Articles

Found 34 Documents
Search

STUDI ELEMEN MENTAL MAP LANSKAP KOTA PEKANBARU Wahyuni, Eka; Munandar, Aris
Jurnal Lanskap Indonesia Vol 2, No 1 (2010): Jurnal Lanskap Indonesia (JLI)
Publisher : http://web.ipb.ac.id/~landscapearch/

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In urban development, it is a must in paying attention to and considering the history development of one area that occured in the past, so that legibility of space and special characteristic of the city is formed. Special characteristic of a city can be formed by the existence of space elements, such as path, edges, districts, nodes, and landmarks. This research objectives are to invent all of former Pekanbaru City’s space elements, to find out the most imageable space elements, and to evaluate the factors that have influenced elements have good imageability; and those were undertaken by using survey method. The research result shown that Pekanbaru City has mental map elements with good imageability, and most of them can be identified and imagined both by the citizen of Pekanbaru City as well as by visitors
PENINGKATAN KEMAMPUAN SESORAH INFORMATIF DENGAN METODE PEMODELAN PADA SISWA KELAS VIII SMP N 1 PURWAREJA KLAMPOK KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN AJARAN 2012/2013 Wahyuni, Eka
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 3, No 4 (2013): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian  adalah untuk mengungkap: (1) bagaimana langkah-langkah pembelajaran sesorah informatif menggunakan metode pemodelan? (2) adakah peningkatan kemampuan dalam sesorah informatif menggunakan metode pemodelan? (3) bagaimanakah perubahan perilaku belajar pada siswa kelas VIII A SMP Negeri 1 Purwareja Klampok setelah mendapatkan pembelajaran menggunakan metode pemodelan “sesorah informataif”. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindak kelas (PTK). Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A SMP 1 Klampok yang berjumlah 31 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu prasiklus, siklus I, dan siklus II. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode tes dan nontes. Insrtrumen yang digunakan dalam pengambilan data berupa lembar tes, pedoman observasiuntuk siswa, lembar kegiatan belajar mengajar, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian diketahui bahwa (1) langkah-langkah pembelajaran dilakukan dalam tiga tahap, yaituu prasiklus, siklus I, siklus II dengan menggunakan metode pemodelan bertema “sesorah informatif” dalam meningkatkan kemampuan berpidato; (2) pengaruh metode pemodelan terhadap aktivitas belajar siswa pada prasiklus mencapai 65,3%, siklus I 72,2%, dan siklus II 86,7%; (3) peningkatan kemampuan berpidato tahap prasiklus rata-rata 62,97, siklus I 71,19, dan siklus II 81,84 .   Kata kunci: peningkatan pidato informatif menggunakan metode pemodelan.
Analisis Citarasa Kopi Arabika Organik pada Beberapa Ketinggian Tempat dan Cara Pengolahannya di Datararan Tinggi Gayo Wahyuni, Eka; Karim, Abubakar; Anhar, Ashabul
Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan Vol 2, No 3 (2013): Volume 2, Nomor 3, Juni 2013
Publisher : Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan, Pascasarjana, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.471 KB)

