Articles

Found 19 Documents
Search

Intermittent hypoxia hypobaric exposure minimized oxidative stress and antioxidants in brain cells of Sprague Dawleymice

Health Science Journal of Indonesia Vol 3, No 2 Des (2012)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakLatar belakang: Hipoksia hypobaric meningkatkan produksi radikal bebas, terutama spesies oksigen reaktif (ROS). Peningkatan ROS akan menyebabkan stres oksidatif bila tidak disertai dengan peningkatan enzim antioksidan. Kondisi ini dapat dikurangi dengan hipoksia hipobarik intermiten (HHI). Tujuan penelitian ini mengidentifikasi frekuensi IHH yang dapat meminimalkan efek hipoksia hipobarik terhadap stres oksidatif dan aktivitas antioksidan spesifik pada tikus Sprague Dawley.Metode: Penelitian eksperimental pada bulan Februari-April 2010, Subjek terdiri dari satu kelompok kontrol dan empat kelompok paparan pada mencit jantan Sprague Dawley. Setiap kelompok terdiri dari 5 tikus. Kelompok kontrol tidak terpapar IHH. Kelompok terpapar (dengan selang waktu satu minggu) terpapar sekali, dua kali, tiga kali, atau empat kali IHH. Semua kelompok paparan dipaparkan hipobarik setara dengan ketinggian: 35.000 ft (1 menit), 25.000 ft (5 menit), dan 18.000 ft (25 menit). Jaringan otak diperiksa untuk 8-OHdG dan SOD.Hasil:Setelah tiga paparan IHH tingkat 8-OHdG sudah kembali ke nilai kontrol (P = 0,843). Tingkat SOD meningkat secara progresif pada dua, tiga, dan empat kali paparan IHH. Bahkan setelah paparan kedua, tingkat SOD sudah sama dengan nilai kontrol, 0,231 ± 0,042 (P = 0,191).Kesimpulan: Tiga kali IHH sudah dapat meminimalkan pengaruh hipoksia hipobarik terhadap stres oksidatif dan aktivitas spesifik antioksidan pada tikus Sprague Dawley.Kata kunci: hipoksia hipobarik intermiten, stres oksidatif, antioksidanAbstractBackground: Hypoxia hypobaric increase the production of free radicals, especially reactive oxygen species (ROS). The increase in ROS would cause oxidative stress when not accompanied by an increase in antioxidant enzymes. This condition may minimize by intermittent hypobaric hypoxia (IHH). This study aimed to identify the number of IHH which may minimize the effect of hypoxia hypobaric on oxidative stress and the specific activity of antioxidants in Sprague Dawley male mice.Methods: The experimental study was in February-April 2010 consisted of one control group and four exposed groups of male mice Sprague Dawley. Each groups consisted of 5 mice. The control group did not have IHH. The exposed groups (with an interval of one week) had once, twice, three, or four times IHH using a chamber flight. All exposed groups were treated hypobaric equivalent to: 35,000 ft altitude (1 minutes), 25,000 ft (5 minutes), and 18,000 ft (25 minutes). All of their brains had 8-OHdG and SOD measured.Results: The 8-OHdG level among three time IHH exposures had already returned to the control value (P = 0.843). The SOD level increased progressively among two, three, and four times IHH. However after the second exposure, it was found that the SOD level was similar to the control value, 0.231 ± 0.042 (P = 0.191).Conclusion: In conclusion, three times of IHH may improve the effect of hypoxia hypobaric on oxidative stress and specific activity of antioxidants in Sprague Dawley male mice. The SOD level was increased at an earlier exposure, which was after one IHH exposure.Keywords: intermittent hypoxia hypobaric, oxidative stress, antioxidants

PEMBELAJARAN BERBASIS PEMECAHAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF SMK NEGERI 2 WONOSARI.

