Articles

Web Server Berbasis ATmega 128 Untuk Monitoring dan Kontrol Peralatan Rumah

JURNAL INFOTEL Vol 7 No 1 (2015): May 2015
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.135 KB)

Abstract

Penggunaan mikropengendali untuk mengendalikan perangkat yang ada di rumah tentu menjadi salah satu penerapan prinsip kerja yang praktis dan fleksibel.Mikropengendali dapat digunakan untuk memudahkan dalam mengendalikan lampu ruangan, pemantauan suhu, dan pengendalian sistem penggerak tirai.Dengan memanfaatkan modul jaringanNM7010A TCP/IP Starter Kit maka aplikasi rumah tersebut dapat dikendalikan melalui jaringan intranet. Pada mikropengendali ATmega128, data akan diproses dan dieksekusi untuk mengendalikan sistem kerja keseluruhan rangkaian. Dari hasil pengujian membuktikan bahwa mikropengendali dapat berperan sebagai Embedded Server untuk mengendalikan lampu, pengaktifan kanal Analog to Digital Converter (ADC) yang digunakan untuk memantau suhu.Hasil pengujian terhadap LM35 menunjukan bahwa rata-rata error konversi sebesar 0,64%. Untuk mengeksekusi sistem melalui jaringan TCP/IP diperlukan waktu tunda antara 0,5 sampai 1,2 detik.

RANCANG BANGUN MODEL SISTEM PENGENDALI DAN PENGAMANAN PINTU BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA KARTU IDENTIFIKASI DAN HANDPHONE

Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi yang begitu pesat tersebut menjadikan sesuatu lebih mudah dan cepat. Pada teknologi seluler juga telah mengalami perkembangan dimana awalnya hanya digunakan untuk voice call dan SMS (Short Messege Service), kini beberapa perkembangan teknologi seluler sudah bisa digunakan untuk melakukan panggilan video (Video Call), internet, yang lebih utama yaitu dapat mengirimkan DTMF (Dual Tone Multy Frequency). Dengan adanya perkembangan teknologi DTMF ini maka antara teknologi seluler dengan teknologi mikrokontroler AT89S51 dapat diaplikasikan sebagai rangkaian pengendali jarak jauh untuk membuat suatu sistem pengendalian pintu. Cara kerja dari sistem ini adalah menggunakan media kartu identifikasi dan handphone untuk mengendalikan pintu dan juga untuk pengontrolannya menjadi lebih mudah dan lebih efisien, untuk sistem pengamanya digunakan beberapa sensor untuk menghindari pembobolan gudang ketika pintu gudang dibuka secara paksa, dengan memanfaatkan teknologi maka tingkat keamanan dan pengendalianya lebih mudah dan lebih efisien.Kata kunci : DTMF MT88700, Buffer (IC 74244) , Driver Motor, Mikrokontroler AT89S51, Sensor infrared (IR)

PERANCANGAN RANGKAIAN CHARGER TELEPON SELULER DENGAN SUMBER CATUAN HANDSET LAIN

Journal INFOTEL Vol 1, No 2 (2009): JOURNAL INFOTEL Vol. 1 Nomor 2, November 2009
Publisher : Journal INFOTEL

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecenderungan  setiap  orang  yang  ingin  melakukan  segala  sesuatu  dengan  praktis  dan mudah,  menyebabkan munculnya  keinginan  untuk tidak  mau  dibatasi  oleh  tempat  dan  waktu dalam  melakukan  aktivitas.  Demikian  pula  dalam  hal  mencatu  baterai handphone, akan  lebih praktis  jika  bisa  mencatu listrik  baterai handphone  yang lemah  (low  battery) tanpa  harus bergantung  pada  ketersediaan  sumber  arus  PLN.  Alat  yang  dirancang dalam  penelitian ini digunakan    untuk  mencatu handphone tanpa  melalui  sumber  PLN.  Rangkaian  utama  alat  ini terdiri  dari  3  bagian  utama,  yaitu  multivibrator  astabil, voltage  quadrupler  dan voltage regulation. Rangkaian multivibrator astabil ini akan menghasilkan tegangan keluaran AC yang digunakan  sebagai  input  rangkaian voltage  quadrupler agar  bisa  bekerja.  Rangkaian  voltage quadrupler  ini  akan  mengalikan    4  kali  dari  tegangan  input  yang  masuk,  sehingga tegangan keluaran (Vout) menjadi 4 kali tegangan masukan (Vin). Hasil akhir dari alat yang sudah dibuat belum  memuaskan  karena hanya  bisa  mencatu  1 jenis handset yaitu Nokia  seri 8210  dengan efisiensi  yang  rendah.  Untuk  kedepannya  alat  ini  bisa  dikembangkan  lagi  dengan  menaikkan nilai  arus,  dengan  menggunakan  penguatan  transistor.  Transistor  yang  digunakan  harus memiliki karakteristik nilai hfe yang tinggi dan tegangan DC yang kecil.

