Articles

Analisis Pengaruh Marketing Mix Terhadap Kepuasan Konsumen Sepeda Motor Wahyudi, Tri; Prawatya, Yopa Eka
ELKHA: Jurnal Teknik Elektro Vol 4, No 2 (2012): EDISI BULAN OKTOBER
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.034 KB) | DOI: 10.26418/elkha.v4i2.518

Abstract

Abstract Marketing Mix is a tool for marketers who are composed of various elements of a marketing program that should be considered that the implementation of the marketing strategy to be successful. From research it appears that the variable Product, Price, Promotion, and Customer Service is the most significant variable affecting customer satisfaction variable Keywords Marketing Mix, Customer Satisfaction
PENGGUNAAN IJUK DAN SABUT KELAPA TERHADAP KUAT TEKAN PADA BETON K-100 WAHYUDI, TRI
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil UPP Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil UPP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.067 KB)

Abstract

Ijuk dan serat sabut kelapa adalah serat alami yang sulit busuk karena tidak ada decomposer yang dapat menguraikan ijuk dan sabut tersebut. Selain itu di Indonesia banyak sekali tumbuhan aren dan kelapa dimana ijuk serat serabut kelapa diambil dari pohon tersebut. Kita tahu bahwa ijuk dan serat sabut kelapa adalah serat yang kuat dan tahan lama. Sehingga dalam penelitian ini peneliti menyampaikan penemuannya yaitu inovasi beton yang efisien. Maksudnya adalah kami membuat inovasi beton yang lebih kuat, ringan dan mempunyai nilai ekonomis yang relative rendah (murah). Peneliti memberikan ijuk serta serat serabut kelapa dalam beton sebagai bahan pengganti terhadap agregat halus.Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriftif kuantitatif yaitu metode penelitian berupa angka atau statistic dalam mendiskripsikan laporan penelitian. Karena menyangkut penggunaan ijuk dan serat serabut kelapa pada beton maka peneliti mengaplikasikan pada rumah. Langkah pertama yang kami lakukan yaitu mencari ijuk dan serat serabut kelapa. Setelah mendapatkannya, ijuk dan serat serabut kelapa tersebut kami potong-potong sekitar 3cm dengan tujuan untuk menyatukan kekuatan materi campuran semen dan pasir dengan ijuk dan serat serabut kelapa tersebut. Kemudian kami mencetak beton dengan ukuran 15x15x15 cm dalam eksperimen. Pada tahap berikutnya ditimbang satu-persatu. Kemudian diberi beban sesuai kekuatan beton tersebut.Hasil penelitian penelitian ini didapatkan bahwa beton yang memakai campuran ijuk dan serat serabut kelapa lebih kuat dibandingkan dengan beton yang tidak memakai campuran ijuk dan serat serabut kelapa di dalamnya. Hal ini dikarenakan pemakaian ijuk dan sabut kelapa dapat memperkecil jumlah penggunaan pasir . Selain itu ijuk dan serat serabut kelapa tersebut menambah kekuatan beton karena sifatnya yang lentur dan kuat. Kuat tekan beton yang menggunakan campuran ijuk dan sabut kelapa mengalami peningkatan dari 0%,0,25%,0,5%,0,75% 1% sedangkan setelah melebihi 1% nilai kuat tekan mengalami penurunan. Pembebanan tertinggi terjadi pada komposisi ijuk dan sabut kelapa 1% yaitu 17 ton atau dengan kuat tekan beton 75,56 kg/cm2 pada umur 7 hari.
Rancang Bangun Mesin Pemipil Jagung Untuk Meningkatkan Hasil Pemipilan Jagung Kelompok Tani Desa Kuala Dua Uslianti, Silvia; Wahyudi, Tri; Saleh, Muhammad; Priyono, Suko
ELKHA: Jurnal Teknik Elektro Vol 6, No 1 (2014): Edisi Bulan Maret 2014
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.897 KB) | DOI: 10.26418/elkha.v6i1.5176

