Urip Wahyuningsih
Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

Determinan Masa Penulisan Skripsi Mahasiswa Prodi PKK Fathonah, Siti; Wahyuningsih,, Sri Endah; Wahyuningsih, Urip
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi merupakan syarat kelulusan bagi mahasiswa jenjang S-1 di prodi PKK, dengan bobot 6 SKS. Kondisi tiga tahun terakhir, masa penulisan skripsi berkisar antara 2 – 4 semester, yang seharusnya antara 1 - 2 semester. Tujuan penelitian ini adalah 1) menganalisis determinan masa penulisan skripsi, dan 2) menemukan alternatif penyelesaian masa penulisan skripsi yang lama. Subyek penelitian ini adalah alumni prodi S-1 PKK angkatan tahun 2002, 2003 dan 2004, diambil dengan teknik proportional random sampling sebanyak 60. Pengumpulan data dengan angket terstruktur dan angket terbuka, dan dianalisis deskriptif prosentase dan analisis regresi ganda. Alumni S-1 PKK sebesar 71,7 % sebagai guru, dengan rata-rata masa tunggu 2,5 bulan. Determinan masa penulisan skripsi mahasiswa adalah cara pembimbingan skripsi. Faktor keaktifan mahasiswa, peran dosen dan materi skripsi tidak berpengaruh terhadap masa penulisan skripsi. Masa penulisan skripsi rata-rata 11,1 bulan. Rancangan pedoman pembimbingan meliputi 1) mahasiswa : wajib seminar proposal, kursus toefel, dan peningkatan penguasaan materi kuliah terkait penelitian, 2) dosen pembimbing : 2 dosen dengan peran seimbang dan bersinergi, melibatkan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat, dan 3) cara pembimbingan : terjadwal rutin dengan frekuensi 1 - 2 x/minggu, dilaksanakan individual dengan tatap muka, dan kartu pembimbingan harus dibawa dan diisi setiap pembimbingan. Saran yang diajukan adalah 1) pembiasaan dalam pembuatan karya ilmiah 2) peningkatan keterlibatan mahasiswa pada penelitian dan pengabdian masyarakat dosen.Kata kunci : determinan, pembimbingan, skripsi
PERMASALAHAN WANITA PENGUSAHA KECIL MENENGAH PAKAIAN JADI DALAM MENGEMBANGKAN INDUSTRI KONVEKSI DI ERA GLOBAL Wahyuningsih, Sri Endah; Wahyuningsih, Urip; N, Muh Fakhrihun
Teknobuga Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The main research is to descript the result connected to the problem :How is the lower and middle businesswomen problem to ready clothes industries in theglobal era.The research using qualitative approach. The industries includes that haveminimal 5 mans as the worker and 100 mans for maximal, the product are ready clothesfor man, women, kid and linen and located at Semarang and Semarang District. 2-5 keypersons on each industry have made. The result : 1) The problem of ready clothesbusinesswomen to improve the lower and middle industries (Convection / garment) atglobal era are structural problem, general, production and personal problem. Thestructural problem, economic concentration, business group domination, integration andindustrial connection, BUMN act, source, knowledge and technology, capital, marketingand socio culture. Production problem connected to medium product, plan product,cutting, sewing and finishing.2) Personal problem connected to family earning, kideducation, house work and as the wife., The dominant problems is government policy,capital, human resource, socio culture and marketing as a life 3) Personal problemespecially socio culture and domestic is the one of Businesswomen contains to improvetheir business.The recommendation suggestion : government should make a precise policy and couldgive industries forward opportunity so that could give precise suppor, Women shouldhave coherent behave and applying management knowledge she had, Modern kideducation place is the one choice to get precise education in the world and for the futureKeyword: Problems,businesswomen,convection