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN MODEL SISTEM KENDALI UNTUK PENGENDALIAN DAN PENGAMANAN PINTU GUDANG BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA KARTU IDENTIFIKASI DAN HANDPHONE

Journal INFOTEL Vol 1, No 2 (2009): JOURNAL INFOTEL Vol. 1 Nomor 2, November 2009
Publisher : Journal INFOTEL

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.848 KB)

Abstract

Pada  era  globalisasi  ini  kemajuan  di  segala  aspek  kehidupan  terus  berkembang,  seiring dengan  perkembangan  teknologi.  Perkembangan  teknologi  yang  begitu  pesat  tersebut menjadikan  sesuatu  lebih  mudah  dan  cepat.  Hal  ini  terlihat  dengan  ditemukannya  peralatan-peralatan  yang  canggih  dengan  menerapkan  prinsip  kerja  yang  serba  flexible.  Pada  teknologi seluler juga telah mengalami perkembangan dimana awalnya hanya digunakan untuk voice call dan  SMS  (Short  Messege  Service),  kini  beberapa  perkembangan  teknologi  seluler  sudah  bisa digunakan  untuk  melakukan  panggilan  video  (Video  Call), internet,  yang  lebih  utama  yaitu dapat  mengirimkan  DTMF  (Dual  Tone  Multy  Frequency).  Dengan  adanya  perkembangan teknologi  DTMF  ini  maka  antara teknologi  seluler  dengan  teknologi  mikrokontroler  AT89S51 dapat  diaplikasikan  sebagai  rangkaian  pengendali  jarak  jauh  untuk  membuat  suatu  sistem pengendalian  pintu  gudang.  Serta  digunakan sistem  kendali  kartu  sebagai  kendali  pintu  yang utama.

APLIKASI PERHITUNGAN PERENCANAAN RADAR DENGAN JAVA (J2ME) MENGGUNAKAN HANDPHONE

Journal INFOTEL Vol 1, No 2 (2009): JOURNAL INFOTEL Vol. 1 Nomor 2, November 2009
Publisher : Journal INFOTEL

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.148 KB)

Abstract

Radio Detection and Ranging (Radar) merupakan sistem pengideraan jauh dengan sensor aktif. Bagian  penting radar  terdiri  dari  transmitter  (Tx)    yang  dihubungkan  dengan  antenna transmitting  yang  mengirimkan  gelombang  elektromagnetik  ke  target, receiver (Rx)  yang dihubungkan  dengan  sebuah antenna  receiving akan  menerima  gelombang  hasil  pantulan  dari target  radar.  Bagian output  dari  terminal transmitter  akan  menghasilkan  sebuah  persamaan sinyal  S(t). Antenna Tx  akan  mengkonversi  sinyal  tersebut  dan  mengarahkan  sinyal  radio menuju target. Sinyal yang menuju ke target akan menabrak target. Dengan karakteristik target radar sebagian sinyal tersebut dipantulkan kembali menuju antenna penerima radar. Persamaan sinyal  hasil  pantulan,  Sr(t)  akan  diterima antenna penerima radar  dan  diteruskan  ke  bagian penerima.  Bagian  penerima radar  selanjutnya  menganalisa  persamaan  sinyal  Sr(t)  sehingga dapat  menganalisa  dimana  keberadaan  dan  jarak  dari  target radar.  Java  adalah  bahasa pemrograman yang dapat digunakan untuk program aplikasi perhitungan perencanann radar ini. Java  memiliki  sifat portable atau  tidak  tergantung  pada  platform.  Dengan  begitu Java dikenal dengan istilah „write once, run everywhere’,  yang  berarti  kode  program  hanya  ditulis  sekali, namun  dapat  dijalankan  dibawah platform manapun  tanpa  harus  melakukan  perubahan  kode program. Hand  phone yang  memenuhi platform standar  MIDP  2.0  dan  CLDC  1.1  yang  dapat digunakan untuk menjalankan program ini.

ANALISIS PENERAPAN METODE TRANSMITTER RECEIVER UNIT (TRU) UPGRADING UNTUK MENGATASI TRAFFIC CONGESTION JARINGAN GSM PADA BTS AREA PURWOKERTO KOTA

Journal INFOTEL Vol 3, No 1 (2011): JOURNAL INFOTEL VOL. 3 NOMOR 1, MEI 2011
Publisher : Journal INFOTEL

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (910.871 KB)

