Agnesia Endang Tri Hastuti Wahyuni
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Kasus-kontrol kejadian antraks di kabupaten Sumba Barat Daya Ringgi, Marseni Banne; Wahyuni, Agnesia Endang Tri Hastuti; Budiharta, Setyawan
Jurnal Sain Veteriner Vol 29, No 2 (2011): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problems of natural, technical and social nature are factors that explain the existence of anthrax in the District of Southwest Sumba (DSS).
Deteksi Molekuler Virus Infectious Bursal Disease (IBD) pada Samp l Bursa Fabrisius yang Diperoleh dari Ayam Terdiagnosa Penyakit IBD Wibowo, Michael Haryadi; Fadiar, Radhian; Anggoro, Dito; Artanto, Sidna; Amanu, Surya; Wahyuni, Agnesia Endang Tri Hastuti
Jurnal Sain Veteriner Vol 33, No 2 (2015): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus penyakit Infectious Bursal Disease (IBD) dewasa ini masih sering ditemukan pada peternakan ayam komersial baik layer maupun broiler di Indonesia. Diagnosis penyakit IBD sejauh ini mengandalkan lesi patologik spesifik dan kultur in ovo dengan mengamati lesi makroskopis embrio, serta diidentifikasi dengan uji agar gel presipitasi (AGP). Penelitian ini bertujuan menerapkan diagnosis dengan teknik reverse transcriptase polymerase chain reaction (RT-PCR) dari sampel Bursa Fabrisius (BF) sebagai konfirmasi pada kasus terdiagnosa IBD. Deteksi serologis virus IBD dengan uji AGP dengan sumber antigen chorioallantoic membrane (CAM) dan embrionya, untuk melihat potensinya sebagai sumber antigen uji AGP. Sampel BursaFabrisius sebanyak 5 yang diperoleh pada kasus terdiagnosa IBD, dikoleksi dari peternakan ayam komersial di Yogyakarta. Konfirmasi diagnosis dilakukan dengan metode RT-PCR. Sampel positip uji RT-PCR yang mengamplifikasi fragmen gen VP2. Isolasi virus IBD yang dilakukan kultur in ovo pada telur ayam berembrio (TAB) antibodi negatif terhadap virus IBD, berumur 11 hari. Desposisi materi inokulasi dilakukan pada (CAM), diinkubasi selama lima hari. Panen virus dilakukan dengan mengkoleksi membran korioalantois dan embrio, selanjutnya diamati lesi makroskopis yang timbul akibat infeksi virus IBD. Membran korioalantois dan embrioselanjutnya digerus dan diproses sebagai suspensi antigen yang digunakan dalam uji AGP. Hasil uji RT-PCR terhadap lima sampel Bursa Fabrisius yang dikoleksi dari peternakan ayam terdiagnosa penyakit IBD, tiga sampel menunjukkan hasil positif teramplifikasi fragmen gen VP-2 virus IBD dengan produk amplifikasi sebesar 440 bp, sedangkan dua sampel sisanya menunjukkan hasil negatif. Uji AGP dengan sumber antigen CAM menunjukkan hasil positip 2 dari 3 sampel yang diuji, sedangkan sumber antigen embrio menunjukkanhasil negatif. Berdasarkan data yang diperoleh dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa uji RT-PCR dapat digunakan dalam mendeteksi virus IBD dari sampel BF terdiagnosa IBD. Uji AGP dengan sumber antigen CAM menunjukkan hasil lebih baik dari pada embrionya.
MP-16 Characterization of Avibacterium paragallinarum Caused Infectious coryza/Snot: Satellite Colony Phenomenon Wahyuni, Agnesia Endang Tri hastuti; Tabbu, Charles Rangga; Artanto, Sidna; Aryani, Tati; Prakasita, Vinsa Cantya
Hemera Zoa Proceedings of the 20th FAVA & the 15th KIVNAS PDHI 2018
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.497 KB)

Abstract

Infectious coryza (IC) is an acute upper respiratory disease of poultry that can appear in all ages. Some of clinical signs that are commonly seen in IC are rhinitis, facial swelling or edema, lacrimation, anorexia, and retarded growth in young poultry [1.2.3]. The disease can be found worldwide, especially in tropical countries [4]. Infectious coryza is very important in the chicken farm industry in developed and developing countries, including Indonesia [5]. The large economic losses due to IC such as increased number of culling, decreased egg production (10-40%), decreased body weight, stunting growth, and some mortality (2-10%) [4].Avibacterium paragallinarum which was previously classified as Haemophilus paragallinarum is a causative agent of infectious coryza in laying and broiler chickens, quail, pearl chicken, turkey, and peacocks [4,6,7,8]. The bacteria is commensal in the mucous membrane of the upper respiratory system, is sensitive to preservation and does not last long outside the host body [8]. Factors X and V are needed for the growth of several types of A. paragallinarum. According to in vitro growth requirements, A. paragallinarum can be either nicotinamide adenine dinucleotide (NAD) independent or NAD-dependent. The reduced form of NAD (NADH; 1.56-25 µg/ml) and the oxidized form (20-100 µg/ml) is required for in vitro growth in most isolates A. paragallinarum that show satellitic colony on a medium [9]. The description of the need for V factor of field isolates A. paragalinarum has been few reported. The aim of this research is to find out the phenomenon of satellite colonies from a variety of poultry isolates.