Articles

Characterization of white grubs (Melolonthidae: Coleoptera) at salak pondoh agroecosystem in Mount Merapi based on isozymic banding patterns

Nusantara Bioscience Vol 1, No 1 (2009): Nusantara Bioscience
Publisher : “Bioscience Community”, School of Graduates, Sebelas Maret University, Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.396 KB)

Abstract

Wardani S, Sugiyarto. 2009. Characterization of white grubs (Melolonthidae: Coleoptera) at salak pondoh agroecosystem inMount Merapi based on isozymic banding patterns. Nusantara Bioscience 1: 38-42. The aim of this research is to know thecharacteristics of white grubs (Melolonthidae: Coleoptera) based on isozyme banding patterns. This research was conducted at Sleman,Yogyakarta and Magelang-Central Java for the morphological purposes. The sample was taken from 5 places with different height inwich 5 samples were taken from each location. The method used in this research was polyacrylamide gel electrophoresis (PAGE) usingthe vertical type. The enzyme system used in this research were peroxidase and esterase to detect the isozyme banding patterns. Theresults showed that there was a variation in isozyme banding patterns of white grubs (Melolonthidae: Coleoptera) at salak pondohagroecosystem in Mount Merapi’s slope (peroxidase in station II and IV while esterase in station III and V). It’s mean that genetic variationon white grubs population at salak pondoh agroecosystem in Mount Merapi’s slope was found. The environmental condition alsocontributed to the influence of the appear of isozyme banding pattern’s variation because each location had a different condition.

Pengaruh Media Tanam dan Pupuk Daun terhadap Aklimatisasi Anggrek Dendrobium (Dendrobium sp)

Jurnal Ilmu Pertanian KULTIVAR Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Ilmu Pertanian KULTIVAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.947 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis media tumbuh aklimatisasi dan jenis pupuk daun terhadap pertumbuhan pada proses aklimitasiasi anggrek Dendrobium sp. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan yang dimulai dari bulan Januari sampai dengan Maret 2009. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah jenis media tumbuh aklimatisasi (arang sekam, cocopeat, dan campuran antara arang sekam dan cocopeat). Faktor yang kedua adalah jenis pupuk daun (pupuk majemuk foliar I dan pupuk majemuk foliar II). Parameter yang diamati adalah persentase hidup, pertambahan tinggi planlet, pertambahan diameter batang, pertambahan jumlah daun, pertambahan berat total, saat muncul tunas, jumlah tunas, berat akar, volume akar dan jumlah klorofil daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi jenis media tumbuh aklimatisasi dengan jenis pupuk daun berpengaruh nyata terhadap parameter saat muncul tunas dan jumlah tunas. Kata kunci: acclimitazation, orchid, Dendrobium sp

KEBERKESANAN PEMBELAJARAN KIMIA MATERI IKATAN KIMIA BERVISI SETS PADA HASIL BELAJAR SISWA

Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 2, No 2 (2008): July 2008
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pembelajaran bervisi SETS dapatmenimbulkan kesan positif dan apakah kesan yang timbul akibat pembelajaran bervisi SETSberpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Penelitian dilakukan di SMAN 1 Pati pada kelasX. Desain penelitian adalah control group pretest-postest, sehingga terdapat dua kelompoksampel yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkanbahwa pada kelas eksperimen terjadi peningkatan kesan lebih baik daripada kelas kontroldengan ditunjukkan oleh hasil perhitungan hipotesis pertama menggunakan perhitunganT-tes. Teramati pula adanya hubungan antara kesan positif yang timbul dengan hasil belajarsiswa ditunjukkan oleh hasil perhitungan korelasi antara peningkatan kesan dengan hasilbelajar. Untuk kelas eksperimen didapatkan harga rxy sebesar 0,53 dan thitung 3,41 sedangkanuntuk kelas kontrol harga rxy 0,42 dan thitung 2,49. Kedua harga thitung ini ternyata leih besardaripada ttabel 2,04. Hal ini berarti terdapat hubungan antara kesan positif yang timbul denganhasil belajar siswa. Dari hasil perhitungan dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaranbervisi SETS membentuk kesan positif dalam diri siswa kelas X SMA Negeri 1 Pati dankesan positif yang timbul akibat pembelajaran bervisi SETS berpengaruh positif terhadaphasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Pati.Kata Kunci: Keberkesanan, pembelajaran bervisi SETS, hasil belajar

PENGEMBANGAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DALAM PEMBELAJARAN KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS MELALUI PRAKTIKUM SKALA MIKRO

Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 2, No 2 (2008): July 2008
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan  berpikir  dan  proses  sains  haruslah  dikembangkan melalui pembelajaran  kimia  dengan model  tertentu  untuk membina  kemampuan mahasiswa memecahkan masalah. Metode praktikum merupakan metode yang sangat efektif untuk pembelajaran  kimia,  sebab  praktikum membantu mahasiswa  calon  guru  untuk mencari jawaban dengan usaha sendiri berdasarkan data yang benar. Praktikum yang biasa dilakukan adalah skala makro, dalam hal ini kelemahanya adalah biaya tinggi dan limbah yang banyak. Pada penelitian ini dikembangkan metode praktikum KLT skala mikro agar lebih ekonomis dan mengembangkan  kreativitas mahasiswa  untuk mengembangkan  praktikum  yang lain. Penelitian diselenggarakan dengan subyek penelitian 31 mahasiswa program studi Pendidikan Kimia semester V. Materi praktikum yang dikenakan adalah kromatografi  lapis tipis (KLT) dengan skala mikro. Dari hasil uji-T, didapat hasil ada perbedaan yang signifi kan. Hal ini berarti pemahaman konsep dan keterampilan proses sains (KPS) meningkat setelah mahasiswa calon guru mengalami proses pembelajaran praktikum KLT skala mikro. Dari hasil rata-rata nilai pemahaman konsep, meningkat dari 77,48 menjadi 80,55 dan keterampilan proses  sains meningkat  nilai  rata-ratanya  dari  76,19 menjadi  82,16. Mahasiswa  calon guru 96% menanggapi positif, yaitu setuju dan sangat setuju bahwa proses pembelajaran praktikum KLT skala mikro dapat meningkatkan keterampilan proses sains dan pemahaman konsep KLT pada mahasiswa calon guru kimia.  Kata Kunci : Keterampilan proses sains, skala mikro

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS BERORIENTASI PROBLEM-BASED INSTRUCTION

Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 3, No 1 (2009): January 2009
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tindakan kelas untuk memperbaiki dan meningkatkan hasil belajarsiswa melalui penelitian tindakan kelas dengan pendekatan Keterampilan Proses Sains (KPS) BerorientasiProblem Based Instruction (PBI). Penelitian ini dilaksanakan di kelas XII IPA 8 SMA N 2 Semarang tahunpelajaran 2008/2009, dengan jumlah siswa 40 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakahpembelajaran dengan menggunakan Pendekatan KPS Berorientasi PBI dapat meningkatkan hasilbelajar dan aktivitas belajar siswa. Fokus dalam penelitian ini adalah hasil belajar kimia yang meliputiaspek kognitif, afektif, psikomotorik, selain juga aktivitas belajar dan keterampilan proses sains siswa,serta kinerja guru. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan hasil belajar siswa berturut-turutadalah 70,33 , 80,63 dan 89,88. Aktivitas belajar siswa juga mengalami peningkatan yaitu dengan skorrata-rata 65,21 pada siklus I naik menjadi 75,88 pada siklus II serta meningkat pada siklus III menjadi85,05. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kimia melalui pendekatan KPS berorientasi PBI dapatmeningkatkan hasil belajar serta aktivitas belajar siswa. Kata Kunci: keterampilan proses sains, problem based instruction

