Ratih Sari Wardani
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang

Published : 44 Documents
Articles

IDENTIFIKASI PERANAN KADER DALAM PENCEGAHAN DBD DI KELURAHAN SRONDOL KULON KECAMATAN BANYUMANIK KOTA SEMARANG Salawati, Trixie; Wardani, Ratih Sari
PROSIDING SEMINAR NASIONAL Vol 1, No 1 (2008): CONTINUING MEDICAL AND HEALTH EDUCATION (CMHE) | Peran Biomolekuler dalam Pen
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Latar Belakang : Kelurahan Srondol Kulon, Kecamatan Banyumanik Kota Semarang merupakan salah satu kelurahan endemis tinggi DBD. Menurut DKK Semarang tahun 2005 di kelurahan tersebut terdapat 28 kasus, tahun 2006 turun menjadi 18 kasus, namun tahun 2007 naik menjadi 51 kasus. Bahkan pada bulan Februari 2007 Kecamatan Banyumanik ditetapkan dalam status KLB DBD. Mengingat wilayah tersebut merupakan daerah endemis dan KLB DBD, maka peran kader dan puskesmas dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pencegahan DBD di wilayah tersebut sangat diperlukan. Apalagi Depkes RI telah menetapkan peran kader kesehatan dalam PSN-DBD untuk pencegahan dan pemberantasan penyakit DBD. Tujuan : Mengidentifikasi Peranan Kader kesehatan dalam pencegahan DBD di Kelurahan Srondol Kulon Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. Metode : Jenis penelitian ini Kualitatif. Lokasi penelitian ialah wilayah RT 3 RW VIII Kelurahan Srondol Kulon Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. Sumber data penelitian ini diperoleh melalui DKT dengan ibu-ibu warga (15 – 60 tahun) yang bertempat tinggal RT 3 RW VIII di Kelurahan Srondol Kulon Kecamatan  Banyumanik yang terpilih dan bersedia untuk diteliti serta ada di rumah pada saat penelitian dilakukan. Selanjutnya dilakukan pula wawancara mendalam dengan kader jumantikyang menangani pencegahan DBD di RT 3 RW VIII, pihak Puskesmas setempat, pihak kelurahan dan tokoh masyarakat, observasi sekilas di wilayah tersebut serta literatur, dan sumber-sumber lain yang mendukung penelitian.Hasil : Peranan kader jumantik dalam pencegahan DBD di RT 3 sudah cukup baik, terutama pada saat diberlakukannya PSN Pendampingan. Namun ternyata tujuan program belum tercapai, karena setelah program berakhir warga belum  mampu melakukan PSN secara mandiri dan teratur. Sebagian besar warga dalam DKT menyatakan bahwa untuk sementara mereka ingin istirahat dahulu karena ‘capek’ dan rencananya PJB akan diganti menjadi sore hari. Hal tersebut pun diakui oleh kader jumantik. Warga memaklumi bahwa kader banyak merangkap tugas sehingga kesibukannya cukup tinggi. Namun reinforcing dari kader jumantik kepada warga sangatlah diperlukan, terbukti warga masih berharap untuk “dioyak-oyak”, karena paling tidak akan membuat warga merasa “pekewuh” sehingga mau melaksanakan PSN. Reinforcing penting yang lain ialah dari ibu ketua RT setempat. Dari hasil penelitian terungkap pula bahwa pengetahuan kader jumantik seputar PSN belum sepenuhnya baik, oleh karena itu kader jumantik masih perlu memperoleh binaan agar beperani secaralebih optimal. Kader jumantik mengaku belum pernah memperoleh pelatihan khusus sebagai jumantik, namun sebagai kader posyandu beliau mengaku memperoleh binaanpukesmas secara rutin. Pihak puskesmas juga menyatakan bahwa selama ini kader jumantik dawis belum pernah mendapatkan pelatihan.
