Articles

Found 24 Documents
Search

UJI ANTI BAKTERI EKSTRAK AIR KUNYIT (Curcuma domestica, Val.) TERHADAP BAKTERI Pseudomonas aeruginosa PADA IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy. Lac) Soemardi, Eddy; Utami, Pri Iswati; Wakhid, Abdul
PHARMACY Vol 1, No 1 (2003)
Publisher : PHARMACY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengatasi serangan bakteri patogen pada ikan gurami, saat ini banyak petani ikan yang menggunakan obat – obatan yang dicampurkan dengan pakan ikan. Obat yang banyak digunakan petani adalah golongan antibiotika tetrasiklin, tetapi tanpa disadari petani telah melakukan tindakan yang tidak ramah lingkungan yaitu menyebabkan resistensi bakteri tersebut pada manusia karena antibiotik tersebut ikut terpejan ke dalam tubuh manusia lewat ikan yang dikonsumsinya.Telah dilakukan penelitian terhadap ekstrak air kunyit sebagai bahan alam yang ramah lingkungan yang mempunyai efek anti bakteri patogen ikan gurami (Pseudomonas, sp. ).Dari percobaan terbukti bahwa ekstrak air kunyit dapat menghambat pertumbuhan bakteri Psendomonas aeroginosa, val. MIC diperoleh dengan cara membuat beberapa konsentrasi ekstrak yaitu : 0,2,4,6,8,10,12,14,16,18,20 mg/ml. Penghambatan terhadap pertumbuhan bakteri dimulai pada konsentrasi 12 mg/ml dengan luas hambatan 66,5I + 4.19 mm2 yang merupakan inti MIC, konsentrasi 20 mg/ml menunjukan penghambatan sebesar 50%.Key Word : Gurami, Pseudomonas sp, antibiotik, Kunyit, MIC, LD 50.
UJI ANTI BAKTERI EKSTRAK AIR KUNYIT (Curcuma domestica, Val.) TERHADAP BAKTERI Pseudomonas aeruginosa PADA IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy. Lac) Soemardi, Eddy; Utami, Pri Iswati; Wakhid, Abdul
PHARMACY Vol 2, No 1 (2005)
Publisher : PHARMACY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengatasi serangan bakteri patogen pada ikan gurami, saat ini banyak petani ikan yang menggunakan obat – obatan yang dicampurkan dengan pakan ikan. Obat yang banyak digunakan petani adalah golongan antibiotika tetrasiklin, tetapi tanpa disadari petani telah melakukan tindakan yang tidak ramah lingkungan yaitu menyebabkan resistensi bakteri tersebut pada manusia karena antibiotik tersebut ikut terpejan ke dalam tubuh manusia lewat ikan yang dikonsumsinya.Telah dilakukan penelitian terhadap ekstrak air kunyit sebagai bahan alam yang ramah lingkungan yang mempunyai efek anti bakteri patogen ikan gurami (Pseudomonas, sp.).Dari percobaan terbukti bahwa ekstrak air kunyit dapat menghambat pertumbuhan bakteri Psendomonas aeroginosa, val. MIC diperoleh dengan cara membuat beberapa konsentrasi ekstrak yaitu : 0,2,4,6,8,10,12,14,16,18,20 mg/ml. Penghambatan terhadappertumbuhan bakteri dimulai pada konsentrasi 12 mg/ml dengan luas hambatan 66,5I + 4.19 mm2 yang merupakan inti MIC, konsentrasi 20 mg/ml menunjukan penghambatan sebesar 50%.Key Word : Gurami, Pseudomonas sp, antibiotik, Kunyit, MIC, LD 50.
PENERAPAN TERAPI LATIHAN KETRAMPILAN SOSIAL PADA KLIEN ISOLASI SOSIAL DAN HARGA DIRI RENDAH DENGAN PENDEKATAN MODEL HUBUNGAN INTERPERSONAL PEPLAU DI RS DR MARZOEKI MAHDI BOGOR Wakhid, Abdul; Hamid, Achir Yani S.; Helena CD, Novy
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.648 KB)

