Wahyu Prasetyo Utomo
Department of Chemistry, Sepuluh Nopember Institute of Technology (ITS), Jl. Arief Rahman Hakim, Sukolilo, Surabaya 60111

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGARUH SUBSTITUSI Ca2+ TERHADAP SIFAT MEKANIK MEMBRAN PENGHANTAR ION OKSIGEN La1-xCaxCo0,8Fe0,2O3-δ

REAKTOR Volume 16 No. 2 Juni 2016
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan tinggi dan koefisien muai panas rendah adalah sifat mekanik yang perlu dimiliki oleh membran rapat penghantar ion oksigen seperti LaCo1-yFeyO3 agar dapat bertahan ketika digunakan. Substitusi La3+ oleh Ca2+ diperkirakan dapat memperbaiki kedua sifat tersebut. LaCo1-yFeyO3 tersubstitusi Ca2+ disiapkan dari oksida-osida logamnya sehingga memiliki komposisi La1-xCaxCo0,8Fe0,2O3-δ (LCCF) dengan 0,1≤x≤0,4 dengan metode solid state melalui kalsinasi pada suhu 1000 °C. Data difraksi sinar-X menunjukkan bahwa serbuk LCCF yang dihasilkan memiliki kekristalan yang tinggi. LCCF tersebut selanjutnya dibuat menjadi membran yang diawali oleh pencetakan melalui penekanan serbuk LCCF dengan beban 6 ton selama 10 menit di dalam cetakan  baja tahan karat dan dilanjutkan dengan sintering hasil pencetakan pada suhu 1250 °C. Hasil pengamatan dengan SEM menunjukkan bahwa kerapatan semua membran LCCF yang dihasilkan sangat tinggi. Kekerasan rata-rata membran yang diukur dengan metode Vicker adalah 902,08;  915,42; 1093; dan 1178,6 HV masing-masing untuk LCCF 9182, 8282, 7382 dan 6482. Pengujian muai panas menunjukkan bahwa LCCF 6482 adalah membran dengan koefisien muai panas tekecil. Selain itu terlihat pula bahwa semakin tinggi jumlah substituen Ca, semakin tinggi pula kekerasannya dan semakin rendah koefisien muai panasnya. Substitusi La3+ oleh Ca2+ menghasilkan membran dengan kerapatan tinggi serta kekerasan dan koefisien muai panas yang lebih baik dalam aplikasi LCCF sebagai membran penghantar ion oksigen.

Pembuatan Membran Keramik Perovskit La0,7Sr0,3Co0,8Fe0,2O3-δ Berbentuk Tabung

Jurnal Teknologi Pengelolaan Limbah Vol 15, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membran keramik La0,7Sr0,3Co0,8Fe0,2O3-δ (LSCF 7382) berbentuk tabung berhasil dibuat dari serbuk oksida perovskit LSCF 7382 yang disintesis dengan metode kimia padat. Pembuatan membran dilakukan dengan melakukan variasi terhadap ukuran partikel serbuk perovskit dengan variasi ukuran 60, 120, 200 dan campuran dari ketiga ukuran tersebut. Variasi juga dilakukan pada lama waktu sintering membran yakni selama 8, 16 dan 32 jam. Pola XRD serbuk perovskit menunjukkan jika serbuk tersebut memiliki struktur perovskit LSCF. Analisis AFM dan SEM menunjukkan jika ukuran partikel dan lama waktu sintering mempengaruhi kerapatan membran. Ukuran partikel yang lebih kecil dan lama sintering yang lebih lama menghasilkan membran yang lebih rapat pula. Membran yang dibuat dari campuran ukuran partikel dan lama sintering selama 32 jam menunjukkan karakterisitik yang paling rapat diantara membran yang lain. Namun, masih terdapat pori pada membran tersebut. Kata Kunci: Membran keramik, membran tabung, membran rapat, perovskit LSCF 7382

Characterization of mannanase-producing bacteria from sago hump

Waste Technology Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sago is a hardwood that can be used as source of fiber hemicellulose mannan. The abundance of mannanase waste is potential for the production of functional foods such as Manno oligosaccharides. Sago hump which is sago processing waste is very potential for growth of microorganisms because it contains lignin, cellulose, starch, minerals and vitamins that can be used as sources of carbon and energy for the growth. In this study, BLS.11-01 and BLS.11-02 isolates have been isolated and characterized from waste of sago hump. Locust bean gum was used as  substrate for measuring the activity of mannanase. Both isolates had optimum temperatures at 70°C and 60°C while they remain stable at temperature range of 30°C - 90°C. Mannanase from BLS.11-01 and BLS.11-02 had optimum pH at 6 and 7, respectively, and were also stable in wide pH range of 2-8. Co2+ was a mannanase activator for both isolates. Cu2+, Zn2+, Ni2+, Ca2+ and Fe2+ were  mannanase inhibitors for two isolates. Tween 20 (0.5% and 1.0%) and NaCl (0.5% and 1.0%) were chemical reagents that could enhance the activity of BLS.11-01 and BLS.11-02 mannanase isolates.  While tween 80 (0.5% and 1.0%), urea (0.5% and 1.0%) and SDS (0.5% and 1.0%) were chemical reagents that were not effective for both isolates mannanase activity

Properties and Toxicity of Cobalt(II) Complex with 2,4,5-triphenyl-1H-imidazole Ligand