industries,global eraTujuan penelitian ini mendiskripsikan temuan-temuan yang terkait dengan persoalanberikut : Bagaimanakah permasalahan wanita pengusaha industri kecil menengah dalammengembangkan usaha pakaian jadi di era global, Penelitian ini menggunakan pendekatankualitatif. Industri konveksi yang dimaksud mencakup industri yang memiliki tenaga kerjaminimal 5 orang dan maksimal 100 orang, dengan jenis produk pakaian pria, wanita, anak sertalenan rumah tangga dengan lokasi penelitian di kota Semarang dan Kabupaten Semarang.Dari setiap jenis industri ditetapkan 2-5 informan. Seorang informan dipilih mulai pemilik,karyawan, keluarga maupun Disperindag. Data dikumpulkan dengan teknik wawancaramendalam dan obeservasi non partisipan sesuai focus penelitian. Analisis data secara induktifdan Harvard, untuk pemeriksaan keabsahan data dilakukan triangulasi.Hasil penelitian : Jenis permasalahan wanita pengusaha pakaian jadi dalam mengembangkanIndustri kecil dan menengah (konveksi) di era global meliputi permasalahan struktural, umum,proses produksi, dan permasalahan rumah tangga. Permasalahan struktural terkait dengankonsentrasi ekonomi, dominasi kelompok bisnis, integrasi dan hubungan antar ,sentra industri,peran BUMN, bahan baku, IPTEK dan kondisi SDM. Permasalahan umum terkait denganmanajemen, teknologi produksi, modal, pemasaran dan sosial budaya. Permasalahan dalamproses produksi terkait dengan ketersediaan sarana produksi, perencanaan produk, pemotongan,penjahitan dan penyempurnaan. Permasalahan rumah tangga terkait denganekonomi/pendapatan keluarga, pendidikan anak, tugas rumah tangga dan sebagai istri. danSebagian besar industri konveksi pakaian jadi yang dikelola kaum wanita meskipun sudahberkeluarga mengalami perkembangan kemajuan.Saran yang direkomendasikan : Pemerintah yang terkait rendahnya membuat kebijakan yangtepat dan dapat memberi peluang maju industri sehingga dapat memberikan bantuan sesuaikebutuhan, Sebaiknya perempuan bersikap tegas dan menerapkan pengetahuan manajemenyang telah dimiliki. pilihan tempat pendidikan modern sebagai alternative mengasuh / mendidikanak sehingga mendapat bekal pendidikan di dunia dan akhiratKata Kunci : Permasalahan, Wanita Pengusaha, IKM, Pakaian Jadi, Era Global.
PEMBERDAYAAN PENGRAJIN BATIK KENDALUNTUK MENDUKUNG PARIWISATA Syamwil, Rodia; Nurrohmah, Siti; Wahyuningsih, Urip
Rekayasa Vol 13, No 1 (2015): Juli 2015
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kendal regency government committed to develop tourism, through batik as one of their local potentials. Situation analysis in two micro-scale industry partners identify that both locate in tourism destination area, however their competitiveness to support tourisms need to be enhanced. Their motif collections with typical Kendal were limited, as well as product diversification,and environment support. One of the industry use natural dyes with high dependence to other province cultivation and high cost, while the other need applied technology of souvenir batik crafts,batik packaging, and patterned batik fashion. Solution offered was tourism awareness and environment collaboration agenda to strengthen industries through training, workshops, and technical assistance in: (1) development of typical regional motif; (2) producing souvenirs and packaging; (3) batik patterned dress; (4) batik with natural dyes based on research; (5) excellent service and simple communication in English. Product exhibition was conducted at the end of project. The results of the implementation of the activities showed an increase in knowledge, skills, and attitudes of the drilled material, creative product quality, while all participants affirmed their satisfaction.
