Articles

Risk factors of developmental delay: a community-based study Sitaresmi, Mei Neni; Ismail, Djauhar; Wahab, Abdul
Paediatrica Indonesiana Vol 48 No 3 (2008): May 2008
Publisher : Indonesian Pediatric Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.314 KB) | DOI: 10.14238/pi48.3.2008.161-5

Abstract

Background Developmental delay is a common problem inchildren. Early detection of this disorders is mandatory in orderto provide early interventions. Identification of the risk factors isimportant for strategic intervention.Objective To identify risk factors of developmental delay inchildren under five years old.Metlwds A community-based study of developmental screeningwas conducted, in Bambanglipuro, Bantul district, Province ofYogyakarta, between September and October 2007. Developmentalscreening was performed using a Kuesioner Pra Skrining Perkembangan(KPSP).Results Out of 632 children aged 3 to 60 months, 407 (64%) hadnormal development, 81 (28%) doubtful and 43 (8%) suspecteddevelopmental delay. A number of factors identified as the riskof suspected developmental delay were undernourished (OR 2.3,95%CI 1.1 ; 4.8) , low birth weight (OR 2.6, 95%CI 1.1 ; 6.1), loweducational level of mother (O R 2.5, 95%CI 1.3; 4.9) , workingmother (O R 1.8, 95%CI 1; 3.5), and poor socio-economic status(SES) families (OR 2.7, 95%CI 1.3; 5.4). Multivariate logisticregression analysis showed that poor SES was the strongest riskfactor of suspected developmental delay (adjusted OR 2.8, 95%CI1.4;5.7) .Conclusions Poverty, low maternal educational level andintrauterine malnutrition during as well as malnutrition duringinfant period are risk factors of developmental delay. Integratedstrategies should be conducted to solve the problems to preventmore children suferred from developmental delay.
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Objek Akad Jual Beli Online Dengan Sistem Dropshipping Di Toko Online Princess Shop Lestari, Widji; Wahab, Abdul
MAQASID Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.312 KB)

Abstract

Pada zaman Rasulullah saw, jual beli merupakan kegiatan bermuamalah yang paling baik dan disukai oleh Nabi dan sahabat, sebagaiman hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad ketika bertanya kepada Nabi tentang usaha apa yang paling baik, maka nabi bersabda: “Usaha seseorang yang dihasilkan oleh tangannya sendiri dan jual beli yang mabrur”. Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, khususnya di bidang komunikasi, maka muncullah istilah jual beli via media online, salah satunya yang memanfaatkan aplikasi BBM (Blackberry Masager). Dari jual beli online ini maka muncul pula istilah dropshipping, yang merupakan salah satu model atau sistem dalam jual beli online. Kemudahan dan keuntungan bertransaksi menggunakan sistem ini dipraktikkan pula oleh toko online Princess Shop. Skripsi ini merupakan hasil penelitian lapangan terhadap salah satu toko online, yang berjudul “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Objek akad Jual Beli Online dengan Sistem Dropshipping di Toko Online Princess Shop”. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan sebagai berikut: Bagaimana mekanisme transaksi jual beli dengan sistem dropshipping di Toko Online Princess Shop ? dan bagaimana syari‟at islam memandang terhadap objek akad jual beli di toko online Princess Shop dengan sistem dropshipping ? Data dalam penelitian ini diambil dari analisis di lapangan langsung melalui observasi, interview terhadap narasumber, serta dokumentasi, dan selanjutnya dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah bahwa sistem dropshipping yang diterapakan dalam jual beli online di toko Princess Shop telah selaras dengan metode dropshipping pada umumnya. Sedangkan menurut hukum islam tentang objek akad dalam jual beli di Princess Shop, yakni tidak terpenuhinya syarat dari rukun objek aqd, sebab terdapat perbedaan antara kondisi barang contoh dengan kondisi barang real yang akan diterima konsumen nantinya. Sehingga hukum jual beli tersebut menjadi tidak sah. Kata Kunci : Hukum islam, Jual beli, Dropshipping, Objek akad
Perbandingan Efektivitas Premedikasi MgSO4 40 mg/Kgbb dengan Klonidin 1 mcg/Kgbb Intravena sebagai Ajuvan untuk Teknik Hipotensi Kendali pada Bedah Sinus Endoskopik Fungsional Purwaningrum, Kausarina; Wahab, Abdul; Seweng, Arifin
Jurnal Anestesiologi Indonesia Vol 6, No 1 (2014): Jurnal Anestesiologi Indonesia
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan terapi Intensif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