Abstract

Application of social skills training therapy to client with social isolation and low self esteem disturbance with Interpersonal relationship Peplau Model Approach in RS Dr Marzoeki Mahdi Bogor. Social skills training was designed to improve communication and social skills for someone was experienced difficulties in their interaction skills include giving reinforcement, complain because they do not agree, reject the request of other, exchange experience, demanding personal rights, give advice to others, problem solving and working with people, sharing experience, ask for privacy (Michelson, 1985). Objective this final assignment was to founddescribing result of Application of social skills training therapy management on Social isolation and low self esteem client with interpersonal relationship Peplau Model approach in RS Dr Marzoeki Mahdi Bogor. Application of social skills therapy was done to 18 clients since 10 September-9 November 2012. Finding was revealed social skills training exactly effective may used for client with social isolation and low self esteem, where all of clients who have done social skills therapy. Base on this finding, recommended social skills training become to specialist standard therapy in psychiatric nursing and may used for social isolation and low self esteem clients.   Key word : social skills training, social isolation, low self esteem, Peplau interpersonal model
PENERAPAN TERAPI LATIHAN KETRAMPILAN SOSIAL PADA KLIEN ISOLASI SOSIAL DENGAN PENDEKATAN MODEL HUBUNGAN INTERPERSONAL PEPLAU DI RS DR MARZOEKI MAHDI BOGOR Wakhid, Abdul; Hamid, Achir Yani S.; Helena CD, Novy
PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2013: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.551 KB)

Abstract

Application of social skills training therapy to client with social isolation and low self esteem disturbance with Interpersonal relationship Peplau Model Approach in RS Dr Marzoeki Mahdi Bogor. Social skills training wasdesigned to improve communication and social skills for someone was experienced difficulties in their interaction skills include giving reinforcement, complain because they do not agree, reject the request of other, exchange experience, demanding personal rights, give advice to others, problem solving and working with people, sharing experience, ask for privacy (Michelson, 1985). Objective this final assignment was to founddescribing result of Application of social skills training therapy management on Social isolation and low self esteem client with interpersonal relationship Peplau Model approach in RS Dr Marzoeki Mahdi Bogor. Application of social skills therapy was done to 18 clients since 10 September-9 November 2012. Finding was revealed social skills training exactly effective may used for client with social isolation and low self esteem, where all of clients who have done social skills therapy. Base on this finding, recommended social skills training become to specialist standard therapy in psychiatric nursing and may used for social isolation and low self esteem clients.Key word : social skills training, social isolation, low self esteem, Peplau interpersonal model
PERBEDAAN KEMAMPUAN BERSOSIALISASI SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK SOSIALISASI PADA PASIEN ISOLASI SOSIAL DI RSJ. Prof. Dr. SOEROYO MAGELANG -, Muzayyin; Wakhid, Abdul; Susilo, Tri
PROSIDING SEMINAR NASIONAL Vol 2, No 1 (2014): PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.045 KB)

Abstract

Latar Belakang: Gangguan kesehatan jiwa merupakan masalah kesehatan masyarakat dan sosial di Indonesia dan cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Isolasi sosial adalah keadaan ketika seorang individu mengalami penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang lain disekitarnya. Tujuan penelitian ini untukmengetahui perbedaan kemampuan bersosialisasi sebelum dan sesudah dilakukan terapi aktifitas kelompok sosialisasi.Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian pre eksperimental dengan menggunakan desain one group pre test-post test, yaitu rancangan ini tidak menggunakan kelompok perbandingan (group control) tetapi sudah dikakukan observasi pertama (pre test) yang memungkinkan peneliti dapat menguji perubahan yang terjadi setelahadanya eksperimen. Populasi pada penelitian ini adalah semua klien bangsal pria di RSJ. Prof. Dr. Soeroyo Magelang.Dalam penelitian ini klien isolasi sosial di pilih sesuai dengan kriteria ingklusi dan eksklusi. Pertama-tama yang dilakukan yaitu observasi dan validasi sehingga didapatkan 20 sampel dari 32 jumlah populasi di bangsal pria yang sesuai dengan kriteria ingklusi dan eksklusi, lalu dilakukan terapi aktivitas kelompok sosialisasi sebanyak 7 sesi setelahitu dilakukan observasi.Hasil penelitian: didapatkan hasil yang signifikan yaitu p = 0,000 (p < 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan setelah dilakukan TAK sosialisasi dan sebelum TAK sosialsisasi.Saran: TAK sosialisasi bisa dijadikan sebagai salah satu sarana dalam peroses penyembuhan pasien isolasi sosial.
GAMBARAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISA Suwanti, Suwanti; Wakhid, Abdul; Taufikurrahman, Taufikurrahman
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 5, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.352 KB)

