Articles

Found 28 Documents
Search

Profiling Kecepatan Gelombang Geser (Vs) Surabaya Berdasarkan Pengolahan Data Mikrotremor Mufida, Asmaul; Santosa, Bagus Jaya; Warnana, Dwa Desa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1539.541 KB)

Abstract

Surabaya merupakan daerah dengan kondisi geologi berupa cekungan endapan aluvial dan batu pasir dengan sedimen berupa batu gamping dan lempung, oleh karenanya daerah Surabaya sangat rawan terhadap kerusakan akibat gempa. Selain itu, Surabaya berada dekat dengan lajur sesar Lasem, Lajur sesar Watu Kosek, lajur sesar Grindulu dan Lajur sesar Pasuruan yang memungkinkan terjadinya gempa yang bersumber dari sesar-sesar tersebut. Maka salah satu upaya yang perlu dilakukan untuk mengurangi resiko bencana terhadap bahaya gempabumi di Surabaya adalah memperkirakan bahaya seismik yang mungkin terjadi yaitu mikrozonasi daerah setempat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengestimasikan nilai sebaran kecepatan gelombang S (VS) bawah permukaan dengan menggunakan data mikrotremor. Analisa dilakukan pada 39 data titik akusisi mikrotremor tanah yang tersebar di wilayah Surabaya. Data diolah dengan metode HVSR untuk mendapatkan kurva HVSR dan nilai frekuensi natural dan amplifikasi. Kurva HVSR tersebut kemudian diinversikan untuk memperoleh sebaran nilai VS bawah permukaan, kedalaman bedrock, dan VS30. Berdasarkan VS30, wilayah Surabaya diklasifikasi menjadi tipe tanah E yaitu lapisan tanah yang terdiri aluvium pada permukaan dengan nilai Vs tipe C atau D dengan ketebalan bervariasi antara 5 m dan 20 meter, dengan VS tipe tanah D menyebar pada hampir seluruh wilayah Surabaya terkecuali bagian tengah ke arah barat yang memiliki VS tipe tanah C.
Analisa Sebaran Fosfat dengan Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Wenner-Schlumberger : Studi Kasus Saronggi, Madura Nabeel, Faza; Warnana, Dwa Desa; Bahri, Ayi Syaeful
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Sains dan Seni ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang batuan fosfat,  yang bertujuan untuk menentukan sebaran serta kualitas batuan fosfat (kadar P2O5) di lokasi penelitian yaitu di daerah kecamatan Saronggi kabupaten Sumenep Madura. Penelitian ini dilakukan dengan  menggunakan metode geolistrik konfigurasi Wenner-Schlumberger pada proses pengambilan data lapangan. Pemodelan dan inversi data lapangan dilakukan dengan menggunakan software Res2Dinv.  Nilai resistivitas yang terukur dibandingkan dengan hasil pengukuran nilai resistivitas skala  laboratorium pada sampel batuan fosfat yang diambil dari lokasi penelitian menggunakan LCR meter.  Sedangkan uji kimiawi dilakukan untuk mengetahui kandungan P2O5 pada batuan fosfat yang telah terukur nilai resistivitasnya. Berdasarkan pada hasil pengukuran di laboratorium, didapatkan nilai resistivitas batuan fosfat sebesar 96 Ωm hingga 353 Ωm. Hasil ini nantinya dijadikan sebagai acuan dalam menentukan letak sebaran fosfat pada kontur resistivitas hasil inversi menggunakan Res2Dinv. Kemudian setelah dilakukan uji kimiawi, didapatkan kadar P2O5 sebesar 12,30% hingga 15%. Jadi, batuan fosfat di daerah penelitian dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk Super Phosphate jenis Single Super Phosphate.
Pemetaan Zona Lemah Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Wenner dan Dutch Cone Penetrometer Test (DCPT) Wafi, Abdurahman; Santosa, Bagus Jaya; Warnana, Dwa Desa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3954.664 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini telah dilakukan pengamatan geolistrik dan data Dutch Cone Penetrometer Test (DCPT) yang dilakukan di Jalan Arteri Porong. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan tanah, memetakan persebaran zona lemah dan mendapatkan hubungan nilai tekanan konus dengan resistivitas untuk menentukan zona lemah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah akusisi data lapangan geolistrik dan DCPT serta mengorelasikan nilai tekanan konus dan resistivitas. Dari penelitian untuk zona lemah didapatkan nilai resistivitas <10 Ωm dan nilai tekanan konus < 20 kg/cm2. Perseberan zona lemah terdapat pada kedalaman 6-13 meter dengan jarak 30-200 meter untuk lintasan 1, kemudian pada jarak 320 meter untuk lintasan 14, serta pada jarak 330-340 meter dan 400-440 meter untuk lintasan 16. Hasil korelasi antara resistivitas dengan tekanan konus diperoleh bahwa keduanya dapat digunakan untuk menentukan zona lemah akan tetapi  untuk sifat kelistrikan batuan tidak bisa dijadikan acuan untuk mengetahui tingkat kekerasan tanah begitu juga sebaliknya.
Analisis Sifat Fisis Reservoar Menggunakan Metode Seismik Inversi Acoustic Impedance (AI) dan Multiatribut (Studi Kasus Lapangan F3) Sanjaya, Deby Nur; Warnana, Dwa Desa; Santosa, Bagus Jaya
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5687.385 KB)

