Articles

Found 18 Documents
Search

MANIPULASI HABITAT SEBAGAI SOLUSI TERJADINYA OUTBREAK WERENG COKLAT Wijayanti, Retno; Supriyadi, Supriyadi; Wartoyo, Wartoyo
Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Vol 27, No 1 (2012): March
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/carakatani.v27i1.14358

Abstract

Brown plant hopper outbreaks occurred again in the growing season of 2009 and continues to the present (2011). As a result of brown pant hopper, rice plants be comepuso. It is estimated more than 70% areal the rice in the ‘Golden Triangle’, name Klaten, Boyolali, and Sukoharjo crop failure. The main factors causing a population explosion is not the proper functioning of natural enemies. Natural enemies of brown pant hopper of dying from unwise use of pesticides. Actual mortality could be reduced if the natural enemies, natural enemies have a place of refuge from exposure topesticides by increasing habitat diversity in agricultural land. Research carried outaiming to see the effect of habitat manipulation in the presence of natural enemies and maintain the stability of the rice field ecosystem. The study was conducted at two locations namely rice land in the area and in Klaten Ceper Karanganom, Klaten. The results showed that the brown plant hopper populations relatively low throughout the study so it is not showing signs of damage. Natural enemy population is quite high in both locations experiments. Index of species diversity in Ceper experimental result show a high relative value. Results while the second experiment (in Karanganom) showed that land with habitat manipulation has a population of natural enemies and other insects is higher than the land without habitat manipulation.
UJI ADAPTASI BEBERAPA VARIETAS SORGUM MANIS DI LAHAN KERING WILAYAH JAWA TENGAH DAN JAWA TIMUR Rahayu, Muji; Samanhudi, Samanhudi; Wartoyo, Wartoyo
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 27, No 1 (2012)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uji Adaptasi beberapa Varietas Sorgum Manis di Lahan Kering Wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Mei sampai dengan Nopember 2011 di lahan kering Kabupaten Karanganyar dan Ngawi. Penelitian disusun secara faktorial dengan rancangan lingkungan Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor perlakuan, yaitu varietas sorgum manis  (Numbu dan Kawali) dan jenis pupuk kandang (ayam, kambing, sapi, kascing, tanpa pupuk).  Data  dianalisis  menggunakan  analisis  ragam  dan  uji  berjarak  Duncan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) varietas Numbu dan Kawali memberikan respon yang tidak berbeda, baik terhadap peubah pertumbuhan maupun komponen hasil sehingga kedua varietas tersebut dapat dikembangkan baik di Kabupaten Karanganyar maupun kabupaten Ngawi; (b). penggunaan pupuk kotoran ayam menghasilkan pertumbuhan dan hasil sorgum manis lebih baik dibandingkan dengan pupuk kotoran sapi, kotoran kambing, kascing, maupun kontrol meliputi; tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, volume akar, panjang malai, berat 1000 biji, diameter batang, berat brangkasan segar, berat brangkasan kering, kandungan nira dan kadar gula.
UJI ADAPTASI BEBERAPA VARIETAS SORGUM MANIS DI LAHAN KERING WILAYAH JAWA TENGAH DAN JAWA TIMUR Rahayu, Muji; Samanhudi, Samanhudi; Wartoyo, Wartoyo
Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Vol 27, No 1 (2012): March
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/carakatani.v27i1.14354