Abstract

Analysis of Taste Quality of Organic Arabica Coffee in Several Altitudes and Processing Techniques in Gayo HighlandsAbstract. In general several varieties of Arabica are cultivated at the same altitude, which cause loss of their unique flavor of Arabica Gayo Highlands. This research was aimed to find out of superior varieties of Arabica coffee with a unique flavor score at a certain altitude and specific processing technique in the Gayo Highlands. There were five varieties of Arabica coffee observed. (Borbor, Bergendal, Ateng Super, Tim-Tim and Lini-S), in four altitudes: (1. < 1.000 m; 2. 1.000 -1.200 m; 3. 1.200 1.400 m; and 4. > 1.400 m above sea level). A survey method with descriptive analysis was used, based on altitude and land use maps on 20 observation sites. Ideal altitude of varieties were identified as nell as soil and barriers samples were analyzed. Arabica coffee varieties was determined by cluster analysis, correlations, followed by multiple regression. Evaluation scores of flavor varieties of Arabica coffee and altitude showed that Borbor variety was suitable at altitude > 1.400 above sea level, Tim-Tim < 1.200 m, and Ateng super at altitude 1.200 -1.400 m above sea level. Processing method of organic Arabica coffee which produced high flavor quality (taste) was a semi wash processing. Result of multiple regression analysis showed a very close relationship between land characteristics and score flavor criteria, R2 was 0.894. Determinants of the best and unique flavor is the altitude, climate and processing of organic Arabica coffee beansAbstrak. Beberapa varietas kopi Arabika umumnya dibudidayakan dan dikembangkan pada ketinggian tempat yang sama yang menyebabkan mulai hilangnya citarasa khas (unik) kopi Arabika dataran tinggi Gayo. Penelitian ini bertujuan menetapkan varietas unggul kopi Arabika organik yang mempunyai citarasa unik pada berbagai ketinggian tempat dan cara pengolahannya. Ada lima varietas kopi Arabika, yaitu: Borbor, Bergendal, Ateng Super, Tim-Tim dan Lini-S yang diamati pada masing-masing ketinggian tempat; (1. < 1.000 m, 2. 1.000 -1.200 m, 3. 1.200 -1.400 m dan 4. > 1.400 m di atas permukaan laut). Metode yang digunakan adalah metode survei dengan analisis deskriptif. Berdasarkan peta ketinggian tempat, penggunaan lahan dan varietas kopi yang ditemui maka diperoleh 20 tapak pengamatan. Pada setiap tapak pengamatan dilakukan identifikasi varietas, pengambilan contoh gelondong buah kopi matang dan contoh tanah. Untuk menentukan ketinggian tempat yang ideal serta masing-masing varietas-varietas kopi Arabika dilakukan analisis gerombol, analisis korelasi antar karakteristik lahan yang dilanjutkan dengan regresi berganda. Berdasarkan hasil menunjukkan varietas Borbor sesuai pada ketinggian tempat > 1.400 m, varietas Tim-Tim < 1.200 m, dan Ateng Super pada semua ketinggian 1.200 -1.400 m diatas permukaan laut. Pengolahan biji kopi Arabika organik yang menghasilkan mutu kualitas citarasa yang terbaik dan khas (unik) adalah pengolahan basah cara basah. Hasil analisis regresi berganda antara karakteristik lahan dengan kriteria citarasa kopi Arabika pengolahan basah cara basah diperoleh hubungan yang sangat erat (R2) adalah 0,894. Penentu citarasa yang terbaik dan unik adalah Ketinggian tempat, iklim dan pengolahan biji kopi Arabika organik.
"Cornella" (Cookies Bekatul Jagung dan Rosella) Sebagai Snack Alternatif Pencegah Diabetes Mellitus Puspita, Siska Jufia; Wahyuni, Eka; Antasari, Roro; Tri C, Suhaeli; Wijaya, Faradyta
Program Kreativitas Mahasiswa - Kewirausahaan PKM-K 2014
Publisher : Ditlitabmas, Ditjen DIKTI, Kemdikbud RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.831 KB)

Abstract

World health organization (who) in 2010 reported 60 % cause of death all age in the world is because ptm and diabetes mellitus ranked 6th as cause of death, One of the factors dm the most high derived from a diet that is wrong. Corn bran a corn grinder waste that is considered less useful but many of its nutrition value such as energy content of 356 kilokalori, protein 9 g, carbohydrates 64.5 grams, calcium 200 mg, 10 mg, iron, vitamin A as much as 0 IU, etc. Rosella is a diabetes drug crops is still underutilized by society, Hence we mengemasnya in the cookies the easy consumed and healthy.Pkm-k aims that “cornella” be food an alternative for diabetics mellitus and can prevent DM, “cornella “ is a business opportunity which promises because raw materials widely available, still not be used in an inefficient manner and the absence of a snack products are beneficial to health especially prevent dm, Cornella” have a look and a unique flavour with a relatively inexpensive price Rp. 20.000/pack..Marketing using brochures and cooperate with the cakes and the surrounding community, get profit Rp 989.800. Next, hopefully accepted by company pastries, producing in a larger scale and employs workers in manufacturing Keywords : Cornella, Diabetes Mellitus, corn barn, rosella
KETERAMPILAN BELAJAR (STUDY SKILLS) MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING FIP UNJ Wahyuni, Eka
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 1 No 1 (2012): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/INSIGHT.011.04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan keterampilan belajar (study skills)mahasiswa bimbingan dan konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta.Penelitian ini menggunakan metode survey dengan populasi seluruh mahasiswajurusan Bimbingan dan Konseling FIP UNJ angkatan 2010 dan 2011 sebanyak129 mahasiswa. Instrumen yang digunakan adalah the Learning and Study StrategiesInventory (LASSI) yang telah dikembangkan selama sepuluh tahun oleh Weinstein,Palmer and Schulte (1987). Berdasarkan hasil analisis data didapat bahwa mahasiswaangkatan 2010 memiliki keterampilan belajar yang lebih baik dari mahasiswa angkatan2011 namun masih banyak mahasiswa yang membutuhkan bantuan segera untukmeningkatkan keterampilan belajarnya. Aspek yang perlu mendapat perhatian segeraadalah konsentrasi, bantuan belajar, manajemen waktu, pengujian diri, dan kecemasan.KataKunci: keterampilan belajar, bantuan belajar, manajemen waktu.
STUDI PERILAKU CYBERBULLYING SISWA SMAN DI DKI JAKARTA Komalasari, Gantina; Nabilah, Nabilah; Wahyuni, Eka
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 1 No 1 (2012): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/INSIGHT.011.01