Indonesian Journal of Chemistry Vol 16, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Binuclear cobalt(II) complex with 2,4,5-triphenyl-1H-imidazole ligand has been synthesized using reflux method. The yellowish green crystals with needle-like shape were obtained. Determination of molecular formula of the complex was carried out using Atomic Absorption Spectroscopy (AAS) and CHN elemental analysis. The contents of carbon, hydrogen, nitrogen and cobalt(II) in the complex were 36.28, 5.32, 4.17, and 16.64% by weight, respectively. The calculation of element composition showed that the molecular formula of complex [(H2O)5Co-L-Co(H2O)5]Cl3. The IR spectrum showed absorption peaks of Co-N and Co=O at 397.31 and 493.74 cm-1, respectively, confirming the formation of complex. The complex compound showed paramagnetic properties with μeff value of 3.18 BM. Toxicity of the complex was determined by Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method, and the LC50 value of the complex was 362.24 mg/L.

Preparation of CaTiO3 Asymmetric Membranes Using Polyetherimide as Binder Polymer

Indonesian Journal of Chemistry Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asymmetric dense and thin membranes have been prepared from powders of perovskite oxide-type CaTiO3 without cracking by phase inversion method. Polyetherimide was used as a polymeric binder in the method. The resulting green membranes, composed of CaTiO3 powder and polyetherimide binder, were sintered at 890, 1100 or 1200 °C. The crystal phase of CaTiO3 was analyzed using X-Ray Diffraction (XRD). The XRD pattern of the synthesized CaTiO3 powder was matched with the reference indicating the formation of CaTiO3 structure. Sintering at 890 °C fails to form a strong membrane. Scanning Electron Microscope (SEM) images of the membranes showed that the membrane had the asymmetric structure with dense layer on one side and porous layer on the other side. The pores in the porous layer were both finger-like and sponge-like structure. The mechanical strength of the membranes, which were determined by Vickers micro hardness method, varied from 3.5 to 25.8 Hv. The strongest membrane without any crack was resulted from sintering at 1200°C with hardness values between 19.4 and 25.8 Hv. Thermal expansion coefficients of the asymmetric membranes sintered at 1100 and 1200 °C, measured with Thermomechanical Analyzer (TMA), were 10.82 × 10-6 and 12.78 × 10-6.C-1 respectively.

Morfologi Membran Datar Asimetris La0.7Sr0.3Co0.2Fe0.8O3-δ (LSCF 7328) Pasca Sintering Dengan Penambahan Aditif Polietilen Glikol (PEG)

Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.315 KB)

Abstract

Membran datar asimetris La0.7Sr0.3Co0.2Fe0.8O3-δ (LSCF 7328) telah dibuat dengan metode inversi fasa rendam-endap dan sintering. Oksida perovskit LSCF 7328 disintesis dengan metode solid-state. Dalam pembuatan membran, polietersulfon (PESf) digunakan sebagai polimer perekat (polimer binder), N-metil-2-pirolidon (NMP) sebagai pelarut dan air sebagai non-pelarut (koagulan) dengan variasi konsentrasi polietilen glikol (PEG) sebagai aditif pengatur pori. Variasi PEG sebagai kontrol morfologi membran dilakukan pada berat molekul 300 dan 600 (Da) dengan konsentrasi sebesar 0,55; 1,00 dan 3,00%. Morfologi permukaan dan penampang lintang membran pasca sintering diamati menggunakan SEM. Hasil menunjukkan bahwa penambahan PEG sebagai aditif menghasilkan struktur pori yang cenderung berbentuk finger like dengan lapisan rapat yang tipis pada membran datar mentah asimetris LSCF 7328. Namun terdapat beberapa variasi yang menghasilkan struktur closed-macrovoid.

Fabrikasi Membran Asimetris La0,7Sr0,3Co0,2Fe0,8O3-δ (LSCF 7328) Dengan Penambahan Aditif Polietilen Glikol (PEG)

Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.511 KB)

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh berat molekul Polietilen glikol (PEG) terhadap morfologi pori membran prekursor asimetris oksida perovskit La0,7Sr0,3Co0,2Fe0,8O3-δ (LSCF 7328). Membran dipreparasi menggunakan metode tape casting berbasis inversi fasa menggunakan N-metil 2 pirolidon (NMP) sebagai pelarut, air sebagai koagulan, dan polietersulfon (PESf) sebagai polimer pengikat. PEG adalah polimer yang bersifat hidrofilik sehingga pada penelitian ini dijadikan sebagai aditif. Modifikasi morfologi pori memberikan peranan penting untuk meningkatkan kinerja membran khususnya permeasi oksigen. Variasi berat molekul PEG (dalam satuan Dalton/Da) yang digunakan adalah 300,  600, dan 1500 Dalton pada konsentrasi 3%. Karakterisasi kristal perosvkit dengan XRD, sedangkan morfologi dan struktur pori membran diamati dengan Scanning Electron Microscope (SEM). Hasil SEM menunjukkan bahwa semua membran berhasil terbentuk asimetris dengan pori yang berbentuk finger-like dan sponge-like dengan lapisan rapat yang tipis, hal ini juga menunjukkan bahwa penambahan PEG dapat berperan sebagai agen pembentuk pori di mana berat molekul PEG sebanding dengan besarnya ukuran pori dan kekerasan membran namun berbanding terbalik dengan volume pori dan porositas membran.