p-Index From 2014 - 2019
7.319
P-Index
Articles

Pengaruh Pemberian PNF Terhadap Kekuatan Fungsi Prehension pada Pasien Stroke Hemoragik dan Non-Hemoragik Wahyudin, Wahyudin; W, Arief
Jurnal Fisioterapi Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke merupakan cedera vascular akut pada otak. Cedera dapat disebabkan oleh sum-batan  bekuan darah, penyempitan pembuluh darah, sumbatan dan penyempitan  atau pecahnya pembuluh darah. Metode PNF lebih menekankan pada pemberian rangsangan-rangsangan yang sesuai dengan reaksi  dikehendaki yang pada akhirnya akan dicapai kemampuan atau gerakan terkoordinasi. Salah satu efek dari metode PNF adalah kelompok otot yang kuat memberikan luapan stimulus ke otot yang lemah, hal ini sama dengan konsep timing for emphasis. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi empiris tentang adanya perbedaan hasil terapi pada kedua kondisi stroke yaitu stroke hemoragik dan stroke non hemoragik terhadap peningkatan kekuatan fungsi prehension. Dalam melakukan penelitian ini bersifat Quasi experimental untuk mempelajari per-bedaan pengaruh pemberian metode PNF terhadap  kekuatan fungsi prehension  pada pasien stroke hemoragik dan stroke non- hemoragik. Perlakuan terapi latihan metode PNF terhadap pasien stroke hemoragik bermanfaat terhadap peningkatan kekuatan fungsi prehension. Hal ini terbukti dari hasil penelitian dengan menggunakan analisis statistik terbukti bahwa nilai P = 0.012 Sedangkan perlakuan terapi latihan metode PNF terhadap pasien stroke non hemoragik juga bermanfaat terhadap peningkatan kekuatan fungsi prehension. Hal ini terbukti dari hasil penelitian dengan menggunakan analisis statistik terbukti bahwa nilai P = 0.011. Setelah kedua kondisi stroke  ini dibandingkan dengan menggunakan analisis statistik uji Mann Whitney  didapat nilai P = 0.185 dengan demikian tidak terdapat perbedaan pengaruh yang bermakna tindakan terapi PNF pada kasus stroke hemoragik dan stroke non hemoragik fase penyembuhan terhadap pening-katan kekuatan fungsi prehension.Kata Kunci: Fungsi Prehension, Hemoragik, Non Hemoragik
Perbedaan Pengaruh Antara Contrax + Stretching dan Micro Wave Diathermy untuk Penurunan Nyeri pada Kondisi Thoracic Outlet Sindrom Type Pectoralis Ibrahim, M. Nasir; Wahyudin, Wahyudin
Jurnal Fisioterapi Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara Contratc Relax + Stretching dan Micro wave Diathermy untuk penurunan nyeri pada kondisi Thoracic Outlet Sindrom Type Pectoralis Minor. Dalam penulisan ini penulis mengambil sampel pasien yang berobat di Klinik Fisioterapi Rumah Sakit Umum Dr.Zainoel Abidin dengan jumlah sampel 30 Orang terdiri dari laki-laki dan perempuan dengan umur 35-55 tahun. Metode penelitian ini bersifat quasi experimen (Experimen Semu) dengan melihat fenomina korelasi sebab akibat pada kedua kelompok perlakuan dari objek penelitian . pada penelitian ini sampel dibagi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dengan intervensi Micro Wave Diathermy dan Contract Relax+Stretching, sedangkan kelompok kontrol  intervensinya Micro Wave Diathermy saja. Untuk melihat perubahan penurunan tingkat nyeri digunakan [pengukuran dengan Visual Analog Skale (VAS). Tehnik pengambilan sampel diolakukan dengan tehnik Purposive Sampling. Pengolahan dan analisa data dilakukan dengan uji Wilkoxon dan uji mann Withney, dengan menggunakan Program Statistical Program For Social Science (SPSS 11,0) untuk melihat efek perlakuan yang signifikan terhadap objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interfensi Micro Wave Diathermy dan Contrac Relax+Stretching pada kelompok perlakuan memberikan hasil lebih baik dibandingkan dengan inter vensi Micro wave Diathermy saja, dengan kata lain penerapan Contract Relax+Stretching berpengaruh terhadap penurunan nyeri akibat Thoracic Outlet sindrom type Pectoralis Minor secara bermakna. Dengan demikian tehnik ini dapat digunakan sebagai salah satu metode fisioterapi dalam pengobatan Thoracic Outlet Sindrom type Pectoralis Minor.Kata Kunci: Contratc Relax, Stretching, Thoracic Outlet  sindrom
Perbedaan Efek Massage dan Swiss Ball Exercise Pada Kondisi Spondyloarthrosis Lumbal Munawwarah, Muthiah; Wahyudin, Wahyudin
Jurnal Fisioterapi Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : Lumbar Spondyloarthrosis is a common condition.  Interventions provided by various methods such as providing one of the massage and exercise therapy with the use swiss ball. The methods of intervention would be chosen among the physioitherapist, but the empirical evidence on the subject is still very difficult to find. Objective : The purpose of this study was to detect differences between Massage and Exercise with Swiss Ball to the reduction of pain in the lumbar Spondyloarthrosis conditions. Method : This research uses quasi-experimental methods.  The effects of differences in pain intensity reduction of 2 different groups with 8 people each group. Measuring of pain intensity using the Verbal Rating Scale (VRS). The effect of intervention to group I is to improvement of blood circulation, reduce pain sensory and supraspinal effect.  On group II is to improve the ge-nerated reply circulation, reduce pain, supraspinal effect and improvement the stability of muscles. Data processing and analysis using statistical analysis with Mann-Whitney test and Wilcoxon match pairs test. Result : In the treatment group  1 found a significant decrease of pain between before and after treatment with p value = 0.016 (p <0.05). In group II found a significant decrease of pain before and after treatment with p value = 0.011 (p <0.05).  Based on the data reduction of pain was group II much better than group I.  Statistical analysis  with Mann Whitney U test,  get the p value = 0.015 (p <0.05).Keywords: Practice Model, Back Pain Under, Rattan Worker
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Mahasiswa Program Studi Diploma III Fisioterapi Melalui Model Skenario Belajar Berdasar Masalah Terintegrasi pada Mata Kuliah Fisioterapi untuk Kasus Susunan Syaraf Tepi Santoso, Totok Budi; Herawati, Wahyuni Isnaini; Wahyudin, Wahyudin
Jurnal Fisioterapi Vol 5, No 1 (2005)
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of this research were (1) to obtain the developmental of the scenario intergrated  problem based learning model  and (2) to know can the use of scenario intergrated  problem based learning increase the student’s achievement. The subject of this research was all forth semestres of student of Physio Therapy department in Muhammadiyah University of Surakarta. The research conducted as long as one semester with the result was the developmental model of the Scenario intergrated  problem based learning. In the and of the study, researcher obtained two results. One was that the developmental model of scenario intergrated  problem based learning consits of (9) nine steps, namely (1) give a scenario, (2) clarify  terms and concepts, (3) define the problem, (4) Analysis the problem with brainstroming, (5) Summarize and make a map, (6) formulate the learning objective and define the individual / self study with read a jornal, consult an expertise, etc, (7) Prepare a presentation, (8) Synthesize and do a test toward a  new information, (9) Elaboration. Second, The achievement of subject of this study can be increased by the use of this method.Keywords: Scenario, Intergrated Problem, Based Learning   
KOMBINASI OZONISASI, IRADIASI ULTRAVIOLET DAN ZEOLIT UNTUK DISINFEKSI AIR TANAH DAN PENENTUAN KONSENTRASI OZON DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VISIBLE Wahyudin, wahyudin; Tjahjanto, Rachmat Triandi; Wardhani, Sri
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.149 KB)

