Articles
26
Documents
PELAYANAN PASAR HARJODAKSINO DI KAWASAN PERBATASAN KOTA SURAKARTA DAN KABUPATEN SUKOHARJO

Jurnal Pengembangan Kota Vol 1, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan perbatasan merupakan kawasan permeabel yang mudah terpengaruh oleh kewenangan,  kebijakan, dan kepentingan dari dua atau lebih kawasan perbatasan. Dalam hal ini  termasuk  tentang pelayanan sarana publik. Pemanfaatan sarana publik lintas batas dapat terjadi karena berbagai alasan yang melatarbelakanginya. Demikian juga fenomena yang terjadi di Pasar Harjodaksino yang terletak di kawasan perbatasan Kota Surakarta dengan Kabupaten Sukoharjo. Pedagang yang berjualan di Pasar Harjodaksino tidak hanya berasal dari Kota Surakarta saja, tetapi juga dari Kabupaten Sukoharjo, khususnya Kecamatan Grogol. Untuk itu, fenomena tersebut sangat menarik untuk diteliti lebih jauh. Berdasarkan uraian tersebut, dirumuskan pertanyaan penelitian yaitu bagaimana pelayanan Pasar Harjodaksino di kawasan perbatasan kota dan mengapa terjadi pelayanan lintas batas. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan  pelayanan Pasar Harjodaksino yang terletak di kawasan perbatasan tersebut. Untuk mencapai tujuan penelitian, metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan strategi penelitian analisis studi kasus, sedangkan untuk metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan dan wawancara. Selanjutnya informasi tersebut dianalisis dengan menggunakan metode analisis isi (content) dan dilanjutkan dengan analisis tematik. Kesimpulan dari temuan penelitian di atas adalah Pasar Harjodaksino yang dikelola oleh Pemerintah Kota Surakarta merupakan pasar lintas daerah yang melayani Kota Surakarta dan sekitarnya karena didukung oleh sifat pengelolaan yang permisif, sarana prasarana yang memadai, dan akses yang mudah.

ANALISIS KINERJA PENGELOLAAN PASAR TRADISIONAL DI KOTA SALATIGA

Jurnal Pengembangan Kota Vol 2, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kontribusi pendapatan retribusi pasar terhadap penerimaan retribusi daerah Kota Salatiga cenderung menurun dari 26,35% pada tahun 2009 menjadi 17,70% pada tahun 2013. Beberapa bangunan pasar tradisional juga masih belum berfungsi optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja pengelolaan pasar tradisional di Kota Salatiga dan menganalisis faktor penyebabnya, dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengukuran kinerja menggunakan konsep Balanced Scorecard yaitu berdasarkan aspek finansial dan non finansial. Analisis tingkat kepentingan dan kinerja digunakan untuk mengetahui kesenjangan, tingkat kepentingan, kinerja dan kapasitas organisasi pengelola pasar tradisional di Kota Salatiga. Hasil akhir penelitian menunjukkan skor kinerja perspektif pertumbuhan dan pembelajaran sebesar 70,6%, proses internal 60,87%, finansial/keuangan 62,06%, kepuasan pelanggan internal 65,02% dan kepuasan pelanggan eksternal 55,58% diperoleh rata-rata sebesar 62,826% sehingga dapat disimpulkan kinerja pengelolaan pasar tradisional di Kota Salatiga masih kurang baik. Sebanyak 61% pedagang dan 90% pengunjung menyatakan belum nyaman dan belum puas dengan kondisi pasar tradisional. Faktor penyebab masih rendahnya kinerja pengelolaan pasar adalah belum terbentuk budaya kerja yang mampu meningkatkan motivasi pegawai, minimnya ketersediaan dan pemeliharaan sarana prasarana kerja, mekanisme kerja yang belum jelas dan belum dipahami seluruh pegawai, minimya motivasi dari pimpinan kepada pegawai pengelola pasar dan keuangan belum efisien.. 

DAYA TARIK KAWASAN SOSROWIJAYAN, YOGYAKARTA SEBAGAI KAMPUNG WISATA BAGI WISATAWAN MANCANEGARA

Jurnal Pengembangan Kota Vol 5, No 1: Juli 2017
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

As a tourist city, Yogyakarta has several areas that can become an attraction for international tourists, such as the Sosrowijayan. This area is located in a strategic location with a wide range of accommodation for international tourists. The attractiveness of this area particularly for the international tourists is based on its unique characteristics that have not explored in the previous research. Hence, this research aims to determine the level of attraction and the factors that influence the attractiveness of this area based on the perception of international tourists. This research applied quantitative research methods with questioner in the data collection to examine the tourist perception on the variables of destination attractiveness. This research found that these main factors are comfortability, relaxation, accommodation services, and accessibility.