Agung Warsito
Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Jl. Prof. Sudharto, Tembalang, Semarang, Indonesia

Published : 70 Documents
Articles

APLIKASI TEGANGAN TINGGI DC SEBAGAI PENGENDAP DEBU SECARA ELEKTROSTATIK Syakur, Abdul; Warsito, Agung; -, Nurlailati
Majalah Ilmiah Teknologi Elektro Vol 8 No 1 (2009): (January - June) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Salah satu kebutuhan yang sangat mendesak bagi manusia saat ini adalah teresedianya udara bersihkarena udara bersih adalah mutlak untuk kesehatan. Saat ini udara bersih merupakan suatu hal yang sangat langka. Partikel - partikel polutan dari asap kendaraan bermotor dan industri , debu dan asap rokok menyebabkan polusi udara. Dengan membuat rancangan pembangkit tegangan tinggi DC, akan dibangkitkan tegangan tinggi DC yang akan mampu mengendapkan debu secara elektrostatik. Perancangan alat pengendap debu meliputi pembuatan pembangkit tegangan tinggi searah (DC) menggunakan metoda penyearah pengali tegangan atau Walton- Cockroft pada keadaan hubung buka / tidak berbeban, pemilihan alumunium untuk filter dan  pemilihan alat – alat pendukung yaitu kover akrilik dan kipas angin DC 12 Volt beserta sumber tegangan 12 VDC. Dalam makalah ini akan disajikan suatu metode untuk mengendapkan debu sebagai salah satu polutan dengan menggunakan medan listrik uniform.Pembersihan udara ini  dilakukan dengan cara pengendapan elektrostatis dimana partikel-partikel bermuatan dipisahkan secara elektrostatis (muatan positip dan negatip saling tarik menarik) oleh medan listrik deretan pelat- pelat logam bermuatan listrik
SIMULASI TEGANGAN DIP PADA JARINGAN TEGANGAN MENENGAH MENGGUNAKAN MODEL EMTP Warsito, Agung; Syakur, Abdul; Sayekti, Nur Taat
Majalah Ilmiah Teknologi Elektro Vol 8 No 1 (2009): (January - June) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Tegangan dip pada jaringan tegangan menengah (JTM) akibat adanya gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah disimulasikan dengan menggunakan model EMTP ( Electromagnetic Transient Program ). Hasil-hasil gelombang tegangan dip yang ditampilkan untuk selanjutnya dianalisa. Data-data jaringan tegangan menengah sebagai studi kasus diambil dari feeder srondol 1 ( SRL 1 ) yang menyuplai tenaga listrik ke kampus UNDIP Tembalang. Berdasarkan hasil simulasi, didapatkan tegangan dip di titik gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah pada belitan primer transformator DIII Teknik sebesar 61,5 % tegangan fasa-netral. Tegangan dip ini tidak mengganggu operasi beban listrik apabila terjadi kurang dari 0,2 detik. Sementara tegangan dip akibat gangguan hubung singkat satu fasa pada saluran antara percabangan Teknik Kimia dan saluran Teknik Mesin – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan sebesar 72,49 % dan tegangan dip ini tidak akan menyebabkan sistem tergganggu apabila terjadi kurang dari 0,5 detik.
STUDY ON SURGE ARRESTER PERFORMANCE DUE TO LIGHTNING STROKE IN 20 KV DISTRIBUTION LINES Warsito, Agung; Syakur, Abdul; N.S., Liliyana
TEKNIK Volume 30, Nomor 3, Tahun 2009
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Electric energy has been transmiting from power station to end user with transmission and distribution lines.Lightning strokes are problems that occure in transmission and distribution lines and make them fault when theelectric energy were transmited. Surge Diverter or Lightning Arrester has been installing to reduce these faults.In this paper the simulation of lightning stroke and lightning arrester performance on distribution lines 20 kVwere done using EMTP (Electromagnetic Transient Program). Some parameters such us impuls voltage andincreasing voltage on distribution line was inverstigated. As case study in this simulation, Mojosongo 1 mainfeeder 20 kV three phase lines were used.The simulation results show that the lightning stroke 20 kA in By1-61-61E-84-9I on S phase at 0,1 ms, makevoltage on S phase was increased about 1,3054 MV. For R phase and T phase will increase of induced voltagewere 0.79539 MV and 0.80484 MV. We also show the performance of MOV Arrester (Metal Oxide Varistor) inovercoming lightning stroke trouble, where arrester can decrease voltage up to 15.198 kV on S phase, while atR phase and T phase arrester can decrease voltage up to 11.375 kV and 13.616 kV.