Abstract

The research was conducted from May to November 2011 at Central Java (Karanganyar District) and East Java (ngawi district) dry land. The research was used Randomized Complete Block Design (RCBD) and with two treatments, were: sweet sorghum varieties (Numbu dan Kawali) and the kind of manure (chicken, goat, cow, kascing and without manure). The data was analyzed with randomize analisys and Duncan test. The research showed that (a) Numbu and Kawali varieties were gave same respons to growth and yield component variables, so the both varieties can be planting at Central Java (Karanganyar District) and East Java (Ngawi District) dry land; (b) Chicken manure gave the best effect to sweet sorghum growth and yield compared with control, cow, goat, and kascing manure, consist of: plant height, leaf number, root length, root volume, 1000 seed weight, stem diameter, biomass fresh weight, and biomass dry weight, juice content, and sugar content.
PERSEPSI DAN RESPON PESANTREN TERHADAP IMPLEMENTASI EKONOMI ISLAM wartoyo, wartoyo
Al-Mustashfa Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Al-Mustashfa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.714 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk melihat masalah apa yang menyebabkan  tidak optimalnya pondok pesantren dalam mendukung pengembangan ekonomi islam di Indonesia dengan melihat bagaimana sesungguhnya persepsi atau pemahaman santri-santri pondok pesantren mengenai konsep-konsep ekonomi islam yang telah mereka pelajari dalam kitab-kitab kuning yang sudah menjadi kajian di dunia pesantren selama bertahun-tahun. Penelitian ini bertempat di Pondok Pesantren Al-Humaidy Astanajapura Cirebon, jenis penelitian ini adalah field research dengan pendekatan kuantitatif-deskriptif. Metodfe kuantitatif digunakan agar pengukuran data-data dalam penelitian ini dapat diukur dengan pasti sehingga bisa memperoleh data yang akurat  dan tidak bias. Sebagai alat dalam  pengumpulan data, maka digunakan kuisioner, dimana pertanyaan-pertanyaan dalam kuisioner ini tidak hanya bersifat positif sehingga dengan mudah dibenarkan oleh responden, namun juga ada yang bersifat pertanyaan negatif, sehingga tingkat pemahaman responden akan terlihat dengan jelas dari jawaban-jawaban yang diberikan dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi atau pemahaman santri pondok pesantren Al-Humaidy terhadap konsep-konsep ekonomi islam sangat baik dengan capaian tingkat pemahaman sebesar 75% sangat baik dan 25% baik. Dari temuan terhadap persepsi tersebut ternyata berbanding lurus dengan respon yang diberikan santri pondok pesantren Al-Humaidy terhadap implementasi konsep-konsep ekonomi isla di bank  syariah yang mencapai 75% merespon sangat baik dan 25% merespon baik.Kata Kunci : Pesantren dan Ekonomi IslamAbstract               This study aims to look at what caused the problem is not optimal boarding school in supporting the economic development of Islam in Indonesia to see how the real perception or understanding santri boarding the Islamic economic concepts they have learned in the books that have become yellow studies in the Islamic world for many years. This study took place in Pondok Pesantren Al-Humaidy Astanajapura Cirebon, this kind of research is field research with a quantitative-descriptive approach. Quantitative Metodfe used so that measurement data in this study can be measured with certainty so that it can obtain the data that is accurate and unbiased. As a tool in data collection, we used a questionnaire, where the questions in the questionnaire is not only positive so easily justified by the respondents, but there are also questions that are negative, so that the level of understanding of the respondents will be seen clearly from the answers given in this research. Results from this study indicate that the perception or understanding of boarding school students Al-Humaidy against Islamic economic concepts very well with the achievement level of comprehension by 75% excellent and 25% good. From the findings of the perception is apparently proportional to the response given boarding school students Al-Humaidy the implementation isla economic concepts in Islamic banks, which reached 75% responded very well and 25% responded well.Keywords: Boarding school and Islamic Economics
RIBA DAN BUNGA BANK (Studi Komparatif Pemikiran Abdullah Saeed dan Yusuf Qardhawi) wartoyo, wartoyo
Al Amwal Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Al Amwal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.682 KB)

