Articles

HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP WANITA USIA SUBUR (WUS) TENTANG KEPUTIHAN FISIOLOGIS DAN PATOLOGIS DI LAPAS WANITA KELAS IIA KOTA SEMARANG TAHUN 2011 Sulistianingsih, Rizka; Djarot, Herry Suswanti; Wahyuni, Dwi
Jurnal Kebidanan Vol 1, No 1 (2012): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Jurnal Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wanita yang beranggapan keputihan patologis adalah keputihan fisiologis akan membuat wanita tersebut mengabaikan keputihan yang dideritanya sehingga penyakit yang diderita bisa semakin parah yaitu terjadinya infeksi dari bakteri, virus, jamur, atau juga parasit, yang bisa menyebabkan terjadinya kasus Infeksi Menular Seksual (IMS). Di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2009, kasus IMS diobati sebesar 77,80%, mengalami penurunan bila dibandingkan dengan cakupan tahun 2008 sebesar 98,14%. Jumlah kasus IMS di Kota Semarang pada tahun 2009 berdasarkan laporan tercatat mencapai 2.471 kasus. Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap wanita usia subur (WUS) tentang keputihan fisiologis dan keputihan patologis di Lapas Wanita Kelas IIA Kota Semarang.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik, dengan menggunakan pendekatan Cross sectional. Populasi adalah seluruh penghuni Lapas Wanita kela IIA Kota Semarang yang berumur 15-49 tahun. Sampel sebanyak 80 orang wanita usia subur dengan menggunakan teknik Sampling jenuh. Data yang dikumpulkan adalah pengetahuan dan sikap WUS tentang keputihan fisiologis dan patologis. Uji statistik yang digunakan adalah Rank Spearman.Sebagian besar WUS mempunyai pengetahuan yang baik tentang keputihan fisiologis danpatologis sebanyak 40 responden (50%) , mempunyai pengetahuan cukup sebanyak 34 responden (42,5%) dan sebagian kecil mempunyai pengetahuan yang kurang sebanyak 6 responden (7,5%). Sebagian besar WUS mempunyai sikap positif terhadap keputihan fisiologis dan patologis sebanyak 49 responden (61,3%) dan sebagian kecil mempunyai sikap negatif sebanyak 31 responden (38,3%). Dari uji hubungan antara pengetahuan dengan sikap wanita usia subur di dapatkan nila p value = 0,001 yang berarti bahwa ada “hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap wanita usia subur tentang keputihan fisiologis dan patologis”. Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap wanita usia subur tentang keputihan fisiologis dan patologis dengan p value = 0,001 .Keywords attitudes: Pengetahuan, Sikap, Wanita Usia Subur , Keputihan
Pengaruh Pemanfaatan Information Communication And Technology (ICT) Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa SMA Negeri 10 Purworejo Kelas X Tahun Pelajaran 2011/2012 Wahyuni, Dwi
RADIASI - Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2012): Vol. 1. No.1. September 2012
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intisari – Telah dilakukan penelitian eksperimen guna mengetahui persepsi, hasil, dan motivasi belajar siswa terhadap kegiatan pembelajaran Fisika dengan pemanfaatan (ICT) dibandingkan dengan pembelajaran secara konvensional pada siswa Kelas X SMA Negeri 10 Purworejo. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas X SMA Negeri 10 Purworejo yaitu 160 siswa, pengambilan sampel 40% dari populasi yaitu 64 siswa. Dengan menggunakan acuan Simple Random Sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes, angket motivasi dan wawancara. Analisis data menggunakan analisis nonparametik Kolmogorov Smirnov, analisis uji F, dan teknik Paired sample T-test. Hasil analisis menunjukkan rerata nilai post-test siswa kelas eksperimen mengalami peningkatan sebesar 7,53, sedangkan kenaikan nilai post-test kelas kontrol sebesar 5,44. Begitu juga dengan hasil motivasi siswa Dimana rerata motivasi siswa kelas eksperimen sebesar 101,19, sedangkan rerata motivasi kelas kontrol sebesar 93,16. Kenaikan rerata hasil dan motivasi siswa yang lebih tinggi membuktikan bahwa belajar fisika siswa  yang menggunakan pemanfaatan ICT lebih baik dibandingkan menggunakan metode ceramah. Dengan demikian ICT turut berperan dalam meningkatkan hasil dan motivasi belajar siswa.