PERMASALAHAN WANITA PENGUSAHA KECIL MENENGAH PAKAIAN JADI DALAM MENGEMBANGKAN INDUSTRI KONVEKSI DI ERA GLOBAL Wahyuningsih, Sri Endah; Wahyuningsih, Urip; N., Muh Fakhrihun
Teknobuga Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini mendiskripsikan temuan-temuan yang terkait dengan persoalan berikut : Bagaimanakah permasalahan wanita pengusaha industri kecil menengah dalam mengembangkan usaha pakaian jadi di era global, Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Industri konveksi yang dimaksud mencakup industri yang memiliki tenaga kerja minimal 5 orang dan maksimal 100 orang, dengan jenis produk pakaian pria, wanita, anak serta lenan rumah tangga dengan lokasi penelitian di kota Semarang dan Kabupaten Semarang.Dari setiap jenis industri ditetapkan 2-5 informan. Seorang informan dipilih mulai pemilik, karyawan, keluarga maupun Disperindag. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalam dan obeservasi non partisipan sesuai focus penelitian. Analisis data secara induktif dan Harvard, untuk pemeriksaan keabsahan data dilakukan triangulasi. Hasil penelitian : Jenis permasalahan wanita pengusaha pakaian jadi dalam mengembangkan Industri kecil dan menengah  konsentrasi ekonomi, dominasi kelompok bisnis, integrasi dan hubungan antar ,sentra industri, peran BUMN, bahan baku, IPTEK dan kondisi SDM. Permasalahan umum terkait dengan manajemen, teknologi produksi, modal, pemasaran dan sosial budaya. Permasalahan dalam proses produksi terkait dengan ketersediaan sarana produksi, perencanaan produk, pemotongan,penjahitan dan penyempurnaan. Permasalahan rumah tangga terkait denganekonomi/pendapatan keluarga, pendidikan anak, tugas rumah tangga dan sebagai istri. dan Sebagian besar industri konveksi pakaian jadi yang dikelola kaum wanita meskipun sudah berkeluarga mengalami perkembangan kemajuan. Saran yang direkomendasikan : Pemerintah yang terkait rendahnya membuat kebijakan yang tepat dan dapat memberi peluang maju industri sehingga dapat memberikan bantuan sesuai kebutuhan, Sebaiknya perempuan bersikap tegas dan menerapkan pengetahuan manajemen yang telah dimiliki. pilihan tempat pendidikan modern sebagai alternative mengasuh / mendidik anak sehingga mendapat bekal pendidikan di dunia dan akhirat
KUALITAS HASIL TENUNAN KANTONG PLASTIK BEKAS ANTARA TEKNIK PILIN DAN TEKNIK LIPAT Haryati, Siti; -, Widowati; Wahyuningsih, Urip
Fashion and Fashion Education Journal Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Fashion and Fashion Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas hasil tenunan kantong plastik bekas antara teknik pilin benang dan teknik lipat benang. Pengumpulan data penelitian eksperimen ini menggunakan uji laboratorium dan uji organoleptik. Kualitas hasil tenunan ditinjau dari uji konstruksi kain, uji kenyamanan kain, dan uji keawetan kain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan kualitas tenunan kantong plastik bekas antara teknik pilin benang dan teknik lipat benang. Hal ini dibuktikan dengan uji laboratorium yang dilakukan serta nilai uji organoleptik dari hasil tenunan kantong plastik bekas dengan teknik lipat lebih tinggi dibandingkan dengan teknik pilin. Selain itu perbedaan material yang digunakan pada penelitian ini tidak sama dengan material pada umumnya, yang tentunya memiliki sifat dan karakteristik berbeda, sehingga berpengaruh juga pada kualitas hasil tenunan. Simpulan dalam penelitian ini adalah ada perbedaan kualitas tenunan kantong plastik bekas antara teknik pilin dan lipat benang yang menunjukkan bahwa hasil tenunan kantong plastik bekas dengan teknik lipat benang memiliki kualitas yang lebih baik dibanding teknik pilin-pilin.This research aim to know difference of quality result of ex- plastic sack;bag jacquards between technique contort technique and yarn fold yarn. Data collecting of research of this experiment use laboratory test and test of organoleptik. Quality of result of jacquards evaluated from cloth construction test, test cloth freshment, and durabel test of cloth. Result of research indicated that is difference of ex- plastic sack; bag jacquards quality between technique contort technique and yarn fold yarn. This matter is proved with conducted laboratory test and also assess test of organoleptik from result of ex- plastic sack; bag jacquards with technique fold compared to higher of technique contort. Besides difference of used material at this research unlike material in general, what it is of course measure up to and characteristic differ, so that have an effect on also at quality of result of jacquards. Conclude in this research is difference of ex- plastic sack;bag jacquards quality between technique contort and fold yarn indicating that result of ex- plastic sack;bag jacquards with technique fold yarn have the quality of which is better to be compared to technique contort.