Abstract

Tingginya penggunaan Internet pada kelompok siswa juga turut mengembangkanperilaku bullying dari cara tradisional ke penggunan perangkat teknologi yang dikenal sebagaiperilaku cyberbullying, atas dasar itulah penelitian dilakukan dengan tujuan untukmemperoleh gambaran mengenai pelaku dan korban cyberbullying siswa di SMAN di wilayahDKI Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey dengan menggunakanInstrumen cyberbullying ini dikembangkan oleh Smith, Mahdevi, Carvalho dan Tippet.Teknk analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukanbahwa 18%, n = 233 siswa di SMAN di DKI Jakarta menyatakan pernah melakukancyberbullying dan 28.4% siswa menyatakan mereka pernah menjadi korban cyberbullying.Kata kunci : cyberbullying
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEMATIK PENDAMPING GURU DENGAN MODEL WEBBED UNTUK SEKOLAH DASAR KELAS 2 Wahyuni, Eka
Edcomtech Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.838 KB)

Abstract

Implementasi Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar diterapkan dengan menggunakan pendekatan Tematik.  Penyediaan bahan ajar untuk guru merupakan salah satu aspek yang harus dipenuhi pemerintah dan sampai saat ini masih kurang memadai.  Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk bahan ajar tematik pendamping guru dengan model webbed.  Prosedur pengembangan bahan ajar menggunakan model pengembangan ADDIE yang meliputi lima tahapan yaitu: analisis, rancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Model tematik yang dipakai untuk mendisain bahan ajar adalah Model Jaring Laba-Laba atau Webbed Model. Data dikumpulkan bertujuan untuk melihat kelayakan produk sebagai bahan ajar dan uji coba lapangan di kelas pembelajaran.  Data angket berasal dari ahli isi/materi, ahli media, ahli desain, teman sejawat, dan 24 siswa.  Teknik analisis data bersifat deskriftif. Hasil reviu kelayakan produk pengembangan sebagai berikut: 1) Reviu ahli isi/materi pendidikan Bahasa Indonesia sebesar 95%, reviu ahli pendidikan matematika sebesar 98%, Reviu ahli media pembelajaran menyatakan kesesuaian media yang dipergunakan oleh pengembangan, dan Reviui ahli desain pembelajaran sebesar 85%.  Uji coba produk kepada siswa dan tanggapan siswa melalui angket mendapatkan respon yang sangat baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa produk yang telah dikembangkan layak digunakan sebagai buku pendamping guru dalam mengajar. Saran untuk pemanfaatan produk ini adalah pendidik mengembangkan ide-ide yang inovatif sehingga berbagai tema dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan siswa dan ketersediaan lingkungan belajar di sekolah. Produk bahan ajar ini dapat dipakai sebagai contoh untuk para pendidik mengembangkan bahan ajarnya sendiri.
ANALISIS FUNGSI RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA BAGANSIAPIAPI Wahyuni, Eka; Nofrizal, Nofrizal; Manan, Mardianto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Ilmu Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Green Open Space of Bagansiapiapi has different functions, the difference in community activity, the function of Green Open Space in Bagansiapiapi is ecologically, socially, culturally, economically and aesthetically uneven. The purpose of this study is to describe how the function of RTH ecologically, socio-culturally, economically, and aesthetically on the object of GOC in Bagansiapiapi. This research was conducted at Green Open Spaces (GOC) in Bagansiapiapi by using survey method by using questionnaire. Based on the result of the calculation MPE method, it is obtained the priority result. GOC used as research object in Bagansiapiapi according to the expert is City Park, City Forest, Coastal Nature Park of Rokan River Batu 6, Cultural Park, and Jalan Bintang Sungai Pabrik Park. Ecologically, the each function of GOC in Bagansiapiapi was carried out in five parks, namely City Park, City Forest, Coastal Nature Park of Rokan River Batu 6 which have good category, while Cultural Park and Jalan Bintang Sungai Pabrik Park have not good category. A micro climate regulator becomes the indicator with the highest index value due to the presence of plants that can block the sunlight and lower the environmental temperature on RTH. Socio culturally, the function of GOC in the Coastal Nature Park of Rokan River Batu 6 and Cultural Park is best category, while the City Forest is bad category. The criteria as a place of recreation becomes the indicator with the highest index value because the GOC is indeed used by the community as a place of family gathering, playing, discussing, and culinary because the location is beautiful, cool and calm. Aesthetically, the function of GOC for City Park and Cultural Park is best category, while the Coastal Nature Park of Rokan River Batu 6 and Jalan Bintang Sungai Pabrik Park get good category. City Forest have bad category in aesthetically function. Beautify the urban environment and stimulate the urban creativity is the higest index indicator due to the combination of soft and hard scape elements as well as its existence as a center of urban activity.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH AUTENTIK SISWA PADA MATERI SUHU DAN KALOR DI SMA NEGERI 16 MEDAN S, Abd. Hakim; Wahyuni, Eka
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol 4, No 3 (2016): INPAFI
Publisher : INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/inpafi.v4i3.5550

