This Author published in this journals
All Journal METANA
Deddy Kurniawan W
DIII Teknik Kimia Undip Jl. Prof Sudarto Tembalang

Published : 1 Documents
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH LAMA PENYULINGAN TERHADAP RENDEMEN MINYAK JERUK PURUT MENGGUNAKAN DISTILASI VAKUM

METANA Vol 7, No 01 (2011): Volume 7, No. 01 Juli 2011
Publisher : METANA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.062 KB)

Abstract

ABSTRAK Negara kita termasuk negara penghasil minyak jeruk purut dan minyak ini juga merupakan komoditi yang menghasilkan devisa negara. Oleh karena itu pada tahun-tahun terakhir ini, minyak jeruk purut mendapat perhatian yang cukup besar dari pemerintah Indonesia.  namun ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan pasar masih mengalami hambatan. Oleh sebab itu budidaya tanaman secara intensif diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut, baik secara kuantitas maupun kualitas. Untuk itu, digunakan destilasi vakum dalam meningkatkan kualitas minyak sereh wangi. Keunggulan dari destilasi vakum tidak mengakibatkan dekomposisi komponen minyak atsiri sehingga mutu rendemen yang dihasilkan akan lebih baik. Pada penelitian ini dilakukan proses penyulingan yang menggunakan bahan baku daun jeruk purut dan pelarut aquadest. Proses distilasi menggunakan jenis distilasi vakum dengan variabel yang berpengaruh adalah waktu (2, 3 dan 4 jam). Dari hasil penelitian didapatkan hasil yang maksimal pada penyulingan 3 jam dengan variabel bahan baku dan pelarut 1:4. Analisa produk dari minyak jeruk yang didapatkan adalah sebagai berikut pH 5, densitas 0,86 gr/ml, viscositas 0,31 Cp, indeks bias 1,46, volume minyak jeruk 11 ml, angka asam 2,805 mg-KOH/gr dan angka penyabunan 61,71 mg-KOH/gr. Dari penelitian dapat disimpulkan lama waktu penyulingan akan berpengaruh terhadap jumlah minyak jeruk purut yang dihasilkan dan dapat berpengaruh juga pada komposisi dari minyak jeruk purut. Kata kunci : minyak jeruk purut, distilasi vakum dan pelarut aquadest.   ABSTRACT Our country including kaffir lime oil producing countries and oil is also a commodity that generates foreign exchange. Therefore, in recent years, the kaffir lime oil received considerable attention from the government of Indonesia. but the continuous availability of raw materials to meet the needs of the market is still experiencing barriers. Therefore, intensive cultivation is needed to resolve the issue, both in quantity and quality. To that end, vacuum distillation is used in improving the quality of scented citronella oil. The advantages of vacuum distillation does not result in decomposition of volatile oil components so that the quality of the resulting yield will be better. In this study the distillation process that uses raw materials lime leaves and the solvent distilled water. Distillation process using this type of vacuum distillation with an influential variable is the time (2, 3 and 4 hours). From the research results obtained maximum results in 3 hours with a variable refinery feedstock and solvent 1:4. Analysis of orange oil products obtained are as follows pH 5, the density of 0.86 g / ml, 0.31 Cp viscosity, refractive index 1.46, the volume of kaffir lime oil 11 ml, 2.805 mg-KOH/gr acid number and saponification number mg-KOH/gr 61.71. From the research we can conclude a long time refining oil will affect the amount of lime produced and may also affect the composition of kaffir lime oil. Key words: kaffir lime oil, vacuum distillation and solvent distilled water.