UPAYA PENGEMBANGAN USAHA KERAJINAN BORDIR Ahyani, Rahmania; -, Widowati; Wahyuningsih, Urip
Fashion and Fashion Education Journal Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Fashion and Fashion Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERBEDAAN KUANTITAS DAN KUALITAS HASIL JAHITAN MESIN JAHIT MANUAL DAN HIGH SPEED Jannah, Arifatul; W, Sri Endah; Wahyuningsih, Urip
Fashion and Fashion Education Journal Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Fashion and Fashion Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PEMBERDAYAAN PENGRAJIN BATIK KENDALUNTUK MENDUKUNG PARIWISATA Syamwil, Rodia; Nurrohmah, Siti; Wahyuningsih, Urip
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 13, No 1 (2015): Juli 2015
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/rekayasa.v13i1.5596

Abstract

Kendal regency government committed to develop tourism, through batik as one of their local potentials. Situation analysis in two micro-scale industry partners identify that both locate in tourism destination area, however their competitiveness to support tourisms need to be enhanced. Their motif collections with typical Kendal were limited, as well as product diversification,and environment support. One of the industry use natural dyes with high dependence to other province cultivation and high cost, while the other need applied technology of souvenir batik crafts,batik packaging, and patterned batik fashion. Solution offered was tourism awareness and environment collaboration agenda to strengthen industries through training, workshops, and technical assistance in: (1) development of typical regional motif; (2) producing souvenirs and packaging; (3) batik patterned dress; (4) batik with natural dyes based on research; (5) excellent service and simple communication in English. Product exhibition was conducted at the end of project. The results of the implementation of the activities showed an increase in knowledge, skills, and attitudes of the drilled material, creative product quality, while all participants affirmed their satisfaction.
PERMASALAHAN WANITA PENGUSAHA KECIL MENENGAH PAKAIAN JADI DALAM MENGEMBANGKAN INDUSTRI KONVEKSI DI ERA GLOBAL Wahyuningsih, Sri Endah; Wahyuningsih, Urip; N., Muh Fakhrihun
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini mendiskripsikan temuan-temuan yang terkait dengan persoalanberikut : Bagaimanakah permasalahan wanita pengusaha industri kecil menengah dalammengembangkan usaha pakaian jadi di era global, Penelitian ini menggunakan pendekatankualitatif. Industri konveksi yang dimaksud mencakup industri yang memiliki tenaga kerjaminimal 5 orang dan maksimal 100 orang, dengan jenis produk pakaian pria, wanita, anak sertalenan rumah tangga dengan lokasi penelitian di kota Semarang dan Kabupaten Semarang.Dari setiap jenis industri ditetapkan 2-5 informan. Seorang informan dipilih mulai pemilik,karyawan, keluarga maupun Disperindag. Data dikumpulkan dengan teknik wawancaramendalam dan obeservasi non partisipan sesuai focus penelitian. Analisis data secara induktifdan Harvard, untuk pemeriksaan keabsahan data dilakukan triangulasi.Hasil penelitian : Jenis permasalahan wanita pengusaha pakaian jadi dalam mengembangkanIndustri kecil dan menengah konsentrasi ekonomi, dominasi kelompok bisnis, integrasi dan hubungan antar ,sentra industri,peran BUMN, bahan baku, IPTEK dan kondisi SDM. Permasalahan umum terkait denganmanajemen, teknologi produksi, modal, pemasaran dan sosial budaya. Permasalahan dalamproses produksi terkait dengan ketersediaan sarana produksi, perencanaan produk, pemotongan,penjahitan dan penyempurnaan. Permasalahan rumah tangga terkait denganekonomi/pendapatan keluarga, pendidikan anak, tugas rumah tangga dan sebagai istri. danSebagian besar industri konveksi pakaian jadi yang dikelola kaum wanita meskipun sudahberkeluarga mengalami perkembangan kemajuan.Saran yang direkomendasikan : Pemerintah yang terkait rendahnya membuat kebijakan yangtepat dan dapat memberi peluang maju industri sehingga dapat memberikan bantuan sesuaikebutuhan, Sebaiknya perempuan bersikap tegas dan menerapkan pengetahuan manajemenyang telah dimiliki. pilihan tempat pendidikan modern sebagai alternative mengasuh / mendidikanak sehingga mendapat bekal pendidikan di dunia dan akhirat
