Setyo Utomo
Jurusan Perternakan, Fakultas Agroindustri Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

ANALISIS PENDAPATAN PETANI KARET DALAM MENUNJANG KELANJUTAN PENDIDIKAN ANAK DI DESA MAIT HILIR KABUPATEN SINTANG Utomo, Setyo; Asriati, Nuraini; Khosmas, F.Y.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 3, No 8 (2014): Agustus 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The aim of this study is to determine the income of rubber farmer which is allocated for their children education in Desa Mait Hilir Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang. This study uses a descriptive methodology and a case study design. The sample of the research is eight rubber farmers who has fourteen years of productive rubber plantation and whose rubber plantation is more than three hectares (experienced farmers). The techniques of data collection are field observation, direct interview, and documentation. The tools of data collection are observation check lists, interview script, and notes. The data analysis is Descriptive Qualitative. The finding of the research shows that the average income of rubber farmers in Desa Mait Hilir Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang per one hectare is more than Rp 3.000.000, in a month, rubber framers’ income which is allocated to their children education from elementary level to university level is from 7% - 33% each month, and the income of the rubber farmers in Desa Mait Hilir Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang makes them able to support their children financial education to university level. Key Words: Income, Rubber Farmer, Level of Education. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan petani karet yang dialokasikan untuk pendidikan di Desa Mait Hilir Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan bentuk studi kasus. Sample yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 8 kepala keluarga petani karet yang sudah memiliki kebun produksi 14 tahun dan diatas 3 hektar (berpengalaman). Hasil penelitian menunjukkan pendapatan rata-rata petani karet Desa Mait Hilir Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang dalam 1 Ha berkisar diatas Rp 3.000.000,- dalam setiap satu bulan, pendapatan petani karet yang dialokasikan untuk pendidikan anaknya mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga ke jenjang perguruan tinggi berkisar kurang lebih berkisar 7% sampai 33% dalam setiap satu bulan dan tingkat pendapatan petani karet yang digunakan untuk keberlanjutan pendidikan anak di Desa Mait Hilir Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang dari pendapatan perkebunan karetnya petani karet dapat menyekolahkan anak rata-rata dari jenjang sekolah dasar sampai ketingkat perguruan tinggi. Kata Kunci: Pendapatan, Petani Karet, Jenjang Pendidikan Anak
IPTEKS BAGI MASYARAKAT DESA BANYUSIDI UNTUK PENGENTASAN KEMISKINAN 2 3 1 MELALUI AGRIBISNIS AYAM KAMPUNG Dwiarti, Rina; Utomo, Setyo; Rasminati, Nur
Jurnal Abdimas Vol 20, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari Program IbM di desa Banyusidi adalah meningkatkan kesejahteraan Rumah Tangga Miskin (RTM) melalui usaha bisnisayam kampung secara semi intensif, dan peningkatan produktivitas ayam kampung melalui peningkatan manajemen produksi dan pemasaran. Program IbM di desa Banyusidi melibatkan dua kelompok mitra yaitu Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Sari di Pedukuhan Nglarangan dan KWT Larasati di Pedukuhan Dayugo. Dua kelompok mitra ini sebagian adalah masyarakat yang dikategorikan kelompok Rumah Tangga Miskin (RTM). Metode yang digunakan adalah, pertama, metode pelatihan, yang ditujukan untuk memberikan motivasi usaha ayam kampung dan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pembibitan dan memelihara ayamkampung, sistem perkandangan, manajemen usaha praktis agribisnis ayam, upaya pencegahan penyakit dan vaksinasi pada ayam kampung, kedua metode babonisasi yang dilakukan dengan mendistribusikan ayam babon kepada anggota KWT terpilih dengan ketentuan masuk kategori RTM, bersemangat untuk memelihara ayam kampung dan sanggup mengembalikan 2 ekor/induk yang diterima dengan umur ayam yang samapada saat menerima pada satu tahun kemudian, ketiga,metode diskusi dan pendampingan. Hasil kegiatan IbM ini ditunjukkan oleh meningkatnya motivasi warga untuk menjalankan usaha bisnis ayam kampung sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kesejahteraaan RTM di desa Banyusidi.Pelatihan yang telah dilakukan berhasil meningkatkan kualitas pengetahuan anggota KWT Larasati dan KWT Mekar Sari di desa Banyusidi untuk penanggulangan penyakit, cara pemeliharaan dan pemberian pakan, kemampuan melaksanakan vaksinasi secara berkala.
Pengaruh Perbedaan Ketinggian Tempat Terhadap Capaian Hasil Inseminasi Buatan Pada Kambing Peranakan Ettawa Utomo, Setyo
Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan Vol 11, No 1 (2013): Sains Peternakan
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sainspet.11.1.34-42

