Agustina Wardani
Program Studi Teknik Sipil, Universitas PGRI Semarang. Jl. Lontar no. 1. Sidodadi Timur (dr. Cipto) Semarang

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

PEMANFAATAN SEKAM PADI PADA BATAKO

Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batako merupakan bahan bangunan yang digunakan oleh kebanyakan orang sebagai pasangan dinding. Dari fungsinya sebagai penyekat maka dinding dapat dibuat dari berbagai bahan seperti pasangan bata, pasangan batu kali, papan kayu, bilik partisi dan sebagainya. Limbah sekam padi adalah sisa hasil penggilingan panen padi berupa kulit gabah. Pemanfaatan limbah berupa sekam padi dengan jumlah banyak, pemanfaatannya kurang menguntungkan dan proses penghancuran secara alami sangat lambat. Pemanfaatan limbah sekam padi dengan menggunakan proses yang sederhana sebagai campuran isian batako (bata beton) padat layak dicoba untuk meminimalkan masalah lingkungan. Bahan baku campuran berupa semen, pasir dan sekam padi. Umur batako yang dilakukan pengujian adalah minimal 14 hari dengan menetapkan komposisi semen, pasir dan sekam padi. Rasio perbandingan bahan baku berupa pasir dan sekam padi berdasarkan volume divariasikan. Bagian untuk pasir bervariasi dari 4 bagian, 5 bagian, 6 bagian dan 7 bagian. Sedangkan bagian untuk sekam padi bervariasi dari 1 bagian, 2 bagian dan 3 bagian. Selanjutnya campuran dicetak dan dipres dengan rojok, lalu dilakukan uji kelayakan yang meliputi : uji tampak luar, uji penyerapan air dan uji kuat tekan untuk mengetahui kualitas batako. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan didapat hasil kuat tekan campuran mortar dengan variasi sekampadi yang optimal, meningkat dari campuran 1PC : 4 Psr : 1 Sekam sampai campuran 1PC : 6 Psr : 1 Sekam kemudian menurun pada campuran 1 PC : 7 Psr : 1 Sekam Kata kunci : Limbah sekam padi, Pemanfaatan, Isian batako

Ibm Kelurahan Siwalan Kecamatan Gayamsari Kota Semarang

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2016): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1874.11 KB)

Abstract

Gapura bukan semata-mata bangunan fisik yang diartikan sebagai pintu gerbang, tanda batas kota, kabupaten, desa atau kampung. Menurut tradisi, gapura merupakan wujud ungkapan selamat datang yang familiar, semanak, welcome. ?é?áGapura?é?á mewakili?é?á keramahan ?é?ádan ?é?árasa ?é?áhormat?é?á tuan ?é?árumah ?é?ákepada setiap orang atau tamu yang datang.Umumnya gapura dibangun?é?á ?é?áuntuk memperingati Hari Kemerdekaan. Gapura telah menjadi simbol gotong royong, keakraban dan kebersamaan warga masyarakat. Yang menumbuhkan kerinduan setiap tahunnya khususnya menjelang peringatan Hari Kemerdekaan. Dengan ?é?ámembangun?é?á atau ?é?ámerenovasi ?é?ágapura,?é?á nilai-nilai ?é?ákebersamaan dan semangat gotong royong , diperbaharui dalam hati setiap warga. Kegiatan merenovasi, mengecat ulang, membuat atau membangun gapura menjadi lebih menarik ketika pihak-pihak swasta ikut terlibat dengan cara mengadakan lomba mempercantik gapura. Dalam rangka untuk menyambut hari Kemerdekaan ke-70, maka perlu diadakan perbaikan bando GAPURA di wilayah kelurahan Siwalan Kecamatan Gayamsari?é?á ?é?áKota Semarang. Oleh sebab itu kami selaku Akademisi dari Universitas PGRI Semarang melakukan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan bentuk Pengabdian Masyarakat untuk program Perbaikan Bando Gapura di Jl. Plewan II Kelurahan Siwalan Kecamatan Gayamsari Kota Semarang, beserta masyarakat setempat sepakat melakukan kegiatan bersama guna merenovasi gapura. ?é?á Kata kunci : gapura , pintu gerbang gapura.