KOMPARASI HASIL BELAJ AR KIMIA ANTARA SISWA YANG DIBERI MODEL PEMBELAJARAN COLLABORATIVE LEARNING DENGAN KONVENSIONAL

Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 3, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian komparasi hasil belajar kimia antara siswa yang diberi model pembelajaran collaborative learning dengan model pembelajaran konvensional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kimia antara siswa yang diberi model pembelajaran Collaborative Learning dengan model pembelajaran konvensional pokok materi  termokimia, mengetahui  hasil  belajar manakah  yang  lebih  baik  di  antara kedua model tersebut. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IA semester 1 SMA Negeri I Purbalingga tahun pelajaran 2008/2009. Berdasarkan teknik cluster random sampling diperoleh dua kelas sampel yaitu kelas XI  IA  4 sebagai kelompok eksperimen dan kelas XI IA 3 sebagai kelompok kontrol. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi, tes, dan angket. Berdasarkan hasil analisis uji t data hasil belajar, diperoleh harga thitung  sebesar 2,994  dan harga ttabel sebesar 1,19. Karena thitung lebih besar  dari  ttabel  berarti  hasil  belajar  kelompok  eksperimen  lebih  baik  daripada  kelompok kontrol. Maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yng diberi model pembelajaran Collaborative Learning lebih baik daripada model pembelajaran konvensional. berdasarkan angket refl eksi, siswa merasa lebih mudah memahami materi Termokimia dengan model pembelajaran Collaborative Learning. Kata Kunci: hasil belajar, collaborative learning,konvensional

Pembekalan Merancang Lembar Kerja Peserta Didik Konstruktivis Dalam Meningkatkan Pedagogical Content Knowledge Dan Metakognisi Calon Guru

Jurnal Profesi Keguruan Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.887 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membekali  kemampuan merancang Lembar Kerja Peserta Didik (LKPDk) calon guru yang dapat  meningkatkan Pedagogical Content Knowledge (PCK) dan metakognisi melalui  perkuliahan Perencanaan Pengajaran Kimia (PPK).  Penelitian  dirancang dalam 4 tahap menggunakan desain mixed method dengan model strategi embedded. Tahap sebelum intervensi dilaksanakan pada awal penelitian untuk memperoleh  perangkat instrumen penelitian sebagai prototipe model peningkatan PCK dan metakognisi melalui pembekalan  LKPDk sebagai model hipotetik 1.  Model hipotetik ini diperoleh  melalui kajian hasil penelitian Haryani dkk tahun 2013-2016, serta kajian berbagai hasil penelitian lain. Tahap intervensi diperoleh model hipotetik 2 dan divalidasi diawali dengan pretes, implementasi di kelas, wawancara, dan diakhiri postes. Tahap ketiga analisis data kualitatif dan kuantitatif, dan diakhiri tahap ke-4 interpretasi secara keseluruhan untuk mengambil kesimpulan sehingga diperoleh model yang sudah teruji.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa para mahasiswa berusaha mengintegrasikan aspek kosntruktivis melalui menganalisis materi dengan strategi tertentu, meskipun untuk materi berbeda perlu difasilitasi secara mendalam. Pedagogical Content Knowledge terbukti meningkat  yang dijaring melalui pengisian dokumen CoRe,  demikian pula kemampuan metakognisi calon guru juga meningkat.This study aims to equip the ability to design Student Work Sheets (LKPDk) prospective teachers who can improve Pedagogical Content Knowledge (PCK) and metacognition through lectures of Chemical Teaching Planning (KDP). The study was designed in 4 stages using mixed method design with embedded strategy model. The pre-intervention stage was carried out at the beginning of the study to obtain the instrument of research as a prototype of PCK enhancement model and metacognition through LKPDk as hypothetical model 1. This hypothetical model was obtained through the study of Haryani et al in 2013-2016, and the study of various other research results. The intervention stage obtained by hypothetical model 2 and validated begins with pretest, implementation in class, interview, and ending postes. The third stage of qualitative and quantitative data analysis, and ending the fourth phase of the overall interpretation to draw conclusions so as to obtain a tested model. The results showed that the students tried to integrate aspects of kosntruktivis through analyzing the material with a particular strategy, although for different materials need to be facilitated in depth. Pedagogical Content Knowledge has been proven to increase through the filling of CoRe documents, as well as the ability of prospective teacher metacognition also increases.

