Articles

Found 31 Documents
Search

CORAK DAN METODE INTERPRETASI AISYAH ABDURRAHMAN BINT AL-SYÂTHI’ Wahyuddin, Wahyuddin
Al-Ulum Vol 11, No 1 (2011): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.823 KB)

Abstract

Artikel ini menyoal corak dan metode interpretasi Bint al-Syâthi’, dengan menelaah  kitab tafsirnya al-Tafsîr al-Bayâni  li al-Qur’ân al-Karîm, penulis menemukan bahwa metode yang diterapkan oleh Bint al-Syâ¯i’ bercorak sastra yang didesain menjadi interpretasi inter-teks Alquran yang secara metodologis, dapat dikategori-kan modern. Metode tersebut menggunakan pendekatan tematik (maudu‘i) dalam menafsirkan Al-Qur’an dan menekankan perlunya interpretasi filologi berdasar pada kronologis teks dan penggunaan semantik bahasa Arab. Pendekatan tematik ini lahir sebagai respon terhadap metode penafsiran klasik yang oleh pakar Al-Qur’an kontemporer dinilai parsial dan atomistik. Metode ini selanjutnya diaplikasikan oleh Bint al-Syathi’ dalam tafsirnya yang memuat empat belas surah Makkiyah awal yang berjudul al-Tafs³r al-Bayân³ li al-Qur’an al-Karim. --------------This article examines the method of interpretation of Bint al-sya-i  by studying his book Tafsir al-Tafsir al-Bayâniy li al-Quran al-Karim. It has been found that the method applied by al-sya-i was patterned literature i.e. literary exegesis which is designed to be inter-interpretation of the Quranic text which methodologically, can be considered modern. The method used a thematic approach (maudui) in interpreting the Koran and stressed the need for interpretation of philology, based on the chronological text and the use of Arabic semantics. This thematic approach was a response to the classical method of interpretation of the Quran by contemporary experts. It is then applied by al-Syathi in his commentary that contains fourteen chapters started Makkiyah entitled “al-Tafsi r  li al-Bayan al-Quran al-Karim.”
PENGARUH BENTUK LAMBUNG KAPAL TERHADAP TAHANAN KAPAL Rosmani, Rosmani; Asri, Syamsul; Wahyuddin, Wahyuddin; Karim, Azis Abdul; Allo D, Imelda Rombe
978-979-127255-0
Publisher : PROSIDING HASIL PENELITIAN FAKULTAS TEKNIK

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.338 KB)

Abstract

Kapal Feri adalah salah satu angkutan penyeberangan yang merupakan angkutan yang berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan jaringan jalan yang dipisahkan oleh perairan untuk mengangkut penumpang dan kendaraan beserta muatannya. Kapal Feri Ro-Ro sekarang utamanya berfungsi untuk pengangkutan kendaraan dengan berbagai tipe danjumlah penumpang yang banyak untuk menghubungkan dua tempat pada satu jalur pelayaran tertentu yang berjauhan jaraknya. Dalam merencanakan sebuah kapal feri, pekerjaan tahap pertama dalam proses teknis kapal adalah menentukan ukuran dan parameter bentuk kapal. Namun besarnya ukuran panjang, lebar, sarat air dan koefisien bentuk yang sudah ditentukan ternyata masih dapat dibuat berbagai bentuk kapal yang berbeda, tidak semua kemungkinan akan membawa pengaruh baik, karena faktor umum yang memegang peranan penting adalah tahanan yang akan dialami oleh kapal pada waktu berlayar yang akan berpengaruh terhadap kecepatan dan penentuan daya mesin kapal. Tujuan dari Penelitian ini adalah menganalisis pengaruh bentuk lambung terhadap tahanan kapal dengan mempertimbangkan perubahan letak titik tekan dengan displasmen tetap melalui konsep simulasi komputer dengan menggunakan program Software Maxsurf Pro versi 9.0. Dengan metode Holtrop untuk menentukan nilai tahanan. adapun hasilnya adalah Perubahan nilai tahanan total kapal yang terjadi, mulai pada kecepatan 8 sampai 17 knot sangat kecil yaitu rata-rata meningkat sekitar 7%, sedang pada kecepatan 17 sampai 18 knot meningkat secara signifikan sampai 20%. Letak titik tekan kapal yang mempunyai nilai tahanan yang paling kecil adalah pada posisi 0,5% di belakang midship.
MAKSUD-MAKSUD TUHAN DALAM MENETAPKAN SYARIAT DALAM PERSPEKTIF AL-SYATIBI Wahyuddin, Wahyuddin
Syariah Jurnal Ilmu Hukum Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Syariah Jurnal Ilmu Hukum

