Articles

Found 21 Documents
Search

UPAYA MENINGKATKAN KUALITASPEMBELAJARAN KONSEP DASAR IPA TENTANG TATA SURYA DENGAN MENERAPKAN METODE SQ3R Warsiti, Warsiti
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dalam usaha memperbaiki kualitas pembelajaran Konsep Dasar IPA tentang Tata Surya adalah dengan memilih metode yang sesuai dengan sifat materi pembelajaran tersebut. Diantaranya dengan metode Survey, Question, Read. Recite, and Review (SQ3R). Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendiskripsikan penerapan metode SQ3R dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Konsep Dasar IPA tentang Tata Surya pada Mahasiswa Program Studi S1 PGSD FKIP UNS dan (2) untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar Konsep Dasar IPA tentang Tata Surya dengan menerapkan metode SQ3R pada Mahasiswa Program Studi S1 PGSD FKIP UNS Surakarta. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan system spiral atau siklus. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, tiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah Mahasiswa Program S1 PGSD Kampus Kebumen Semester 2 Tahun Akademik 2011 sebanyak 37 Mahasiswa (1 kelas). Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif, meliputi (1) reduksi data, penyajian data dan (3) penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Penerapan metode SQ3R yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Konsep Dasar IPA tentang Tata Surya adalah dengan langkah-langkah (a) Survey dari berbagai macam sumber informasi, (b) Question dengan cara diberi pertanyaan-pertanyaan, (c) Read membaca buku sumber untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kemudian dipresentasikan dengan menggunakan metode simulasi dan media aphron, (d) Recall dengan membuat peta konsep, (e) Review dengan membuat resume atau rangkuman. Peningkatan proses pembelajaran Konsep Dasar IPA tentang Tata Surya meliputi aspek kerja sama, keaktifan, kesungguhan, kreativitas dan antusias sehingga mewujudkan pembelajaran PAIKEM. Hal ini ditunjukkan dari nilai rata-rata proses pada siklus I 75, pada siklus II 90 (peningkatan 15%). (2) Penerapan metode SQ3R dapat meningkatkan hasil belajar Konsep Dasar IPA tentang Tata Surya. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata hasil belajar siklus I 73 dan siklus II 83 (peningkatan 10%).   Kata Kunci: Kualitas Pembelajaran, Tata Surya, Metode SQ3R.
PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PEMBELAJARAN IPA WARSITI, WARSITI
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penulisan artikel kajian ini adalah (1) Mendiskripsikan pembentukan karakteristik siswa sekolah dasar melalui pembelajaran IPA di SD (2) Mendiskripsikan peran guru IPA di SD dan (3) memberikan informasi tentang strategi pembelajaran IPA di SD dalam pembentukan karakter siswa SD. Metode penulisan artikel kajian ini adalah metode diskriptif kualitatif dengan didasarkan pada hasil pengamatan, pengalaman dan kajian pustaka dari berbagai sumber informasi. Hasil pembahasan dari kajian ini adalah (1) pembelajaran IPA di SD dapat berperan dalam pembentukan karakter siswa SD. Hal ini relevan dengan tujuan pembelajaran IPA di SD, dan hakekat IPA sebagai produk, proses, dan pembentuk sikap serta nilai – nilai yang terkandung dalam IPA. Penerapan dan pengembangan pembelajaran IPA di SD disesuaikan dengan karakteristik siswa SD (2) Peran guru IPA di SD sebagai guru kelas adalah sebagai fasilitator, motivator, inovator, konselor dan evaluator. Dalam usaha membentuk karakter siswa hendaknya guru IPA memiliki kompetensi guru profesional, fisik dan mental sebagai pendidik yang meliputi (a) sehat dan berpenampilan menarik (b) ketulusan akan pengabdian (c) kemauan untuk mengembangkan diri (d) kesabaran dan kasih sayang, serta (e) keteladanan dalam bersikap dan perilaku (3) strategi pembelajaran IPA di SD yang dapat berperan dalam pembentukan karakter siswa SD adalah dengan menggunakan pendekatan dan metode yang tepat antara lain pendekatan saling temas, pendekatan discovery inkuiri, pendekatan CTL,pendekatan kooperatif, pendekatan kuantum dengan metode ekspresimen atau  demonstrasi, diskusi presentasi, karya wisata, simulasi, latihan dan penugasan. Kesimpulan dari kajian ini adalah pembelajaran IPA di SD dapat berperan dalam pembentukan karakter siswa SD dalam pembentukan karakter siswa SD melalui pembelajaran IPA dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAIKEM) yang akan menghasilkan pembelajar yang cerdas, antusias, nyaman, tercapai tujuan, (terampil),interatif                              dan komunikatif (CANTIK).   Kata kunci : karakter, siswa SD, Pembelajaran IPA.
HUBUNGAN KINERJA MENGAJAR DOSEN DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN IPA DI SD PADA MAHASISWA PROGRAM D2 PGSD KAMPUS VI KEBUMEN FKIP UNS Warsiti, Warsiti
Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan kinerja mengajar dosen dan motivasi belajar dengan prestasi belajar pendidikan IPA di SD pada mahasiswa program D2 PGSD Kampus VI Kebumen FKIP UNS.Penelitian ini dilaksanakan di Kampus VI Kebumen pada mahasiswa semester III Tahun Akademik 2009/2010. Populasi penelitian sebanyak 193 orang mahasiswa dan sampel diambil sebanyak 60 orang dengan teknik random sampling. Metode penelitian adalah metode diskriptif. Pengumpulan data dengan angket dan dokumenter. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis regresi linier multipel dan korelasi parsil.Hasil analisis data dihasilkan persamaan regresi y = 26, 0667 + 0, 1292 X1 + 0, 2193 X2. Fhitung dengan dk (2, 57) sama dengan 21, 3312 lebih besar dari Ftabel = 3, 14 dengan taraf signifikansi 5 %, artinya koefisien korelasi multipel tersebut berarti. Untuk uji keberartian koefisien regresi linier multipel ditunjukkan oleh harga thitung lebih besar dari ttabel dengan dk 57 pada taraf signifikansi 5 %. t1hitung  = 2, 1522; t2 hitung = 3, 9129; ttabel = 1, 67. Uji korelasi  parsil ditunjukkan oleh harga ry 1. 