Prihatin Ika Wahyuningrum
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

ALGORITMA INDEKS VEGETASI MANGROVE MENGGUNAKAN SATELIT LANDSAT ETM+ Arhatin, Risti Endriani; Wahyuningrum, Prihatin Ika
Buletin PSP Vol 21, No 2 (2013): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1708.099 KB)

Abstract

Monitoring mangrove dengan metode konvensional sangat sulit dilakukan. Sistem penginderaan jauh merupakan salah satu alternatif dalam mengatasi kendala dalam melakukan inventarisasi mangrove dengan cakupan areal yang luas. Tujuan penelitian ini melakukan validasi akurasi dari data Landsat-7 ETM+ dalam menduga kerapatan kanopi mangrove. Data spasial yang dipergunakan adalah citra Landsat ETM+ tanggal perekaman 21 Mei 2002 (path/row: 116/059). Data lapangan yang diperlukan adalah data kondisi fisik mangrove, pengamatan dilakukan pada beberapa lokasi yang berbeda, pada setiap lokasi dibuat transek. Setiap transek diplot dengan ukuran (30 × 30) meter2. Analisis data meliputi koreksi radiometrik dan koreksi geometrik, penajaman citra dan klasifikasi citra. Setelah itu dilakukan uji ketelitian separability transformasi divergency dan analisis komponen utama. Hasil analisis menunjukkan algoritma vegetasi indeks yang paling baik adalah Green Normalized Difference Vegetation Index (GNDVI). 
PENDUGAAN THERMAL FRONT DAN UPWELLING SEBAGAI INDIKATOR DAERAH POTENSIAL PENANGKAPAN IKAN DI PERAIRAN MENTAWAI (The Prediction of Thermal Front and Upwelling as Indicator of Potential Fishing Grounds in Mentawai Water) Simbolon, Domu; Silvia, Silvia; Wahyuningrum, Prihatin Ika
Jurnal Marine Fisheries Vol 4, No 1 (2013): Marine Fisheries
Publisher : Jurnal Marine Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Parameter oseanografi seperti upwelling dan thermal front dapat digunakan sebagai indikator daerah penangkapan ikan potensial. Pengetahuan tentang lokasi perairan dengan fenomena tersebut akan dapat membantu para nelayan untuk mencari daerah penangkapan ikan potensial. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sebaran suhu permukaan laut (SPL), dan  memprediksi keberadaan thermal front dan upwelling di perairan Mentawai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2006 di Perairan Mentawai. Sedangkan Citra SPL yang diolah  Juni 2006-September 2007. Analisa data yang digunakan adalah secara visual untuk menentukan thermal front dan upwelling. Pada musim timur SPL berkisar 26-32°C, musim peralihan timur-barat berkisar  23-32oC, musim barat berkisar 23-32oC, musim peralihan barat-timur berkisar antara 25-32oC. Thermal front hampir ditemukan sepanjang tahun di sekitar Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara, Pulau Pagai Selatan dan sekitar Pasaman. Indikasi upwelling tidak ditemukan pada musim barat. Pada musim timur, upwelling ditemukan di sekitar Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara, Pulau Pagai Selatan. Pada musim peralihan timur barat, upwelling ditemukan di sekitar Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara. Pada musim barat timur, upwelling ditemukan di sekitar Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara. Kata kunci: Perairan Mentawai, suhu permukaan laut (SPL), thermal front, upwelling
Model Pengembangan Rumpon Sebagai Alat Bantu dalam Pemanfaatan Sumber Daya Ikan Tuna Secara Berkelanjutan Nurani, Tri Wiji; Wisudo, Sugeng Hari; Wahyuningrum, Prihatin Ika; Arhatin, Risti Endriani
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol 19, No 1 (2014): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.265 KB)

