Didik Wahjudi
Faculty of Industrial Tehnology, Petra Christian University

Published : 29 Documents
Articles

Found 29 Documents
Search

Pemilihan Metode Perakitan dan Desain Produk untuk Meningkatkan Kinerja Perakitan di P.T. Indoniles Electric Parts Wahjudi, Didik; San, Gan Shu
Jurnal Teknik Mesin Vol 1, No 1 (1999): APRIL 1999
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research on assembly process of combination switch, which consists of 164 parts in 16 sub assy, covers the selection of assembly method and product design analysis. The method used in this research is a method that is developed by Boothroyd and Dewhurst. The research result shows that the suitable assembly method for this combination switch is manual assembly. To know whether the old design is good or not, the design efficiency of each sub assy is computed. After design efficiency of each sub assy is computed, the total design efficiency of old design is known. Then, redesign is done to get the new design efficiency. Design change on combination switch product results in efficiency improvement, with reduction in operation cost, assembly time, and the number of parts of combination switch Abstract in Bahasa Indonesia : Penelitian proses perakitan combination switch yang terdiri dari 164 komponen dalam 16 sub-rakitan ini meliputi pemilihan metode perakitan dan analisa desain produk. Metode yang dipakai dalam penelitian ini ialah metode yang dikembangkan oleh Boothroyd and Dewhurst. Dari hasil perhitungan didapat metode perakitan yang paling tepat untuk combination switch ini adalah manual assembly. Untuk mengetahui apakah desain yang lama sudah baik atau tidak, maka dicari efisiensi desain lama dari setiap sub-rakitan. Setelah diperoleh efisiensi desain dari masing-masing perakitan, maka dicari efisiensi desain lama total. Kemudian dilakukan desain ulang, dan setelah itu dicari efisiensi desain baru. Perubahan pada desain produk combination switch menimbulkan peningkatan efisiensi desain serta penurunan biaya operasi, waktu perakitan, dan jumlah komponen pada 11 dari 16 sub-rakitan pada combination switch. Kata kunci : desain untuk perakitan, efisiensi desain, metode perakitan
Rekayasa Mutu Produksi Gate Valve di P.T. Barindo Anggun Industri Wahjudi, Didik; Amelia, Amelia
Jurnal Teknik Mesin Vol 1, No 1 (1999): APRIL 1999
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Casting process in P.T. Barindo Anggun Industri produces many rejected products. This condition will be improved by controlling factors, such as pouring temperature, pouring time, and pouring height. The research shows that those three factors give significant effect and minimum number of rejected products is obtained when pouring temperature is set at 1200°C, pouring time at 10 seconds, and pouring height at 10 centimeters. Abstract in Bahasa Indonesia : Proses pengecoran di P.T. Barindo Anggun Industri menghasilkan banyak produk yang cacat. Keadaan ini akan diperbaiki dengan mengendalikan beberapa faktor, yaitu temperatur penuangan, waktu tuang dan ketinggian cawan tuang. Dari penelitian ketiganya memberikan pengaruh signifikan. Jumlah cacat minimum didapatkan bila temperatur tuang 1200°C, waktu tuang 10 detik, dan ketinggian penuangan 10 cm. Kata kunci : desain eksperimen, rekayasa mutu
Simulasi Diskriminasi Struktur Proses Produksi yang Berdata Atribut San, Gan Shu; Wahjudi, Didik
Jurnal Teknik Mesin Vol 1, No 1 (1999): APRIL 1999
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data from a production process usually is correlated and doesnot fit normal distribution. In order to detect the existence of strutural changes in production process, especially attribute data, which is focused on changes that are influenced by the data covariance structure, it is necessary to model the covariance function which identical to the spectral distribution first. Accordingly, data is transformed into its spectral distribution by using Walsh-Fourier Transformation so that data will not be correlated and can be analize statistically. Transformed data will be tested with F-test to see if this method can detect the changes. This simulation will use time series data which is generated with INAR (Integer Valued Auto-Regressive) model. Abstract in Bahasa Indonesia : Data pada suatu proses produksi pada umumnya terkorelasi dan tidak berdistribusi normal. Untuk dapat mendeteksi adanya perubahan struktur pada proses produksi, khususnya data atribut, yang difokuskan pada perubahan struktur yang mempengaruhi struktur kovarian data, perlu dimodelkan terlebih dahulu oleh fungsi kovarian yang identik dengan distribusi spektralnya. Karena itu data ditransformasikan ke dalam distribusi spektralnya dengan menggunakan transformasi Walsh-Fourier sehingga data menjadi tidak terkorelasi dan dapat dianalisa secara statistik. Data yang telah ditransformasikan ini akan diuji dengan menggunakan pengujian statistik F untuk mengetahui apakah metode ini dapat mendeteksi adanya perubahan. Data yang dipakai dalam simulasi ini berupa data time series yang dibangkitkan dengan model INAR (Integer Valued Auto-Regressive). Kata kunci : perubahan struktur, data atribut, struktur kovarians, distribusi spektral, uji statistik.