AUTOTECH - Pendidikan Teknik Otomotif Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Auto Tech
Publisher : Pendidikan Teknik Otomotif

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif tingkat tinggi siswa melalui pembelajaran berbasis pemecahan di SMKN 2 Wonosari. Penelitian berupa penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa tingkat 2 program keahlian Teknik Mekanik Otomotif SMK Negeri 2 Wonosari yaitu kelas 2 otomotif A  dengan jumlah 36 siswa. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti dengan instrumen pendukung berupa lembar pengamatan guru, balikan siswa dan guru. Teknik analisa data deskriptif dengan didukung data kualitatif. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa iklim pembelajaran menjadi lebih kondusif yang ditandai  dengan meningkatnya keaktifan siswa berupa meningkatnya pertanyaan, menurunnya off task, dan menurunnya ketergantungan siswa pada siswa lain. Tingkat gangguan kelas juga cenderung menurun dilihat dari berkurangnya siswa yang santai ataupun gaduh. Adanya peningkatan dalam ketuntasan belajar walaupun masih relatif kecil. Peningkatan kemampuan kognitif siswa cukup tinggi. Kemampuan kognitif yang di ukur adalah kemampuan analisis meningkat sejumlah 12 siswa atau 33,3%, sintesis meningkat 15 siswa atau 41,6% dan evaluasi meningkat 17 siswa atau 47,2%, ini bisa dilihat dari capaian skor siswa yang cenderung naik disamping hasil laporan kerja yang diberikan setelah pembelajaran berakhir.  

PENGEMBANGAN MODEL SIMULASI BREAK PICTURE BERBASIS NILAI PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Jurnal Studi Sosial Program Pascasarjana P-IPS Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.818 KB)

Abstract

The purpose of this research is to develop a Break Picture Simulation Models -Based Value, intended to attract learners in the Citizenship improvement learning;  by blending simulation method with picture and picture model that has been modified to break picture.  The selected Picture is a Picture Media -based value, so it’s called Break Picture Simulations model-based value.  Research methods using Research and Development (R and D). The development of research product design model, materials and media. The results showed ttest, of significance 5%, by techniques before and after:  20.880;  when compared with ttab after the interpolation  2.002, its seen ttes>ttab.  Comparison with the control class, of significance 5%, indicates ttes  5,971;  when compared with ttab after interpolated  2.002, then seen ttes>ttab.  by effectiveness of models is Gain 2.00;  or 1, 48 x conventional.Tujuan penelitian ini mengembangkan Model Simulasi Break Picture Berbasis Nilai, dimaksudkan untuk menarik minat siswa dalam peningkatan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan; dengan memadukan metode simulasi dan model picture and picture yang dimodifikasi menjadi break picture. Media Picture  yang dipilih,  berbasis Nilai;  disebut model  Simulasi Break Picture Berbasis Nilai.  Metode penelitian menggunakan Research and Development (R and D).  Produk penelitian pengembangan ini yaitu model desain, bahan ajar dan media. Hasil penelitian menunjukkan Perhitungan  ttes, taraf  signifikansi 5%, dengan teknik before and after; menunjukkan ttes =  20,880;  jika diperbandingkan dengan ttab setelah diinterpolasi  2,002;   maka terlihat  ttes > ttab.  Perbandingan dengan Kelas Kontrol, taraf signifikansi 5%, menunjukkan ttes =  5.971;  jika diperbandingkan dengan ttab setelah diinterpolasi  2,002;  terlihat    ttes > ttab; dengan   efektivitas model yaitu Gain 2,00;    atau 1, 48 x Konvensional.Kata kunci: model, pendidikan kewarganegaraan, simulasi break picture 