Abstract

This study was conducted to assess the reproductive performance and achievements of AI in goat reared in lowland and highland areas. The study used a survey method in two rural areas with the highest goat population. For lowland areas selected Karangwuni village while highland areas was Sidomulyo village. The results showed that for the lowland areas vs. the highland for reproductive performance were as follows: age of first estrus (10 vs 9.3 bl), age of first mating (13.2 vs 12.5 bl),mating system 100% natural, post partum mating (4.2 vs 4.6 months), S / C (1.5 vs. 1.6). Understanding of farmers about the pregnant female: anestrus post-AI (85.7 vs. 22.2%), stomach down (14.3 vs. 0.00), the condition of the udder (0.00 vs 77.8%). Achievement results of AI (37.5 vs. 40%). Based on the results of the study concluded that the reproductive performance of goat in lowland areas was generally very similar to the highland areas, thus the development of large-scale goats in the lowland areas is recommended.Key words: natural mating, artificial insemination, PE goats, lowland, highland
PENGARUH PEMBANGUNAN DI ERA GLOBALISASI TERHADAP PEMENUHAN HAK ASASI MANUSIA ATAS LINGKUNGAN HIDUP YANG BAIK DAN SEHAT Utomo, Setyo
Jurnal Pembaharuan Hukum Vol 1, No 3 (2014): Jurnal Pembaharuan Hukum
Publisher : UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.355 KB)

Abstract

Development in the current era of economic globalization has turned out to influence the environmental damage. It certainly has an impact on access to the fulfillment of the human rights guaranteed by the constitution to earn a good living environment and healthy. Every effort has been the development of appropriate attention to the principles of environmental protection laws and sustainable development. Government as a major stakeholder in the obligations of the right to a healthy environment should act progressively in law enforcement efforts in the field of environment and natural resources.
Cultured Trash, Not Trash Culture Taufiqurrohman, Taufiqurrohman; Utomo, Setyo; Wibowo, Purwo Adi
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2017): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v8i2.1360

Abstract

As civilized creature, human actually can manage trash as well as possible although it is often stereotyped as a vain thing. This article gives the proof that trash can be cultured as well so that a society can take benefits from the existence of it. This article parses ways of orderly managing it at schools, in this case two schools in Jepara. The results say that trash can be cultured by having an organization to manage the Trash Bank at schools and to train students to classify and recycle trash then take advantage of it by selling the collected and the recycled trash. It makes trash have good transformation of values, repelling against the prior stereotype. Finally, by taking example from Trash Bank management at schools, human can have so cultured trash that they would not be trapped by trash culture.
NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL HUKUM ADAT DALAM HUKUM TANAH NASIONAL Utomo, Setyo
JURNAL HUKUM MEDIA BHAKTI Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Panca Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32501/jhmb.v2i1.16

Abstract

Memperhatikan ketentuan Pasal 5 UUPA dan Penjelasan Umum angka III (1) UUPA dapat ditarik kesimpulan bahwa : Hukum Agraria yang berlaku atas bumi, air dan ruang angkasa ialah hukum adat, sepanjang tidak bertentangan dengan kepentingan nasional dan negara. Hukum Adat yang dijadikan Dasar Hukum Tanah Nasional adalah hukum aslinya golongan rakyat pribumi. Adapun nilai-nilai kearifan lokal hukum adat yang dijadikan dasar dalam pembangunan Hukum Tanah Nasional, meliputi : konsepsi hukum adat tentang tanah, asas-asas hukum adat atas tanah, dan lembaga-lembaga hukum adat yang berkaitan dengan perbuatan hukum di mana tanah sebagai obyeknya.
PENGARUH PEMBERIAN FLUSHING PAKAN TERHADAP CAPAIAN HASIL INSEMINASI BUATAN PADA DOMBA DI DESA TANJUNGHARJO, NANGGULAN, KULONPROGO Utomo, Setyo
Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Vol 24, No 2 (2009): October
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/carakatani.v24i2.14040