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF UNTUK MEMFASILITASI BELAJAR MANDIRI MAHASISWA PADA MATA KULIAH KAPITA SELEKTA MATEMATIKA

Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 18, No 2 (2013): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.518 KB)

Abstract

Kemampuan pemahaman dan pemecahan masalah matematik merupakan kemampuan mahasiswa yang perlu dikembangkan di program studi pendidikan matematika. Kemampuan ini termasuk kemampuan berpikir tingkat tinggi yang perlu digali agar mahasiswa mampu berpikir secara rasional, logis, sistematis, kritis dan kreatif. Aplikasi multimedia pembelajaran matematika dapat menyajikan konsep dan keterampilan tingkat tinggi dalam matematika, yang memiliki keterkaitan antara satu unsur dan unsur lainnya yang sulit diajarkan dan dipelajari melalui buku semata. Kelebihan aplikasi multimedia interaktif matematika adalah dalam menjelaskan suatu konsep dapat menuntut mahasiswa bereksplorasi dan menganalisis, mencoba dan menggali konsep serta prinsip yang termuat dalam suatu materi yang dihadapinya,  sehingga dapat membangun struktur pemahamannya. Hal ini dapat terjadi dari terintegrasinya komponen-komponen seperti suara, teks, animasi, gambar/grafik, dan video yang berfungsi untuk mengoptimalkan peran indera dalam menerima informasi ke dalam sistem memori. Saat mahasiswa mengaplikasikan program ini ia diajak untuk terlibat secara auditif, visual dan kinetik sehingga dengan pelibatan ini, informasi atau pesannya mudah dimengerti. Pengembangan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif dapat memfasilitasi mahasiswa untuk belajar mandiri dalam mengembangkan kemampuan pemahaman dan pemecahan masalah matematiknya.Kata Kunci:  kemampuan pemahaman matematik, kemandirian belajar, pembelajaran multimedia interaktif, pemecahan masalah matematik 

Using Speed Reading and Extensive Reading Activities to Improve Students’ Reading Fluency

Jurnal Pendidikan Humaniora (JPH) Vol 2, No 3: September 2014
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study examines the implementation of Speed Reading and Extensive Reading activities to improve students’ reading fluency of students. Using a Classroom Action Research, Speed Reading and Extensive Reading activities was applied in 2 cycles with 2 x 45 minutes per week. Speed Reading and Extensive Reading activities were taught using three phase techniques: Pre-Reading, Whilst-Reading, and Post-Reading. Speed Reading was implemented through some techniques including scanning, skimming, and repeated reading. Meanwhile, Extensive Reading was applied by asking students to read a text at home. Assessment was conducted by giving a reading fluency test after each cycle to check the students’ progress. The other data: observation checklist, field notes, and questionnaire were utilized to complete the study. The result of the study indicated that Speed Reading and Extensive Reading activities benefited students by making them aware of using certain strategy to understand the meaning of text quickly. In the end of cycle 2, it was found that most of the students were successful to become fluent readers. In addition, students’ confidence increased and Speed Reading and Extensive Reading encouraged a positive attitude towards reading fluency.Key Words: speed reading, extensive reading, reading fluency Abstrak: Tujuan penelitian menginvestigasi penggunaan kegiatan Speed Reading dan Extensive Reading untuk meningkatkan kelancaran membaca siswa. Speed Reading dan Extensive Reading dilaksanakan dalam penelitian tindakan kelas terdiri 2 siklus dengan jangka waktu 2x45 menit per minggu. Speed Reading dan Extensive Reading diajarkan dengan teknik tiga tahap: pre-reading, whilst reading dan post-reading. Speed Reading dilaksanakan melalui beberapa teknik adalah scanning, skimming dan membaca berulang. Extensive Reading diaplikasikan dengan meminta siswa membaca sebuah teks di rumah. Penilaian dengan memberikan tes kelancaran membaca setelah masing-masing siklus selesai dilaksanakan untuk memeriksa perkembangan siswa. Data lain didapat dari: observasi, catatan lapangan, dan kuisioner untuk melengkapi hasil data utama. Hasil penelitian menunjukkan Speed Reading dan Extensive Reading bermanfaat bagi siswa untuk memahami arti teks dengan cepat. Pada akhir siklus 2 sebagian besar siswa berhasil menjadi pembaca lancar, kepercayaan diri siswa meningkat, dan penggunaan Speed Reading dan Extensive Reading memberi dampak positif terhadap perilaku siswa dalam kegiatan membaca lancar.Kata kunci: speed reading, extensive reading, membaca lancar