HUBUNGAN WAKTU PEMOTONGAN DAN WAKTU PEMESINAN PADA UJI KOMPTENSI PRAKTIK KEJURUAN TEKNIK PEMESINAN

Journal of Mechanical Engineering Education Vol 2, No 1 (2015): Juni
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.601 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara waktu pemotongan dan waktu pemesinan pada pelaksanaan uji kompetensi praktik kejuruan dan untuk mengetahui distribusi penilaian aspek waktu pemesinan pada pelaksanaan uji kompetensi praktik kejuruan bidang pemesinan bubut. Penelitian dilakukan di SMK Taruna Mandiri Cimahi pada tahun ajaran 2013/2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif korelasional dengan subjek penelitian 1 kelas sebanyak 30 siswa. Data diperoleh melalui observasi langsung terhadap pelaksanaan uji kompetensi praktek kejuruan pemesinan bubut, pekerjaan bubut terdiri atas tujuh pekerjaan, yaitu: bubut rata, bubut muka, bubut alur, bubut tirus, bubut tepi, bubut kartel, dan boring. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang positif antara waktu pemotongan dan waktu pemesinan pada pelaksanaan uji komptensi praktik kejuruan teknik pemesinan dengan tingkat hubungan yang sangat kuat. Distribusi penilaian untuk aspek waktu pemesinan bubut berturut-turut adalah 13%, 44%, 23%, dan 20% masing-masing untuk kategori a, b, c, dan e.

HUBUNGAN WAKTU KERJA TERHADAP HASIL KERJA PADA PELAKSANAAN UJI KOMPETENSI BIDANG PEMESINAN BUBUT DI SMK

Journal of Mechanical Engineering Education Vol 2, No 1 (2015): Juni
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.311 KB)

Abstract

Pada pelaksanaan uji kompetensi kejuruan hasil penilaian aspek waktu kerja, semua siswa diberi nilai A atau skor 4 pada uji kompetensi kejuruan bidang pemesinan. Namun bila dilihat pada penilaian aspek hasil kerja apakah hasil kualitas geometriknya sesuai dengan soal uji kompetensi kejuruan. Apakah produk siswa pada uji kompetensi kejuruan bidang pemesinan dapat diprediksi dengan aspek waktu kerja. Tujuan dari penelitian ini, adalah untuk mengetahui seberapa besar hubungan waktu kerja terhadap hasil kerja pada uji kompetensi praktik kejuruan bidang pemesinan bubut di SMK Negeri 6 Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif korelasional dengan subjek penelitian sebanyak 30 siswa. Data dijaring melalui studi observasi secara langung pada pelaksanaan uji kompetensi praktik kejuruan teknik pemesinan untuk pekerjaan membubut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara waktu kerja dengan hasil kerja pada uji kompetensi praktik kejuruan bidang pemesinan bubut.

KONTRIBUSI HASIL UJI KOMPETENSI TEORI KEJURUAN TERHADAP HASIL UJI KOMPETENSI PRAKTIK KEJURUAN TEKNIK GAMBAR

Journal of Mechaninal Engineering Education Vol 1, No 1 (2014): Juni
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.064 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini, secara umum untuk mengetahui seberapa besar kontribusi hasil uji kompetensi teori kejuruan terhadap hasil uji kompetensi praktik kejuruan siswa Teknik Gambar Mesin (TGM) pada tahun pelajaran 2012/2013 di SMK Negeri 2 Kota Bandung, serta untuk mengetahui tingkat relevansi materi uji kompetensi teori kejuruan terhadap praktik kejuruan yang diujikan pada uji kompetensi keahlian TGM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode desktriptif korelasional dengan subjek penelitian sebanyak 31 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: hasil uji kompetensi teori kejuruan dan praktik kejuruan TGM berada pada kategori baik, hasil uji kompetensi teori kejuruan berkontribusi terhadap hasil uji kompetensi praktik kejuruan TGM pada kategori tinggi, serta relevansi materi uji kompetensi teori kejuruan berada pada kategori telah memenuhi terhadap materi uji kompetensi praktik kejuruan TGM.

Praktik Manajemen Rantai Pasok dan Teknologi Bisnis Berbasis Elektronik sebagai Pemoderasi Perusahaan Manufaktur

JURNAL MANAJEMEN TRANSPORTASI & LOGISTIK Vol 2, No 02 (2015): JURNAL MANAJEMEN TRANSPORTASI & LOGISTIK
Publisher : STMT Trisakti

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengembangkan dan menguji konsistensi hubungan antara praktik manajemen rantai pasok (SCM), teknologi e-business dan kinerja operasional. Studi ini mengumpulkan data dari 67 perusahaan. Hubungan yang diajukan dalam kerangka kerja studi ini diuji menggunakan analisis partial least square. Hasil studi ini menunjukkan dampak manajemen SCM dan teknologi e-business terhadap kinerja operasional. Hasil analisis juga menunjukkan keberadaan interaksi efek antara praktik SCM dan teknologi e-business secara bersama-sama terhadap kinerja operasional.