PENGARUH PELETAKKAN MOTIF PADA POLA ZERO WASTE TERHADAP HASIL JADI THE CHINESE SQUARE BLOUSE ANGGUN SUHARTI, IKA; WAHYUNINGSIH, URIP
Jurnal Tata Busana Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak The chinese square blouse merupakan salah satu busana zero waste atau tanpa limbah kain. The chinese square blouse dirancang dengan menggunakan motif kain dengan arah serat melebar. Dalam penelitian ini motif diterapkan pada pola zero waste, dengan menggunakan peletakkan motif yang berbeda yaitu, di tengah, tepi dan tengah tepi. Penelitian ini bertujuan untuk a) mengetahui pengaruh peletakkan motif tengah, motif tepi dan motif tengah tepi terhadap hasil jadi the chinese square blouse, b) mengetahui hasil terbaik dari motif tengah, motif tepi dan motif tengah tepi terhadap hasil jadi the chinese square blouse. Jenis penelitian termasuk penelitian eksperimen dengan variabel bebas yaitu letak motif tengah, motif tepi, dan motif tengah tepi, variabel terikat yaitu hasil jadi the chinese square blouse ditinjau dari aspek keseimbangan, kesatuan, irama dan pusat perhatian. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi yang dilakukan oleh 33 observer, 3 panelis ahli yaitu dosen jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga dan 30 orang mahasiswa program studi Tata Busana. Pengolahan data menggunakan anava tunggal dengan bantuan SPSS 22 dengan taraf signifikan p ? 0,05, dan dilanjutkan uji duncan. Hasil uji anava menunjukkan terdapat pengaruh peletakkan motif tengah, motif tepi dan motif tengah tepi terhadap hasil jadi the chinese square blouse, ditinjau dari aspek keseimbangan, aspek irama dan aspek pusat perhatian, sedangkan tidak ada pengaruh yang signifikan antara peletakkan motif tengah, motif tepi dan motif tengah tepi terhadap hasil jadi the chinese square blouse, ditinjau dari aspek kesatuan. Hasil jadi peletakkan motif yang terbaik pada the chinese square blouse yaitu motif tepi ditinjau dari aspek keseimbangan dan irama. Kata Kunci: zero waste, the chinese square blouse, motif. Abstract The chinese square blouse is the one of zero waste fashion. The chinese square blouse is designed using a fabric motif with the direction of the fiber widening. In this result motif applied on the zero waste pattern by using a comparison of placing different motives, that is in the middle, side and middle side. The purpose of this research such as: a) finding out the influnce of motif laying in the middle motif, side motif and middle side motif in the chinese square blouse result, b) finding the best result from the middle motif, side motif and middle side motif in the chinese square blouse result. The type of this research is experimental with independent variabels are laying in the middle motif, side motif and middle side motif, dependent variable is the chinese square blouse result are reviewed from the aspect of balance, unity, rythm and center of interest. Method of collecting data by observation with 33 respondents, 3 expert judgments there are the lecturers of PKK and 30 stundents of fashion design. Data processing by one way anova SPSS 22 with significant p ? 0,05, to be continued with the duncan test. Anova test results show there is an affect of motif laying in the middle motif, side motif and middle side motif in the chinese square blouse result from the aspect of balance, rhytm and center of interest, then there is no significant influnce between the laying of the middle motif, side motif and middle side motif in the chinese square blouse result from the aspect of unity. The best result of motif laying in the chinese square blouse is the side motif result from the aspect of balance and rhytm. Keywords: zero waste, the chinese square blouse, motif.