2 = 0, 3416; ry 2 . 1 = 0, 4659 dengan N = 60, rtabel = 0, 254. Dan thitung lebih besar dari ttabel, artinya koefisien korelasi parsil berarti. Besarnya sumbangan relatif dari kinerja mengajar dosen sebesar 28, 1162 % dan motivasi belajar 71, 8838 % dan sumbangan efektifnya 12, 0357 % dan 30, 7712 %.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif antara kinerja mengajar dosen dan motivasi belajar dengan prestasi belajar pendidikan IPA di SD pada mahasiswa program D2 PGSD. Kinerja mengajar dosen memberikan sumbangan lebih kecil dibanding motivasi belajar. Kata Kunci: Kinerja Mengajar Dosen, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar
UPAYA MENINGKATKAN KUALITASPEMBELAJARAN KONSEP DASAR IPA TENTANG TATA SURYA DENGAN MENERAPKAN METODE SQ3R Warsiti, Warsiti
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dalam usaha memperbaiki kualitas pembelajaran Konsep Dasar IPA tentang Tata Surya adalah dengan memilih metode yang sesuai dengan sifat materi pembelajaran tersebut. Diantaranya dengan metode Survey, Question, Read. Recite, and Review (SQ3R). Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendiskripsikan penerapan metode SQ3R dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Konsep Dasar IPA tentang Tata Surya pada Mahasiswa Program Studi S1 PGSD FKIP UNS dan (2) untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar Konsep Dasar IPA tentang Tata Surya dengan menerapkan metode SQ3R pada Mahasiswa Program Studi S1 PGSD FKIP UNS Surakarta. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan system spiral atau siklus. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, tiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah Mahasiswa Program S1 PGSD Kampus Kebumen Semester 2 Tahun Akademik 2011 sebanyak 37 Mahasiswa (1 kelas). Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif, meliputi (1) reduksi data, penyajian data dan (3) penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Penerapan metode SQ3R yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Konsep Dasar IPA tentang Tata Surya adalah dengan langkah-langkah (a) Survey dari berbagai macam sumber informasi, (b) Question dengan cara diberi pertanyaan-pertanyaan, (c) Read membaca buku sumber untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kemudian dipresentasikan dengan menggunakan metode simulasi dan media aphron, (d) Recall dengan membuat peta konsep, (e) Review dengan membuat resume atau rangkuman. Peningkatan proses pembelajaran Konsep Dasar IPA tentang Tata Surya meliputi aspek kerja sama, keaktifan, kesungguhan, kreativitas dan antusias sehingga mewujudkan pembelajaran PAIKEM. Hal ini ditunjukkan dari nilai rata-rata proses pada siklus I 75, pada siklus II 90 (peningkatan 15%). (2) Penerapan metode SQ3R dapat meningkatkan hasil belajar Konsep Dasar IPA tentang Tata Surya. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata hasil belajar siklus I 73 dan siklus II 83 (peningkatan 10%).   Kata Kunci: Kualitas Pembelajaran, Tata Surya, Metode SQ3R.
PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PEMBELAJARAN IPA WARSITI, WARSITI
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penulisan artikel kajian ini adalah (1) Mendiskripsikan pembentukan karakteristik siswa sekolah dasar melalui pembelajaran IPA di SD (2) Mendiskripsikan peran guru IPA di SD dan (3) memberikan informasi tentang strategi pembelajaran IPA di SD dalam pembentukan karakter siswa SD. Metode penulisan artikel kajian ini adalah metode diskriptif kualitatif dengan didasarkan pada hasil pengamatan, pengalaman dan kajian pustaka dari berbagai sumber informasi. Hasil pembahasan dari kajian ini adalah (1) pembelajaran IPA di SD dapat berperan dalam pembentukan karakter siswa SD. Hal ini relevan dengan tujuan pembelajaran IPA di SD, dan hakekat IPA sebagai produk, proses, dan pembentuk sikap serta nilai – nilai yang terkandung dalam IPA. Penerapan dan pengembangan pembelajaran IPA di SD disesuaikan dengan karakteristik siswa SD (2) Peran guru IPA di SD sebagai guru kelas adalah sebagai fasilitator, motivator, inovator, konselor dan evaluator. Dalam usaha membentuk karakter siswa hendaknya guru IPA memiliki kompetensi guru profesional, fisik dan mental sebagai pendidik yang meliputi (a) sehat dan berpenampilan menarik (b) ketulusan akan pengabdian (c) kemauan untuk mengembangkan diri (d) kesabaran dan kasih sayang, serta (e) keteladanan dalam bersikap dan perilaku (3) strategi pembelajaran IPA di SD yang dapat berperan dalam pembentukan karakter siswa SD adalah dengan menggunakan pendekatan dan metode yang tepat antara lain pendekatan saling temas, pendekatan discovery inkuiri, pendekatan CTL,pendekatan kooperatif, pendekatan kuantum dengan metode ekspresimen atau  demonstrasi, diskusi presentasi, karya wisata, simulasi, latihan dan penugasan. Kesimpulan dari kajian ini adalah pembelajaran IPA di SD dapat berperan dalam pembentukan karakter siswa SD dalam pembentukan karakter siswa SD melalui pembelajaran IPA dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAIKEM) yang akan menghasilkan pembelajar yang cerdas, antusias, nyaman, tercapai tujuan, (terampil),interatif                              dan komunikatif (CANTIK).   Kata kunci : karakter, siswa SD, Pembelajaran IPA.
ANALISIS SUSUNAN PERKERASAN JALAN PADA TIGA RUAS JALAN ARTERI DI SEMARANG Warsiti, Warsiti; Risman, Risman
Orbith Vol 10, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Orbith