Abstract

AbstrakDiskursus mengenai riba seolah tidak pernah ada titik akhirnya. Sejak dari masa Sahabat, hingga ulama kontemporer. Terlebih lagi ketika muncul ketika muncul lembaga perbankan berbasiskan syari’ah, yang pendiriannya, salah satunya disebabkan oleh adanya interpretasi dari kelompok ulama konservatif yang memandang bahwa operasional bank konvensional yang berdasarkan bunga adalah haram, karena sama dengan riba. Sedangkan para ulama modernis, yang menganggap bunga bank konvensional tidaklah bisa dihukumi sebagai riba, sebab bagi mereka, wacana riba harus didudukkan terlebih dahulu ke dalam konteks kekinian dan kemaslahatan umat saat ini. Menurut pandangan Ulama Modernis seperti Abdullah Saeed, bahwa riba yang diharamkan Islam adalah riba yang menyebabkan ketidakadilan, dengan berpijak pada statemen lā taźlimūna wa lā tuźlāmūn, dan berimplikasi pada bolehnya bunga bank, yang menurutnya tidak meninbulkan akibat seburuk itu. Sedangkan menurut Yûsuf Al-Qaradhāwi, penjelasan riba sudah selesai, yaitu seperti yang dijelaskan dalam nash, setiap penambahan pada pokok pinjaman dikarenakan adanya penangguhan waktu pembayaran,yang ditetapkan sebelumnya. implikasinya, bunga bank adalah sama dengan riba, yaitu haram, karena jelas-jelas terdapat tambahan selain nilai pokoknya. hal ini sesuai dengan statemen dalam Al-Qur’an fa lakûm ru’ūsu amwālikû. Baginya, tambahan sedikit atau banyak itu tetap riba, karena yang banyak dilarang secara mutlak, sedangkan yang sedikit dilarang karena akan menjadi jalan kepada riba yang besar.Kata Kunci : Riba, Bunga Ba.nk, Keadilan dan Ulama Abstract               The discourse on usury as if there never was an end. Since from the time of Companions, until contemporary scholar. Moreover, when it appeared when it emerged shariah-based banking institutions, the establishment, one of which is caused by the interpretation of a group of conservative scholars who believe that conventional bank operations are based interest is haram, because together with usury. It is certainly contrary to the views of modernist scholars, who consider the interest of conventional banks can not be judged as usury, because for them, the discourse of usury to be seated prior to the current context and the benefit of the people today. From the research found an answer to the problems that were examined, that in the view of Abdullah Saeed, that usury is forbidden Islam is usury that causes injustice, the basis of the statement la taźlimūna wa la tuźlāmūn, and implications for the bank interest, which he did not caused due to bad it. Meanwhile, according to Yusuf al-Qaradawi, an explanation of usury has been completed, ie as described in the texts, any additions to the loan principal due to the suspension of the payment period, which is predetermined. implications, bank interest is the same as usury, which is forbidden, because obviously there is in addition to their principal amount. this is in accordance with the statements in the Quran fa Lakkum ruūsu amwālikû. For him, the extra bit or a lot of it still usury, because of which many are prohibited absolutely, while the bit is prohibited because it would be a great way to usury.Keywords: Usury, Interest, Justice and Scholars
Akuntansi Syari’ah : Sebuah Tinjauan Historis Wartoyo, Wartoyo
Al Amwal Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : Al Amwal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.459 KB)

Abstract

AbstrakTinjauan historis yang membahas tentang latar belakang kemunculan akuntansi syari’ah tidak lepas dari tinjauan kondisi akuntansi yang ada di tanah jazirah Arab sebelum Islam. Dalam literatur sejarah peradaban bangsa Arab, perhatian bangsa Arab sangat besar terhadap perdagangan. Kerena itu, mereka telah menggunakan dasar-dasar penggunaan akuntansi yang bertujuan untuk menghitung transaksi mereka serta mengetahui perubahan-perubahan dari jumlah aset. Jadi konsep akuntansi waktu itu dapat dilihat pada pembukuan yang berdasarkan metode penjumlahan statistik yang sesuai dengan aturan penjumlahan. Untuk mengerjakan pembukuan ini, ada yang dikerjakan oleh pedagang sendiri dan ada juga yang menyewa akuntan khusus. Pada waktu itu, seorang akuntan disebut katibul amwal (pencatat keuangan).Keyword : Akuntansi, Syari’ah, Muhasabah.
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA PT BANK SYARIAH MANDIRI TAHUN 2012 wartoyo, wartoyo
Al Amwal Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : Al Amwal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.743 KB)

Abstract

AbstrakPT Bank Syari’ah Mandiri yang bergerak dalam bidang jasa keuangan memiliki tujuan agar dapat menjadi sektor usaha yang dapat menjadi perusahaan jasa yang bermutu tinggi dan profesional. Oleh karena itu, penulis dituntut untuk mempu menilai kondisi dan perkembangan PT Bank Syari’ah Mandiri melalui analisis rasio laporan keuangan agar dapat mengetahui apakah PT Bank Syari’ah Mandiri dapat mempertahankan keberadaaan perusahaan dan mampu meningkatkan pertumbuhan perusahaan ditengah pertumbuhan ekonomi yang semakin pesat dan persaingan usaha yang semakin ketat. Analisis rasio laporan keuangan yang lazim digunakan adalah analisis rasio likuiditas atau rasio modal kerja, analisis rasio solvabilitas, dan analisis rasio profitabilitas. Analisis rasio likuiditas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek perusahaan. Dari hasil  analisis kinerja keuangan dan permodalan diatas, maka dapat disimpukan bahwa Bank Syariah Mandiri adlah bank yang sangat sehat dari sisi permodalan dan stabil dalam posisi likkuiditas, solvabilitas maupun profitabilitasnyaKata Kunci : Analisis, Kinerja, Keuangan, Modal dan BSM.
KONTRIBUSI PEMBIAYAAN PROFUKTIF TERHADAP PROFITABILITAS BANK SYARI’AH DI INDONESIA wartoyo, wartoyo
Al Amwal Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Al Amwal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.971 KB)