Abstract

Air yang layak minum harus memenuhi baku mutu air minum seperti yang tercantum dalam peraturan Menteri Kesehatan No. 492/MENKES/PER/IV/2010. Peraturan tersebut mensyaratkan tidak ada kandungan Coliform dan E. coli sedikitpun pada air minum, sedangkan syarat kimiawi dan fisika tidak boleh melebihi konsentrasi yang telah ditetapkan, sehingga dibutuhkan proses disinfeksi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besarnya kosentrasi ozon hasil sintesis dengan metode penyerapan sinar ultraviolet oleh oksigen pada panjang gelombang 200-280 nm, dan efektivitas ozon hasil sintesis, iradiasi ultraviolet, dan zeolit untuk disinfeksi air tanah dengan waktu kontak 20, 40, dan 60 menit. Sampel air tanah yang digunakan adalah air tanah di daerah Ketawanggede RT 07/RW 02 Malang. Penelitian ini menggunakan oksigen yang dialirkan dengan debit 833,34 mL/menit secara kontinu dalam tabung quartz dengan daya lampu ultraviolet 15 watt. Berdasarkan penelitian, besarnya konsentrasi ozon hasil sintesis pada waktu 0, 20, 40, dan 60 menit adalah sebesar 0.000,38.37, 41.49, dan 50.56 mL/kL. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsentrasi besi, mangan, TDS, pH setelah disinfeksi mengalami penurunan. Sisa konsentrasi besi pada waktu kontak 20, 40, dan 60 menitdisinfeksisebesar 0.083,0.070, dan 0.045 mg/L. Mangan sebesar 0.044, 0.028, dan 0.04mg/L. TDS sebesar 401.2, 406.2, dan 388.8 mg/L. pH sebesar 7.85, 7.80, dan 7.70. Dan tidak terdapat bakteri E. coli pada air tanah. Kata kunci: Bakteri E. coli, Besi, Disinfeksi, Mangan, Ozon, pH, dan TDS
Membran Reaktor untuk Pembuatan dan Pemurnian Isomer Xylene Wahyudin, Wahyudin; Saputra, Hens
VALENSI Vol 4, No 1 (2014): Jurnal Kimia Valensi Volume 4//No.1//Mei 2014
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.689 KB)