PERANCANGAN SISTEM PELAPORAN UNTUK PEMANTAUAN KASUS PENYAKIT MENULAR POTENSIAL WABAH BERBASIS JARINGAN DENGAN SHORT MESSAGE SERVICE (SMS) Wardani, Ratih Sari; -, Sayono
PROSIDING SEMINAR NASIONAL Vol 1, No 1 (2008): CONTINUING MEDICAL AND HEALTH EDUCATION (CMHE) | Peran Biomolekuler dalam Pen
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Latar Belakang : Permasalahan yang terdapat dalam pelaksanaan pemantauan penyakit menular potensial wabah antara lain : a) Keterlambatan data yang berasal dari Puskesmas, meskipun DKK sudah mengembangkan Sistem Informasi Puskesmas (SIMPUS) akan tetapi belum dikembangkan sistem komunikasi data lokal atau Local Area Network (LAN) sehingga data/informasi dari Puskesmas tidak bisa on-line dengan sistem yang ada di DKK Semarang. b). Keterlambatan data yang bersumber dari pelayanan kesehatan swasta maupun pemerintah seperti Rumah Sakit, Poliklinik, Praktek Dokter swasta dan lain-lain disebabkan karena data.informasi belum on-line dengan sistem di DKK. c). Kesulitan dalam proses penggabungan data yang berasal dari pelayanan kesehatan swasta maupun pemerintah disebabkan perbedaan di dalam format maupun penyimpanan data serta tidak semua pelayanan kesehatan sudah terkomputerisasi sehingga pembuatan laporan menjadi tidak lengkap dan membutuhkan waktu lama.  Sehingga diperlukan sistem pelaporan berbasis jaringan dengan SMS yang dapat menyajikan informasi dengan cepat, tepat dan akuratagar dapat digunakan untuk membantu pengambilan keputusan. Tujuan Merancang model sistem pelaporan untuk pemantauan kasus penyakit menular potensial wabah berbasis jaringan dengan SMS. Metode Penelitian Jenis Penelitian deskriptif kualitatif  dengan pendekatan System Development Life Cycle/SDLC yang terdiri studi pendahuluan, analisi masalah, analisis kebutuhan, analisis keputusan dan, desai. Obyek yang diteliti adalah proses - proses informasi yaitu  struktur informasi  dan prosedur informasi di subdin P2P. Subyek Penelitian staf subdin P2P, Rumah-Sakit dan Puskesmas di lingkungan Dinas Kesehatan Kota Semarang sebanyak 12 orang. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara/focus Grup Diskusi dan studi pustaka. Data dianalisis menggunakan metode content anakisis Hasil penelitian adalah spesifikasi sistem yang akan dikembangkan, yang dimodelkan dalam diagram konteks dan data flow diagram sehingga dapat diperoleh  basis data, rancangan  input, output dan interface. Kesimpulan 1). Kendala sistem pelaporan penyakit menular potensial wabah  tidak tepat waktu, tidak lengkap dan tidak akurat, 2).Kebutuhan informasi untuk sistem pelaporan terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi minimal yang ditetapkan, 3).Memperoleh basis data  yang terdiri dari 10 tabel yaitu tabel kecamatan, tabel kelurahan, tabel puskesmas, tabel rumah Sakit, tabel penyakit, tabel sensus, tabel kasus, tabel kejadian, tabel pejabat dan tabel SMS dan 4).Memperoleh  rancangan  sistem pelaporan penyakit menular potensial wabah terdiri dari rancangan antarmuka, rancangan input dan rancangan output Kata Kunci :  Sistem pelaporan, Penyakit Menular, SMS
PERANCANGAN SISTEM PELAPORAN UNTUK PEMANTAUAN KASUS PENYAKIT MENULAR POTENSIAL WABAH BERBASIS JARINGAN DENGAN SHORT MESSAGE SERVICE (SMS) Wardani, Ratih Sari; -, Sayono
PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL EKONOMI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Latar Belakang : Permasalahan yang terdapat dalam pelaksanaan pemantauan penyakit menular potensial wabah antara lain : a) Keterlambatan data yang berasal dari Puskesmas, meskipun DKK sudah mengembangkan Sistem Informasi Puskesmas (SIMPUS) akan tetapi belum dikembangkan sistem komunikasi data lokal atau Local Area Network (LAN) sehingga data/informasi dari Puskesmas tidak bisa on-line dengan sistem yang ada di DKK Semarang. b). Keterlambatan data yang bersumber dari pelayanan kesehatan swasta maupun pemerintah seperti Rumah Sakit, Poliklinik, Praktek Dokter swasta dan lain-lain disebabkan karena data.informasi belum on-line dengan sistem di DKK. c). Kesulitan dalam proses penggabungan data yang berasal dari pelayanan kesehatan swasta maupun pemerintah disebabkan perbedaan di dalam format maupun penyimpanan data serta tidak semua pelayanan kesehatan sudah terkomputerisasi sehingga pembuatan laporan menjadi tidak lengkap dan membutuhkan waktu lama.  