Abstract

Abstract Permasalahan yang dihadapi oleh petani pasca panen jagung setelah jagung dikeringkan adalah berkaitan dengan pemipilan jagung. Proses pemipilan yang biasanya dilakukan petani dengan cara manual menggunakan tangan, sehingga memerlukan waktu yang lama. Produktivitas petani dalam memipil jagung rendah, karena hasil pipilan sedikit dan petani cepat lelah. Belum ada mesin yang digunakan untuk membantu petani jagung dalam proses pemipilan jagung. Hal ini dikarenakan mahalnya harga mesin yang ada dipasaran dan petani belum mengetahui teknologi untuk pembuatan mesin pemipil jagung. Rancang bangun mesin pemipil jagung dibuat untuk membantu Kelompok tani Desa Kuala Dua meningkatkan hasil pipilan jagungnya. Berdasarkan percobaan yang dilakukan diperoleh rasio permenit untuk kapasitas produksi yang dapat ditingkatkan dari penggunaan mesin pemipil jagung dengan pemipilan secara manual adalah 10 : 1. Berarti dengan menggunakan mesin pemipil jagung yang telah dirancang dan dibuat dapat menghasilkan 1 kg biji jagung pipilan permenit. Keywords rancang bangun, mesin pemipil jagung, kelompok tani.
PEMBELAJARAN SOSIAL DALAM PERENCANAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN BERBASIS KOMUNITAS ( Studi Kasus : Program Peningkatan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLP – BK) Kelurahan Kutoharjo) Wahyudi, Tri
Jurnal Teknik PWK Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 No 3 Tahun 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam berbagai aktivitas perencanaan berbasis komunitas, terdapat berbagai fenomena yang disebut dengan pembelajaran sosial. Secara definisi, pembelajaran sosial dapat diartikan sebagai suatu proses dimana orang dikonfrontasi nilai dan kepentingannya dengan nilai dan kepentingan pihak lain yang berbeda, sehingga dalam proses ini individu-individu berinteraksi untuk belajar mengenai pandangan dan kepentingan mereka dalam konteks sosial (Healey, 1993). Dalam proses ini, diharapkan terjadi sutu transformasi pemikiran dari masyarakat untuk mau melaksanakan kerja sama dalam melaksanakan kegiatan perencanaa di kawasan mereka. Dalam konteks tata ruang, keberadaan permukiman yang tidak sesuai standar tersebut akan menyebabkan terbantuknya suatu tata ruang kawasan yang tidak sesuai dengan aturan dan standar yang telah ditentukan. Hal inilah yang menjadi dasar dilaksanakannya Pengembangan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLP – BK), dimanana program ini secara empirik berupaya untuk mengembangkan peningkatan kualitas permukiman masyarakat dengan mengedepankan basis komunitas lokal. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk menentukan bagaimana proses pembelajaran sosial (social learning) itu terlaksana dalam komunitas, dengan basis pengembangan kebijaksanaan lokal (local wisdom) yang dimiliki oleh masyarakat lokal tersebut. Diharapkan, upaya mendokumentasikan pembelajaran sosial yang yang terlaksana di wilayah studi, dapat menjadi suatu kajian dan pengalaman bagaimana proses pembelajaran itu terlaksana di suatu kawasan, dan dapat dimanfaatkan untuk sumber kajian dan pengalaman pengembangan tata ruang berbasis partisipasi masyarakat di kawasan lainnya di seluruh Indonesia.
TINJAUAN YURIDIS MENGENAI RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA SAMARINDA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 26 TAHUN 2007 TENTANG PENATAAN RUANG Wahyudi, Tri
DEDIKASI JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : DEDIKASI JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.536 KB)