Perancangan Pengasutan Bintang – Segitiga dan Pengereman Dinamik pada Motor Induksi 3 Fasa dengan Menggunakan Programmable Logic Controller (PLC) Prakoso, Isna Joko; Warsito, Agung; Sukmadi, Tejo
TRANSMISI Vol 14, No 1 (2012): TRANSMISI
Publisher : TRANSMISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Three-phase induction motor is the motor of alternating current (AC) is the most widely used and much used by the industry because it has several advantages, among others, this motor is simple, in expensive and easy to maintain and can be directly connected to an AC power source. Besides the advantages of this motor, also has disadvantages. The disadvantage of this induction motor which has a large starting currents and the use of induction motors are often needed to stop the motor rotation quickly, especially for conveyor applications. At this final project, created a system starting star (Y)-triangle (Δ) and the dynamic braking of three phase induction motor using a Programmable Logic Controller (PLC). Where the system is very simple, does not require a lot of support tools and can be applied to any type of three-phase induction motors. Starting of the test results to show that the method starting with Y-Δ has a starting current of 3.59 A. This current is smaller than the nominal starting current induction motor 1 HP is 6.3 A relationship Δ and 3.62 A relationships Y. Starting time is good for the displacement of the star (Y) - triangle (Δ) is 6 seconds, so the starting of induction motors using the star (Y) - triangle (Δ) can reduce the high current flow starting of induction motor starts to operate. For braking, DC injection current is supplied by 1.908 A and the stop time for load 100 W is 1,57 seconds, for load 200 W is 1,38 seconds, and for load 300 W is 0,95 seconds. Time stopped by dynamic braking faster than without dynamic braking. Keywords : Starting star (Y)-triangle (Δ), dynamic braking, three-phase induction motor, Programmable Logic Control (PLC)
PENGEREMAN DINAMIK PADA MOTOR INDUKSI TIGA FASA Warsito, Agung; Facta, Mochammad; B P, M Anantha
TRANSMISI Vol 8, No 1 (2006): TRANSMISI
Publisher : TRANSMISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Motor induksi tiga fasa banyak digunakan oleh dunia industri karena memiliki beberapa keuntungan antara lain motor ini sederhana, murah dan mudah pemeliharaannya. Pada penggunaan motor induksi sering dibutuhkan proses menghentikan putaran motor dengan cepat, terutama aplikasi untuk konveyor. Untuk menghentikan putaran rotor, torsi pengereman diperlukan yang dapat dihasilkan secara mekanik maupun secara elektrik.Pengereman untuk menghentikan putaran motor induksi dapat dirancang secara dinamik,yaitu sistem pengereman yang dilakukan dengan membuat medan magnetik motor stasioner.Keadaan tersebut dilaksanakan dengan menginjeksikan arus DC pada kumparan stator motor induksi tiga fasa setelah hubungan kumparan stator dilepaskan dari sumber tegangan suplai AC. Metode pengereman dinamik memiliki keuntungan antara lain kemudahan pengaturan kecepatan pengereman terhadap motor induksi tiga fasa dan kerugian mekanis dapat dikurangi. Dengan mengaplikasikan pengereman dinamik pada motor induksi tiga fasa didapatkan hasil proses menghentikan putaran motor induksi lebih cepat dibandingkan tanpa pengereman dinamik
Suplai DC Terpisah untuk Multilevel Inverter Satu Fase Tiga Tingkat Menggunakan Buck Converter Warsito, Agung; Facta, Mochammad; A.W., Donny
TRANSMISI Vol 10, No 1 (2008): TRANSMISI
Publisher : TRANSMISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

