Herman J Waluyo
Prodi Magister Pendidikan Sejarah, Pascasarjana, FKIP-UNS

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

KAJIAN INTERTEKSTUALITAS KUMPULAN CERPEN KLUB SOLIDARITAS SUAMI HILANG DALAM KUMPULAN CERPEN KOMPAS 2013, NILAI PENDIDIKAN, DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA Perdana, Aditya Kusuma; Waluyo, Herman J; Waluyo, Budi
BASASTRA Vol 3, No 3 (2015): Jurnal BASASTRA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.609 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan (1) tema; (2) alur; (3) penokohan; (4) latar pada kumpulan cerpen Klub Solidaritas Suami Hilang; (5) nilai pendidikan; dan (6) relevansinya sebagai bahan ajar sastra di SMA. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan pada unsur: (1) tema; (2) alur; (3) penokohan; dan (4) latar. Nilai pendidikan yang ditemukan meliputi: (1) nilai religius; (2) nilai moral; (3) nilai sosial; (4) nilai budaya. Kesesuaian materi sebagai bahan ajar pada pembelajaran sastra kelas X dan XI SMA.
ANALISIS TOKOH UTAMA DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL ANAK SEJUTA BINTANG KARYA AKMAL NASERY BASRAL Fahmi, Resa Nurul; Fuady, Amir; Waluyo, Herman J
BASASTRA Vol 2, No 3 (2014): Jurnal BASASTRA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.732 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan  tokoh utama dalam mendukung keutuhan karya sastra, nilai-nilai pendidikan karakter, dan penggunaan hasil kajian novel Anak Sejuta Bintang karya Akmal Nasery Basral sebagai bahan ajar bagi siswa SMA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan analisis isi. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan sebagai berikut ini. Pertama, tokoh Ical sebagai tokoh utama digambarkan melalui 3 dimensi, yaitu dimensi fisiologis sebagai sosok anak laki-laki berusia 3-12 tahun, berperawakan ramping, dan gagah; dimensi sosiologis, Ical merupakan keturunan Lampung dan Batak yang mudah bergaul dan memiliki jiwa kepemimpinan di masyarakat; dimensi psikologis, Ical mendapatkan pendidikan yang baik di keluarga dan terbuka menceritakan permasalahan kepada orangtua. Kedua, novel Anak Sejuta Bintang mengandung 13 nilai karakter, yaitu religius, toleransi,  disiplin,  kerja keras,  kreatif,  demokratis, rasa ingin tahu,  cinta tanah air, menghargai prestasi  bersahabat/komunikatif, cinta damai,  peduli sosial, dan  tanggung jawab. Ketiga,  novel Anak Sejuta Bintang dapat dijadikan bahan pembelajaran sastra novel di SMA.
PENGAKUAN CALABAI: SEBUAH ANALISIS INTERTEKSTUAL NOVEL PASUNG JIWA KARYA OKKY MADASARI DAN NOVEL CALABAI KARYA PEPI AL-BAYQUNIE Kusuma, Krisna Aji; Waluyo, Herman J; Wardani, Nugraheni Eko
Jurnal KATA Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Kata : Penelitian tentang Ilmu Bahasa dan Sastra
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jk.v2i1.3148

Abstract

This study aims to describe the intertextuality relationship between the novel Pasung Jiwa by Okky Madasari and Calabai by Pepi Al-Bayqunie. The type of research is descriptive qualitative approach using content analysis. Data are collected by inventorying events that are similarities and differences, specifications on the characters, settings, plots, and themes of both text. The research results indicate that there are similar themes on the two novels, the theme of self actualization in addition with the theme of family and friendship. The same characterization are also used by both author, masculine figures with feminine soul characters. The difference between the two novels lies on the plot and setting. Pasung Jiwa uses progressive plot and Calabai uses a flash-back plot.. Okky Madasari takes Java Island as the background in the novel Pasung Jiwa, while the novel Calabai, Pepi Al-Bayqunie using the setting of Sulawesi Island. The basis of the similarity of theme and characterization supported by the similirity of events in the story shows the existence of intertextual relationship between the two novels. As a previously published work, the novel Pasung Jiwa by Okky Madasari is a hipogram and novel Calabai by Pepi A-Bayqunie as a transformational text. On the theme and characterization, the transformation of Calabai forward the hypogram, while in the plot and setting deviates his hypogram, Pasung Jiwa.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan intertekstualitas antara novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari dan novel Calabai karya Pepi Al-Bayqunie. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan konten analisis. Data dikumpulkan dengan menginventariskan peristiwa yang merupakan persamaan dan perbedaan, spesifikasi pada tokoh, latar, alur, dan tema dari kedua teks. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kesamaan tema pada kedua novel, yaitu tema aktualisasi diri, ditambah dengan tema keluarga dan persahabatan. Penokohan yang sama juga digunakan oleh kedua penulis, yaitu tokoh maskulin dengan karakter jiwa feminin. Perbedaan kedua novel terletak pada alur dan latar. Pasung Jiwa menggunakan alur maju dan Calabai menggunakan alur campuran. Latar dalam novel Pasung Jiwa, Okky Madasari mengambil latar Pulau Jawa, sedangkan novel Calabai, Pepi Al-Bayqunie menggunakan latar Pulau Sulawesi. Dasar kesamaan tema dan penokohan didukung kesamaan peristiwa-peristiwa dalam cerita menunjukkan adanya hubungan intertekstual antara kedua novel. Sebagai karya yang terbit terlebih dahulu menjadikan novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari adalah hipogram dan novel Calabai karya Pepi Al-Bayqunie sebagai teks transformasi. Pada tema dan penokohan, transformasi Calabai meneruskan hipogram, sedangkan pada alur dan latar menyimpangi hipogramnya, Pasung Jiwa.
Pelabelan Gender Perempuan Jawa dalam Novel Kartini dan Urgensinya untuk Pembelajaran Era Global Haniah, Haniah; Waluyo, Herman J; Winarni, Retno
MUWAZAH Vol 10 No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.49 KB) | DOI: 10.28918/muwazah.v10i1.1322