Abstract

Lapangan F3 adalah sebuah blok di sektor Laut Utara Belanda. Pada lapangan ini telah dilakukan akuisisi 3D (3 dimensi) seismik untuk eksplorasi minyak dan gas yang terbentuk antara zaman Jurassic sampai Cretaceous. Keberadaan hidrokarbon pada lapangan ini ditunjukan dengan adanya fenomena bright spots dan gas chimneys pada bawah permukaan. Pada penelitian ini digunakan dua metode dalam penentuan persebaran zona reservoar yaitu seismik inversi Acoustic Impedance (AI) dan atribut seismik. Telah dilakukan kedua metode untuk mendapatkan beberapa parameter sifat fisik batuan yang dapat membantu dalam memetakan distribusi reservoar pada lapangan ”F3”. Dari hasil integrasi keduanya, menunjukkan bahwa reservoar batu pasir pada lapangan ini mengandung hidrokarbon yang diidentifikasikan oleh prosentase dari porositas yaitu 36-40 %.dan AI 11.852-13.620 (ft/s)*(g/cc). Zona dengan porositas pada peta struktur telah diperoleh dengan slicing peta AI dan peta atribut porositas. Berdasarkan zona porositas reservoar didapat tiga zone prospek yang tersebar di bagian Utara yaitu zona 1 yang sudah memang dilakukan pengeboran well log sumur F03-02, bagian sebelah Timur di dekat sumur F03-04 yaitu zona 2 dan Selatan di zona 3 merupakan daerah yang belum dilakukan eksplorasi terbukti belum adanya sumur pada daerah ini. Hasil yang didapat dari studi ini menunjukkan bahwa daerah zona (3) merupakan daerah yang paling potensial untuk eksplorasi, dikarenakan pada zona 3 yang merupakan zona prospek yang belum tereksploitasi.
Analisis Citra Landsat ETM+ untuk Kajian Awal Penentuan Daerah Potensi Panas Bumi di Gunung Lamongan, Tiris, Probolinggo Utama, Widya; Bahri, Ayi Syaeful; Warnana, Dwa Desa
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Fisika dan Aplikasinya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.786 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v8i1.858

Abstract

Dalam peneltian, citra Landsat ETM+ dipakai untuk mengidentifikasi geomorfologi dan distribusi temperatur permukaan bumi untuk mengenali daerah prospek potensi panas bumi di wilayah Gunung Lamongan, Tiris, Kabupaten Probolinggo. Koreksi yang dilakukan dalam pengolahan citra dilakukan secara standar. Interpretasi geomorfologi menunjukan adanya sesar dominan pada arah barat laut - tenggara. Interpretasi suhu permukaan menunjukkan manifestasi sumber panas bumi di permukaan di dekat sistem sesar. Hal ini menunjukkan bahwagunung Lamongan merupakan daerah potensi energi panas bumi yang perlu dikaji lebih lanjut untuk mendeliniasi daerah reservoir di bawah permukaan melalui kajian geologi, geokimia dan geofisika.
Identifikasi Scouring sebagai Potensi Kelongsoran Tanggul Sungai Bengawan Solo berdasarkan Survei GPR (Studi Kasus Desa Widang, Kabupaten Tuban) Warnana, Dwa Desa
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 4, No 2 (2008)
Publisher : Jurnal Fisika dan Aplikasinya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.832 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v4i2.959