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maqashid al-Sharia is sharia purposes or secrets which are established by Allah. According to al-Syatib, there are four purposes of Allah to determine the shariah: (1). For the benefit of people in the world and the hereafter. (2). To be understood. (3). As a taklif law that must be implemented and to eliminate hardship. (4). To comply and freed from the influence of the passions mukallaf. Thefirst mentioned purpose is the main aim, while other purposes only explains and details the first purpose. For the realization of such benefit, there are six essential components
Urgensi ‘Ilm al-Ma‘aniy dalam Mengistimbatkan Hukum Wahyuddin, Wahyuddin
Syariah Jurnal Ilmu Hukum Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Syariah Jurnal Ilmu Hukum

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the causes of the  the difference between them in understanding the meanings contained in a word ultimately lead to different interpretations. Ilm al-maaniy strongly associated with three elements. The first, which convey an idea, secondly, that receive or hear an idea, and third, the condition to convey an idea, who receive or hear an idea. A text cannot be separated from the three elements that convey the text itself, which is received or read the text and the context in which the text was delivered. This is one side lies the significance of the theories (rules) ilm al-maaniy to resolve legal. on the other side, the Koran is not uncommon uslub (style) that experienced the deviation, like a textual (lafzhiy) uslub shaped al-khabar, but contextually (manawiy) it requires understanding uslub al insya . Nor vice versa sometimes there are textual Quranic verses (lafzhiy) uslub al-insyak shaped, but contextually (manawiy) it requires understanding uslub al-khabar.
ULUM AL-QURAN, SEJARAH DAN PERKEMBANGANNYA Wahyuddin, Wahyuddin; Saifulloh, Saifulloh
Jurnal Sosial Humaniora Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.636 KB)

Abstract

Al-Qur’an adalah wahyu Ilahy (kitab suci) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. sebagai pedoman hidup bagi umat manusia. Untuk memahami Al-Qur’an diperlukan berbagai ilmu, antara lain adalah “Ulum Al- Qur-an”. Ilmu ini mencakup pembahasan-pembahasan yang berhubungan dengan Al-Qur’an dari segi sebab turunnya,  pengumpulan dan urutan-ururannya,  pengetahuan tentang ayat-ayat makkiyah dan madaniyyah,  nasikh dan mansukh dan lain- lain. Ulum Al- Qur’an dengan berbagai cabang dan macamnya tidak lahir sekaligus, tetapi melalui proses dan perkembangan yang dapat dibagi ke dalam fase periwayatan dan fase kodifikasi. Sampai saat ini telah lahir puluhan tokoh di bidang Ulum Al-Qur’an, diantara mereka yang paling masyhur adalah Jalaluddin Al Suyuthi yang menulis kitab Al Itqan fi `Ulumil Qur-an dan Al Zarqany dengan karyanya Al Burhan fi `Ulumil Qur-an. Kedua kitab ini selalu menjadi rujukan dalam kajian-kajian Ulumul Qur-an.
PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI ILMU (Ontologi, Epistimologi dan Aksiologi) Wahyuddin, Wahyuddin
Inspiratif Pendidikan Vol 5, No 1 (2016): Inspiratif Pendidikan
Publisher : Inspiratif Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.823 KB)