ANALISIS KELEMAHAN EKSPLANASI MAHASISWA KAITANNYA DENGAN BUDAYA KERJA DAN PENGEMBANGAN KECERDASAN INTER-INTRAPERSONAL DALAM PERKULIAHAN ELEKTROMETRI

Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 8, No 1 (2014): January 2014
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to gain an overview of student weakness in explanation of procedures, symptoms observed, and the basic concepts in the lecture of electrometry based laboratory activities associated with the work culture and the development of inter-intrapersonal intelligence. This study used 30 subjects, they are chemistry education students who take courses in analytical chemistry lab instruments. Data were collected through preliminary tests in writing and oral questions during student reported observational data. The mean value for the explanation of the procedure, the symptoms observed, as well as the basic concepts are respectively 60, 61 and 59 (score 100). Practicum that lasts to this day do not give opportunity to develop inter-intrapersonal ability students such as information identification, information elaborating, discussions to develop and evaluate procedures, formulate new concepts and create reports. Therefore it is necessary to built the electrometry lecture-based lab activities that give students the opportunity to develop inter-intrapersonal intelligence which is also associated with the work culture of Java.Keywords: Electrometry, Inter-intrapersonal, Lab Activity, Work Culture

Co-Authors Achmad Binadja Afriani Laela Nuritasari, Afriani Laela Agung Tri Prasetya Alifah, Rahma Noor Amalina, Nur Santi andreas yoga arditama Andrianie, Dwi Ani Rusilowati Antonius Tri Widodo Anwar Santoso Ariningtyas, Agnes Asih Wahyuni Cepi Kurniawan Dewi, Ratna Kumala Edi Hidayat eko purwanti, eko Ella Kusumastuti, Ella Endang Susilaningsih Farid Ahmadi Fitriani, Endah Gumilar, Rena Prihatna Harjito Harjito Haryono Haryono Hot Setiado Husna Amalana, Husna Ipah Mudzalipah Irma Asmarani, Irma Istianah Istianah Ita Masithoh Wikhdah, Ita Masithoh Jumaeri Jumaeri Kasmadi Imam Supardi Ketut Surayana, Ketut Kumala Dewi, Ratna lindawati, lia Lintang, Anggit Cahya Lisdiana Lisdiana, Lisdiana Manggalastawa, Manggalastawa Masrukan Masrukan Mim Jazuli, Mim Mohyaddin, Siti Norasikin Binti Murbangun Nuswowati Nanik Wijayati Niken Eka Priyani Nisa’, Eria Nova Choirun Noorhayati, Any Nur Fatimah Nur Hamidah, Nur Nur Jannatu Na’imah, Nur Jannatu NURUL HIDAYAH Nurwachid Budi Santoso Oktaviyanti, Dita Try Parlina, Iin Pawestri Farrah Diba, Pawestri Farrah Prahasti Cynthia Hardiyanti, Prahasti Cynthia Prasetiowati, Andi Lana PUJI LESTARI Putra, Ijtihad Sang Ratnasari, Ika Tiara Revi, Ahmad Revi, Ahmad Salisah, Hajjah Yuliani Santi Setiawan, Santi Savira, Intan Setyawan, Mohammad Nurul Sigit Nugroho Solikhun Solikhun, Solikhun Sri Haryani Sri Nurhayati Sri Susilogati Sumarti Sudarmin Sudarmin SUGIYARTO 1 Supartono Supartono Susatya, Eko Budi Susilogati Sumarti, Sri Syafruddin Ilyas U.Z., L.M. Zulfahrin unnes, krisnawati kimia Widhi Mahatmanti Wisnu Sunarto Woro Sumarni Yohana, Ismi