Wagiyo Wagiyo
Nursing Department, Polytechnic Health Ministry of Semarang

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

PRELIMINARY STUDY OF MICROSTRUCTURE DEPENDENCE OF MAGNETORESISTANCE BEHAVIOR ON Sm.-xLaxMo2Ge2 COMPOUND WITH X=O,l-o,3 Purwanto, Setyo; Wagiyo, Wagiyo; Danil, M.; A.A, Wisnu; R. Muslich, Rifai; Yamaguchi, Yasuo; Yamauchi, H.
Jurnal MIKROSKOPI dan MIKROANALISIS Vol 3, No 1 (2000): Buletin Microskopi & Mikroanalisis
Publisher : PTBIN-BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1462.036 KB)

Abstract

AbstractPRELIMINARY STUDY OF MICROSTRUCTURE DEPENDENCE OF MAGNETORESISTANCE BEHAVIORON SmI. ´ La , Mn 2G e 2 COMPOUND WITH x=O.l--O.3. We present the microstructure dependence of magnetoresistancebehavior in Sml.,La,Mn2Ge2 compound with x=0.1~0.3. We found that in bulk samples after milling and cold pressingP=10 tonlcm2 the magnetoresistance properties have improved from 0.6% to almost 7% with the adding of La concentration10%,20% and 30%. The bulk samples were prepared by tri arc melting, melted 4-5 times with the Ti addition for oxygen getter.After that, the samples were annealed for 96 hours at 900 °C at the vaccum furnace to make a good homogeneity. X -ray diffractionmeasurement was done using Cu target then the data was refined by Rietan software. Scanning electron micrograph data a pelletsamp.lesw ere taken by SEM 515 from Phillips company with two thousands magnification and operation power 20keV. Fromthe micrograph results, it was shown that the granular diameter increases with the Lanthanum content. In this preliminary studywe can conclude the magnetoresistance behavior is related to the density of samples and also to the fraction of primary phase ofSm La Mn Ge Analysis on this magnetoresistance behavior with magnetic granular solid model can help understanding this I- x x 2 2phenomenon.ABSTRAKSTurn PENDAHULUAN HUBUNGAN ANTARA MIKROSTRUKTUR DENGAN SIFAT MAGNETO RESISTANSIPADA Sml-lLa.Mn"Ge] UNTUKx = O,1-{},3. Pada makalah ini disampaikan basil penelitian awal tentang ketergantungansifat magnetoresistance bahan terhadap strukturmikro pada paduan in Sm1-.La.Mn2Ge2d engan x = 0,1-{),3. Hasil pengukuranpada cuplikan pelet pada tekanan P=10 ton/cm2 memperlihatkan kenaikan sifat magnetoresistance bahandari 0,6 % menjadi 7 %dengan penggantian unsur Sm oleh unsur La pada konsentrasi 10 %, 20 % clan 30 %. Pembuatan cuplikan dilakukan denganmetoda tri arc melting, yang dilakukan sebanyak 4 sampai 5 dengan Ii yang dilebur ter~ebih dahulu sebagai penyerap oksigen.Setelah itu cuplikan dianil selam 96 jam pada suhu 900 °C dalamfumace vakum. Kemudian dilakukan pengukuran difraksi sinar-X clan hasilnya dihaluskan dengan software RIEIAN. Studi strukturmikro dilakukan dengan memakai alat SEM 515 buatanPHll..IPS pada perbesaran 2000 kali clan tegangan 20 keV. Hasil pengamatan tadi memperlihatkan bahwa terjadi perbesarandiameter granular sesuai dengan penambahan kadar unsur La. Pada awal studi ini dapat disimpulkan bahwa sifatmagnetoresistancebahan tergantung pada kerapatan bahan, ukuran granular clan fraksi rasa utama Sml-xLaxM~Ge, Analisis sifat magnetoresistancedengan model magnetic granular solid dapat menjelaskan fenomena proses hamburan yang terkait dengan sifat resistansibahan.
DEVELOPMENT OF THIN FILM OF LiCoO2 FOR MICRO BATTERY ELECTRODE BY USING DC SPUTTERING TECHNIQUE Panjaitan, Elman; Kartini, Evvy; Wagiyo, Wagiyo; Nugraha, Tutun; Ihsan, Mohammad
Jurnal Sains Materi Indonesia 2010: Desember 2010 - Edisi Khusus
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.834 KB)