IbM Kelurahan Kembangarum Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang

E-DIMAS Vol 5, No 02 September (2014): e-dimas
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSiskamling dibentuk berdasarkan kesepakatan dalam musyawarah warga, dengan berasaskan semangat budaya kekeluargaan, gotong royong, dan swakarsaSiskamling diselenggarakan dengan tujuan sebagai berikut: Menciptakan situasi dan kondisi yang aman, tertib, dan tentram di lingkungan masing – masing Terwujudnya kesadaran warga masyarakat di lingkungannya dalam penanggulanan terhadap setiap kemungkinan timbulnya gangguan kamtibmasPermasalahan yang terjadi di lapangan yaitu :Kondisi fisik bangunan poskamling RT 05 / RW XIII Kelurahan Kembangarum Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang sudah tidak nyaman karena atapnya dari seng bekas, dengan konstruksi kayu sebagai penyokong atap seng dan tempat dudukan dari kayu dan papan bekas yang sebagian sudah lapuk.Solusi yang ditawarkan : Merenovasi poskamling tersebut hingga layak pakai Membeli material Mengganti sebagian bahan yang sudah tidak dapat terpakai Membuat tempat duduk berkeramik sehingga nyaman untuk siskamlingSebagai wujud dari kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi dengan bentuk Pengabdian Masyarakat maka tim Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas PGRI Semarang bersama warga RT 05 / RW XIII Kelurahan Kembangarum Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang berhasil membangun POSKAMLING yang layak bagi warga setempat.Tahapan berikutnya adalah pemeliharaan poskamling sebagai fasilitas umum. Untuk mengatasi hal tersebut, kiranya warga sekitar diharapkan memberikan kontribusi baik dalam hal donasi maupun menjaga kebersihan poskamling tersebut. Untuk menunjang kenyamana dan keasrian poskamling, sebaiknya dibuat taman di sekitarnya.Kata kunci : poskamling, pengabdian masyarakat

Ibm Kelurahan Siwalan Kecamatan Gayamsari Kota Semarang

E-DIMAS Vol 7, No 01 Maret (2016): E-DIMAS
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gapura bukan semata-mata bangunan fisik yang diartikan sebagai pintu gerbang, tanda batas kota, kabupaten, desa atau kampung. Menurut tradisi, gapura merupakan wujud ungkapan selamat datang yang familiar, semanak, welcome.  Gapura  mewakili  keramahan  dan  rasa  hormat  tuan  rumah  kepada setiap orang atau tamu yang datang.Umumnya gapura dibangun   untuk memperingati Hari Kemerdekaan. Gapura telah menjadi simbol gotong royong, keakraban dan kebersamaan warga masyarakat. Yang menumbuhkan kerinduan setiap tahunnya khususnya menjelang peringatan Hari Kemerdekaan. Dengan  membangun  atau  merenovasi  gapura,  nilai-nilai  kebersamaan dan semangat gotong royong , diperbaharui dalam hati setiap warga. Kegiatan merenovasi, mengecat ulang, membuat atau membangun gapura menjadi lebih menarik ketika pihak-pihak swasta ikut terlibat dengan cara mengadakan lomba mempercantik gapura. Dalam rangka untuk menyambut hari Kemerdekaan ke-70, maka perlu diadakan perbaikan bando GAPURA di wilayah kelurahan Siwalan Kecamatan Gayamsari   Kota Semarang. Oleh sebab itu kami selaku Akademisi dari Universitas PGRI Semarang melakukan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan bentuk Pengabdian Masyarakat untuk program Perbaikan Bando Gapura di Jl. Plewan II Kelurahan Siwalan Kecamatan Gayamsari Kota Semarang, beserta masyarakat setempat sepakat melakukan kegiatan bersama guna merenovasi gapura.   Kata kunci : gapura , pintu gerbang gapura.