DC chopper or DC to DC converter is a power electronics circuit which convert DC voltage to desired variable DC voltage. This paper presents the making of DCChopper in Buck converter type which is used as separated DC power supply for one phase multilevel inverter in three level. This Buck converter produce variable voltage which can be adjusted by duty cycle control in order to meet one phase multilevel inverter need. Duty cycle is obtained by using pulse width modulation technique with constant  frequency range 2 kHz. This separated DC power supply is made from three Buck converter which is consist of three MOSFET as switching components. Triggering signal for MOSFET is produced and controlled by microcontroller AT89S51. This system is made in open loop with one phase multilevel inverter as the load. As a result, this DC chopper is able to supply multilevel inverter with duty cycle varitation for the first and third stage Buck converter is 20%  - 65%, and 50% - 95% for the seccond stage Buck converter.Key words:  buck converter, duty cycle, multi-level inverter, PWM, mikrokontroller
Perancangan Inverter Dual Conversion Push Pull-Full Bridge pada Aplikasi Fotovoltaik Ariwibowo, Cahyo; Warsito, Agung; Karnoto, Karnoto
TRANSMISI Vol 12, No 3 (2010): TRANSMISI
Publisher : TRANSMISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Currently, electric energy is essential for human needs, while for remote areas not all of them powered from PLN. The solution is to use existing energy and transforms it into electrical energy. One of the energy that can be considered is solar energy.Photovoltaic is a device that directly converts solar energy into electricity. To be more efficient, electricity from photovoltaic stored in batteries that can be used at any time during overcast conditions or at night when sunlight does not exist. Most electrical appliances use a standard 220 Volt AC voltage and frequency of 50 Hz, while the electricity generated by photovoltaic is a DC voltage. To get electricity as specified electrical equipment, inverter is used. Inverter is a power electronic device that converts DC voltage into AC voltage.Inverter that was designed can be burdened with incandescent lamp between 100-300 watt with an average efficiency of 63%. Photovoltaic water pump system can supplying 1440 liters of water for every 1 cycle of charging a 65 Ah battery for 52 minutes 18 seconds with an average efficiency of 61%. Keyword :   solar energy, photovoltaic, battery, inverter, water pump
AUDIT ENERGI LISTRIK PADA GEDUNG KAMPUS UNDIP PLEBURAN SEMARANG Salpanio, Ricky; Warsito, Agung; Winardi, Bambang
TRANSMISI Vol 9, No 2 (2007): TRANSMISI
Publisher : TRANSMISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Konsumsi energi listrik di kampus UNDIP Pleburan mengalami peningkatan setiap tahunnya, sehingga perlu dilakukan perhitungan konsumsi energi listrik ulang guna mengetahui apakah konsumsi energi listriknya masih hemat dan efisien atau tidak. Setelah dilakukan perhitungan konsumsi energi listrik, kemudian mencari alternatif peluang untuk penghematannya. Untuk maksud inilah perlu dilaksanakan kegiatan audit energi listrik di kampus UNDIP Pleburan. Audit energi listrik diawali dengan pengumpulan data historis gedung kampus UNDIP Pleburan. Kemudian menghitung Intensitas Konsumsi Energi (IKE) listrik dari setiap pelanggan yang ada di kampus UNDIP Pleburan. Dari hasil perhitungan IKE tersebut akan diketahui tingkat efisiensi konsumsi energi listrik pada gedung kampus UNDIP Pleburan. Peningkatan efisiensi konsumsi energi listrik di kampus UNDIP Pleburan dapat dilakukan dengan penghentian penggunaan beberapa pelanggan listrik, dimana pelanggan listrik tersebut penggunaannya sudah tidak efisien. Peningkatan efisiensi konsumsi energi listrik di kampus UNDIP Pleburan juga dapat dilakukan dengan penurunan kapasitas pelanggan listrik yang ada di kampus UNDIP Pleburan. Keywords: Audit energi listrik, Intensitas Konsumsi Energi (IKE) listrik, efisiensi, kampus UNDIP Pleburan.