Abstract

In this study, the development of thin film for electrode utilizing the crystalline LiCoO2 by using DC sputtering technique has been done. The goal was to understand the characteristics of LiCoO2 as a candidate material to be used as cathode for a thin film lithium based micro battery. During the sputtering process, a pelletized LiCoO2 that contained approximately 5 %w/w Poly Vinyledene Fluoride (PVDF) binder was used. The LiCoO2 was deposited on silicone as target substrate. The sputtering result was characterized first by an optical microscope, followed by more detail analysis by using Scanning Electron Microscope coupled with EDS (SEM/EDS), X-Ray Diffraction (XRD) and Atomic Force Microscope (AFM) techniques. The results showed that the thin film of LiCoO2 was deposited on the silicon substrate at 4 µm thickness when the sputtering was carried out at 0.225 Torr pressure, 20 mA current for 6 hours. Based on the AFM studies, however, the thin film was not deposited evenly on the surface. The contour of the surface still contained substantial presence of hills and valleys. Improvement on this matter is still required to optimize the outcome.Keywords: Sputtering, Thin film, Micro battery, Lithium battery, LiCoO2.
Kala II At long Labor Presentation Breech Babies Apgar And Value First Minute Wagiyo, Wagiyo; Parwati, Desak; Lestari, Kurniati Puji
Jurnal Riset Kesehatan Vol 1, No 2 (2012): Mei 2012
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2476.258 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the relationship long second stage of labor in breech presentation of the baby-minute Apgar I. This type of research is the analytic study with a retrospective approach, the study population in this study were all mothers who gave birth by vaginal delivery breech presentation. The sample size was 160 people. The results obtained have strong relationships and patterns between the old perfect negative second stage of labor in breech presentation with a first-minute Apgar value with the value r = -0.704, meaning that the longer second stage of labor with breech presentation the lower the value of the first minute Apgar babies and value determination coefficient of 0.770. which means, the first minute Apgar babies or equation that was obtained either to explain the variable value of the first minute Apgar babies born by vaginal breech presentation.
ANALISIS STRUKTURMIKRO, POROSITAS DAN KEKERASAN DARI PADUAN AlSi HASIL COR PERAH S., Sulistioso G.; Dani, M.; Wagiyo, Wagiyo; P., Elman; Sunardi, Sunardi; Firdaus, Firdaus
Jurnal Sains Materi Indonesia VOL 4, NO 1: OKTOBER 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Material - National Nuclear Energy Agency of

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.465 KB)

Abstract

ANALISIS STRUKTURMIKRO, POROSITAS DAN KEKERASAN DARI PADUAN AlSi HASIL COR PERAH. Telah dilakukan penelitian dan analisis sifat fisis dan mekanik dari paduanAlSi yang dibuat dengan metoda cor perah. Kegagalan dari produk yang sekarang digunakan yang dibuat dengan cetakan pasir, adalah keausan (wear) yang terjadi di bagian lubang tempat penyangga poros baling-baling, di ujung dari flens. Untuk mendapatkan karakteristik yang sesuai dengan bentuk aslinya, maka dibuat spesimen yang bentuknya menyerupai ujung dari flens tersebut dengan cara cor perah. Spesimen dibuat dengan parameter sebagai berikut suhu die 450oC, 500oC, 550oC, dengan tekanan 70 MPa, 100 MPa dan 130 MPa untuk masing-masing suhu die. Karakterisasi yang dilakukan meliputi uji komposisi, uji keras , analisis strukturmikro dan densitas. Kekerasan sampel uji yang merupakan produk cetakan pasir (CP) = 76,51 Kg/mm2, dan kekerasan spesimen produk cor cara perah (SQ) = 88,270. Porositas CP = 6,53 %, porositas SQ = 0,79%. Dari hasil foto strukturmikro didapat bahwa sampel produk cor perah mempunyai denrit yang lebih halus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah cara cor perah dapat menaikkan kekerasan, menurunkan porositas, dan memperbaiki strukturmikro.
PENGARUH EFEK SINTER PADA SIFAT MAGNETORESISTANCE BAHAN PADUAN (Sm,La)Mn2Ge2 Purwanto, Setyo; Wagiyo, Wagiyo; Surya P.P, Teguh Yulis; Adi, Wisnu Ari; Yamaguchi, Y.
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 2, No 1: OKTOBER 2000
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.017 KB)

Abstract

PENGARUH EFEK SINTER PADA SIFAT MAGNETORESISTANCE BAHAN PADUAN (Sm,La)Mn2Ge2. Makalah ini memaparkan hasil penelitian pada bahan (Sm,La)Mn2Ge2 yang memiliki sifat magnetoresistance pada suhu ruang. Bahan yang menjadi objek pengamatan memiliki komposisi unsur La 10,20 dan 30% berat yang dibuat dalam bentuk pelet dari cuplikan ingot yang sudah mengalami proses sinter selama 1,8 dan 16 jam pada suhu 900oC. Dari hasil pengukuran sifat magnetoresistance dengan metoda four point probe dengan medan magnet sampai sekitar 1 Tesla, diketahui terjadi peningkatan sifat magnetoresistance yang amat berarti pada cuplikan dengan komposisi La 30% yang telah dianil selama 8 jam, dari hanya sekitar 7% menjadi lebih dari 66%. Pengamatan secara sistematis terhadap struktur mikro bahan memperlihatkan bahwa peningkatan sifat tersebut berkaitan dengan pertumbuhan/growth dari populasi pola seperti domain magnetik yang ditandai dengan citra pola abu-abu putih pada hasil foto mikroskop elektron.