Abstract

Kualitas hidup merupakan keadaan dimana seseorang mendapatkan kepuasan atau kenikmatan dalam kehidupan sehari-hari. Indikator dari kualitas hidup diantaranya yaitu, dimensi kesehatan fisik, dimensi kesejahteran pisikologis, dimensi hubungan sosial, dan dimensi kesehatan lingkungan. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa di RSUD Ambarawa. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan populasi81 respondendan jumlah sampel 41 responden diambil menggunakan metode accidental sampling. Alat pengambilan data menggunakan skala kualitas hidup dari WHOQOL-BREF. Analisa data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian didapatkan gambaran kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik dilihat dari dimensi kesehatan fisik memiliki kualitas hidup buruk, yaitu sebanyak 23 orang (56,1%). Dimensi kesehatan psikologi memiliki kualitas hidup buruk, yaitu sebanyak 24 orang (58,5%). Dimensi hubungan sosial memiliki kualitas hidup baik, yaitu sebanyak 21 orang (51, 2%). Dimensi lingkungan memiliki kualitas hidup baik, yaitu sebanyak 22 orang (53,7. Gambaran kualitas hidup pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisa memiliki kualitas hidup buruk sebanyak 25 orang (61,0%), sedangkan 16 orang responden (39, 0%) memiliki kualitas hidupbaik. Keluarga lebih mengetahui pentingnya dukungan dan motivasi keluarga maupun kerabat selama terapi hemodialisa sehingga dapat meningkatkan harapan dan kualitas hidup pasien yang lebih tinggi. Kata kunci: kualitas hidup, gagal ginjal kronik, hemodialisa DESCRIPTION OF LIFE QUALITY OF THE PATIENTS SUFFERING FROM CHRONIC RENAL FAILURE WHO WENT UNDERHEMODIALYSIS ABSTRACTQuality of life is a codition where a person gainssatisfaction or enjoyment in everyday life. The indicators of the quality of life, are dimension of physical health, dimension of psychological, social dimension, dimension of environmental health. The aim of the study to knowthe description of life quality of the patients suffering from chronic renal failure who went underhemodialysis inAmbarawa General Hospital. Method of the study used a descriptive method with population 81 respondent and 41 respondents as the samples taken by using accidental sampling method. The data collecting tool used the life quality scale of WHOQOL-BREF. Data analysis used SPSS version 23. 0. Finding of the study the description of the quality of life of patients with chronic renal failure seen from the physical health dimension had a poor quality of life, as many as 23 people (56.1%). Thedimension of psychology health had a poor quality of life, namely as many as 24 people (58.5%). The dimensions of social relations have a good quality of life, as many at 21 people (51.2%). The environmental dimension has a good quality of life, as many at 22 people (53.7%). The description of the quality of life of patients suffering from chronic renal failure undergoing hemodialysis have a poor quality of life of 25 people (61.0%). It is hoped that the family will be more aware about the importance of family support and motivation during hemodialyisistherapy so that it can improve the quality of life for the patients. Keywords: Quality of life, chronic renal failure, hemodialysis
HUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN KANKER PAYUDARA Nurhikmah, Wiwik; Wakhid, Abdul; Rosalina, Rosalina
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol 1, No 1 (2018): Mei
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.831 KB)

Abstract

THE ROLE OF MENTAL HEALTH CADRES IN THE HANDLING OF MENTAL PATIENTS ABSTRACTPatients with cancer have a very significant increase including breast cancer that causes death. Breast cancer affects the greatest impact on the sufferer, thus affecting the quality of life. Decreased quality of life that is not resolved will inhibit treatment that will cause death. The purpose of this study was to determine the relationship between coping mechanism with quality of life in breast cancer patients. This research design is descriptive correlational with cross sectional approach. The population of this study was breast cancer patients with a sample of 55 respondents using accidental sampling technique and data collection tool using Cancer Coping Questionnaire 21 and WHOQoL-BREF. Data analysis used chi square test. The results showed that the mechanism of coping cancer patients 65.5% adaptive category, quality of life of breast cancer patients bad category 52,7%. There is a relationship of coping mechanism with quality of life in breast cancer patients who underwent chemotherapy with p value 0,048 (α = 0,05). Should the hospital facilitate interaction activities with fellow breast cancer patients in order to share experiences about improving the quality of life. Keywords: Mechanism of Coping, Quality of Life, Breast Cancer Patients
Rancangan Sistem Penilaian Kinerja Perpustakaan Berbasis Indikator Kinerja Iso 11620:2008 Pada Layanan Terbuka Perpustakaan Nasional RI Wakhid, Abdul; Sitanggang, Imas Sukaesih; Saleh, Abdul Rahman
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol 14, No 2 (2015): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.411 KB)