Inverter Multi Level Tipe Jembatan Satu Fasa Tiga Tingkat Dengan Mikrokontroler AT89S51 Yuwono, Eko Aptono Tri; Warsito, Agung; Facta, Mochammad
TRANSMISI Vol 13, No 4 (2011): TRANSMISI
Publisher : TRANSMISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Inverter merupakan peralatan yang mengubah besaran lisrik searah (DC) menjadi besaran listrik bolak-balik (AC). Inverter pada umumnya hanya memiliki tiga level tegangan, yaitu +Vdc,-Vdc, dan nol. Inverter gelombang kotak maupun inverter SPWM mempunyai distorsi harmonisa yang cukup besar. Pada inverter SPWM, untuk menekan nilai distorsi harmonisa harus menggunakan frekuensi switching yang tinggi. Inverter multi level merupakan jenis inverter yang dapat menghasilkan beberapa level tegangan maupun arus. Inverter multi level pada prinsipnya merupakan susunan beberapa inverter yang dirangkai secara bertingkat atau cascade. Kelebihan utama inverter jenis ini adalah bentuk gelombang tegangan yang baik, menghasilkan distorsi harmonisa yang kecil, komponen switching bekerja pada frekuensi yang rendah, dan dapat menangani daya besar. Pada tugas akhir dirancang prototype inverter multi level tiga tingkat satu fasa, dengan kemampuan variabel frekuensi antara 25 Hz sampai 100 Hz dengan step 5 Hz. Output tegangan inverter multi level adalah resultan dari output tegangan inverter yang menyusunnya. THD inverter multi level jauh lebih kecil dibandingkan inverter SPWM maupun inverter kotak. Penambahan beban menyebabkan nilai THD bertambah, hal ini disebabkan karena terjadi pembagian beban yang tidak merata pada tiap inverter. Efisiensi inverter multi level pada tugas akhir ini berkisar antara 37% sampai 70%. Pengontrolan inverter multi level ini menggunakan mikrokontroler produksi atmel AT89S51. Keyword : inverter, inverter multi level, PWM, harmonisa, THD, mikrokontroler
PERANCANGAN MODUL PRAKTIKUM INVERTER SINUSOIDAL PULSE WIDTH MODULATION (SPWM) 2 LEVEL, 3 LEVEL, DAN SINUSOIDAL Safarudin, Yanuar Mahfudz; Warsito, Agung; Sudjadi, Sudjadi
TRANSIENT TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013
Publisher : TRANSIENT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.52 KB)

Abstract

Abstrak   Dewasa ini, kebutuhan akan energi semakin meningkat, terutama energi terbarukan. Hal ini memicu berkembangnya teknologi yang mendukung pemanfaatan energi terbarukan, salah satunya yaitu teknologi sel surya. Teknologi sel surya memanfaatkan sinar matahari yang kemudian dikonversi ke energi listrik DC, kemudian diinvert ke energi AC. Alat untuk mengkonversi listrik DC ke AC dinamakan inverter. Ada beberapa jenis inverter, mulai dari gelombang kotak, gelombang modified sinewave, kotak bertingkat, hingga pure  sinewave. Setiap jenis inverter memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri. Inverter jenis pure sinewave ialah jenis inverter yang paling canggih, karena gelombang keluarannya nyaris tanpa harmonisa. Tetapi inverter jenis ini jarang ditemukan literatur maupun modulnya, sehingga mahasiswa sulit mempelajarinya. Pada penelitian kali ini, penulis mencoba merancang modul inverter SPWM 2 level, 3 level dan pure sinewave, dengan harapan terciptanya modul yang dapat digunakan untuk kegiatan praktikum, khususnya praktikum elektronika daya. Pembuatan modul ini menggunakan metode pada penelitian Jim Doucet dkk, dari Worcester Polytechnic Institute yaitu dengan metode SPWM 3 level difilter dengan filter L-C, tetapi dengan sedikit penyesuaian yaitu penyesuaian komponen yang dipakai. Kata Kunci: Inverter, SPWM, Pure Sinewave     Abstract Nowadays, the demand of energy is rising, especially renewable energy. This triggered the development of technologies that support renewable energy, one of which is solar cell technology. Solar cell technology using sunlight energy which is then converted to DC power, then diinvert into AC energy. So we need device to convert DC to AC that called inverter. There are several types of inverters, for example square wave, modified sinewave waveform, multilevel square, and pure sinewave. Each type of inverter has its own advantages and disadvantages. Pure sinewave inverter type is the most advanced inverter type, because the wave output with almost no harmonics. However, this type of inverter rare literature and modules so the students difficult to learn. At this research, the author tries to design SPWM inverter module 2 level, 3 level and pure sinewave, hoping the creation of modules that can be used for lab work, especially the power electronics lab work. This project based on research methods of Jim Doucetl, from the Worcester Polytechnic Institute is a three-level SPWM method filtered with LC filter, but with a little adjustment of the adjustment components used. Keywords: Inverter, SPWM, Pure Sinewave