Aplikasi Rekayasa Mutu untuk Mengurangi Cacat pada Mesin Injection Molding Wahjudi, Didik; Alimin, Roche; Yulianto, Glenn Eko
Jurnal Teknik Mesin Vol 1, No 2 (1999): OCTOBER 1999
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The imperfect combustion process will be a problem in the development effort of diesel engines performance. Nonhomogen air-fuel mixing process is one of the factors which cause the imperfect combustion. By heating up the diesel fuel up to a certain temperature before it goes through the high pressure injection pump will lower its density and viscosity. Therefore, when injected in the combustion chamber, it will formed smaller droplets of fuel spray which result in a more homogenious air-fuel mixture. Also by using higher temperature will make the diesel fuel easier to ignite in order to compensate the limited time which is available in high speed operating conditions. Diesel fuel heating can improve the combustion process to increase the power and decrease the fuel consumption optimally. Abstract in Bahasa Indonesia : Tidak sempurnanya proses pembakaran merupakan masalah yang akan dijumpai dalam usaha peningkatan kinerja motor diesel. Proses pencampuran udara dan bahan bakar yang kurang baik menjadi salah satu faktor penyebab ketidak sempurnaan tersebut. Dengan melakukan pemanasan terhadap solar sampai temperatur tertentu sebelum masuk ke dalam pompa tekanan tinggi akan menyebabkan penurunan density dan viskositas solar, sehingga bila diinjeksikan ke dalam ruang bakar akan membentuk butiran kabut bahan bakar yang lebih halus yang akan menyebabkan proses pencampuran bahan bakar dan udara menjadi lebih homogen. Disamping itu, dengan temperatur yang lebih tinggi akan membuat solar menjadi lebih mudah terbakar sehingga dapat mengimbangi singkatnya waktu yang tersedia untuk pembakaran pada putaran tinggi. Pemanasan solar dapat dipergunakan sebagai salah satu cara untuk menyempurnakan proses pembakaran sehingga dihasilkan peningkatan daya dan penurunan konsumsi bahan bakar yang optimal. Kata kunci : peningkatan daya, penurunan konsumsi bahan bakar, motor diesel, proses pembakaran
Penilaian Desain Produk dengan Assembly Analysis and Line Balancing Spreadsheet dan Ullman 13 Guidelines untuk Meningkatkan Kinerja Perakitan Wahjudi, Didik
Jurnal Teknik Mesin Vol 1, No 2 (1999): OCTOBER 1999
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In an industry that produces product with a quite many components, assembly process usually is the most cost-determining process. Realizing that almost all products are assembled from some components and that the assembly process itself takes time, then products as much as possible are made to be assembled easily. Product design that is not proper will cause a very high numbers of components that, in turn, will reduce the reliability of that product. Finally, it will increase the assembly cost. Thats why product design needs to be evaluated for assembly purpose. The purpose of this research is to evaluate product design by Assembly Analysis and Line Balancing Spreadsheet (AA&LBS) method. Then, the old design is improved to get a new design. The new design is compared the one resulted from Boothroyd Dewhurst (BD) method, where assembly time reduction, efficiency improvement, assembly cost reduction, and Ullmans 13 Guidelines method are used as the criteria. Of the data analysis, assembly time reduction of AA&LBS method is almost 2.7 times, and assembly cost reduction is almost 2.5 times than of BD method. AA&LBS method also resulted in average efficiency improvement that is larger, i.e. 11.08%, while BD method is only 0.08%. According to Ullmans 13 Guidelines method, AA&LBS method has a total score of 1062, while BD method has a score of 1060. Abstract in Bahasa Indonesia : Pada industri yang menghasilkan