IbM Kelurahan Kembangarum Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang

E-DIMAS Vol 5, No 2 (2014): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSiskamling dibentuk berdasarkan kesepakatan dalam musyawarah warga, dengan berasaskan semangat budaya kekeluargaan, gotong royong, dan swakarsaSiskamling diselenggarakan dengan tujuan sebagai berikut:?»ÔÇÜ?À Menciptakan situasi dan kondisi yang aman, tertib, dan tentram di lingkungan masing ?óÔé¼ÔÇ£ masing?»ÔÇÜ?À Terwujudnya kesadaran warga masyarakat di lingkungannya dalam penanggulanan terhadap setiap kemungkinan timbulnya gangguan kamtibmasPermasalahan yang terjadi di lapangan yaitu :Kondisi fisik bangunan poskamling RT 05 / RW XIII Kelurahan Kembangarum Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang sudah tidak nyaman karena atapnya dari seng bekas, dengan konstruksi kayu sebagai penyokong atap seng dan tempat dudukan dari kayu dan papan bekas yang sebagian sudah lapuk.Solusi yang ditawarkan :?»ÔÇÜ?À Merenovasi poskamling tersebut hingga layak pakai?»ÔÇÜ?À Membeli material?»ÔÇÜ?À Mengganti sebagian bahan yang sudah tidak dapat terpakai?»ÔÇÜ?À Membuat tempat duduk berkeramik sehingga nyaman untuk siskamlingSebagai wujud dari kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi dengan bentuk Pengabdian Masyarakat maka tim Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas PGRI Semarang bersama warga RT 05 / RW XIII Kelurahan Kembangarum Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang berhasil membangun POSKAMLING yang layak bagi warga setempat.Tahapan berikutnya adalah pemeliharaan poskamling sebagai fasilitas umum. Untuk mengatasi hal tersebut, kiranya warga sekitar diharapkan memberikan kontribusi baik dalam hal donasi maupun menjaga kebersihan poskamling tersebut. Untuk menunjang kenyamana dan keasrian poskamling, sebaiknya dibuat taman di sekitarnya.Kata kunci : poskamling, pengabdian masyarakat

REDESAIN LINGKUNGAN KANTOR DESA KENALAN BERBASIS KONSTRUKSI SEDERHANA DAN PEMANFAATAN BAHAN BANGUNAN LOKAL

Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 24, No 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Teknik Sipil dan Arsitektur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berangkat dari permasalahan bahwa bangunan di kompleks Kantor Kepala Desa Kenalan sudah memerlukan penyesuaian, dengan  redesain bangunan sehingga tercipta efisiensi lahan di lingkungan Kantor Desa Kenalan. Setelah menjadi desa wisata di tahun 2017, dan dibangunnya Balai Ekonomi Desa (Balkondes) sebagai prasarana pariwisata oleh BUMN, bersebelahan dengan kantor Pemerintah Desa Kenalan, Aktivitas warga meningkat dengan mulai berdatangannya pengunjung, dan akibat keterbatasan lahan pengunjung memarkir kendaraannya di halaman kantor desa. Dampaknya timbul ketidaknyamanan di lingkungan kantor, terutama bagi kegiatan sekolah PAUD. Pemecahan masalah utama lingkungan PAUD dengan pembuatan desain bangunan baru sehingga murid bisa beraktifitas belajar dan bermain di dalam ruang kelas maupun di taman tanpa terganggu. Lahan yang tersedia sangat terbatas dan memiliki kontur cukup ekstrim, tetapi memiliki potensi alam sungai dan kebun yang memberikan iklim sejuk. Maka dibuat desain bangunan yang menyesuaikan kondisi tersebut, memperhatikan kekuatan konstruksi, estetika, tetapi juga efisiensi bahan, Pada bagian lahan berkontur menggunakan ketinggian lantai berjenjang, sehingga dapat membentuk bangunan dua lantai, dengan fungsi PAUD di dasar dan kantor desa di lantai atas. Bangunan didesain menggunakan konstruksi batu kali, dinding bata, dan memanfaatkan udara alami dengan ventilasi bersilang sehingga memberi keamanan dan kenyamanan pengguna. Pembuatan ramp sebagai pengganti tangga dan pemagaran tepi sungai untuk keamanan siswa.