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan jalan mempunyai peranan dalam melancarkan angkutan barang maupun manusia dari suatu daerah ke daerah yang lain. Jalan merupakan prasarana transportasi darat, jika prasarana transpotasi  dalam kondisi baik maka transportasi juga akan berjalan baik, dampaknya bermacam-macam antara lain pengendara merasa nyaman, kecelakaan berkurang, lalu lintas berjalan lancar, perekonomian meningkat. Kondisi perkerasan jalan akan dipengaruhi oleh jumlah dan jenis kendaraan yang lewat, kualitas bahan material, perawatan, kualitas drainase dsb. Dalam studi ini akan dibahas tentang perkerasan exsisting masih mampu menahan beban LHR (Lalu Lintas Harian Rata-rata) yang ada  dengan metode membandingkan  ITP exsisting dengan ITP berdasarkan data lalu lintas yang ada. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa pada IndekTebalPerkerasan (ITP exsisting) Jl. Dr. Cipto, Jl.S.Parman dan Jl. Sugiyopranoto diperoleh berturut-turut 11,25 ; 11,2 ; 11,16 dan  ITP berdasarkan data lalu lintas yang ada berturut-turut sebesar 11,0 ; 10,0 ; 10,5. Sehingga dapat diambil kesimpulan tebal perkerasan dari ketiga jalan raya (Jl. Dr. Cipto, Jl. S. Parman dan Jl. Sugiyopranoto) tahun 2014 masih mampu menahan beban lalu lintas yang ada. Kesimpulan dari studi kasus ini berdasarkan analisis dari data lalu lintas th 2013 maka ketiga jalan tersebut pada tahun 2014 belum perlu dilakukan Overlay atau penambahan tebal perkerasan.
Analisis Kinerja Simpang Bersinyal Pada Jalan Kaligarang – Jalan Kelud Raya – Jalan Bendungan Raya Warsiti, Warsiti; Sukoyo, Sukoyo; Pamungkas, Galih; Herdiansyah, Muhamad Ryan
Bangun Rekaprima: Majalah Ilmiah Pengembangan Rekayasa, Sosial dan Humaniora Vol 2, No 2, Oktober (2016): Bangun Rekaprima
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v2i2, Oktober.455