Abstract

The aim of this research was to solve the management reproduction problem of doe in Tanjungharjo village. This reseaarch was an aplication of estrous syncronization technology using proviously flushing. Egg yolk which used for the flushing was given for five times at pre matting phase. This research showed that there was no significant effect between flushing and not flushing. All the doe were estrous with syncronization estrous and all of them were pregnant. It could be concluded that flushing was not recommended if there were sufficiant nutrition in quality and quantity
TANTANGAN HUKUM MODERN DI ERA DIGITAL Utomo, Setyo
JURNAL HUKUM MEDIA BHAKTI Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Panca Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32501/jhmb.v1i1.5

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdampak positif dan negatif bagi kehidupan umat manusia. Begitu pula dengan cyberspace, sebagai salah satu kemajuan di bidang teknologi tentunya merupakan suatu realitas yang dihadapi oleh legal metanarative. Dibutuhkan terobosan dan pendekatan yang komprehensif dalam menyikapi ketidakberdayaan legal metanarative dalam menghadapi tantangan cyberspace.
Penerapan Pendekatan Per se Illegal Dalam Pemeriksaan Kasus Penetapan Harga Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli Dan Persaingan Usaha Tidak Sehat (Studi Kasus Putusan KPPU RI No. Nomor 14/KPPU-I/2014) Damaryanti, Henny; Utomo, Setyo
JURNAL HUKUM MEDIA BHAKTI Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Panca Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32501/jhmb.v1i1.3

Abstract

Terjadinya persaingan antara pelaku usaha dalam dunia usaha merupakan sesuatu hal yang sewajarnya terjadi, namun demikian dalam praktek persingan tersebut dapat saja ditemukan adanya pelaku usaha yang melakukan persaingan usaha  yang tidak sehat salah satunya ialah terjadinya “perjanjian penetapan harga” yang merupakan salah satu bentuk perjanjian yang dilarang oleh hukum persaingan usaha di Indonesia. Sehingga peran Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sangat penting dalam pengawasan persaingan usaha dalam rangka menjamin persaingan yang sehat. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif, dimana data yang digunakan pada penelitian ini antara lain peraturan perundang- undangan, dokumen-dokumen dan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa KPPU dalam pemeriksaan kasus sebagaimana dalam Putusan KPPU RI Nomor 14/KPPU-I/2014, megenai dugaan terjadinya perjanjian penetapan harga telah tepat menggunakan pendekatan per se illegal dalam memeriksa perkara tersebut, sehingga KPPU dalam pemeriksaannya hanya perlu membuktikan adanya pelanggaran terhadap Pasal 5 ayat (1) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999, tanpa harus membuktikan adanya dampak dari perjanjian penetapan harga yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan/atau persaingan usaha  tidak sehat.
PENERAPAN TECHNOBREEDING DAN TECHNOFEEDING BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI DESA SIDOMULYO PENGASIH KULON PROGO Utomo, Setyo; Rasminati, Nur
DHARMA BAKTI Jurnal Dharma Bakti Vol 1 No 1 April 2018
Publisher : LPPM IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.295 KB)

Abstract

This activity aims to increase the economic empowerment of society through the application of appropriate technology and culture, held in 2 (two) groups of animals, Ngudi Rahayu and Sub Ngudi Rahayu, the number of participants are 15 people. Stages of activities starting from counseling, training, demonstration plots and mentoring. Activities that have been implemented are the economic empowerment goat breeders Ettawa crossbreed through continuous improvement of feed based on local resources are cheap and easy to obtain as well as the application of breeding technology. The results that have been achieved are demonstration plots of forage preservation was fermented using rice microbes and nutrients from a variety of ingredients such as fish, bamboo shoots, banana, turmeric, ginger, garlic and so on. Members of the group have been able to carry out the manufacture of rice microbial and sources of nutrients from a variety of organic materials available in the region. It was concluded that the villagers Sidomulyo represented by 2 groups of goat breeding business has implemented the concept of goat farm in a modern business through the use of local materials are available cheap, easily obtainable. Breeders also have understand the importance of good quality breed sources in order to improve the income communities.