Abstract

In connection with this community, education meaningful cultural heritage of the older generation to the younger generation in order to remain sustainable community living in other words, society has cultural values or mores that want passed down to the next generation in order to remain preserved. This century has given great kakuasaan on humanity that has never happened in history. Progress and tremendous technological strength is easy to use and utilized by us today. How does one use these technologies rely on moral maturity is concerned. This was clearly stated by the historian Arnold Toynbee in his British Civilization on Trial reminds us that advances in modern technology requires an emphasis on the moral and spiritual dimensions.
PARTISIPASI UMAT ISLAM DALAM PEMBANGUNAN POLITIK (Perjuangan Kemerdekaan dan Mengisi Kemerdekaan) Wahyuddin, Wahyuddin
RIHLAH Vol 4, No 1 (2016): JUNI
Publisher : RIHLAH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.071 KB)

Abstract

Dalam sejarah politik nasional, partai Islam mampu mengidentifikasikan dirinya dengan aspirasi politik Bumi Putera untuk memperjuangkan kemerdekaan. Demikian pula pada penyusunan Dasar Negara Indonesia merdeka peran politik umat Islam sangat menonjol dengan lahirnya Piagam Jakarta yang kemudian menjadi Negara Pancasila sejak 18 Agustus 1945.  Setiap peristiwa penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, peran politik umat Islam sangat menentukan, sejak perjuangan kemerdekaan, pengisian kemerdekaan, dan perubahan rezim kekuasaan dari Orde Lama, Orde Baru, dan Orde Reformasi.  
PEMBENTUKAN IDIOM DALAM KUMPULAN LAGU RACINE CARRÉE KARYA STROMAE Larasari, Yayuk; Wahyuddin, Wahyuddin
JURNAL ILMU BUDAYA JIB Volume 3 No 1 Januari-Juni 2015
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul ―Pembentukan Idiom dalam Kumpulan Lagu Racine Carrée KaryaStromae (Suatu Tinjauan Semantis)‖. Penelitian ini dilakukan untuk menunjukkan jenis-jenisidiom apa saja yang didapatkan, bagaimana perubahan makna leksikal ke makna sebenarnya danapa saja dampak yang diperoleh dari perubahan makna tersebut.Idiom dikelompokkan menjadi beberapa jenis yaitu idiom penuh, idiom sebagian, idiom yangterdiri dari bagian tubuh, idiom yang terdiri dari kata indra, idiom nama warna, idiom namabenda alam dan idiom yang terdiri dari berbagai kelas kata (verba, nomina, adjektif dan adverba).Data yang terkumpul kemudian diteliti menggunakan teori perubahan makna. Perubahan maknayang dimaksudkan dalam hal ini adalah perubahan makna yang dialami kata-kata pembentukidiom setelah tergabung dalam sebuah idiom.Dari tigapuluh data yang diteliti diperoleh kesimpulan bahwa berubahnya makna pada katapembentuk idiom adalah syarat dari terbentuknya idiom. kemudian Stromae menggunakan idiomdengan caranya sendiri tanpa menghilangkan makna idiomatiknya sehingga terlihat bahwa idiomdalam bahasa prancis lebih fleksibel.Kata kunci : idiom, makna idiomatik, makna leksikal, makna sebenarnya, perubahan makna.
Peningkatan Mutu dan Relevansi Perguruan Tinggi Melalui Tracer Study Wahyuddin, Wahyuddin
JURNAL COMPETITIVENESS Vol 10, No 2 (2016): COMPETITIVENESS
Publisher : JURNAL COMPETITIVENESS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.571 KB)