Abstract

Semakin banyaknya pengguna selular maka akan semakin banyak trafik yang akan tertampung. Trafik yang melebihi kapasitas kanal yang disediakan dapat menyebabkan kondisi Traffic Congestion. Untuk menanganinya diperlukan metode penambahan kapasitas kanal agar semua trafik dapat tertampung dengan baik. Metode ini disebut dengan TRU Upgrading. Transmitter Receiver Unit (TRU) adalah hardware yang terletak pada Radio Base Station dalam BTS yang berisi slot-slot kanal sedangkan metode TRU Upgrading adalah metode dengan menambahkan/upgrade kapasitas kanal yang tersedia dari konfigurasi TRU yang telah ada sebelumnya, misalkan pada BTS Pabuaran memiliki konfigurasi 3x2x3 karena terjadi kejenuhan pelanggan maka konfigurasi TRU diupgrade menjadi 3x4x3. Perubahan konfigurasi TRU maka merubah konfigurasi BTS-nya serta menambah kapasitas kanalnya. Key Performance Indicator (KPI) yang baik pada Indosat adalah menggunakan batas GoS 2%. Nilai GoS ini dikaitkan dengan tabel Erlang untuk mendapatkan sebuah nilai intensitas trafik. Jika nilai intensitas trafik konfigurasi TRU yang digunakan kurang dari nilai intensitas trafik pelanggan maka disebut traffic congestion. Sebagai akibat dari traffic congestion adalah kondisi blocking. TRU Upgrading ini dilakukan dengan harapan nilai blocking panggilan menjadi 0 %. Pada Purwokerto kota, diterapkan TRU Upgrading untuk cell Grendeng 3, Pabuaran 2, dan Unsoed 1 karena trafik pelanggan yang terjadi melebihi nilai intensitas trafik dari konfigurasi TRU yang digunakan. Untuk cell Unsoed 1 dan Grendeng 3 meski telah dilakukan TRU Upgrading menjadi 4 buah TRU tetap terjadi traffic congestion sebesar 8 sampai dengan 15 Erlang dikarenakan pada cell-cell ini mengcover area yang padat penduduk. Sedang untuk Pabuaran 2 penerapan TRU upgrading mencapai keefektifan sebesar 100%. Kata kunci : Traffic Congestion, TRU Upgrading, blocking, GoS

IMPLEMENTASI ANTENA WAJANBOLIC SEBAGAI PENERIMA SIGNAL HOTSPOT

Journal INFOTEL Vol 2, No 1 (2010): JOURNAL - INFOTEL VOL 2 NO. 1, MEI 2010
Publisher : Journal INFOTEL

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.801 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi telah memadu menjadi satu. Teknologi informasi banyak berkaitan dengan konten sementara teknologi komunikasi banyak berkaitan dengan infrastruktur. Sistem komunikasi merupakan salah satu kebutuhan manusia yang paling dasar dan sebuah sistem selalu membutuhkan medium sebagai pembawa sinyal. Maka dari itu dibutuhkan alat pendukung sebagai penghubung pembawa sinyal dalam sebuah jaringan, salah satunya yaitu teknologi wireless. Salah satu bagian dalam teknologi wireless ini yaitu antena. Dari berbagai bentuk antena, antena wajanbolic merupakan antena yang praktis dan sederhana untuk diimplementasikan. Fungsi dari antena wajanbolic ini yaitu untuk mengumpulkan sinyal yang dipancarkan oleh acces point. Komponen utama dalam membuat wajanbolic adalah USB wireless adapter. Dalam implementasi wajanbolic tersebut, diperoleh jarak maksimal jangkauan acces point yang mampu diterima sekitar 150 meter dimana lintasan sinyal dalam keadaan clear of sight (CLOS).

APLIKASI PERHITUNGAN PEMBIASAN DC PADA TRANSISTOR DWI KUTUB NPN DENGAN VISUAL BASIC 6.0

Journal INFOTEL Vol 2, No 1 (2010): JOURNAL - INFOTEL VOL 2 NO. 1, MEI 2010
Publisher : Journal INFOTEL

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.034 KB)

Abstract

Transistor dwi kutub (Bipolar Junction Transistor) adalah salah satu komponen semikonduktor yang sering digunakan dalam rangkaian penguat (amplifier). Untuk menjaga agar komponen ini dapat bekerja di dalam titik operasinya (operating point), maka diperlukan rangkaian pembiasan dengan pengaturan tertentu, yaitu Bias Basis, Bias Bagi Tegangan, Bias Kolektor dan Bias Emitter. Perancangan rangkaian tersebut lazimnya menggunakan perhitungan manual sesuai teori dengan bantuan alat hitung (kalkulator). Proses perancangan ini membutuhkan waktu yang relatif lama dan sangat rentan terjadi kesalahan prosedur perhitungan.Tujuan dari penelitian ini adalah merancang perangkat lunak perhitungan rangkaian pembiasan transistor dwi kutub dengan Visual Basic 6. Proses perancangan meliputi pembuatan form, pembuatan basis data (database), penulisan kode sumber (coding), desain laporan (report) dan kompilasi. Dari hasil uji coba diketahui bahwa tingkat kesalahan (error) untuk perhitungan seluruh parameter dari 4 jenis rangkaian pembiasan adalah 1,18%, sehingga disimpulkan layak digunakan. Hasil perhitungan juga dapat disajikan secara visual dalam rangkaian. Ditinjau dari sifat perangkat lunak ini sebagai aplikasi komputer, maka terdapat kelemahan dari sisi kepraktisan penggunaan, meski proses perhitungan dapat dilakukan relatif cepat. Selain itu, aplikasi ini masih memerlukan perbaikan dalam menu bantuan (help menu), penggunaan satuan dan faktor pengali.