produk akhir dengan komponen yang cukup banyak, proses perakitan biasanya merupakan proses yang paling menentukan jumlah biaya produksi. Mengingat hampir semua produk dirakit dari beberapa komponen dan proses perakitan itu sendiri menyita waktu, maka sedapat mungkin dibuat produk-produk yang dapat dirakit dengan mudah. Desain produk yang kurang tepat akan menyebabkan jumlah komponen yang terlalu banyak sehingga mengurangi keandalan produk tersebut. Pada akhirnya, hal ini akan meningkatkan biaya proses perakitan. Oleh karena itu perlu dilakukan penilaian terhadap desain produk dengan tujuan memudahkan perakitan. Tujuan penelitian ini adalah menilai desain produk dengan metode Assembly Analysis and Line Balancing Spreadsheet (AA&LBS), kemudian dilakukan perbaikan terhadap desain lama sehingga diperoleh desain baru. Selanjutnya desain baru tersebut dibandingkan dengan desain yang diperoleh metode Boothroyd Dewhurst (BD), dimana alat pembandingnya adalah tabel penurunan waktu perakitan, tabel peningkatan efisiensi, tabel penurunan biaya perakitan dan metode Ullmans 13 Guidelines. Dari analisa data, diperoleh bahwa dengan metode AA&LBS penurunan waktu perakitan hampir 2.7 kali lebih besar, dan penurunan biaya perakitan hampir 2.5 kali lebih besar dari hasil yang diperolch metode BD. Metode AA&LBS juga memberikan rata-rata peningkatan efisiensi yang lebih besar yaitu 11.08 %, sedangkan metode BD hanya 0.08 %. Berdasarkan metode Ullmans 13 Guidelines, metode AA&LBS memiliki total score sebesar 1062, sedangkan metode BD sebesar 1060. Kata kunci: desain untuk perakitan, efisiensi desain
Optimasi Parameter Operasi Mesin Air Slip Forming untuk Meminimalkan Cacat Produk Wahjudi, Didik; Amelia, Amelia
Jurnal Teknik Mesin Vol 1, No 2 (1999): OCTOBER 1999
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air Slip Forming machine is one of the machines that is used to produce luggage. However, so far in the manufacturing process determination of operation parameter air-out time (X1), air-in time (X2) and heating time (X3), also the response variable which is the circumference of the luggage (Y) are done by trial and error. Therefore the circumference of the luggage is not the same as the standard one. Respone surface method and CCD formula will be used to get this mathematical model which describe the relation between luggage circumference and other influential variables. The best condition to produce luggage with circumference that meets the standard are 6.3 sec for air-out time, 2.6 sec for air-in time and 62 sec for heating time. Abstract in Bahasa Indonesia : Mesin Air Slip Forming merupakan salah satu mesin untuk memproduksi koper. Selama ini dalam proses produksinya penentuan parameter operasi waktu air-out (X1), waktu air-in (X2), dan waktu pemanasan (X3) serta variabel respon berupa keliling koper (Y) dilakukan dengan cara trial and error. Karena itu sering didapatkan ukuran keliling koper tidak sesuai standar. Metode respon surface dan rancangan CCD akan digunakan untuk mendapatkan model matematis yang menggambarkan hubungan antara keliling koper dan variabel-variabel yang mempengaruhi. Kondisi proses yang menghasilkan keliling koper yang sesuai standar adalah 6.3 detik untuk waktu air out, 2.6 detik untuk waktu air-in dan 62 detik untuk waktu pemanasan. Kata kunci : permukaan respon, CCD
ANALISA TATA LETAK PABRIK UNTUK MEMINIMALISASI MATERIAL HANDLING PADA PABRIK KOPER San, Gan Shu; Wahjudi, Didik; Sugiarto, Sugiarto
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 1 (2000): APRIL 2000