ABSTRACTBackground: Controlled hypotensive anaesthesia technique in functional endoscopic sinus surgery may reduce bleeding during surgery. It makes the field of view clearer and complication can be avoided.Objective: Compare effectiveness premedication MgSO4 40 mg/kgBW with clonidine 1 mcg/kgBW intravenously as an adjuvant to controlled hypotensive anaesthesia technique in functional endoscopic sinus surgery with general anaesthesia.Methods: This is an experimental research using single blind random sampling technique. Total sample 48 people underwent functional endoscopic sinus surgery. Samples were divided into two groups, first group given premedication MgSO4 40 mg/kgBW (n=24) and second group given clonidine 1 mcg/kgBW (n=24). During controlled hypotensive anaesthesia period, otolaryngologist gave a numeric assessment to the  field of operation using Fromme and Boezzart scale every 15 minutes. Data non parametric tested by Mann-Whitney test.Result: The view of operating field in functional endoscopic sinus surgery on both groups showed no significant difference (p>0,05).Conclusion: Premedication MgSO4 40 mg/kgBW intravenously equally effective compared to clonidine 1 mcg/kgBW as an adjuvant for controlled hypotensive anaesthesia technique and gave the operating field clearer view in functional endoscopic sinus surgery.Keywords : effectiveness, MgSO4, Clonidine, adjuvant, controlled hypotensive anaesthesia technique, functional endoscopic sinus surgeryABSTRAKLatar belakang: Teknik hipotensi kendali akan mengurangi perdarahan sehingga lapang pandang operasi lebih jelas dan kemungkinan komplikasi dapat dihindari.Tujuan: Membandingkan efektivitas premedikasi MgSO4 40 mg/kgBB dengan Klonidin 1 mcg/kgBB intravena sebagai ajuvan teknik hipotensi kendali pada bedah sinus endoskopik fungsional pada anestesi umum.Metode: Penelitian eksperimental secara acak tersamar tunggal. Total sampel 48 orang yang menjalani bedah sinus endoskopik fungsional. Sampel dibagi dalam dua kelompok perlakuan, kelompok pertama diberikan premedikasi MgSO4 40 mg/kgBB (n=24) dan kelompok kedua diberikan Klonidin 1 mcg/kgBB (n=24).  Selama periode hipotensi kendali, setiap 15 menit ahli THT memberikan penilaian numerik dari kondisi lapangan operasi menggunakan skala Fromme dan Boezzart. Data non parametrik diuji dengan uji Mann-Whitney.Hasil: Tampilan lapangan pandang operasi pada bedah sinus endoskopik fungsional pada kedua kelompok tidak berbeda bermakna (p>0,05)Simpulan: Premedikasi MgSO4 40 mg/kgBB intravena sama efektif dengan Klonidin 1 mcg/kgBB sebagai ajuvan dalam teknik hipotensi kendali dan memberikan tampilan lapangan operasi yang bersih pada bedah sinus endoskopik fungsional. Kata kunci : Efektivitas, MgSO4, klonidin, ajuvan, hipotensi kendali, bedah sinus endoskopik fungsional
PENGARUH STRUKTUR MODAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN KINERJA PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING Wahab, Abdul
Students Journal of Economic and Management Vol 1, No 1 (2012): VOL. 1 NO. 1 EDISI PERTAMA 2012
Publisher : Students Journal of Economic and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The companys main objective is to enhance shareholder value through increased prosperity or shareholders. Prosperity shareholders will increase if the share price held up well. In this case, financial management plays an important role in order to maximize shareholder wealth. This study aims to, analyze the influence of the companys performance as intervening variables that mediate the effect of capital structure on firm value in the LQ-45 group companies in Indonesia Stock Exchange. The sample is a company listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) the LQ-45 from 2008 through 2010, in accordance with the criteria established and acquired as many as 19 companies. This study uses path analysis (path analysis) to determine the effect of the performance of the company as an intervening variable that mediates the effect of capital structure on firm value. The results show a negative effect of capital structure and significant impact on firm performance and corporate value. Performance of the company is not able to mediate the effects of capital structure on firm value. Keywords: capital structure, firm performance, firm value
PENGARUH STRUKTUR MODAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN KINERJA PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING Wahab, Abdul
Students Journal of Accounting and Banking Vol 1, No 1 (2012): Vol. 1 No. 1 Edisi Pertama 2012
Publisher : Students Journal of Accounting and Banking