THE DIFFERENCES IN STUDENTS’ LEARNING STRATEGIES OF SPEAKING BETWEEN IPA AND IPS STUDENTS IN THE SECOND-GRADE OF SMA WIDYA KUTOARJO IN THE SCHOOL YEAR OF 2011/2012 wahyuni, dwi
SCRIPTA - Pendidikan Bahasa Inggris Vol 1, No 2 (2013): English Research Articles
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.69 KB)

Abstract

The aim of this research is to describe the differences of students’ learning strategies in speaking between IPA and IPS students’ of the second-grade SMA Widya Kutoarjo in the school year of 2011/2012 or not. The type of this research is descriptive quantitative research. The population is 52 students which consist of IPA (24) and IPS (28). The sample sampling technique used in the research is saturated sampling. The instruments of this research used learning strategies based on the questionnaire. The main results of this research were learning strategies used by the students of SMA Widya Kutoarjo for IPA students are 1 student (4.16%) used memory strategy, 9 students (37.5%) used cognitive strategy, 2 students (8.33%) used compensation strategy, 2 students (8.33%) used mete-cognitive strategy, 6 students used affective strategy (25%), and 4 students used social strategy (16.66%). The dominant strategy is cognitive strategy. Meanwhile, for IPS students there is 1 student (3.57%) used memory strategy, 2 students (7.14%) used cognitive strategy, 11 students (39.28%) used compensation strategy, 2 students (7.14%) used meta-cognitive strategy, 4 students used affective strategy (14.28%), and 8 students used social strategy (28.57%). The dominant strategy is compensation strategy. Based on the result findings, it can be shown that the differences in learning strategies of speaking skill between IPA students and IPS students in the second-grade of SMA Widya Kutoarjo is IPA students used cognitive strategy in their speaking and IPS students used compensation strategy in their speaking.   (Keywords: differences, learning strategies, speaking)  
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG EFEK SAMPING IMUNISASI BCG DENGAN SIKAP IBU TENTANG IMUNISASI DASAR LENGKAP DI PUSKESMAS NGESREP SEMARANG Ni’mah, Nurida Ulin; Djarot, Herry Suswanti; Wahyuni, Dwi
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 1 (2013): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Jurnal Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imunisasi merupakan pemberian vaksin dengan tujuan agar dapat terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Tapi imunisasi sering diikuti terjadinya efek samping imunisasi yaitu gejala yang sering atau kadang- kadang menyertai imunisasi. Hal tersebut yang menyebabkan orang tua tidak mau mengimunisasikan anaknya. Cakupan imunisasi di Puskesmas Ngesrep dengan persentasi HB0 82%, BCG 82,8%, polio-1 83,4%, DPT-HB1 82,8%, polio-2 82,8%, DPT-HB2 82,5%, polio-3 82,8%, DPT-HB3 82,7%, polio-4 83,8%, campak 83,6% dengan akumulai nyang kurang dari 100%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang efek samping imunisasi BCG dengan sikap ibu tentang imunisasi dasar lengkap. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik korelasi dengan menggunakan desain cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 54 ibu yang memiliki bayi 2-12 bulan, dan besar sampel sebesar 48. Teknik sampling yang digunakan adalah Probability Sampling yaitu simple random sampling. Proses pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan uji Chi Kuadrat . Dari 48 ibu menunjukkan bahwa sebagian besar ibu yang berpengetahuan baik sebanyak 26 orang (54,2%) sedangkan yang berpengetahuan kurang sebanyak 22 orang (45,8%) dan ibu yang memiliki sikap positif sebanyak 27 orang (56,3%), yang memiliki sikap negatif sebesar 21 orang (43,8%). Ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu terhadap efek samping imunisasi dengan sikap ibu tentang imunisasi dasar lengkap dengan p value : 0,024 dan disarankan agar ibu mengimunisasikan bayinya tepat pada waktunya serta tidak takut akan efek samping dari imunisasi tersabut.
PENGARUH PELARUT (ETIL BENZENA), PERBANDINGAN STYRENE BUTADIENE RUBBER (SBR) TERHADAP STIREN, DAN JUMLAH INISIATOR (BPO) PADA PEMBUATAN HIGH IMPACT POLYSTYRENE (HIPS) Wahyuni, Dwi
Jurnal Teknologi Dirgantara Vol 2, No.2 Desember (2004)
Publisher : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.jtd.2004.v2.a800

Abstract

High impact polystyrene (HIPS) is the widely used material now, and also for the aerospace material as a communication instrument system and an electrical insulation. In order to produce HIPS, there are a view method which can be executed. In this case, the research is executed by the copolymerization processes of styrene butadiene rubber (SBR) solution in styrene. Variables which influence to the result properties (HIPS) are the SBR to styrene ratio, the solvent (ethyl benzene), the benzoyl peroxide initiator (BPO). The properties of the product are tensile strength, impact strength, softening point, melting point and the hardness. The result showed that the properties of the HIPS product was near of the HIPS high heat. The optimal processes condition was the solvent to the styrene monomer ratio was 0.05492, the SBR to the styrene ratio was 0.1236 and the BPO to the styrene ratio was 0,0003. The properties of the HIPS product were: the impact strength was (519-1215) N per cm, the tensil strength not more than was 106 N per cm, the elongation was (36-54) percent and the hardness was (65-69) shore A. This properties achieved at the mixing polymerization processes 4 scale in 11-12 hours, the early mixing at 4 scale 1 hours, the cutting chain 2 drops.