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A manufacturing factory that produce travel bags focused on export market with increasing demand, need to improve the product quantity to fulfil the production target. Initial survey found out that the factory cannot meet the target. This situation was caused by some factors, as: lack of machines and ineficiency of the factory location order. This paper includes analysis of factory location order using Travel Chart method which is performed manually and using QS software to get more accurate results. The objective is to minimize material handling so that realization of the production target determined can be optimized. By adding 1 (one) machine for hot forming, the production quantity can be increased and the new facility location order showed reduction of sum of momen from 949459 to 775494.8 Abstract in Bahasa Indonesia : Sebuah perusahaan manufaktur yang memproduksi koper dan menitik beratkan pemasaran produknya untuk ekspor dengan skala permintaan yang semakin meningkat, diharuskan dapat meningkatkan jumlah produksinya untuk memenuhi target produksi. Pada pengamatan awal ditemukan bahwa target produksi ternyata belum terpenuhi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain adalah kurangnya jumlah mesin yang digunakan dan bentuk tata letak pabrik yang tidak efisien. Makalah ini memuat analisa tata letak pabrik dengan menggunakan metode travel chart yang dilakukan dengan cara manual dan dengan bantuan software QS untuk mendapatkan hasil perhitungan yang lebih akurat. Tujuan analisa tata letak pabrik ini adalah untuk meminimalisasi material handling sehingga diharapkan dapat mengoptimumkan realisasi target produksi yang telah ditetapkan. Dengan menambahkan 1 (satu) buah mesin untuk hot forming maka produksi dapat ditingkatkan dan perancangan tata letak fasilitas baru memberikan pengurangan total momen dari 949459 menjadi 775494,8. Kata kunci: tata letak pabrik, pesawat pengangkat, metode travel chart, momen perpindahan.
ANALISA PENJADWALAN DAN BIAYA PERAWATAN MESIN PRESS UNTUK PEMBENTUKAN KAMPAS REM Wahjudi, Didik; Amelia, Amelia
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 1 (2000): APRIL 2000
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maintenance scheduling system is very important for a company to reduce total maintenance cost. Maintenace scheduling will be done on hydraulic seal and oil burner pipe that are components of press machine for hot forming process. Scheduling model will consider labor cost, production loss cost, and spare part cost. The aim of this model is to determine the interval of maintenance by optimizing cost. This calculation will reduce total maintenance cost between 35,07 % and 90,73 % of the previous total maintenance cost. Abstract in Bahasa Indonesia : Sistem penjadwalan perawatan mesin sangatlah penting bagi perusahaan untuk menekan biaya yang harus dikeluarkan. Penjadwalan perawatan akan dilakukan pada seal hydrolis yang merupakan komponen dari mesin press dan slang oil burner yang merupakan komponen mesin press untuk proses hot forming. Model perawatan yang digunakan akan memperhitungkan komponen-komponen biaya yang meliputi biaya tenaga kerja, biaya kehilangan produksi dan harga komponen. Model ini bertujuan untuk menentukan interval waktu perawatan dengan mengoptimalkan biaya. Dari hasil perhitungan dapat menekan biaya total berkisar antara 35,07% sampai 90,73% dari biaya total semula. Kata kunci: penjadwalan, perawatan mesin, biaya perawatan
OPTIMASI KINERJA HEAT EXCHANGER TABUNG KOSENTRIS Wahjudi, Didik
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 2 (2000): OCTOBER 2000