Abstract

Telah dilakukan pengukuran dengan metode GPR (Ground Penetrating Radar) untuk mengidentifikasi scouring Sungai Bengawan Solo di Desa Widang, Kabupaten Tuban. Metode GPR merupakan salah satu metode geofisika yang memanfaatkan prinsip penjalaran gelombang elektromagnet dalam medium (tanah) yang kedalaman penetrasinya dan besar amplitudo yang terekam bergantung pada sifat dielektrik dari batuan atau media bawah permukaan dan frekuensi yang digunakan. Pada penelitian kali ini digunakan antena berfrekuensi 50 MHz, yang bisa mencapai penetrasi hingga 25 - 30 meter. Pada hasil pengolahan data dan interpretasi menunjukkan bahwa terdapat pendangkalan sungai di daerah hulu. Sedangkan pada daerah menuju ke hilir dasar sungai mengalami penggerusan lapisan tanah (erosi) sehingga mengakibatkan dasar sungai menjadi curam. Penggerusan lapisan tanah (scouring) di sekitar tanggul diakibatkan oleh tanah yang mengandung lempung berpasir, pada pori batuannya tersisipi oleh air sungai. Potensi kelongsoran yang tinggi dapat dipicu dengan adanya scouringdan erosi aktif (terus menerus). Keadaan seperti ini ditemukan pada daerah pengukuran lintasan widang 2 dan lintasan widang 3. Berdasarkan hasil interpretasi data yang dikorelasikan dengan data bor, menunjukkan bahwa sebagian besar daerah pengukuran memiliki litologi yang didominasi oleh lempung pada pengendapan atas (dasar sungai) dan pada kedalaman 8,5-15 meter didominasi pasir dan lanau.
PENERAPAN METODE VERY LOW FREQUENCY ELECTROMAGNET (VLF-EM) UNTUK MENAFSIRKAN BIDANG LONGSORAN, STUDI KASUS DESA JOMBOK, KECAMATAN NGANTANG, KABUPATEN MALANG, JAWA TIMUR Wijayanto, Totok; Santosa, Bagus Jaya; Warnana, Dwa Desa; Candra, Arya Dwi
Jurnal Spektra Vol 16, No 3 (2015): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKelongsoran sering terjadi pada tanah yang memiliki topografi curam. Salah satunya adalah yang terjadi di Desa Jombok, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pada areal seluas satu hektar dijumpai penurunan permukaan tanah (longsor). Daerah longsoran ini diteliti dengan menggunakan salah satu metoda Geofisika, yaitu Very Low Frequency-Electromagnetic (VLF-EM). Data lapangan yang didapatkan dari hasil pengukuran metode VLF-EM biasanya tercampur dengan noise dan outlier. Pada penelitian ini digunakan filter NA-MEMD untuk menghilangkan noise dan outlier. Digunakan Filter Karous-Hjelt untuk menganalisa data secara kualitatif. Sedangkan analisa secara kuantitatif diperoleh dengan melakukan pemodelan inversi menggunakan INV2DVLF. Hasil analisis VLF-EM dengan menggunakan filter NA-MEMD mampu mereduksi noise dan outlier dari data pengukuran. Sedangkan hasil inversi 2D menunjukkan bahwa terdapat zona anomali yang menunjukkan zona lemah atau rawan longsor di area penelitian. AbstractLandslide often occurs in a steep topography ground. One of them is happened in the Jombok village, Ngantang, Malang, East Java. Land subsidence (landslides) often occur in this area. The landslide area investigated using one of the Geophysics methods, the Very Low Frequency-Electromagnetic (VLF-EM). The field datas obtained from measurement results of VLF-EM method are usually mixed with noise and outliers. In this research, NA-MEMD filter.is used to eliminate the noise and outliers. Karous-Hjelt (K-Hjelt) filter is udes to qualitative analyze of the data. While quantitative analysis is obtained by performing inversion modeling using INV2DVLF. VLF-EM analysis results using the NA-MEMD filter is able to reduce the noise and outliers of measurement data. While the 2D inversion results indicate that there is an anomalous zone which indicates weak or landslide-prone zones in the study area.Keywords: VLF-EM, NA-MEMD, K-Hjelt filter, INV2DVLF, Landslide.
Local Site Effects Evaluation Using Microtremor Measurements at North Side of Pandan Mountain Hidayat, Samsul; Warnana, Dwa Desa; Koesuma, Sorja; Cari, C
Journal of Physics: Theories and Applications Vol 1, No 2 (2017): Journal of Physics: Theories and Applications
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jphystheor-appl.v1i2.19120