Sehingga diperlukan sistem pelaporan berbasis jaringan dengan SMS yang dapat menyajikan informasi dengan cepat, tepat dan akuratagar dapat digunakan untuk membantu pengambilan keputusan. Tujuan Merancang model sistem pelaporan untuk pemantauan kasus penyakit menular potensial wabah berbasis jaringan dengan SMS. Metode Penelitian Jenis Penelitian deskriptif kualitatif  dengan pendekatan System Development Life Cycle/SDLC yang terdiri studi pendahuluan, analisi masalah, analisis kebutuhan, analisis keputusan dan, desai. Obyek yang diteliti adalah proses - proses informasi yaitu  struktur informasi  dan prosedur informasi di subdin P2P. Subyek Penelitian staf subdin P2P, Rumah-Sakit dan Puskesmas di lingkungan Dinas Kesehatan Kota Semarang sebanyak 12 orang. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara/focus Grup Diskusi dan studi pustaka. Data dianalisis menggunakan metode content anakisis Hasil penelitian adalah spesifikasi sistem yang akan dikembangkan, yang dimodelkan dalam diagram konteks dan data flow diagram sehingga dapat diperoleh  basis data, rancangan  input, output dan interface. Kesimpulan 1). Kendala sistem pelaporan penyakit menular potensial wabah  tidak tepat waktu, tidak lengkap dan tidak akurat, 2).Kebutuhan informasi untuk sistem pelaporan terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi minimal yang ditetapkan, 3).Memperoleh basis data  yang terdiri dari 10 tabel yaitu tabel kecamatan, tabel kelurahan, tabel puskesmas, tabel rumah Sakit, tabel penyakit, tabel sensus, tabel kasus, tabel kejadian, tabel pejabat dan tabel SMS dan 4).Memperoleh  rancangan  sistem pelaporan penyakit menular potensial wabah terdiri dari rancangan antarmuka, rancangan input dan rancangan output Kata Kunci :  Sistem pelaporan, Penyakit Menular, SMS
IDENTIFIKASI PERANAN KADER DALAM PENCEGAHAN DBD DI KELURAHAN SRONDOL KULON KECAMATAN BANYUMANIK KOTA SEMARANG Salawati, Trixie; Wardani, Ratih Sari
PROSIDING SEMINAR NASIONAL Vol 1, No 1 (2008): CONTINUING MEDICAL AND HEALTH EDUCATION (CMHE) | Peran Biomolekuler dalam Pen
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Latar Belakang : Kelurahan Srondol Kulon, Kecamatan Banyumanik Kota Semarang merupakan salah satu kelurahan endemis tinggi DBD. Menurut DKK Semarang tahun 2005 di kelurahan tersebut terdapat 28 kasus, tahun 2006 turun menjadi 18 kasus, namun tahun 2007 naik menjadi 51 kasus. Bahkan pada bulan Februari 2007 Kecamatan Banyumanik ditetapkan dalam status KLB DBD. Mengingat wilayah tersebut merupakandaerah endemis dan KLB DBD, maka peran kader dan puskesmas dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pencegahan DBD di wilayah tersebut sangat diperlukan. Apalagi Depkes RI telah menetapkan peran kader kesehatan dalam PSN-DBD untuk pencegahan dan pemberantasan penyakit DBD.Tujuan : Mengidentifikasi Peranan Kader kesehatan dalam pencegahan DBD di Kelurahan Srondol Kulon Kecamatan Banyumanik Kota Semarang.Metode : Jenis penelitian ini Kualitatif. Lokasi penelitian ialah wilayah RT 3 RW VIII Kelurahan Srondol Kulon Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. Sumber data penelitian ini diperoleh melalui DKT dengan ibu-ibu warga (15 – 60 tahun) yang bertempat tinggal RT 3 RW VIII di Kelurahan Srondol Kulon Kecamatan Banyumanik yang terpilih dan bersedia untuk diteliti serta ada di rumah pada saat penelitian dilakukan. Selanjutnya dilakukan pula wawancara mendalam dengan kader jumantik yang menangani pencegahan DBD di RT 3 RW VIII, pihak Puskesmas setempat, pihak kelurahan dan tokoh masyarakat, observasi sekilas di wilayah tersebut serta literatur, dan sumber-sumber lain yang mendukung penelitian.Hasil : Peranan kader jumantik dalam pencegahan DBD di RT 3 sudah cukup baik, terutama pada saat diberlakukannya PSN Pendampingan. Namun ternyata tujuan program belum tercapai, karena setelah program berakhir warga belum mampu melakukan PSN secara mandiri dan teratur. Sebagian besar warga dalam DKT menyatakan bahwa untuk sementara mereka ingin istirahat dahulu karena ‘capek’ dan