Abstract

Sesuai dengan Visi dan Misi Universitas Muhammadiyah Makassar yaitu “Menjadi Perguruan Tinggi Islam Terkemuka, Unggul, Terpercaya dan Mandiri pada Tahun 2024” yang dituangkan dalam Strategi Jangka Panjang Pendidikan Tinggi 2012-2016, maka Universitas Muhammadiyah Makassar berupaya semaksimal mungkin meningkatkan kapasitas dan mutu manajemen agar dapat tercapai prinsip “good university governance” dalam menjalankan praktek-praktek manajemen yang sehat dan bermutu. Sejalan dengan itu, salah satu kegiatan yang wajib dilakukan adalah Tracer study yang dipahami sebagai survei alumni dilaksanakan perguruan tinggi dengan tujuan menggali informasi yang berkaitan dengan perjalanan lulusan. Informasi yang didapat dari tracer study sangat berguna untuk berbagai evaluasi hasil pendidikan tinggi, penyempurnaan dan penjaminan kualitas lembaga pendidikan tinggi dan relevansi pendidikan tinggi, informasi bagi para pemangku kepentingan (stakeholders), dan persyaratan bagi akreditasi pendidikan tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyerapan, proses, dan posisi lulusan dalam dunia kerja, evaluasi hasil pendidikan tinggi dan selanjutnya dapat digunakan untuk penyempurnaan dan penjaminan kualitas mutu lembaga pendidikan tinggi dan penyempurnaan kurikulum Universitas Muhammadiyah Makassar, serta untuk menyediakan informasi mengenai hubungan antara pendidikan tinggi dan dunia kerja profesional, menilai relevansi pendidikan tinggi, informasi bagi para pemangku kepentingan (stakeholders).Metode yang digunakan yaitu penelitian jenis deskriptif eksploratif, yaitu penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi pada saat sekarang, populasi yaitu Lulusan Unismuh Makassar Tahun 2014 sebanyak 3.891 dengan jumlah sampel sebanyak 772 yang diambil secara acak dengan teknik pengambil sampel secara kebetulan, teknik pengumpulan data melalaui kusioner, wawancara, dan pengisian form tracer study secara on line dengan teknik analisis data secara analisis deskriptif. Hasil penelitian bahwa kecenderungan mahasiswa nanti akan mencari pekerjaan pada saat mereka telah selesai dan sudah menerima ijazah, mahasiswa cenderung fokus pada penyelesaian kuliah baru akan mencari pekerjaan; Cara terbaik lulusan untuk mencari pekerjaan yaitu melalaui relasi, melalau media cetak, dan berwirausaha; masa tunggu lulusan sebagian besar kurang dari enam bulan; rata-rata perusahaan/instansi/institusi yang dilamar sebelum memperoleh pekerjaan pertama rata-rata 2,39; keterserapan lulusan dengan jumlah responden yang bekerja sebanyak 83,16% yang bekerja di perusahaan swasta, usaha sendiri, dan instansi pemerintah; Rata-rata pendapatan sebesar Rp. 1.936.445,-. Hubungan antara bidang studi dengan pekerjaan yaitu sebagian besar sangat erat dan erat, namun masih tetap ada cukup erat, kurang erat, dan tidak sama sekali. Tingkat pendidikan yang paling tepat/sesuai untuk pekerjaan yaitu setingkat lebih tinggi, tingkat yang sama, namun masih ada setingkat lebih rendah, dan tidak perlu pendidikan tinggi, pekerjaan sekarang sudah sesuai dengan pendidikan, pekerjaan saat ini lebih menarik, dan masih ada yang bekerja karena lokasinya lebih dekat dari rumah. Kata Kunci : Mutu, Relevansi, Perguruan Tinggi, dan Tracer Study.
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS PERMAINAN TRADISIONAL DALAM RANGKA PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DAN KARAKTER BANGSA Irwanto, Irwanto; Aspilayani, Aspilayani; Wahyuddin, Wahyuddin
JURNAL PENA Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.026 KB)

Abstract

Persoalan budaya dan karakter bangsa merupakan isu yang mengemuka di masyarakat saat ini. Korupsi, tindak anasusila, kekerasan, perkelahian massa, pelanggaran hak asasi manusia, pencurian, pembunuhan, kehidupan ekonomi yang konsumtif serta kehidupan politik yang tidak produktif adalah sebagian kecil dari kasus terkait moralitas bangsa. Pendidikan merupakan salah satu alternatif yang bersifat preventif dalam rangka mengembangkan kualitas generasi muda bangsa sehingga diharapkan dapat mengurangi penyebab berbagai masalah budaya dan karakter bangsa. Prinsip pembelajaran yang digunakan dalam pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa mengusahakan agar peserta didik mengenal dan menerima budaya dan karakter bangsa sebagai milik mereka. Oleh karena itu, seyogyanya media pembelajaran pun dapat disesuaikan dengan jatidiri dan budaya bangsa. Salah satunya melalui permainan tradisional yang terdapat pada setiap daerah.Kata Kunci: Media Pembelajaran, Permainan Tradisional, Pendidikan dan Karakter Bangsa.