Abstract

Abstrak Membran reaktor merupakan konsep perpaduan dari sistem reaksi dan proses pemisahan/pemurnian. Membran ini disebut juga sebagai membran katalis atau sistem katalis-membran. Dengan membran reaktor ini diharapkan konversi suatu reaksi dapat ditingkatkan dan diperoleh suatu produk yang memiliki tingkat kemurnian lebih tinggi. Sebagai katalis digunakan silica alumina yang berukuran 1,0 mm. Membran anorganik  zeolit MFI dilapiskan menutupi seluruh permukaan katalis. Bahan baku yang digunakan antara lain tetraethylortosilicate (TEOS) sebagai sumber silikat dan template organik tetraprophyl ammonium bromide (TPABr). Proses kristalisasi dilakukan pada temperatur 453 K di dalam autogeneous autoclave, dilanjutkan dengan kalsinasi pada temperatur 873 K selama 1 jam. Karakterisasi membran zeolit yang dihasilkan dilakukan dengan X-ray diffraction (XRD) dan pengamatan dengan Scanning Electron Mycroscope (SEM). Karakteristik pori dipelajari menggunakan metode physisorption dan BJH pore size distribution. Selain itu dilakukan pula uji selektifitas dan alkilasi toluena dan xylene. Berdasarkan pengamatan menggunakan XRD mengindikasikan adanya struktur zeolit MFI pada sampel membrane katalis yang dihasilkan. Diperkuat dengan obserbasi SEM menunjukkan bahwa membran zeolit MFI melapisi seluruh permukaan pelet silika alumina dan terdapat indikasi terjadinya komposit terhadap silika alumina pada daerah perbatasan antara membran zeolit atau lapisan bagian luar dengan katalis silika alumina. Hasil pengujian menunjukkan hasil bahwa membran reaktor zeolit MFI berpotensi untuk diaplikasikan sebagai membran katalis yang bersifat sangat selektif terhadap bentuk suatu molekul. Kata kunci: membran reaktor, isomer, xylene, zeolit, silika alumina, hidrotermal   Abstract Membrane fusion reactor is the concept of system reactions and separation processes of purification. These membranes are called also catalyst membrane or catalyst-membrane system. With the reactor membrane is expected conversion of a reaction can be increased and obtained a product having a higher purity. As the silica alumina catalyst used measuring 1.0 mm. MFI zeolite coated inorganic membranes covering the entire surface of the catalyst. The raw materials used include tetraethylortosilicate (TEOS) as the source of silicates and organic template tetrapropyl ammonium bromide (TPABr). Crystallization process carried out at a temperature of 453 K in the autogeneous autoclave, followed by calcination at a temperature of 873 K for 1 hour. Characterization of zeolite membranes produced performed by X-ray diffraction (XRD) and scanning electron observations with Mycroscope (SEM). Pore ​​characteristics were studied using physisorption method and BJH pore size distribution. In addition, the selectivity of the test is also conducted and alkylation of toluene and xylene. Based on observations using XRD indicates a structure of MFI zeolite membrane on the resulting catalyst samples. Reinforced with SEM showed that the MFI zeolite membrane coating the entire surface of the silica alumina pellets and there are indications of the silica alumina composites in the border area between zeolite membrane or outer coating with silica alumina catalyst. The results show that the results of MFI zeolite reactor  membrane has the potential to be applied as a catalyst membrane that is highly selective to form a molecule. Keywords : reactor membrane, isomers, xylene, zeolite, silica alumina, hydrothermal
Penerapan Model Scaffolded Reading untuk Meningkatkan Pemahaman Membaca Siswa Syarifah, Novi; Wahyudin, Wahyudin; Nurteti, Lilis
JPPI | Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Graduate Program, Darussalam Institut for Islamic Studies

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.764 KB)