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The companys main objective is to enhance shareholder value through increased prosperity or shareholders. Prosperity shareholders will increase if the share price held up well. In this case, financial management plays an important role in order to maximize shareholder wealth. This study aims to, analyze the influence of the companys performance as intervening variables that mediate the effect of capital structure on firm value in the LQ-45 group companies in Indonesia Stock Exchange. The sample is a company listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) the LQ-45 from 2008 through 2010, in accordance with the criteria established and acquired as many as 19 companies. This study uses path analysis (path analysis) to determine the effect of the performance of the company as an intervening variable that mediates the effect of capital structure on firm value. The results show a negative effect of capital structure and significant impact on firm performance and corporate value. Performance of the company is not able to mediate the effects of capital structure on firm value.   Keywords: capital structure, firm performance, firm value
Isolasi dan Uji Kemampuan Rizobakteri Indigenous sebagai Agensia Pengendali Hayati Penyakit pada Tanaman Cabai K, Sutariati GA; Wahab, Abdul
Jurnal Hortikultura Vol 20, No 1 (2010): Maret 2010
Publisher : Indonesian Center for Horticultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Sejumlah cendawan patogen merupakan penyebab berbagai penyakit pada tanaman cabai (Capsicum annuum L.). Oleh karena fungisida sintetik berpengaruh negatif terhadap lingkungan, akhir-akhir ini penggunaan mikroorganisme antagonis sebagai agensia alternatif pengendali berbagai jenis patogen tanaman semakin banyak diteliti dan dikembangkan. Jenis mikroorganisme tersebut ialah bakteri rizosfir nonpatogenik yang mengolonisasi perakaran tanaman, dikenal sebagai plant growth promoting rhizobacteria. Berbagai jenis rizobakteri telah banyak digunakan untuk mengendalikan penyakit, di samping untuk memacu pertumbuhan tanaman. Tujuan penelitian ialah mengisolasi rizobakteri indigenous Sulawesi Tenggara dari perakaran tanaman cabai yang dieksplorasi dari Kabupaten Konawe, Konawe Selatan, Kendari, Muna, dan Buton serta menguji kemampuan isolat tersebut untuk menghambat pertumbuhan koloni cendawan patogen (Colletotrichum capsici dan Fusarium oxysporum) di laboratorium. Dari hasil penelitian diperoleh 20 isolat rizobakteri indigenous potensial (masing-masing 14 isolat P. fluorescens, dua isolat Serratia spp., dan empat isolat Bacillus spp.). Ke-20 isolat tersebut memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan koloni patogen target (C. capsici dan F. oxysporum) dan berpotensi dikembangkan sebagai agensia hayati pada tanaman cabai. ABSTRACT. Sutariati, G.A.K and A. Wahab. 2010. Isolation and Efficacy Trial of Indigenous Rhizobacteria as Biocontrol Agents of Fungal Diseases of Hot Pepper. A number of fungal pathogens have caused various diseases in hot pepper (Capsicum annuum L.). Since the utilization of chemical fungicides has negative impact to the environment, application of naturally available antagonistic microorganisms has been developed to control fungal pathogens. Rhizobacteria have been used for disease control and plant growth enhancement. The objectives of this experiment were to isolate local rhizobacteria from surrounding hot pepper roots, explored from Southeast Sulawesi especially from Konawe, South Konawe, Kendari, Muna, and Buton Regencies, and to characterize the effectiveness of the isolates to inhibit colony growth of hot pepper fungal pathogens, namely Colletotrichum capsici and Fusarium oxysporum. In this experiment, 20 potential isolates of indigenous rhizobacteria were found, i.e 14 isolates of P. fluorescens, two isolates of  Serratia spp., and four isolates of Bacillus spp.. All of the 20 isolates were able to inhibit colony growth of fungal pathogens and potential to be used as biocontrol agents of fungal diseases of hot pepper.
Aplikasi biokaolin untuk perlindungan buah kakao dari serangan PBK, Helopeltis spp. dan Phytophthora palmivora Application of biokaolin in protecting cocoa pod from cocoa pod borer, Helopeltis spp. and Phytophthora palmivora infestation KRESNAWATY, Irma; BUDIANI, Asmini; WAHAB, Abdul; DARMONO, T W
E-Journal Menara Perkebunan Vol 78, No 1: Juni 2010
Publisher : INDONESIAN RESEARCH INSTITUTE FOR BIOTECHNOLOGY AND BIOINDUSTRY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1384.025 KB) | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v78i1.77