Abstract

Sejalan dengan  pesatnya perkembangan kota, tuntutan lalu lintas yang semakin padat, dan permintaan masyarakat terhadap kendaraan yang semakin besar memerlukan perhatian maupun penilaian kerja untuk kondisi persimpangan. Tidak seimbangnya jumlah lalu lintas dengan lebar efektif jalan, pendeknya waktu hijau akan menyebabkan tundaan serta antrian lalu lintas pada persimpangan. Perencanaan lebar pendekat, pengaturan fase dan waktu siklus optimum ditujukan untuk menaikkan kapasitas persimpangan dan sedapat mungkin menghindari terjadinya konflik lalu lintas.Sebagaimana hal tersebut diatas, dicoba untuk mengadakan studi pada persimpangan bersinyal. Studi ini menggunakan metode pendekatan dari MKJI (Manual Kapasitas Jalan Indonesia) dengan meninjau persimpangan “Jalan Kaligarang  –  Jalan  Kelud Raya – Jalan Bendungan Raya”. Setelah dilakukan analisis dari data yang diperoleh di lapangan, didapat nilai derajat kejenuhan untuk tiap pendekat adalah antara 0,907-0,927.Hal ini menunjukkan bahwa kinerja persimpangan tidak layak dioperasikan. Solusi yang dilakukan adalah dengancara perubahan waktu hijau sebanyak 14 detik pada lengan bagian barat (Jalan Kaligarang Barat), waktu siklus berubah dari 157 detik menjadi 171 detik dan penambahan lebar satu lajur (sepanjang 3,5 meter) pada pendekat T (Jalan Kaligarang Timur), penambahan satu lajur (sepanjang 3,5 meter) pada pendekat U (Jalan Bendungan Raya) dan penambahan 1,4 meter (dari 5,6 meter menjadi 7 meter) pada pendekat S (Jalan Kelud Raya). Setelah dilakukan perubahan tersebut, nilai derajat kejenuhan pada tiap pendekat menurun menjadi 0,494-0,794 dengan tingkat pelayanan simpang E.Kata kunci: Kinerja Simpang, Derajat Kejenuhan, Panjang Antrian, Tundaan.
Kajian Perilaku Aliran Melalui Alat Ukur Debit Mercu Bulat Terhadap Tinggi Muka Air Risman, Risman; Warsiti, Warsiti; Mawardi, Mawardi; Martono, Martono; Satriyadi, Lilik
Bangun Rekaprima: Majalah Ilmiah Pengembangan Rekayasa, Sosial dan Humaniora Vol 2, No 1, April (2016): Bangun Rekaprima
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v2i1, April.707