Abstract

This study aims to improve students' reading comprehension in SDN 2 Kawalimukti Ciamis. The method used is the classroom action research. Data were collected through observation and test performance. The results showed that learning by using scaffolded reading method can improve students' reading comprehension on the subjects of Bahasa Indonesian text reading stories of children in SDN 2 Kawalimukti Ciamis District.
MERAJUT DUNIA ISLAM DUNIA MELAYU : Sosok Orang Melayu Banjar di Tanah Leluhur Wahyudin, Wahyudin
TOLERANSI Vol 6, No 1 (2014): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.163 KB)

Abstract

Melayu, maknanya selalu menunjuk kepada kepulauan Melayu yang mencakup kepulauan di Asia Tenggara. Melayu juga bermakna sebagai etnik atau orang Melayu Sumatera dan Semenanjung Tanah Melayu dan tempattempat lain yang menggunakan bahasa Melayu. Melayu juga selalu dihubungkan dengan kepulauan Melayu yang meliputi kepulauan Asia Tenggara. Orang Melayu biasanya dikaitkan dengan masyarakat yang tinggal di Riau, Palembang, Kalimantan juga perkataan Melayu dikaitkan dengan masyarakat yang beragam Islam. Sementara di Semenanjung Malaysia arti Melayu dikaitkan dengan orang yang berkulit coklat atau sawo matang
Analisis Terhadap Kemampuan Doing Mathematics Mahasiswa Pada Perkuliahan Kapita Selekta Matematika Sekolah Hidayat, Asep Syarif; Cahya, Endang; Wahyudin, Wahyudin
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 2 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu indikator keberhasilan Sekolah Matematika belajar adalah realisasi maksimal matematika kompetensi melakukan melibatkan pemecahan masalah, penalaran, komunikasi, koneksi, representasi, dan pemahaman konseptual, diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan melakukan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan survei dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh Sekolah Matematika digest belajar untuk melakukan matematika kompetensi siswa, dan perbaikannya. Para siswa yang dipilih sebagai subjek penelitian adalah mereka yang mengambil Sekolah Matematika Digest 1 saja, di semester genap dari 2013-2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Matematika Digest 1 tentu saja memiliki pengaruh yang kuat pada peningkatan kompetensi melakukan matematika siswa, baik komponen dengan komponen dan sepenuhnya, yaitu, kompetensi penalaran, komunikasi, koneksi, representasi, pemahaman konseptual, dan membuktikan. Selain itu, ditemukan bahwa 86% siswa dari matematika pemecahan masalah kompetensi yang sangat baik, sisanya 14% berada pada tingkat cukup. Sementara itu, kualitas peningkatan kompetensi melakukan matematika siswa, baik komponen dengan komponen dan sepenuhnya, jatuh ke dalam kategori yang adil.One of the indicators of the success of School Mathematics learning is the maximal realization of the doing mathematics competences involving problem solving, reasoning, communication, connection, representation, and conceptual comprehension, realized in the habits of thinking and doing. The research was a descriptive research by a survey approach intended to determine the influence of School Mathematics digest learning on students’ doing mathematics competence, and its improvement. The students selected as the subjects of research were those who took School Mathematics Digest 1 course, in the even semester of 2013-2014. The research findings showed that School Mathematics Digest 1 course has a strong influence on the improvement of the students’ doing mathematics competence, both component by component and wholly, i.e., reasoning competence, communication, connection, representation, conceptual comprehension, and proving. In addition, it was found that 86% students were of very good mathematic problem solving competence, the remaining 14% being at an insufficient level. Meanwhile, the quality of the improvement of students’ doing mathematics competence, both component by component and wholly, fell into a category of fair.
الوسائل التَعْلِيْمية واستخدامها في تعليم مهارة الْكِــتَـابَةِ wahyudin, wahyudin
EL-IBTIKAR Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : EL-IBTIKAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.127 KB)

Abstract

Pembelajaran bahasa Arab di setiap lembaga pendidikan selalu berpatokan pada kurkulum yang telah ditetapkan. Salah satu unsur yang terdapat dalam kurikulum tersebut adalah metode dan media pembelajaran. Pada dasarnya semua media pembelajaran itu sama baik, tidak ada yang lebih baik satu dari yang lainnya. Karena penggunaannya sangat berkaitan dengan situasi, kondisi dan karakter materi pelajaran yang diajarkan, termasuk didalamnya keterampilan (maharat) tertentu yang ingin dicapai. Maharatkitabahmisalnya, sebagai salah satu ketermpilan berbahasa yang harus dimiliki tentunya dalam kegiatan pembelajarannya sangat memerlukan media untuk memudahkan penyerapan materi baik bagi dosen maupun mahasiswa. Ada beberapa jenis media pembelajaran yang memiliki efektifitas dalam pembelajaran keterampilan menulis, sebagaimana tertulis dalam artikel ini.  الكلمات الأساسية: اللغة العربية والوسائل التعليمية والمهارة الكتابة.