Abstract

The increasing use of fish agregating devices (FADs) in the Indian Ocean South Coast of Java is concerned that will be affect the sustainability of tuna resources. The research aimed to evaluate and make development model of FADs as a tool in the sustainability utilization of tuna fish resources. Research was conducted in PPP Tamperan and PPP Pondokdadap. The evaluation was conducted to 1) the lengths size composition, 2) tuna stok resources, 3) map location of FADs, 4) policy rules of use of FADs. Evaluation results indicated 1) the size composition of decent catch tuna fish in PPP Tamperan and PPP Pondokdadap differed for sampling in different month, i.e. respectively in June-July 75,14 and 99,42%, while in August-September 43,18 and 73,43% respectively; 2) estimation of MSY is 2.569 tonnes per year, the optimum effort of 970 units, the level of utilization is 78,81; 3) FADs installed in position 8-13 oLS, 111-113 oBT, the number of FADs quite a lot with the installation distance was less than 10 miles and not in order; 4) regulations already existed, but the level of stakeholder understanding of regulations was still low. Based on evaluation results, recommendations of development model are 1) tightening the permissions, that tuna fish which is allowed to be caught is with lenght size over than 80 cm; 2) FADs installation location refers to the variability of chlorophyll-a, sea surface temperature and the rules that are contained in the Kepmen KP No. 30/2004, 3) more technical regulations need to be made and socialized, accompanied with monitoring and controlling. Keywords: development, FADs, sustainability, The Indian Ocean South Coast of Java, tuna
Model Pengembangan Rumpon Sebagai Alat Bantu dalam Pemanfaatan Sumber Daya Ikan Tuna Secara Berkelanjutan Nurani, Tri Wiji; Wisudo, Sugeng Hari; Wahyuningrum, Prihatin Ika; Arhatin, Risti Endriani
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol 19, No 1 (2014): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.265 KB)

Abstract

The increasing use of fish agregating devices (FADs) in the Indian Ocean South Coast of Java is concerned that will be affect the sustainability of tuna resources. The research aimed to evaluate and make development model of FADs as a tool in the sustainability utilization of tuna fish resources. Research was conducted in PPP Tamperan and PPP Pondokdadap. The evaluation was conducted to 1) the lengths size composition, 2) tuna stok resources, 3) map location of FADs, 4) policy rules of use of FADs. Evaluation results indicated 1) the size composition of decent catch tuna fish in PPP Tamperan and PPP Pondokdadap differed for sampling in different month, i.e. respectively in June-July 75,14 and 99,42%, while in August-September 43,18 and 73,43% respectively; 2) estimation of MSY is 2.569 tonnes per year, the optimum effort of 970 units, the level of utilization is 78,81; 3) FADs installed in position 8-13 oLS, 111-113 oBT, the number of FADs quite a lot with the installation distance was less than 10 miles and not in order; 4) regulations already existed, but the level of stakeholder understanding of regulations was still low. Based on evaluation results, recommendations of development model are 1) tightening the permissions, that tuna fish which is allowed to be caught is with lenght size over than 80 cm; 2) FADs installation location refers to the variability of chlorophyll-a, sea surface temperature and the rules that are contained in the Kepmen KP No. 30/2004, 3) more technical regulations need to be made and socialized, accompanied with monitoring and controlling.
Tingkat Pemanfaatan dan Pola Musim Penangkapan Ikan Lemuru di Perairan Selat Bali Simbolon, Domu; Wiryawan, Budy; Wahyuningrum, Prihatin Ika; Wahyudi, Hendro
Buletin PSP Vol 19, No 3 (2011): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.786 KB)