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Heat exchanger effectiveness is affected by some factors such as pipe shape, temperature, cold and hot air direction and velocity entering the heat exchanger. Research about heat exchanger has been done but the significance level of the heat exchanger effectiveness resulted is unknown. A designed experiment should be done to optimize the performance of concentric tube heat exchanger with measured significance level. From the analysis of result of previous experiment, factors that seem to affect the effectiveness are velocity of cold air, velocity of hot air, and pipe shape of heat exchanger used (outlet and inlet similar to U, S and L shape). Experimental design that is used here is three-level factorial design. On the arrangement of factors as follows: velocity of cold air = 4 m/s, velocity of hot air = 7 m/s, and pipe of S shape, optimum effectiveness gained at significance level of 95 % is 0,39098. Abstract in Bahasa Indonesia : Efektifitas heat exchanger tabung konsentris bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain bentuk pipa, temperatur, arah aliran dan kecepatan udara masuk baik dingin maupun panas. Penelitian mengenai heat exchanger telah dilakukan sebelumnya namun tingkat signifikasi dari efektifitas heat exchanger yang dihasilkan tidak diketahui. Suatu eksperimen yang terancang perlu dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja dari heat exchanger tabung kosentris dengan tingkat signifikasi yang terukur. Dari analisa terhadap hasil eksperimen terdahulu, tampak bahwa faktor yang berpengaruh adalah kecepatan udara dingin, kecepatan udara panas dan bentuk pipa heat exchanger (outlet dan inlet menyerupai bentuk U, S dan L) yang digunakan. Rancangan eksperimen yang digunakan ialah rancangan faktorial 3 level. Pada pengaturan level faktor sebagai berikut: kecepatan udara dingin = 4 m/det, kecepatan udara panas = 7 m/det dan bentuk tabung yang digunakan ialah pipa berbentuk S, diperoleh efektifitas optimum pada tingkat signifikasi 95 % = 0,39098. Kata kunci: heat exchanger, desain eksperimen, efektifitas
PENELITIAN OPTIMASI TEMPERATUR YANG MEMPENGARUHI KEKERASAN PADA PEMBUATAN GRINDING BALL DENGAN CARA HOT ROLLING Wahjudi, Didik; Amelia, Amelia
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 2 (2000): OCTOBER 2000
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hardness is one of the mechanical properties needed in a grinding ball. The hardness of grinding ball produced up to now is gained by trial and error to those parameters which are presumed influencing the hardness. Research is done to get parameter influence the hardness of grinding ball and optimum level. Three parameters presumed influencing the hardness are temperature of raw material (Tm), the initial temperature of quenching (Tq), and the final temperature of quenching (Tt). Design of experiment is used to analysis which parameter influence the hardness. A 23 factorial design is chosen, each parameter has two level. According to experiment and data analysis, the influencing parameter are Tq, Tt and interaction between Tq and Tt. The optimum value of Tq and Tt are 905 ± 10°C and 133 ± 3°C, value of Tm is 1110 ± 10°C. Abstract in Bahasa Indonesia : Kekerasan merupakan salah satu sifat yang dibutuhkan oleh grinding ball. Untuk mendapatkan sifat tersebut hingga saat ini masih dilakukan dengan cara trial and error sehingga sangatlah tidak efektif. Maka dari itu dilakukan suatu penelitian untuk mengetahui parameter-parameter yang mempengaruhi kekerasan grinding ball dan level yang optimal. Ada tiga parameter yang diduga mempengaruhi kekerasan grinding ball, yaitu temperatur raw material (Tm), temperatur awal proses quenching (Tq) dan temperatur akhir proses quenching (Tt). Untuk menganalisa parameter-parameter yang berpengaruh digunakan desain eksperimen. Desain eksperimen yang digunakan adalah rancangan faktorial 23, masing-masing terdiri atas 2 level. Dari percobaan dan analisa data, tampak bahwa parameter yang berpengaruh adalah Tq, Tt serta interaksi antara Tq dan Tt. Nilai Tq dan Tt yang optimum adalah 905 ± 10°C dan 133 ± 3°C, sedang nilai Tm yang dianjurkan 1110 ± 10°C. Kata kunci: Desain eksperimen, grinding ball, temperatur quenching