Abstract

Javanese  is one of the famous culture that owned by Indonesia. As one of the culture that enough reckoned , javanese had a wide range of science .Not only  the mosaic customs and any kind of a ceremony that he had, but the woman too. This study was a qualitative research aiming to describe negative labeling/ stereotype existing inside javanese women. Used a technique of analysis contents and interview, researchers will processing the data in the form of quotations novel with three stages: reduction , display data and data verification. The result of research showed that there were several negative labels. Firstly, men are considered as smarter than women, so that can be family’s more pride. Secondly, women having protruding breast are equivalent to ledhek or prostitute. Thirdly, gelung/sanggul (hair bun) is a symbol of women’s beauty. Fourthly, women producing sound of smacking lips during eating are just like animal. Fifthly, kitchen becomes basic standard of ability of taking care of husband and future household.  .As part of science, feminism need to introduced to school through language class. Keywords: Stereotype, Java’s woman, Kartini
Mimikri Sebagai Upaya Melawan dalam Novel Gadis Pantai Karya Pramoedya Ananta Toer Wibisono, Ardiyanto; Waluyo, Herman J; Subiyantoro, Slamet
Deiksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 2 (2018): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.569 KB) | DOI: 10.33603/deiksis.v5i2.1136

Abstract

Artikel ini berusaha mendeskripsikan bentuk mimikri sebagai upaya untuk melwan dengan menggunakan kajian poskolonial. Novel Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer digunakan sebagai objek penelitian lalu dianalisis dengan pendekata poskolonial untuk mencari bentuk mimikri yang ada dalam novel tersebut. Penelitian ini menggunakan kajian deskriptif analitis dengan menggunakan sumber data novel Gadis Pantai. Penelitian ini menggambarkan bagaimana perbedaan status sosial yang menyebabkan inferioritas dari stastus sosial tertentu yang kemudian melakukan penituan atau mimikri untuk melakukan perlawanan. Gadis Pantai merupakan tokoh utama yang melakukan mimikri kemudian melawan sistem kebangsawanan Bendoro untuk mempertahankan harga diri dan keluarganyaKata kunci: gadis pantai, mimikri, poskolonial
Kecerdasan Moral Tokoh Transgender dalam Novel Calaibai Karya Pepi Al-Bayqunie Kusuma, Krisna Aji; Waluyo, Herman J
Deiksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 2 (2018): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.091 KB) | DOI: 10.33603/deiksis.v5i2.1203

Abstract

 Novel sebagai karya fiksi prosa sarat dengan nilai-nilai moral yang dapat diteladankan. Nilai-nilai moral dalam novel dapat dijadikan sebagai media bahan ajar di lingkup pendidikan formal untuk membangun karakter peserta didik melalui karya sastra. Novel Calabai karya Pepi Al-Bayqunie menghadirkan tokoh utama bernama Saidi yang merepresentasikan kecerdasan moral. Keunikan novel tersebut terletak pada karakter Saidi yang merupakan calabai (transgender), namun mampu memberikan teladan yang baik bagi masyarakat dan generasi muda khususnya. Bukan teladan atas tabiatnya namun teladan atas sikap dan tindakan moralnya sebagai makhluk sosial. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecerdasan moral tokoh transgender dalam novel Calabai karya Pepi Al-Bayqunie. Pendekatan analisis konten digunakan untuk menganalisis dan memaknai data yang terkumpul dari novel Calabai terkait kecerdasan moral. Hasil analisis menunjukkan bahwa novel Calabai karya Pepi Al-Bayqunie mengandung kecerdasan moral yang direpresentasikan oleh tokoh utama bernama Saidi. Komponen kecerdasan moral yang ditemukan dalam bentuk empati, hati nurani, kontrol diri, rasa hormat, kebaikan hati, toleransi, dan keadilan. Kata kunci: kecerdasan moral, novel calabai, transgender
The Discrimination against Women Reflected in Novels Entrok, Maryam, And Pasung Jiwa by Okky Madasari Suryaningrum, Sumarah -; Suwandi, Sarwiji; Waluyo, Herman J
Lingua Cultura Vol 13, No 2 (2019): Lingua Cultura
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/lc.v13i2.5704

Abstract

This research aimed to find out the discrimination against women in Indonesia, especially reflected in novels Entrok, Maryam, and Pasung Jiwa written by Okky Madasari. Over centuries, women in Indonesia had faced various forms of discrimination that happened because of the strong influence of patriarchal culture, norms, customs, and even religion. That viewpoint then caused men and women to have different roles, both biologically and socially. Women had roles to keep house, family, and children, meanwhile, men had roles to provide for living and protection to the family. The discrimination problem, especially for women, was still the most discussed topic due to the lack of public awareness about women’s roles in community life. This research was a descriptive qualitative research using feminism approach. The data in this research were in the forms of sentences, paragraphs, dialogues, and discourses that reflect discrimination against women. The data analysis technique used in this research was content analysis. The research result shows that there is discrimination towards women in the sectors of economic and social based on the utterances from these three novels by Okky Madasari.