Abstract

Ikan lemuru (Sardinella lemuru) merupakan salah satu sumber daya ikan di Perairan Selat Bali yang mempunyai potensi dan nilai ekonomis yang cukup tinggi. Produksi yang hasil tangkapan yang diperoleh saat ini sudah mengalami penurunan akibat overfishing. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi potensi lestari, tingkat pemanfaatan dan pengupayaan serta pola musim penangkapan ikan lemuru di Selat Bali berdasarkan hasil tangkapan yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pantai Muncar. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode surplus produksi untuk mencari potensi lestari, upaya optimum serta tingkat pemanfaatan menggunakan metode Schaefer. Pola musim penangkapan ikan menggunakan analisis deret waktu dan metode rata-rata bergerak. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai potensi lestari dan upaya optimum sebesar 33.576 ton/tahun dan 26.696 trip/tahun. Tingkat pemanfaatan selama 2004-2008 telah melebihi nilai potensi lestari pada tahun 2006 dan 2007 yaitu sebesar 153% dan 161%, tingkat pengupayaan selama lima tahun terakhir sudah diatas 100%. Bulan Desember-Februari sangat baik untuk melakukan operasi penangkapan ikan lemuru karena sumberdaya yang melimpah dan sudah layak tangkap. Sedangkan bulan Maret-November merupakan waktu yang kurang baik untuk operasi penangkapan ikan lemuru karena sumberdaya yang sedikit dan belum layak tangkap.
Pendugaan Thermal Front dan Upwelling sebagai Indikator Daerah Potensial Penangkapan Ikan di Perairan Mentawai (The Prediction of Thermal Front and Upwelling as Indicator of Potential Fishing Grounds in Mentawai Water) Simbolon, Domu; Silvia, Silvia; Wahyuningrum, Prihatin Ika
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol 4, No 1 (2013): Marine Fisheries - Mei 2013
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jmf.4.1.85-95

Abstract

Parameter oseanografi seperti upwelling dan thermal front dapat digunakan sebagai indikator daerah penangkapan ikan potensial. Pengetahuan tentang lokasi perairan dengan fenomena tersebut akan dapat membantu para nelayan untuk mencari daerah penangkapan ikan potensial. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sebaran suhu permukaan laut (SPL), dan  memprediksi keberadaan thermal front dan upwelling di perairan Mentawai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2006 di Perairan Mentawai. Sedangkan Citra SPL yang diolah  Juni 2006-September 2007.Analisa data yang digunakan adalah secara visual untuk menentukan thermal front dan upwelling. Pada musim timur SPL berkisar 26-32°C, musim peralihan timur-barat berkisar  23-32oC, musim barat berkisar 23-32oC, musim peralihan barat-timur berkisar antara 25-32oC. Thermal front hampir ditemukan sepanjang tahun di sekitar Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara, Pulau Pagai Selatan dan sekitar Pasaman. Indikasi upwelling tidak ditemukan pada musim barat. Pada musim timur, upwelling ditemukan di sekitar Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara, Pulau Pagai Selatan. Pada musim peralihan timur barat, upwelling ditemukan di sekitar Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara. Pada musim barat timur, upwelling ditemukan di sekitar Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara.Kata kunci: Perairan Mentawai, suhu permukaan laut (SPL), thermal front, upwelling
Biodiversity of fish in Penyerang River at District of Puding Besar, Bangka Regency Gustomi, Andi; Wahyuningrum, Prihatin Ika; Utami, Eva
Journal of Aquatropica Asia Vol 3 No 1 (2016): Journal of Aquatropica Asia
Publisher : Department of Aquaculture, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.83 KB)

Abstract

Penyerang river is one of rivers which located in district of Puding Besar, Bangka regency. The mining and agricultural activities were increased at the district that lead to the decreasing of the quality of the environment, especially  for the biodiversity of fish. The aim of this research was to investigate the diversity of fish, similarity index, and domination index of fish in Penyerang rivers, district of Puding Besar, Bangka Regency. The method used was survey-sampling method by placing six observation stationsin way of purposive sampling. It was divided on certain stations, such as up, middle and down stream station, whereas two for each stations.The data collected was chemical and physicalwater parameters and fish sampleby using gillnet, scoopnet and frock. The result shows that 18 fish species in Penyerang Rivers in District of PudingBesar , Bangka Regency composed of 13 genus and 9 families were found. The diversity of fish population and species in Penyerang River indicating on average range and was not dominate by certain species. Taken together, the populations of fish in Penyerang River were uniform.