Abstract

ABSTRAKPembiayaan produktif di Bank Syari’ah diimplementasikan dalam akad pembiayaan mudharabah dan musyarakah. Kedua akad tersebut merupakan akad yang berprinsipkan bagi hasil dan bagi rugi. namun hingga 10 tahun bank syari’ah di Indonesia, kedua akad pembiayaan produktif tersebut memiliki porsi yang sangat minim, yaitu masih kurang dari 10 persen dari keseluruhan pembiyaan yang salurkan oleh bank syari’ah. Penelitian ini menggunakan data pengamatan laporan keuangan bulanan bank syari’ah pada Bank Indonesia selama periode 2010-2012. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan mudharabah berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap profitabilitas bank syari’ah, sedangkan pembiyaaan musyarakah berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap profitabilitas bank syari’ah, dan pembiayaan mudharabah dan musyarakah secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas bank syariah.Keywords : Pembiayaan, mudharabah, musyarakah, profitabilitas.
ANALISIS COMMON SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN BANK SYARIAH (Studi pada Laporan Keuangan PT. Bank Syariah Mandiri tahun 2013) wartoyo, wartoyo
Al Amwal Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Al Amwal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.161 KB)

Abstract

AbstrakPenilaian terhadap kinerja suatu perusahaan dapat dilakukan dengan berbagai cara dan metode. Penilaian ini tergantung dari tujuan para pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan. Salah satu analisis yang paling mudah dan sering digunakan dalam melakukan penilaian kinerja suatu perusahaan adalah analisis Common Size atau yang dikenal juga dengan istilah analisis vertikal. Dimana analisis ini dilakukan dengan cara membandingkan data-data keuangan yang terdapat dalam sebuah laporan keuangan dengan total aktiva ataupun passiva pada laporan neraca atau dengan total pendapatan pada laporan laba-rugi. Hasil dari analisis common size pada laporan keuangan Bank Syariah Mandiri diketahui bahwa kinerja dan keuangan BSM dalam kondisi kurang optimal, data-data di aktiva yang mengalami kenaikan, seperti kas dan setara kas mengalami kenaikan sebesar 4,87% dan yang mengalami penurunan, seperti pinjaman qardh yang turun sebesar -2,63%. Sedangkan pada data-data di passiva yang mengalami kenaikan, seperti simpanan wadiah yang naik sebesar 0,73% dan yang mengalami penurunan, seperti liabilitas segera yang turun sebesar -0,20%. Untuk sisi Laporan Laba-Rugi berdasarkan analisis common size yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa kinerja keuangan PT Bank Syariah Mandiri periode 2013 dan 2012 adalah kurang baik. Meskipun pendapatan operasional perusahaan mengalami peningkatan, namun laba usaha yang diperoleh mengalami penurunan karena perusahaan kurang mampu melakukan pengefisienan dalam mengelola asset yang dimilikinya sebagai beban usaha untuk mendapatkan keuntungan.Kata kunci: Analisis, Common Size, Laporan Keuangan AbstractAssessment of the performance of a company can be done in various ways and methods. This assessment depends on the purpose of the parties interested in the company. One analysis of the most convenient and frequently used in assessing the performance of a company is the analysis of Common Size or also known as vertical analysis. Where this analysis is done by comparing the financial data contained in a financial statement with the total assets or liabilities on the balance sheet or the total income in the income statement. Results of a common size analysis of the financial statements of Bank Syariah Mandiri is known that the performance and financial BSM in less than optimal conditions, the data on assets that have increased, such as cash and cash equivalents increased by 4.87% and the decline, such as loans qardh which fell by -2.63%. While the data on the increased liabilities, such as deposits wadiah which rose by 0.73% and is decreased, as soon liabilities which fell by -0.20%. For the Income Statement based on common size analysis that has been done, it can be seen that the financial performance of PT Bank Syariah Mandiri period in 2013 and 2012 are not good. Although the companys operating revenues have increased, but operating profit gained decreased as companies are less able to do efficiency in managing its assets as operating expenses for profit. Keywords: Analysis, Common Size, Financial Statements
Perlakuan PSAK 107 Terhadap Produk Gadai Emas di Bank Jabar Banten (BJB) Syariah wartoyo, wartoyo; Viansyah, David
Al Amwal Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Al Amwal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.937 KB)