HUBUNGAN ANTARA WAKTU PEMOTONGAN DENGAN WAKTU PEMESINAN BUBUT PADA UJI KOMPETENSI PRAKTIK KEJURUAN BIDANG PEMESINAN

Journal of Mechanical Engineering Education Vol 2, No 2 (2015): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.56 KB)

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah tidak adanya waktu standar yang spesifik pada aspek waktu pemesinan bubut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran waktu pemotongan dan waktu pemesinan serta mengetahui seberapa besar hubungan antara waktu pemotongan dengan waktu pemesinan pada pelaksanaan uji kompetensi praktik kejuruan bidang pemesinan bubut di SMK Negeri 6 Bandung Tahun Pelajaran 2013/2014. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif korelasional dengan subjek penelitian sebanyak 30 siswa. Data dijaring melalui studi observasi secara langsung pada pelaksanaan uji kompetensi praktik kejuruan teknik pemesinan untuk pekerjaan membubut, yang meliputi membubut rata, bertingkat, tirus, chamfer, alur, ulir, bor dan kartel. Hasil penelitian menunjukan bahwa waktu pemotongan berhubungan dengan waktu pemesinan pada uji kompetensi praktik kejuruan bidang pemesinan bubut dengan tingkat hubungan kuat.

Pengembangan Mata Kuliah Praktek Kejuruan Bagi Mahasiswa Jptm Fptk Upi Yang Relevan Dengan Kebutuhan Sebagai Calon Guru Smk Bidang Teknik Mesin

Innovation of Vocational Technology Education Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Faculty of Technological and Vocational Education-Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.972 KB)

Abstract

Between development aim a curriculum relevance enhanced, that is existence the relevance between matter that developed with the user need. This watchfulness aim was to produce subject matter development plan of vocational practice at JPTM FPTK UPI that can increase relevance with vocational practice teachercompetence need at SMK in mechanical engineering field. Watchfulness uses method descriptive. Data is gathered to pass documentation study and observation. Data source shaped from SMK curriculum document in mechanical engineering field and curriculum of JPTM FPTK UPI on Design and Production skill area group. Watchfulness result shows; (1) found 19 practice competence kinds productive at SMK in mechanical engineering. Competences can be grouped in 4 groups, that is drawing, practice base, machinery conventional manual, and machinery conventional CNC. (2) Produced development and pattern plan of vocational practice subject matter that is composed based on sequence matter contents. Mapping of vocational practice subject matter that designed: picture competence presents in semester 1,2 and 5, practice competences base present in semester 2,4 and 5, competences machinery conventional manual present in semester 3 and 4, competences machinery conventional CNC present in semester 6 and 7.

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TRANSPORTASI PUBLIK DALAM MENGATASI KEMACETAN DAN KEPADATAN LALU LINTAS DI MEDAN

JURNAL MANAJEMEN TRANSPORTASI & LOGISTIK Vol 4, No 2 (2017): JULI
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT) Trisakti

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.638 KB)

Abstract

The purpose of this reserach is to find the alternative policy that should be taken by the Medan City Government, describes the causes of traffic density and traffic congestion and to evaluate the implementation of the Medan City Government policy in facing the problems of transportation and traffic congestion of Medan City. The study was conducted at (a) the inner city corridor road: Jalan Mohd. Yamin and Jalan Balai Kota (b) outter corridor road: Jalan Yos Sudarso, Jalan Letda Sujono, Jalan Jamin Ginting, Jalan S.M. Raja, and Jalan Gatot Subroto (c) the outer ring road is Jalan Karya Jasa. Data collection from various sources and processed for analysis and evaluation using Analytic Hierarchy Process (AHP). The sample is taken by purposive way where the selected respondent has competence in reviewing policy to resolve traffic jam. Based on research results, the density and traffic congestion can be resolve with more effective transportation policy, consistent enforcement of rules by the policy implementers and public awareness to obey the rules of transportation policy that have been made.