rencananya PJB akan diganti menjadi sore hari. Hal tersebut pun diakui oleh kader jumantik. Warga memaklumi bahwa kader banyak merangkap tugas sehinggakesibukannya cukup tinggi. Namun reinforcing dari kader jumantik kepada warga sangatlah diperlukan, terbukti warga masih berharap untuk “dioyak-oyak”, karena paling tidak akan membuat warga merasa “pekewuh” sehingga mau melaksanakan PSN. Reinforcing penting yang lain ialah dari ibu ketua RT setempat. Dari hasil penelitian terungkap pula bahwa pengetahuan kader jumantik seputar PSN belum sepenuhnya baik,oleh karena itu kader jumantik masih perlu memperoleh binaan agar beperani secara lebih optimal. Kader jumantik mengaku belum pernah memperoleh pelatihan khusus sebagai jumantik, namun sebagai kader posyandu beliau mengaku memperoleh binaan pukesmas secara rutin. Pihak puskesmas juga menyatakan bahwa selama ini kaderjumantik dawis belum pernah mendapatkan pelatihan.
PERANCANGAN SISTEM PELAPORAN UNTUK PEMANTAUAN KASUS PENYAKIT MENULAR POTENSIAL WABAH BERBASIS JARINGAN DENGAN SHORT MESSAGE SERVICE (SMS) Wardani, Ratih Sari; -, Sayono
PROSIDING SEMINAR NASIONAL Vol 1, No 1 (2008): CONTINUING MEDICAL AND HEALTH EDUCATION (CMHE) | Peran Biomolekuler dalam Pen
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Latar Belakang : Permasalahan yang terdapat dalam pelaksanaan pemantauan penyakit menular potensial wabah antara lain : a) Keterlambatan data yang berasal dari Puskesmas, meskipun DKK sudah mengembangkan Sistem Informasi Puskesmas (SIMPUS) akan tetapi belum dikembangkan sistem komunikasi data lokal atau Local Area Network (LAN) sehingga data/informasi dari Puskesmas tidak bisa on-line dengan sistem yang ada di DKK Semarang. b). Keterlambatan data yang bersumber dari pelayanan kesehatan swasta maupun pemerintah seperti Rumah Sakit, Poliklinik, Praktek Dokter swasta dan lain-lain disebabkan karena data.informasi belum on-line dengan sistem di DKK. c).Kesulitan dalam proses penggabungan data yang berasal dari pelayanan kesehatan swasta maupun pemerintah disebabkan perbedaan di dalam format maupun penyimpanan data serta tidak semua pelayanan kesehatan sudah terkomputerisasi sehingga pembuatan laporan menjadi tidak lengkap dan membutuhkan waktu lama. Sehingga diperlukansistem pelaporan berbasis jaringan dengan SMS yang dapat menyajikan informasi dengan cepat, tepat dan akuratagar dapat digunakan untuk membantu pengambilan keputusan.Tujuan Merancang model sistem pelaporan untuk pemantauan kasus penyakit menular potensial wabah berbasis jaringan dengan SMS.Metode Penelitian Jenis Penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan System Development Life Cycle/SDLC yang terdiri studi pendahuluan, analisi masalah, analisis kebutuhan, analisis keputusan dan, desai. Obyek yang diteliti adalah proses - proses informasi yaitu struktur informasi dan prosedur informasi di subdin P2P. Subyek Penelitian staf subdin P2P, Rumah-Sakit dan Puskesmas di lingkungan Dinas KesehatanKota Semarang sebanyak 12 orang. Pengumpulan data melalui observasi,wawancara/focus Grup Diskusi dan studi pustaka. Data dianalisis menggunakan metode content anakisisHasil penelitian adalah spesifikasi sistem yang akan dikembangkan, yang dimodelkan dalam diagram konteks dan data flow diagram sehingga dapat diperoleh basis data, rancangan input, output dan interface.Kesimpulan 1). Kendala sistem pelaporan penyakit menular potensial wabah tidak tepat waktu, tidak lengkap dan tidak akurat, 2).Kebutuhan informasi untuk sistem pelaporan terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi minimal yang ditetapkan, 3).Memperoleh basis data yang terdiri dari 10 tabel yaitu tabel kecamatan, tabel kelurahan, tabel puskesmas, tabel rumah Sakit, tabel penyakit, tabel sensus, tabel kasus, tabel kejadian, tabel pejabat dan tabel SMS dan 4).Memperoleh rancangan sistem pelaporan penyakit menular potensial wabah terdiri dari rancangan antarmuka, rancanganinput dan rancangan outputKata Kunci : Sistem pelaporan, Penyakit Menular, SMS
ANALISIS PERANCANGAN SISTEM CLINICAL PATHWAY UNTUK PENATALAKSANAAN KASUS TUBERCULOSIS Wardani, Ratih Sari; Purwanto, -
PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2012: SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah memperoleh rancangan database sistem clinical pathway untukpenatalaksanaan kasus Tuberkulosis. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan (action research)terdiri dari 2 tahap, tahap Diagnosing Action dilaksanakan melalui observasi terhadap sistempenatalaksanaan TB dan wawancara dengan 32 orang reponden yang terdiri dari 6 orang dari DinasKesehatan Kota, 9 orang tim DOTS dan TIK RS Bhetesda, 9 orang dari RSU Jogya dan 8 orang dariBP4 Minggiran dan tahap planning action diperoleh rancangan database sistem. Analisis datamenggunakan analisis isi (content analysis). Data hasil observasi dan wawancara digunakan sebagaidasar untuk perancangan database. Database yang dihasilkan dalam penelitian ini terdiri dari 18 tabelantara lain : tabel Pasien. Dokter, desa, kec, kab_kota, prop, obat, Kunjungan, Anamnesa, Vital sign,Fisik, Pemeriksaan, Intensif, Resep1, Lanjutan, Resep2, Outcome1 dan Outcome2
PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK DAUN TEMBELEKAN (Lantana canara) TERHADAP KEMATIAN LARVA Aedes egypti Wardani, Ratih Sari; ., Mifbakhuddin; Yokorinanti, Kiky
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 6, No 2 (2010): The Indonesian Journal of Public Health
Publisher : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Background: The Dengeue Hemoragic  Fever cases in Indonesia have steadily increased from year to year. One reason is that the higher number of population causing the increase of mosquito breeding places of Aedes aegypti and larvae. One of the efforts to control the Aedes aegypti larvae is the use of herbal larvaeside the extract of tembelekan (Lantana camara) leaf. Objective: To find out the influence of the concentration of the extract of Tembelekan leaf on the mortality of Aedes aegypti  larvae. Method: This study was quasi experimental design applying. After only with control design. The dependent vaiable of the study was the Aedes aegypti larvae mortality and the independent variables were the various concentrations tembelekan leaf extract (1 %, 3 % and 5%). The research was conducted by providing tembelekan leaf extract in various concentrations to the media containing 25 larvae. The larvae mortality was calculated after 24 hours with observation period of 0,5, 1, 2, 4, 6, 8, 12 hours. Data were analyzed by descriptive and analytical ways. As the data were not normally distributed the Kruskal Wallis test was applied to measure the influence of concentration on the mortality of larvae.   Results: Based on the results, the average mortality of Aedes aegypti larvae was found at concentrations as low as 1% with the mortality of 16.2 larvae or (64,8%) and the highest mortality was at a concentration of 5% with the mortality of 25 larvae (100%). Based on the analysis results obtained from Kruskal Wallis test, the p value = 0,000 (p<0,05) showing that ther was a significant influence of various concentrations of temebelekan leaf extract on the Aedes aegypti larvae mortality. Conclusion: There was a significant influence of various concentrations of tembelekan leaf extract on the Aedes aegypti larvae mortality. Keywords: Tembelekan leaf (Lantana camara), Aedes aegypti larvae. ABSTRAK Latar Belakang: Peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue dari tahun ke tahun terjadi di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah jumlah penduduk yang semakin tinggi yang mengakibatkan tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti dan larva semakin meningkat. Salah satu upaya pengendalian larva Aedes aegypti dapat dilakukan dengan menggunakan larvasida nabati ekstrak daun Tembelekan. Tujuan: Mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak daun Tembelekan terhadap kematian larva Aedes aegpyti. Metode: Penelitian eksperimen kuasi ini menerapkan desain After Only With Control Design. Variabel terikat dalam penelitian adalah kematian larva Aedes aegypti dan variabel bebasnya adalah berbagai konsentrasi ekstrak daun Tembelekan (1%, 3%, dan 5%). Penelitian ini dilakukan dengan memberikan ekstrak daun Tembelekan dengan berbagai konsentrasi pada media yang berisi 25 ekor larva kemudian dihitung kematian