Analisis Link Budget Non Direction Beacon Pada Komunikasi Jalur Lintasan Penerbangan

Jurnal Infotel - Jurnal Informatika,Telekomunikasi dan Elektronika Vol 6, No 1 (2014): Jurnal INFOTEL, Volume 6 Nomor 1 Mei 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Telkom Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.757 KB)

Abstract

Salah satu redaman propagasi yang harus diperhitungkan ketika menggunakan komunikasi radio pada navigasi udara adalah redaman propagasi atmosfer pada saat malam hari. Adanya redaman propagasi akan mengakibatkan daya terima pada sisi Automatic Direction Finder pada pesawat udara yang dipancarkan oleh Non Direction Beacon akan berkurang karena adanya loss. Berkurangnya daya terima akibat dari toleransi loss yang diperbolehkan yaitu 1.575 dB dari daya pancar, meskipun nilai tersebut sudah mengakibatkan kesalahan penunjukan arah jarum indikator pada kompas Automatic Direction Finder. Untuk itu diperlukan sebuah analisis terhadap pengaruh redaman propagasi atmosfer terhadap daya pancar Non Direction Beacon dan daya terima Automatic Direction Finder. Dengan melakukan perhitungan Link Budget dengan parameter-parameter yang telah tersedia maka didapatkan daya pancar Non Direction Beacon sebesar 85.1957 dB dan daya terima saat terjadi redaman propagasi atmosfer 82.3981 dB. Dari perhitungan disimpulkan bahwa redaman propagasi atmosfer pada malam hari khususnya pada saat matahari terbenam sangat mempengaruhi daya terima

ANALISIS PERMASALAHAN OPTIMALISASI VOICE CDMA 2000 1X UNTUK MENGURANGI KEGAGALAN KONEKSI STUDI KASUS DIVISI TELKOM FLEXI SEMARANG

Journal INFOTEL Vol 3, No 2 (2011): JOURNAL INFOTEL, Volume 3, Nomor 2, November 2011
Publisher : Journal INFOTEL

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.531 KB)

Abstract

Berkembang pesatnya jumlah penyedia layanan pada jaringan Code Division Multiple Access (CDMA), membuat operator penyedia layanan untuk semakin memperkokoh jaringan dan mengoptimalkan layanan serta kualitas yang akan diberikan. Agar dapat melayani pelanggan dengan baik maka dibutuhkan jaringan yang mempunyai kinerja baik. Untuk itu perlu dilakukan optimalisasi pada jaringan, sehingga dapat mengurangi drop call dan resource blocking serta meningkatkan success call. Optimalisasi jaringan dilakukan berdasarkan analisis data hasil pengukuran drive test, adapun data yang dianalisis meliputi Call Setup Success Rate, Drop call Rate, Resource Blocking, Rx Power, Tx Power, Ec/Io, Forward FER dan Call Setup Time. Pada pengukuran yang telah dilakukan untuk nilai rata-rata yang sesuai dengan Key Performance Indicator (KPI) didapat Call Setup Success Rate (> 99%), Drop call Rate (< 2%), Resource Blocking (< 2%), Rx Power (-91.7 dBm), Tx Power (11.4 dBm), Ec/Io (-21.38 dB), Forward FER (4.8%), dan Call Setup Time (4.832 detik). Hasil ini menunjukkan kinerja jaringan Flexi untuk daerah Jepara #2 masih kurang maksimal, karena untuk parameter Rx Power, Tx Power, Forward FER, dan Ec/Io tidak sesuai dengan KPI. Sehingga dilakukan optimalisasi agar kualitas jaringan semakin baik. Untuk hasil pengukuran setelah dilakukan optimalisasi didapat dengan rata-rata untuk Call Setup Success Rate (> 99%), Drop call Rate (< 1%), Resource Blocking (< 1%), Rx Power (-99.9 dBm), Tx Power (-27.8 dBm), Ec/Io (-5.45 dB), Forward FER (2.45%), dan Call Setup Time (4.902 detik).   Kata Kunci : CDMA 2000 1X, Call Setup Success Rate, Drop call Rate, Resource Blocking, Rx Power, Tx Power