Abstract

AbstractMain constraints of cacao cultivation are infestations of cocoa pod borer (Conopomorpha cramerella (Snellen), Helopeltis spp., and cocoa pod rot disease (palmivora). So far there is no technology that could efficiently controlthese important pests. This research was aimed to develop environmentally friendly new technology to protect pod surfaces of cacao. The experiment was performed in heavily infested cacao plantation in Konawe, South-East Sulawesi.The use of kaolin particle film enriched with entomopathogenic microbe was contrasted againts the use of currently recommended plastic sleeve. Cacao pods were sprayed at one week and two week intervals. The observed parameters were the number of pods infested with cocoa pod borer, pod rot and Helopeltis spp. at 4th - 14th weeks after first spray. From the observation, weekly biokaolin application showed the highest amount pods free from cocoa pod borer (33.97 %), followed by biweekly application (27.96 %), and plastic sleeving (19 %). Ten weeks after first spray, cocoa pod borer incidence was significantly reduced especially in weekly application. The percentage of pods free from pod rot were 81.92 %, 62.96 %, and 72.20 % for weekly spray, biweekly spray, and plastic sleeving, respectively. Pods being kept for 12 weeks in plastic sleeve endured the highest intensity of pod rot incidence. Biweekly biokaolin treatment was better in handling Helopeltis spp. attack. Besides reducing infestation of the main pests and diseases, biokaolin application also reduced the incidence of cherelle wilt to almost 40%. Those results gave the great expectation that biokaolin usage would significantly increase cacao yield, resulting in the increase of cacao farmer income. AbstrakKendala utama dalam upaya budidaya kakao adalah adanya serangan hama penggerek buah kakao (PBK), Conopomorpha cramerella (Snellen) dan hama kepik Helopeltis spp., serta serangan patogen penyebab busuk buah (Phythophtora palmivora). Sampai saat ini belum tersedia teknologi yang secara efisien mengendalikan ketiga-tiganya sekaligus. Peneltian ini bertujuan untuk mengembangkan teknologi yang ramah lingkungan untuk melindungi permukaan buah kakao. Percobaan dilakukan pada perkebunan kakao dengan tingkat serangan yang berat di Konawe, Sulawesi Tenggara. Dalam penelitian ini, penggunaan lapisan partikel kaolin yang diperkaya dengan mikroba entomopatogenik dibandingkan efektifitasnya dengan penyarungan menggunakan kantung plastik yang direkomendasikan selama ini. Buah kakao disemprot setiap interval satu minggu dan dua minggu sekali. Parameter yang diamati adalah jumlah buah terserang PBK, jumlah serangan busuk buah dan jumlah serangan Helopeltis spp. pada minggu keempat sampai dengan minggu ke-14 setelah penyemprotan pertama. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa persentase tertinggi (33,97 %) buah kakao yang terbebas dari serangan PBK diperoleh pada plot dengan penyemprotan biokaolin setiap minggu, diikuti dengan penyemprotan setiap dua minggu (27,96 %), dan penyelubungan dengan kantung plastik (19,00 %). Pada minggu ke- 10 setelah penyemprotan pertama terjadi penurunan intensitas serangan PBK secara signifikan khususnya pada perlakuan setiap minggu. Persentase buah kakao yang terbebas dari penyakit busuk buah 81,92 %, 62,96 %, dan 72,20 %, secara berturutan untuk perlakuan penyemprotan setiap satu minggu,setiap dua minggu, dan penyarungan plastik. Pada minggu ke-12 buah kakao yang diberi perlakuan penyarungan mengalami peningkatan serangan busuk buah paling tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Perlakuan penyemprotan setiap dua minggu memberikan perlindungan terbaik dari serangan Helopeltis spp. Hasil ini memberikan harapan besar bahwa aplikasi biokaolin sangat berpotensi meningkatan hasil panen petani kakao sehingga akan meningkatkan pendapatan petani.
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika melalui Pendekatan Problem Posing pada Siswa Kelas X SMA Negeri I Pamboang Majene Wahab, Abdul
Paedagogik Volume 1, Nomor 1 Tahun 2013
Publisher : Paedagogik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan di SMA Negefi, 1 Pamboang, yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 1 Pamboang tahun pelajaran 2009/2010 sebanyak 33 orang. Pelaksanaan tindakan ini terdiri dari dua siklus, dimana siklus I dan II masing-masing berlangsung sebanyak 4 kali pertemuan. Setiap siklus dilaksanakan tindakan yang terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pengambilan data digunakan dengan menggunakan tes hasil belajar dan observasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Meningkatnya hasil belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 1 Pamboang melalui pendekatan Problem posing, ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa. Pada siklus I Jumlah siswa yang tuntas belajar 29 orang (87,88 %) dengan skor rata-rata 68,76 dan pada siklus II jumlah siswa yang tuntas belajar 33 orang (100 %) dengan skor rata-rata 84. Pada siklus II terjadi ketuntasan belajar secara klasikal vakni 85 % dari jumlah siswa yang mencapai skor minimal 60 % dari skor ideal. Sedangkan secara kualitatif selama proses belajar mengajar berlangsung terjadi perubahan sikap yang dilihat dari motivasi belajar siswa terhadap matematika. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tedadi peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri I Pamboang setelah digunakan pendekatan problem posing. Kata kunci: Hasil belajar Matematika, Pendekatan Problem Posing.  
Islamic Values of Social Relation in Besaprah Tradition of Sambas Society: The Case of Post-Conflict Malay-Madura in 1999-2017 Wahab, Abdul
Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Vol 25, No 2 (2017)
Publisher : LP2M - Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.245 KB) | DOI: 10.21580/ws.25.2.1339