Abstract

Disaster mitigation has been undertaken to reduce the impact of loss or damage caused by the earthquake. For disaster mitigation purpose, it is necessary to conduct a local geological assessment. The horizontal to vertical spectral ratio (HVSR) of microtremor analysis is very popular in the context of seismic micro-zonation. Microtremor method is cheap, data acquisition is easy, and does not cause noise, so suitable for use in residential areas. This research aims to determine the distribution of the natural frequency value, the amplification factor value, and the soil vulnerability index value. This study was conducted geographically between 7°26'17.45" – 7°26'53.16" S and 111°47'14.76" – 111°48'7.06" E. Data processing using HVSR analysis method on Easy HVSR software. The results showed that the natural frequency (fo) values range 0,95 Hz to 8,3 Hz and the amplification factor values range 2,05 to 8,67. From the result data of the natural frequency and the amplification factor, the soil vulnerability index can be calculated. The vulnerability index (Kg) value ranges from 1,09 to 68,33. The northeast side of the study area is indicated as a weak zone where have high potential to damage when the earthquake occurred.
Analisis Persebaran Gas Karbonat Pada Lapangan “Ngawen” Menggunakan Metode AVO Lestari, Putri Rida; Warnana, Dwa Desa; Marianto, Farid
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.021 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24017

Abstract

Gas bumi merupakan salah satu sumber daya alam ekonomis untuk Indonesia. Sehingga diperlukan adanya peningkatan eksplorasi hidrokarbon, khususnya gas bumi. Salah satu metode untuk pendeteksian keberadaan gas dalam reservoir dengan mengkaji prilaku sinyal refleksi dari batuan reservoir adalah metode AVO (Amplitudo Versus Offset). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan persebaran gas karbonat pada lapangan Ngawen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode AVO (Amplitudo Versus Offset). Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu nilai Intercept dan Gradien pada kasus gas karbonat, serta Penampang P*G (Intercept*Gradien). Intercept bernilai positif (+) dan Gradien bernilai negatif (-). Pada penampang P*G (Intercept*Gradien) dapat ditentukan persebaran gas karbonat di lapangan Ngawen dengan nilai P*G (Intercept*Gradien) negatif.
Analisa Parameter Desain Akuisisi Seismik 2D dengan Metode Dinamik pada Lingkungan Vulkanik, Studi Kasus : Cekungan Jawa Barat Bagian Utara Banuboro, Adib; Warnana, Dwa Desa; Syaifuddin, Firman; Guntara, Alpius Dwi
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1137.689 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24094

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai desain akuisisi seismik di lingkungan vulkanik. Penelitian ini dilakukan karena metode seismik memiliki permasalahan dalam perambatannya di lingkungan vulkanik. Permasalahan tersebut terjadi karena efek kontras kecepatan antar lapisan vulkanik dengan lapisan sedimen dibawahnya dan struktur geologi yang komplek pada lingkungan vulkanik. Daerah penelitian terletak di Cekungan Jawa Barat bagian Utara tepatnya di Kabupaten Majalengka. Penelitian dilakukan untuk mengetahui parameter akuisisi seismik 2D yang dapat memberikan resolusi lateral, Fold coverage, dan resolusi vertikal dengan hasil ideal di lingkungan vulkanik. Penelitian dimulai dengan membuat model geologi sintetik daerah penelitian menggunakan data sumur berupa data kecepatan sonic log dan dua data seismik yang saling berpotongan pada daerah penelitian. Variasi desain akuisisi seismik 2D yang dianalisa pada penelitian ini adalah Common depth point Interval (CDP Interval), Fold Coverage, dan Far Offset. Target formasi yang dianalisa adalah Formasi Jatibarang bagian atas dengan kedalaman 1763 meter dan terletak pada domain waktu seismik 1000 ms. Common dept Point interval diberikan variasi sebesar 10 meter dan 15 meter. Fold Coverage diberikan variasi parameter 15, 30, dan 45 Fold Coverage. Far Offset diberikan variasi parameter 600 meter, 1190 meter, dan 1790 meter. Hasilnya ditunjukkan oleh penampang seismik 2D untuk setiap variasi desain akuisisi. Hasil yang memberikan kondisi ideal yakni CDP interval 10 meter, Fold Coverage 45, dan Far Offset 1790 meter. Berdasarkan hasil tersebut desain akuisisi seismik 3D dapat di desain dengan dasar hasil analisa desain akuisisi seismik 2D di daerah penelitian.