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model problem based learning (PBL) terhadap keterampilan pemecahan masalah autentik siswa pada materi pokok suhu dan kalor kelas X semester II di SMA Negeri 16 Medan T.P. 2015/2016. Jenis penelitian ini adalahquasi experiment dengan desain group pretest-posttest. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling yang mengambil dua kelas dari empat kelas, yaitu kelas X MIA-3 sebagai kelas eksperimen diterapkan model PBL dan kelas X MIA-2 sebagai kelas kontrol diterapkan pembelajaran konvensional yang masing-masing kelas berjumlah 36 siswa. Instrumen yang digunakan berupa tes hasil belajar dalam aspek pengetahuan berbentuk keterampilan pemecahan masalah autentik yang sudah divalidasi dan digunakan juga lembar observasi untuk mengukur aktivitas, afektif dan psikomotorik. Berdasarkan analisa data, nilai rata-rata pretes kelas eksperimen 45,14 dan kelas kontrol 45,83. Setelah diberi perlakuan pada masing-masing kelas diperoleh nilai rata-rata postes kelas eksperimen 72,22 dan kelas kontrol 57,39. Hasil analisis regresi linear menunjukkan bahwa ada pengaruh aktivitas terhadap keterampilan pemecahan masalah autentik siswa. Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan uji beda (uji-t) diperoleh kesimpulan bahwa ada pengaruh model PBL yang signifikan terhadap keterampilan pemecahan masalah autentik siswa pada materi suhu dan kalor di kelas X semester II SMA Negeri 16 Medan T.P. 2015/2016.   Kata Kunci : Model Problem based learning, keterampilan pemecahan masalah autentik, suhu dan kalor
Peningkatan Kompetensi Teknologi dan Informasi Guru Bimbingan dan Konseling Cahyawulan, Wening; Badrujaman, Aip; Fitriyani, Hilma; Mamesah, Michiko; Wahyuni, Eka; Djunaedi, Djunaedi
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2019): Februari
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v1i2.76

Abstract

Kompetensi teknologi dan informasi bagi guru bimbingan dan konseling/konselor merupakan kompetensi yang perlu dimiliki. Hal ini dikarenakan, kompetensi teknologi dan informasi akan membantu guru bimbingan dan konseling/konselor melaksanakan administrasi bimbingan dan konseling yang cenderung memakan waktu, seperti analisis hasil asesmen. Pengabdian pada masyarakat dilakukan dengan metode pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi teknologi guru bimbingan dan konseling/konselor di wilayah DKI Jakarta. Pengabdian pada masyarakat melibatkan 28 orang guru bimbingan dan konseling di wilayah DKI Jakarta. Berdasarkan hasil pelaksanaan pengabdian pada masyarakat, diperlukan adanya pendampingan bagi peserta ketika menerapkan kompetensi teknologi dan informasi dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah masing-masing