Abstract

This paper discusses the effects of inter-ethnic conflict in 1999 on the social life in Sambas. Therefore, any effort dealing with post-conflict situation is needed, through the concept of Islamic character education to modify the Besaprah local wisdom in Malay-Sambas society. This study used a qualitative method with an ethnographic approach which tries to interpret the phenomena in Sambas society since the post-conflict of Malay-Madura in 1999. The research findings show that the inter-ethnic conflict in Sambas, West Kalimantan, occurring in 1999 led to some problems, i.e. moral and social problem, as well as the crisis of local wisdom values. Accordingly, empowering local wisdom values in Besaprah tradition has a contribution to Islamic education concept as it gives an alternative solution to cope with negative effects of the inter-ethnic conflict.Artikel ini membahas dampak konflik antar etnis pada tahun 1999 terhadap kehidupan sosial di Sambas. Karena itu, setiap upaya untuk menghadapi situasi pasca konflik sangat dibutuhkan, yaitu melalui konsep pendidikan karakter Islami sebagai modifikasi kearifan lokal Besaprah dalam masyarakat Melayu-Sambas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi yang menafsirkan fenomena masyarakat Sambas pasca konflik Melayu-Madura pada tahun 1999. Temuan penelitian menunjukkan bahwa konflik antar etnis di Sambas, Kalimantan Barat, yang terjadi pada tahun 1999 menyebabkan beberapa masalah, yaitu masalah moral dan sosial, serta krisis nilai-nilai kearifan lokal. Dengan demikian, memberdayakan nilai-nilai kearifan lokal dalam tradisi Besaprah memiliki kontribusi terhadap konsep pendidikan Islam sebagai solusi alternatif untuk mengatasi dampak negatif dari konflik antaretnis.
Komparasi Efisiensi Teknis Bank Umum Konvensional (BUK) dan Bank Umum Syariah (BUS) di Indonesia Dengan Metode Data Envelopment Analysis (DEA) Wahab, Abdul; Hosen, Muhammad Nadratuzzaman; Muhari, Syafaat
Al-Iqtishad: Journal of Islamic Economics Vol 6, No 2: July 2014
Publisher : Faculty of Shariah and Law

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.613 KB) | DOI: 10.15408/aiq.v6i2.1229

Abstract

The Comparation of Technical Efficiency Between Conventional Banks and Islamic Banks in Indonesia Using DEA MethodThis research is to compare the levels of technical efficiency between BUK and BUS by employing non-parametric Data Envelopment Analysis (DEA). This research assigns Third Party Funds, Labor Expenses and Fixed Assets which are input variable, meanwhile Total Credit and Other Incomes are determined as Output Variables. This research also examines the Profitability of BUK and BUS by Using Panel Regression Model with CAR, LDR, NPL and BOPO as independent variables, where ROA and ROE are dependent variables. The result showed that the average technical efficiency of the Conventional Banks is better than that of the Islamic Banks. That is because of the inefficient utilization of Input Variables, namely Third Party Funds, Labor Expenses and Fixed Assets in the Islamic Banks  DOI:10.15408/aiq.v6i2.1229