Abstract

Library performance measurement is one of a strategy to evaluate utilization of library resources. The objective of this study was to identify indicators needed to measure the performance and to design an counting system measurement at Open Service at National Library of Indonesia.  The measurement indicators were based on ISO 11620:2008 consisting of 45 indicators. It was selected 10 indicators: 1) percentage of required titles in the collection (RTC); 2) shelving accuracy (SA); 3)  staff per capita (LS); 4) collection turnover (CT); 5) loans per capita (LPC); 6) in-library use per capita (IUC); 7) library visits per capita (LVC); 8) percentage of target population reached (PTPR); 9) user satisfaction (AUS); 10)  user services staff as a percentage of total staff (USSPTS).  The indicators were selected through four stages: 1) selecting indicators related to activities in the Indonesia National Library and removing indicators related to activities that are not conducted in the institution; 2) removing indicators related to cost; 3)  identifying and selecting indicators related to vision and mission by the questionnaire; 4) analizing the results of the questionnaire and setting the indicators that have an average value of the results greater than 0 as an  selected indicator. The results of managements attitude that required the a performance counting system. System design was developed based on the system requirements and management’s needs. The system that was able to process data  into information of performance. The system was integrated with the integrated national library system (INLIS) and the data that were not available in INLIS were manually input. Steps of system developing were defining use case, description use case, activity diagram, class diagram, sequence diagram, object role/relational mapping and entity relationship diagram.  Keywords: Information System, ISO 11620, Library, Performance Indicators
PENGARUH PENERAPAN METODE PEMECAHAN MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA wakhid, abdul
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.308 KB)

Abstract

Kegiatan belajar mengajar masih berorientasi pada penguasaan materi buku, dalam menyampaikan pelajaran IPS guru hanya mengulas materi-materi yang ada di LKS saja. Pembelajaran hanya berpusat pada guru, sementara siswa hanya sebagai penerima apa yang disampaikan guru. Dengan demikian siswa terlihat cenderung jenuh dalam pembelajaran dan kurang memiliki motivasi dalam belajar yang tentu saja akan berdampak pada hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berfikir kritis siswa antara sebelum dan sesudah perlakuan pada kelas eksperimen yang menggunakan metode pembelajaran pemecahan masalah dengan perbedaan kemampuan berfikir kritis siswa antara sebelum dan sesudah perlakuan pada kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan dua kelompok penelitian yaitu kelas eksperimen yang melakukan penerapan pembelajaran dengan metode pemecahan masalah dan kelas kontrol dengan melakukan pembelajaran konvensional. Uji alat test penelitian menggunakan uji validitas, reliabilitias, daya pembeda, dan Indeks kesukaran. Uji analisis prasyarat menggunakan uji normalitas dan homogenitas. Uji hipotesis menggunakan uji gain, dan uji t dengan bantuan SPSS stattistik 19.0.  Penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Terdapat perbedaan kemampuan berfikir kritis siswa antara sebelum dan sesudah perlakuan pada kelas eksperimen yang menggunakan metode pembelajaran pemecahan masalah (2) Terdapat perbedaan kemampuan berfikir kritis siswa antara sebelum dan sesudah perlakuan pada kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. (3) Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berfikir kritis siswa pada kelas eksperimen yang menggunakan metode pembelajaran pemecahan masalah dengan kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional.   Kata Kunci : Metode Pemecahan Masalah, Kemampuan Befikir Kritis Siswa
PERILAKU BULLYING SISWA USIA 10-12 TAHUN Wakhid, Abdul; Andriani, Nila Sari; Saparwati, Mona
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.13 KB)

Abstract

Bullying merupakan penyalahgunaan kekuatan yang menyebabkan ketidakbahagiaan pada anak sehingga anak tidak dapat mencapai potensinya secara penuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku bullying siswa usia 10-12 Tahun di Ungaran. Desain penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan survei. Populasi penelitian ini adalah siswa usia 10-12 tahun di Ungaran, yaitu sebanyak 117 siswa dengan sampel adalah 91 siswa menggunakan teknik proportional random sampling. Alat pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan siswa usia 10-12 tahun sebagian besar tidak mengalami perilaku bullying (68,1%). Sebaiknya anak sekolah usia 10-12 tahun meningkatkan rasa saling menghormati dan menghargai sehingga proses belajar dapat berjalan dengan baik. Kata Kunci: Perilaku Bullying, Siswa, Usia 10-12 Tahun THE BULLYING BEHAVIOR AND SOCIAL INTERACTION CAPABILITIES OF STUDENTS AGED 10-12 YEAR SOLD ABSTRACTBullying is an abuse of power that leads to unhappiness in children so that children can not reach their full potential. The purpose of this study was to describe bullying behaviorand social interaction capabilities of students aged 10-12 year sold in Ungaran. The study design was descriptive analytic with survey approach. This study population was the student saged 10-12 year sold in Ungaran, as many as 117 people where the samples were 91 students using proportionate random sampling technique. Data collecting tool used questionnaires. Analysis of the data used the frequency distribution.The results showed that students aged 10-12 years were mostly in the category of not bullying (68.1%). We recommend that school children aged 10-12 should improve mutual respect and appreciating so that the learning process can run well. Keywords           : Bullying Behavior, Students Aged  10-12 Years Old.