Abstract

ABSTRACT            The purpose of this study was to know about the Green Open Space Provision pursuant to Article 29 of Act No. 26 of 2007 on the arrangement of space in the city of Samarinda undertaken by the municipality and the constraints faced by the city government, as well as the solution.            Based on the results of the study authors concluded that the provision of green open space provision under Section 29 of Act No. 26 of 2007 on the arrangement of space in Samarinda undertaken by the Government of Samarinda is the preparation of the Regional Spatial Regulation of Samarinda as a substitute for local regulation implementation guide RUTRK City Samarinda which is not relevant at this time with the development of National Development.            As a form of coordination of spatial planning in order to obtain a minimal proportion of the value of green space by 30 percent of the total area of the city in the form of planning, utilization and control of urban space. This can be achieved with good cooperation from the City Government, Public, Private parties, and with non-governmental organizations.
IMPROVING STUDENTS’ SPEAKING ABILITY THROUGH JIGSAW TASK Wahyudi, Tri; Sukirlan, Muhammad; Suka, Ramlan Ginting
U-JET Vol 3, No 1 (2014): U-JET
Publisher : FKIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perubahan yang signifikan pada kemampuan berbicara siswa setelah diajar melalui jigsaw task dan untuk mengetahui respon siswa setelah diajari melalui jigsaw task. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IX b berjumlah 32 siswa, t-test pengukuran berulang digunakan untuk menganalisa data. Pada pre-test, nilai rata-rata adalah 61.41 dan pada post test menjadi 76.23. Jadi ada peningkatan sebesar 14.82. Nilai signifikan (p=0.000, p<0.05). Ini menunjukkan bahwa hipotesis diterima.  Dengan demikian jigsaw task secara signifikan merubah kemampuan berbicara siswa. Hasil kuesioner juga menunjukkan bahwa siswa memberi respon positif terhadap  implementasi pengajaran melalui jigsaw.The objective of this research is to find out whether there is an significant improvement of students’ speaking ability after being taught through jigsaw task and to identify the students’ response after being taught through jigsaw task. The population of this research is the class IX b which consists of 32 students. In this research, repeated measure t-test was used to analyze the data. In pre test, the mean score is 61.41 and it becomes 76.23. in post test.  Thus, there is an improvement of 14.82. The significant (2-tailed) value was (p=0.000, p<0.05). It showed that the hypothesis was accepted. Therefore, it can be concluded that jigsaw task can significantly improve students’ speaking ability. The result of questioner also shows that students gave positive response toward the implementation of jigsaw task in teaching learning.Keywords: improving, jigsaw task, speaking ability, students’ response.
Rancang Bangun Alat Pengering Ikan Untuk Kelompok Nelayan Dusun Nirwana Wahyudi, Tri; Uslianti, Silvia; ., Junaidi
ELKHA: Jurnal Teknik Elektro Vol 6, No 2 (2014): Edisi Bulan Oktober 2014
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.154 KB) | DOI: 10.26418/elkha.v6i2.9130

Abstract

Abstract? Permasalahan yang dihadapi kelompok nelayan di Dusun Nirwana, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya berkaitan dengan proses pengeringan ikan asin tipis. Proses pengeringan ikan sering terhambat karena hujan dan kabut asap. Hal ini menyebabkan kerugian bagi nelayan karena ikan yang tidak kering akan menjadi busuk. Disamping itu ikan asin yang dikeringkan secara langsung menggunakan sinar matahari sering dihinggapi lalat sehingga tidak hiegenis. Alat pengering ikan yang ada di pasaran harganya cukup mahal. Nelayan belum mengetahui cara membuat alat pengering ikan secara mandiri. Hal ini disebabkan keterbatasan pengetahuan. Rancang bangun Alat Pengering Ikan ini dibuat untuk membantu Kelompok Nelayan Harapan Kakap dan Anugerah? Laut untuk mengatasi permasalahan yang mereka hadapi. Alat Pengering Ikan yang dibuat menggunakan LPG, Biomass dan Solarthermal dengan kapasitas 20 kg. Keywords? Rancang Bangun, Alat Pengering Ikan, Kelompok Nelayan
Rancang Bangun Mesin Pembuat Abon Ubur-ubur ., Junaidi1; Kurnianto, Rudi; Uslianti, Silvia; Wahyudi, Tri
ELKHA: Jurnal Teknik Elektro Vol 6, No 2 (2014): Edisi Bulan Oktober 2014
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.424 KB) | DOI: 10.26418/elkha.v6i2.9132

Abstract

Abstract? Paloh Temajuk Village District of Sambas district is one of the villages bordering with Sarawak (East Malaysia). One potential seafood commodity? of Temajuk Village is a jellyfish. Problems faced by fishermen today is prices of dried jellyfish continue to fall. Based on the problems above, it is necessary to process jellyfish to increase the sale value. Terms of quality and food safety testing shall be in accordance with the type of chemical test (SNI 7690.1-201 Shredded Fish products). The conclusion is that shredded jellyfish product does not meet the requirements of chemical tests (ISO specifications Shredded Fish). Keywords? Shredded jellyfish, shredded Machine,? spinner Machine
HAMBATAN PENYIDIKAN TERHADAP TINDAK PIDANA PERJUDIAN (Studi di Kepolisian Resort Kediri kota) Wahyudi, Tri
Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Sarjana Ilmu Hukum, Mei 2015
Publisher : Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.108 KB)