Abstract

Penelitian ini dibatasi pada perilaku debit aliran melalui alat ukur debit mercu bulat terhadap tinggi muka air di hulu, di atas mercu dan di hilir. Metodologi yang digunakan adalah melakukan pengujian di laboratorium hidrolika dengan membuat model alat ukur debit mercu bulat dengan radius mercu R = 1,0 cm, 1,25 cm, dan 1,5 cm kemudian dialirkan debit mulai dari Q1, Q2, Q3, Q4, …. Qn, untuk mendapatkan variasi tinggi muka air di hulu, di atas mercu dan hilir alat ukur debit mercu bulat, sehingga bisa didapatkan hubungan antara debit dengan tinggi muka air di hulu, di atas ambang dan hilir alat ukur debit mercu bulat. Disamping itu didapatkan juga hubungan dari variasi debit yang dialirkan melalui alat ukur debit mercu bulat terhadap koefisien debit aliran yang terjadi. Dari hasil penelitian ini didapatkan hubungan debit dengan tinggi muka air di hulu, tinggi muka air di hilir, muka air di atas ambang, dan koefisien debit alat ukur mercu bulat. Hubungan debit dengan tinggi muka air di hulu, tinggi muka air di hilir pada alat ukur debit mercu bulat mempunyai trend yang mirip. Hubungan debit dan koefisien debit pada alat ukur debit mercu bulat untuk radius mercu R = 1,25 cm dan R = 1,5 cm mempunyai trend yang mirip, akan tetapi untuk R = 1,0 cm mempunyai trend yang berbeda.Kata kunci: Mercu bulat, koefisien debit, debit
Analisis Kekuatan Perkerasan Jalan Batas Ska Barat – Batas Kota Boyolali Warsiti, Warsiti; Risman, Risman
Bangun Rekaprima: Majalah Ilmiah Pengembangan Rekayasa, Sosial dan Humaniora Vol 1, No 2, Oktober (2015): Bangun Rekaprima
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v1i2, Oktober.700

Abstract

Salah satu prasarana transportasi darat adalah jalan raya. Penataan hubungan jalan yang satu dengan yang lain dari suatu wilayah (jaringan jalan )mempunyai peranan dalam melancarkan angkutan barang maupun manusia dari suatu daerah ke daerah yang lain. Suatu wilayah yang mempunyai konstruksi jalan yang baik maka transportasi juga akan berjalan baik, dampaknya pengendara merasa nyaman, kecelakaan berkurang, lalu lintas berjalan lancar, perekonomian meningkat. Kondisi perkerasan jalan akan dipengaruhi oleh jumlah dan jenis kendaraan yang lewat, kualitas bahan material, perawatan, kualitas drainase dsb. Dalam studi ini akan dibahas tentang perkerasan exsisting, masih memenuhi syarat ketebalan perkerasan untuk menahan beban LHR (Lalu Lintas Harian Rata-rata) yang ada. Metode yang digunakan dengan membandingkan ITP exsisting dengan ITP berdasarkan data lalu lintas yang ada. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa pada IndekTebalPerkerasan( ITP exsisting ) Jl. Batas SKA Barat – Batas Kota Boyolali diperoleh 12,715 dan ITP berdasarkan data lalu lintas yang ada sebesar 12,45 Kesimpulan teketebalan perkerasan jalan raya Jl. Batas SKA Barat – Batas Kota Boyolali tahun 2015 masih memenuhi syarat ketebalan untuk menahan beban lalu lintas yang ada, sehingga belum perlu dilakukan Overlay atau penambahan tebal perkerasan.Kata Kunci: LHR,CBR,FR,Struktur Perkerasan Jalan.
PENGOLAHAN RAMI SECARA BIOLOGI Agustina, Siti; Tuti, Lydia C.H.; Andrianty, Trisny; Warsiti, Warsiti
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 2 DESEMBER 2005
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.3585

Abstract

Pada saat ini proses pengolahan serat rami menjadi China grass dilakukan dengan menggunakan proses secara fisika dan kimia. Hasilnya cukup balk, tetapi proses ini menghasilkan limbah. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah limbah tersebut dengan mengolah serat rami menggunakan mikroorganisme, pada proses delignifikasi dan degumming. Pada penelitian ini adalah jenis-jenis bahan perendam digunakan sebaqai variabel (media mikroorganisme) yaitu: air laut, air kelapa kopyor, air enzim papain, larutan bakteri dan air rawa. Berdasarkan hasil penelitian  untuk proses delignifikasi yang terbaik adalah perendaman serat rami selama 4 hari dengan air laut dan untuk proses degumming adalah perendaman 5 hari oleh bakteri Pseudomonas fluoresence 15%. Spesifikasi china grass yang dihasilkan adalah kuat tarik per helai 320,8 pada kondisi standar 32,7 mN, kehalusan 5,29 Dtex (1,76 Denier) dan kemuluran 1,8% serta warna serat yang dihasilkan berwarna putih dan berkilau.