larva setelah 24 jam dengan waktu pengamatan 0,5, 1, 2, 4, 6, 8, 12 jam. Data dianalisis secara deskriptif dan analitik. Untuk mengetahui pengaruh konsentrasi terhadap kematian larva menggunakan uji Kruskal Wallis karena data tidak berdistribusi normal.Hasil: Berdasarkan hasil penelitian, rata – rata kematian larva Aedes aegypti terendah terdapat pada konsentrasi 1% yaitu 16,2 ekor (64,8%) dan kematian tertinggi terdapat pada konsentrasi 5% yaitu 25 ekor (100%). Berdasarkan hasil analisis uji Kruskal Wallis diperoleh p value = 0,000 (p<0,05) artinya ada pengaruh yang bermakna berbagai konsentrasi ekstrak daun Tembelekan terhadap kematian larva Aedes aegypti.Kesimpulan: Ada pengaruh yang bermakna berbagai konsentrasi ekstrak daun Tembelekan terhadap kematian larva Aedes aegypti.Kata Kunci: Daun Tembelekan (Lantana camara), larva Aedes aegypti.
PENGARUH WARNA KASA PENUTUP AUTOCIDAL OVITRAP TERHADAP JUMLAH JENTIK NYAMUK AEDES AEGYPTI YANG TERTANGKAP Santoso, Joko; Hastiningsih, Retno; Wardani, Ratih Sari; -, Sayono
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4, No 2 (2007): Public Health
Publisher : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

ABSTRAK Latar belakang : Nyamuk Aedes aegypti merupakan salah satu vektor yang dapat memindahkan penyakit Demam Berdarah Dengue secara mekanik. Pemeriksaan Angka Bebas Jentik ( ABJ ) di Kelurahan Purwodadi Kabupaten Grobogan serbesar 86 %. Salah satu tehnik untuk pengendalian populasi nyamuk Ae. aegypti dengan cara mekanik yaitu pemasangan autocidal ovitrap yang mudah dan ekonomis.Tujuan : Mengetahui pengaruh warna kasa penutup autocidal ovitrap terhadap jumlah jentik nyamuk Ae. aegypti yang tertangkap.Metode : Jenis penelitian explanatory research, menggunakan desain penelitian eksperimen dengan pendekatan posttest only design. Subyek penelitian di lingkungan pemukiman Kelurahan Purwodadi, dengan 6 kali pengulangan. Variabel yang diukur meliputi warna kasa penutup autocidal ovitrap dan jumlah jentik nyamuk Ae. aegypti yang tertangkap. Data yang didapat dianalisis dengan uji statistik varian klasifikasi tunggal ( One way anova ), dengan tingkat kepercayaan 5 %. Hasil : Jumlah jentik nyamuk Ae. aegypti yang tertangkap menurut kategori warna kasa penutup autocidal ovitrap adalah warna hitam 19 ekor; warna merah muda 17 ekor; warna putih 12 ekor; dan warna biru muda 8 ekor. Hasil uji ststistik varian klasifikasi tunggal didapat p= 0,588. Kesimpulan : Tidak ada pengaruh warna kasa penutup autocidal ovitrap terhadap jumlah jentik nyamuk Ae. aegypti yang tertangkap. Kata kunci : Warna kasa, autocidal ovitrap, jentik, Ae.aegypti
PENGARUH KETEBALAN DIAMETER ZEOLIT DIGUNAKAN SEBAGAI MEDIA FILTER TERGHADAP PENURUNAN KESADAHAN AIR SUMUR ARTETIS DI KELURAHAN SENDANGGUWO KECAMATAN TEMBALANG KOTA SEMARANG -, Mifbakhuddin; Wardani, Ratih Sari; Rozaq, Atfis Prihandono
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4, No 2 (2008): Public Health
Publisher : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

The Influence of Zeolite Diameter Thickness Used As Filter Media on the Decrease of the Lime Content of Deep Well Water (xiii+ 40 page + 8 tables + 1 graph + 5 picture + 7 appendices) Background : Based on the survey that was made it was found that 90% of the population in RW(Community Unit) II, Kelurahan Sendangguwo use of deep well water as clean water and drinking water. They assume that the deep well water is cleaner and better in quality compared to shallow well water or tap water, so that the deep water water is also used for cooking and drinking. Based on the examination of the deep well water, the level of lime content is 512.7 mg CaCO3 / l which is above the tolerable minimum threshold of 500 mg/l. Based on the problem, the researcher conducted a research on zeolite as filter media to reduce of the level content of CaCO3 with a different size of diameter i.e., 2 mm, 1 mm and 0.5 mm. Objective : To find out the influence of the diameter size of the zeolite on the decrease of the CaCo3 level content of the deep well water Method : The type of research being used was a True Experiment with randomized experimental design, or is also called randomized