KAJIAAN SOSIOLINGUISTIK PADA STIKER KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA DI KOTA BANDUNG Wahyuni, Dwi
Bahtera Sastra: Antologi Bahasa dan Sastra Indonesia Linguistik : No. 1, Agustus 2013
Publisher : Bahtera Sastra: Antologi Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya pengguna kendaraan bermotor roda dua yang menempelkan stiker, sehingga menimbulkan banyak respon dari pembaca. Tujuan penelitian untuk menentukanbentuk lingual, variasi bahasa, serta maksud dan tujuan petuturan. Metode yang digunakan adalah metode kualitalif. Teori yang melandasi adalah teori sosiolinguistik. Data penelitian berupa foto stiker hasil observasi. Hasil penelitian adalah bentuk lingual berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat; variasi bahasa dari segi penutur dan keformalan; serta maksud dan tujuan petuturan yaitu ancanam, do’a, dan pemberitahuan. Kata Kunci: sosiolinguistik, stiker, dan kendaraan roda dua.
GAMBARAN PERILAKU PACARAN REMAJA DI PONDOK PESANTREN PUTRI K.H SAHLAN ROSJIDI (UNIMUS) SEMARANG Pujiati, Sri; Soesanto, Edy; Wahyuni, Dwi
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 2 (2013): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Jurnal Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Pacaran merupakan Masa pendekatan antar individu dari kedua lawan jenis, yang ditandai dengan saling pengenalan pribadi baik kekurangan dan kelebihan dari masing-masing individu. Dalam hal ini pacaran mempunyai dua jenis yaitu pacaran sehat dan pacaran tidak sehat. Pacaran sehat meliputi pacaran sehat secara fisik, psikis, dan sosial. Pacaran tidak sehat meliputi kissing, necking, petting dan intercourse.Tujuan : untuk mengetahui gambaran perilaku pacaran remaja di pondok pesantren K.H Sahlan Rosjidi. Metode : penelitian deskriptif dengan metode pendekatan cross sectional. Jumlah populasi 72 remaja yang berpacaran, kemudian pengambilan sampel dilakukan dengan teknik proportional sampling. Hasil : mayoritas berperilaku baik yaitu Perilaku pacaran sehat secara fisik baik sebanyak 68 remaja ( 94%), secara psikis baik sebanyak 49 remaja ( 68,1%), secara sosial baik sebanyak 51 remaja ( 70,8%), dan perilaku pacaran tidak sehat secara kissing sebanyak 51 remaja ( 70,8), secara necking sebanyak 55 remaja ( 70,8), secara petting sebanyak 60 remaja ( 83,3%) dan intercourse sebanyak 72 remaja ( 100%). Simpulan : perilaku pacaran remaja di pondok pesantren K.H Sahlan Rosjidi yaitu sebagian besar remaja berperilaku baik dalam berpacaran.
HUBUNGAN PARITAS DAN STATUS NUTRISI DENGAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI RB “NH” KUWARON GUBUG KABUPATEN PURWODADI Putri, Risma Karlina; Soesanto, Edy; Wahyuni, Dwi
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 1 (2014): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Jurnal Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Kehamilan yang sehat merupakan suatu kondisi sehat fisik dan mental ibu dan janin yang dikandungnya. Status kesehatan ibu hamil mempunyai peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan janin yang dikandungnya. Jumlah kehamilan dan jarak kehamilan juga berpengaruh terhadap kesehatan ibu selama hamil. Dan pada saat hamil seorang ibu memerlukan asupan nutrisi lebih banyak, ibu hamil harus memberikan nutrisi yang cukup untuk sang janin, agar meminimaliskan kemungkinan kecil terjadi komplikasi mual dan muntah secara berlebihan khususnya pada kehamilan trimester I. Berdasarkan studi pendahuluan yang didapatkan di RB Nur Hikmah Gubug, pada bulan januari – maret sebanyak 44 ibu hamil menderita hiperemesis gravidarum dari total 87 ibu hamil. sebanyak Tujuan : penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan paritas dan status nutrisi dengan hiperemesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di RB “NH” Kuwaron Gubug kab. Purwodadi. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian Analitik dengan menggunakan rancangan restrospective. Subyek penelitian adalah 30 orang ibu hamil trimester I di RB “NH” kuwaron gubug kab. purwodadi yang diambil secara proportional stratified random sampling. Variabel bebas adalah paritas dan status nutrisi. Variabel terikat adalah hiperemesis gravidarum. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi. Uji statistik menggunakan uji kolerasi chi square dan fisher exact. Hasil : Sebanyak 53,3% responden tergolong primigravida, 46,7% responden tergolong multigravida, 76,7% responden mengalami status nutrisi kurang, 23,3% responden mengalami status nutrisi normal, 63,3% responden tergolong tingkat I hiperemesis gravidarum, dan 36,7% responden tergolong tingkat II hiperemesis gravidarum. Simpulan : ada hubungan yang signifikan antara paritas dan status nutrisi dengan hiperemesis gravidarum pada ibu hamil trimester I.
PELAKSANAAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU PERAH PADA IBU PEKERJA DI FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG Wahyuni, Dwi; Kumalasari, Novita
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 2 (2014): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Jurnal Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Pengetahuan ibu yang memadai tentang pentingnya pemberian ASIP akan membuat ibu berupaya untuk melaksanakan ASI eksklusif selama 6 bulan kemudian dilanjutkan sampai usia anak 2 tahun. Tujuan: Melakukan eksplorasi pelaksanaan pemberian ASIP pada ibu pekerja di FIKKES UNIMUS. Metode : Penelitian ini menggunakan studi kualitatif dengan pendekatan fenemonologi yang bersifat retrospektif. Informan penelitian adalah wanita pekerja di lingkungan FIKKES UNIMUS. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam kemudian dilakukan analisis dengan teknik kualitatif. Hasil : penelitian menunjukkan ibu mendapatkan informasi ASI perah (ASIP) dari teman. Semua informan menganggap bahwa ASI adalah nutrisi yang terbaik bagi bayi dan ASIP menjadi solusi untuk wanita pekerja. Pemerahan ASI dilakukan sejak bayi lahir dan mendekati masa cuti habis. ASI diperah dengan cara dipompa untuk memberikan jumlah lebih optimal. Pemerahan ASIP tidak terjadwalkan sesuai teori setiap 2 jam sekali, tetapi menunggu payudara terasa penuh. Sedangkan pemerahan ASIP di rumah pada malam hari dan pagi hari. Penyimpanan ASIP di kantor diletakkan pada lemari pendingin dan lemari pembeku, sedangkan penyimpanan ASIP di rumah lebih banyak pada lemari pembeku dengan memberikan kode pada tiap botol ASIP. Informan menyiapkan ASIP pada lemari pendingin sebelum berangkat bekerja. Kendala yang dihadapi selama praktik pemberian ASIP adalah bendungan ASI, puting susu lecet, dan produksi ASI yang sedikit. Cara mengatasi kendala yang dihadapi antara lain, menjaga pikiran tetap tenang, menjaga asupan makanan, pijat punggung, minum obat pereda nyeri, minum jamu, dan minum vitamin. Informan menyatakan didukung oleh suami dalam pemberian ASIP dalam bentuk pemberian motivasi, pemberian fasilitas seputar ASIP, menemani pada saat memerah. Kebijakan khusus perusahaan mengenai ASIP belum dirasakan oleh informan. Selama memerah ASIP informan tidak mendapat larangan dari pimpinan, tetapi pemerahan dilakukan di laboratorium atau ruang kerja karenan belum tersedia ruang khusus laktasi. Manfaat yang dirasakan selama memberikan ASIP antara lain hemat, daya tahan tubuh bayi bagus, kedekatan emosional anak dengan ibu baik, serta penurunan berat badan pasca melahirkan menjadi lebih cepat. Simpulan : Informan tidak memiliki persepsi negatif mengenai ASIP, tetapi mengeluhkan perubahan bentuk payudara. Perusahaan sebaiknya memberikan ruangan khusus laktasi untuk memudahkan ibu bekerja dalam memerah ASI. Dan kepada informan untuk memberikan informasi ASIP kepada calon ib menyusui terutama wanita pekerja.
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation terhadap Hasil Belajar Fisika pada Siswa Kelas XI MA Alkhairaat Kalangkangan Wahyuni, Dwi; Fihrin, Fihrin; Muslimin, Muslimin
Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako Vol 2, No 1 (2014): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe group investigation terhadap hasil belajar fisika pada siswa kelas XI MA Alkhairaat Kalangkangan. Desain penelitian menggunakan “the nonequivalent pretest-posttest design”. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas XI MA Alkhairaat Kalangkangan. Pengambilan sampel yaitu sampel utuh. Sampel penelitian yaitu kelas XI IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 2 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar. Analisis data dilakukan dengan tehnik statistik uji-t satu pihak. Hasil pengujian hipotesis  yaitu terima H0 jika thitung < ttabel dengan taraf nyata . Diperoleh  thitung =1,82 dan ttabel =1,67 dengan demikian H1 diterima dan H0 ditolak. Hasil analisa data menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe group investigation efektif terhadap hasil belajar fisika pada siswa kelas XI MA Alkhairaat Kalangkangan. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, Group Investigation, Hasil Belajar Fisika