien, partisipasi petani yang menurun, jaringan irigasi yang rusak sehingga menurunkan kinerja sistem irigasi. Permasalahan tersebut disebabkan rendahnya kualitas aset nirwujud sistem irigasi. Tujuan penelitian adalah mengembangkan konsep dan model pengendalian aset nirwujud dalam manajemen sistem irigasi. Metode penelitian terdiri dari dua tahap. Tahap pertama adalah pengembangan konsep. Konsep pengendalian aset nirwujud dalam manajemen sistem irigasi dikembangkan dari prinsip manajemen pengetahuan. Tahap kedua adalah pengembangkan model yang terdiri dari pembangunan model dan analisis sensitivitas. Pembangunan model pengendalian aset nirwujud dalam manajemen sistem irigasi berbasis manajemen pengetahuan dengan prinsip neuro-fuzzy. Model mempunyai tiga submodel yaitu manajemen pengetahuan, aset nirwujud dan kinerja sistem irigasi. Pengujian model dilakukan di Daerah  Irigasi Sapon di Kabupaten Kulon Progo, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner terhadap sembilan Perkumpulan Petani Pemakai Air. Analisa data dilakukan dengan   Adaptive Neuro Fuzzy Inference System. Model dievaluasi dengan koefisien korelasi, Mean Absolute Percentage Error dan Root Mean Square Error. Penelitian menghasilkan bahwa konsep pengendalian aset nirwujud dalam manajemen sistem irigasi telah tersusun berbasis manajemen pengetahuan. Konsep menekankan bahwa manajemen sistem irigasi harus menyeimbangkan antara aset wujud dengan aset nirwujud. Aset nirwujud yang selama ini kurang diperhatikan mengalami penyusutan sehingga perlu dikendalikan. Upaya pengendalian aset nirwujud dilakukan dengan manajemen pengetahuan. Model pengendalian aset nirwujud dalam manajemen sistem irigasi yang menggunakan prinsip neuro-fuzzy dapat memprediksi aset nirwujud dan efektivitas sistem irigasi dengan cukup memadai. Model menghubungkan manajemen pengetahuan, aset nirwujud dan kinerja sistem irigasi.  Manajemen pengetahuan yang terdiri dari organisasi pembelajar, prinsip organisasi, kebijakan dan strategi organisasi, teknologi informasi dan komunikasi mempengaruhi aset nirwujud sistem irigasi. Aset nirwujud yang terdiri dari kecerdasan moral, kecerdasan emosional, sikap kreatif, budaya lembaga, dan partisipasi petani mempengaruhi efektivitas sistem irigasi. Organisasi pembelajar merupakan parameter yang paling sensitif dalam mempengaruhi kecerdasan moral dan sikap kreatif.  Kebijakan dan strategi merupakan parameter yang paling sensitif dalam mempengaruhi kecerdasan emosional, budaya lembaga dan partisipasi petani. Partisipasi petani merupakan parameter yang paling sensitif dalam mempengaruhi efektivitas sistem irigasi.