pretest-posttest control group design. The diameter sizes of zeolite used in this research as water ion change media were 2 mm, 1 mm, 0.5 mm diameter respectively, and used nine times with the test results. The total sample being examined was 27 samples. Independent variable in this research is the diameter variation of the zeolite used, and the dependent variable is the decrease level content of CaCO3 hardness and confounding variables are pH and temperature. The research used descriptive analysis to determine the percentage reduction of CaCO3 level content and statistical analysis using Kruskal-Wallis test to determine the influence of the size of the different diameter of zeolite. Result : The percentage decrease of content level of CaCO3 of the deep well water after passing the zeolite filter is in average 84.57% in the treatment with ziolite of 2 mm in diameter and 77.38% in the treatment with zeolite of 1 mm, and flat - average 95.95% in the treatment with 0.5 mm diameter zeolite. The most effective Zeolit in lowering level content of CaCO3 of deep well water is on the size of 0.5 mm diameter. Results of Kruskal-Wallis test showed p value = 0.000 which means that it is smaller than the value of α 0.05, so there is significant influence of the different size in diameter of ziolite on the decline of the level content of CaCO3 of the deep well water. Conclusion: There is significant influence of the different size in diameter of zeolite used as filter media, on the decline of level content of CaCO3 of deep well water (P = 0.000). The most effective Zeolit in lowering level content of CaCO3 of deep well water is the 0.5 mm size in diameter of zeolite.   Key word : Level content of CaCO3, Ziolite Diameter, Level Content Decrease
APLIKASI PEMETAAN DAERAH RAWAN GIZI DAN STATUS GIZI BAYI DAN BALITA DI SEMARANG MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (sig) Wardani, Ratih Sari; Astuti, Rahayu
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4, No 2 (2008): Public Health
Publisher : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Mapping application of a  vulnerable  area of nutrition and Nutritional Status of Infants and Balita in Semarang using Geographic Information System Background Geographic Information System (GIS) is a potential as information systems more effective in the management of health programs because GIS has the ability to process database and display both spatial information (image maps) and non-spatial information in the forms of writing or numbers. Given the magnitude of nutrition problems in the community needed a system for recording and reporting reliable. The system will help of health workers to analyze data on the situation place/area and specific time so that decision-making will be more rapid, precise and accurate. Objective to design and create mapping application of a vulnerable  area  of nutrition and nutritional status ofiInfants and balita in Semarang by using GIS Methode types of this research is descriptive qualitative research with waterfall approach (system engineering, analysis, design, programming and testing) for its design. Object under study is a process  the information on seksi gizi Subdin Kesehatan Keluarga. Research subject are seksi gizi Subdin Kesehatan keluarga staffs. The collection of data through observation, interview and literature study and analyzed the data descriptively. Result The research is the system specification to be developed, which is modeled in the context diagram and data flow diagram to obtain the data base, design inputs, outputs and interfaces. The design was changed to a program using the programming language  and performed manual is digitation digital maps and tested the resulting application use. Conclusion 1). Getting a database consisting of  files balita, district and village 2) Getting a draft mapping of vulnerable areas of nutrition and nutritional status of infants and balita based on the  Semarang city.3  mapping application getting a vulnerable area of nutrition and nutritional status of infants and balita based GIS in the Semarang City. Keyword Nutrition Status, vulnerable area of nutrition, Geographic Information System