Abstract

Abstrak Produk gadai emas pada perbankan syariah merupakan fasilitas pembiayaan dengan jaminan berupa emas dengan mengikuti prinsip gadai. Emas tersebut ditempatkan dalam penguasaan dan pemeliharaan bank. Akad yang digunakan dalam gadai syariah yaitu akad qardh, akad rahn dan akad ijarah. Penerapan biaya ijarah pada setiap Bank Syariah mempunyai mekanisme yang berbeda-beda, hal tersebut karena Bank Indonesia tidak mengatur bagaimana perhitungannya, maka hal itu memberikan suatu kebebasan bagi bank syariah untuk menentukan metode perhitungan biaya ijarah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perlakuan PSAK 107 pada produk gadai emas, apakah akuntansi gadai emas pada perbankan syariah telah sesuai dengan PSAK 107 atau sebaliknya PSAK 107 memiliki kekurangan dalam penerapan akuntansi pada produk gadai emas. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa Perlakuan akuntansi gadai emas syariah khususnya pada akad ijarah di BJB Syariah KCP Jatibarang yang diatur pencatatan dalam SK : 102/SK/DIR-BSS/2011 sudah memenuhi perlakuan akuntansi menurut PSAK 107, baik dalam hal  penyusutan, pendapatan sewa, beban, piutang, biaya perbaikan, penyajian dan pengungkapan. Sedangkan mengenai, biaya perolehan, jual-dan-ijarah, ijarah lanjut, dan perpindahan kepemilikan objek ijârah dalam ijârah muntahiya bi al-tamlîk tidak berlaku pada akad atau akuntansi ijarah yang berada pada transaksi gadai. Akad ijarah yang menjadi salah satu akad pada gadai emas syariah sebaiknya diubah dengan akad wadiah yad-amanah, karena objek ijarah atau barang yang disewakan untuk nasabah merupakan suatu aset inventaris tetap milik suatu perbankan yang berupa brankas penyimpanan untuk emas yang menjadi objek gadai. Kata kunci: PSAK 107, gadai emas, ijarah              Abstract                Gold mortgage product on Islamic banking is a financing facility with collateral in the form of gold by following the principles pledge. Gold is placed in the control and maintenance of the bank. Akad used in syariah pawn is qardh, Rahn contract and the contract of Ijarah. The application fee at any Bank Syariah Ijarah has a different mechanism, it is because Bank Indonesia does not regulate how the calculation, it gives a freedom for Islamic banks to determine Ijarah fee calculation method. The purpose of this study to determine the treatment of SFAS 107 on a gold mortgage products, whether the accounting gold pawn on Islamic banking in accordance with SFAS 107 or SFAS 107 otherwise lacking in the application of accounting on a gold mortgage products. The methodology used in this study is a qualitative method of data collection techniques are observation, interviews and documentation. From the results of the study showed that the accounting treatment of gold pawn sharia, especially in the contract of Ijarah in BJB Syariah KCP Jatibarang set recording in SK: 102 / SK / DIR-BSS / 2011 already meet the accounting treatment under SFAS 107, both in terms of depreciation, rental income, load, accounts receivable, cost of repairs, presentation and disclosure. As for the costs of acquisition, sale-and-Ijara, Ijara further, and transfer of ownership of the object in the Ijarah Ijarah muntahiya bi al-Tamlik not apply to the accounting Ijara contract or who are at pawn transactions. Akad Ijarah which became one contract on gold pawn sharia should be amended with the agreement wadiah yad-trust, because the object of Ijara or goods that are rented to customers is an asset inventory and equipment owned by a bank in the form of a safety deposit box for gold which becomes the object of pledge. Keywords: PSAK 107, pawning gold, Ijara