Abstract

Dalam penulisan skripsi ini dibahas tentang hambatan penyidikan terhadap tindak pidana perjudian.Permasalahan yang terjadi karena di Kepolisian Resort Kediri kota, pada tahun 2012-2014 yang memiliki tingkat kriminalitas dengan kedudukan tertinggi adalah tindak pidana perjudian. Apalagi jenis tindak pidana perjudian sifatnya lebih tertutup, sehingga memudahkan pelakunya untuk melakukan kejahatan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis penanganan penyidikan, hambatan penyidikan dan upaya menangani hambatan penyidikan terhadap tindak pidana perjudian di Polres Kediri kota.Penanganan terkait tindak pidana perjudian dalam prosesnya dimulai dengan adanya laporan polisi/pengaduan, melakukan penyergapan, melakukan penyelidikan, melakukan penyidikan (penangkapan, penyitaan dan penggeledahan, penahanan) dan penyerahan berkas perkara ke JPU. Dalam penanganan penyidikan tindak pidana perjudian terdapat beberapa hambatan, dari hambatan internal yaitu Kurangnya anggaran untuk penanganan tindak pidana perjudian, Kurang penguasaan teknologi informasi oleh penyidik dalam mengungkap pelaku tindak pidana perjudian, Kurangnya personil dalam melakukan penanganan tindak pidana perjudian, Terbatasnya sarana/fasilitas dari Polda, Hambatan eksternalnya yaitu kurangya kepedulian masyarakat untuk bekerjasama dengan keolisian dalam mengungkap tindak pidana perjudian. Upaya yang dilakukan penyidik untuk mengatasi hambatan tersebut adalah Menyusun rencana kebutuhan (renbut) untuk penanganan tindak pidana perjudian, swadaya dari pihak penyidik polres Kediri kota, merekrut penyidik pembantu dalam penanganan tindak pidana perjudian, mengadakan pelatihan-pelatihan guna meningkatkan SDM di bidang teknologi, meningkatkan kesadaran masyarakat dengan mengadakan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat terkait larangan tindak pidana perjudian.Kata Kunci : Hambatan penyidikan, tindak pidana perjudian
PROFIL LIPOPROTEIN PLASMA TIKUS DALAM KONDISI HIPERGLIKEMIA Wahyudi, Tri; Widyastuti, Sri Kayati; Suarsana, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (2) 2015
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsumsi makanan yang banyak mengandung glukosa dapat memicu tingginya kadar gula dalam darah atau hiperglikemia. Hiperglikemia yang berkepanjangan secara tidak langsung mempengaruhi proses metabolisme tubuh. Kadar gula dalam darah yang berlebihan sebagian akan dirubah menjadi lipid melalui proses lipogenesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil lipoprotein plasma tikus dalam kondisi hiperglikemia. Sampel darah diambil dari 20 ekor tikus jantan dengan berat antara 150-200 gr dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan. Kekompok pertama sebagai kontrol diberikan aquades sebanyak 2 ml/oral, sedangkan kelompok kedua diberikan perlakuan sukrosa 80% sebanyak 2 ml/oral per hari sebanyak 2 kali selama 6 minggu. Metode pemeriksaan darah menggunakan alat spektrofotometer. Hasil penelitian profil lipoprotein plasma tikus hiperglikemia didapatkan hasil kadar total kolesterol 59 mg/dl, HDL sebesar 33,5 mg/dl, TGA sebesar 70,3 mg/dl, dan LDL sebesar 11,44 mg/dl. Data dianalisis dengan uji T tes tidak berpasangan. Hasil penelitian profil lipoprotein plasma tikus hiperglikemia dapat disimpulkan bahwa kondisi hiperglikemia menyebabkan kadar total kolesterol, HDL, TGA, dan LDL lebih tinggi dibandingkan dengan tikus normal dan berbeda nyata (P< 0,01).