Articles

Found 9 Documents
Search

PERSEPSI PETANI TERHADAP BUDIDAYA PADI SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION (SRI) DI DESA RINGGIT KECAMATAN NGOMBOL KABUPATEN PURWOREJO Utomo, Priyo; Utami, Dyah Panuntun; Wicaksono, Istiko Agus
SURYA AGRITAMA - Fakultas Pertanian Vol 1, No 2 (2012): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.586 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah : 1) mengetahui gambaran karakteristik internal dan eksternal petani, 2) mengetahui persepsi petani terhadap metode SRI, 3) menganalisis hubungan karakteristik internal dan eksternal petani dengan persepsi petani terhadap budidaya padi sawah dengan metode SRI. Populasi penelitian adalah petani yang menerapkan metode SRI dan petani yang pernah menerapkan metode SRI dan kembali ke metode konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis dengan sampel sebanyak 30 orang, dan menggunakan metode proportional stratified random sampling. Metode analisis yang digunakan adalah rataan skor dan korelasi rank Spearman. Menurut petani yang menerapkan SRI, metode SRI memberikan keuntungan relatif, sesuai dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan petani, mudah dilihat hasilnya, namun kurang praktis.Menurut petani yang kembali ke konvensional metode SRI memberikan keuntungan relatif, tidak sesuai dengan kondisi lingkungan, kebiasaan dan kebutuhan petani, kurang praktis, dan mudah dilihat hasilnya.Hasil uji korelasi rank Spearman untuk petani yang menerapkan SRImenunjukkan bahwa karakteristik internal yang berkorelasi dengan persepsiadalah umur dengan keuntungan relatif dan tingkat kerumitan, serta pendapatan dengan tingkat kerumitan. Karakteristik eksternal yang berkorelasi dengan persepsi adalah luas lahan dengan tingkat kerumitan, dan intensitas mengikuti pelatihan dengan tingkat kesesuaian.Hasil uji korelasi rank Spearman untuk petani yang kembali kekonvensional menunjukkan bahwa karakteristik internal petani yang berkorelasi dengan persepsi adalah pendapatan dengan tingkat keuntungan relatif. Karakteristik eksternal yang berkorelasi dengan persepsi adalah luas lahan dengan keuntungan relatif.Kata Kunci : Persepsi, SRI, Karakteristik Internal dan Eksternal.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAME TOURNAMENT (TGT) DENGAN SIMULASI MEDIA MONOPOLI PADA MATA PELAJARAN EKONOMI Arifin, Syamsul; Utomo, Priyo; Anisa, Nur Aini
e- Jurnal Mitra Pendidikan Vol 2 No 7 (2018): Jurnal Mitra Pendidikan Edisi Juli
Publisher : Kresna Bina Insan Prima

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.326 KB)

Abstract

Penelitian ini  di tujukan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe teams game tournament (TGT) dengan simulasi media monopoli pada mata pelajaran ekonomi  materi pokok monopoli kelas XI IIS I SMA  IPIEMS surabaya di laksanakan dua sikus yakni siklus I dan siklus II. Metode yang digunakan peneliti adalah menggunakan rancangan PTK yang berusaha memecahkan atau menjawabpermasalahan yang dihadapi pada situasi yang terjadi di lapangan. Hasil penelitian diperoleh pembelajaran  yang di lakukan dengan model pembelajaran kooperartif tipe teams games tournament pada kelas XI IIS SMA IPIEMS mengalamami peningkatan. Rata-rata  ketuntasan hasil belajar pada siklus I sebesar 34,1%  dan pada siklus kedua meningkat sebesar 86,7%Simpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran dengan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Teams Game Tournament (TGT) dengan Media Permainan Monopoli dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan lebih efektif terhadap hasil belajar siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi Materi Pokok Pasar Modal Kelas XI IIS I SMA IPIEMS  Surabaya.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBAYARAN PBB OLEH MASYARAKAT DI DESA LABAN KECAMATAN MENGANTI – KABUPATEN GRESIK Waloyo, Waloyo; Kurniawati, Rohmah; Utomo, Priyo
Jurnal Mitra Manajemen Vol 2 No 6 (2018): Jurnal Mitra Manajemen Edisi November
Publisher : Kresna Bina Insan Prima

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.232 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penyuluhan PBB (X1), Pelayanan Administrasi (X2) dan Tempat pendaftaran (X3) terhadap Pembayaran PBB (Y) di Desa Laban Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik secara simultan maupun parsial, serta mengetahui variabel yang paling dominan mempengaruhi pembayaran PBB. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan sampel sejumlah 120 orang. Keabsahan data menggunakan uji validitas dan reliabilitas, sedangkan analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan uji hipotesis adalah uji F dan uji t. Hasil uji validitas menunjukkan semua item kuesioner valid dan uji reliabilitas menunjukkan bahwa item kuesioner reliabel. Sedangkan analisis regresi linier menunjukkan bahwa ada hubungan kausalitas antara variabel bebas dengan variabel terikat. Uji hipotesis menunjukkan bahwa secara parsial dan simultan variabel penyuluhan PBB (X1), Pelayanan Administrasi (X2) dan Tempat pendaftaran (X3) berpengaruh signifikan terhadap Pembayaran PBB (Y) dengan variabel tempat pembayaran PBB (X3) memiliki pengaruh paling dominan.
PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA (Studi Kasus Karang Taruna Sinar Muda Desa Ngabetan Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik) Utomo, Priyo; Mursyid, Imam; Arifin, Syamsul
Jurnal Mitra Manajemen Vol 2 No 6 (2018): Jurnal Mitra Manajemen Edisi November
Publisher : Kresna Bina Insan Prima

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.017 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana proses pemberdayaan Karang Taruna Sinar Muda di Desa Ngabetan Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Fokus penelitian yaitu tujuan pemberdayaan yang berdasarkan pada Permensos No 23 Tahun 2013 beberapa tahapannya yaitu persiapan pemberdayaan, pelaksanaan pemberdayaan, sampai pada pendayagunaan lanjutan. Untuk meningkatkan sumber daya manusia Karang Taruna Sinar Muda di Desa Ngabetan dimulai dari sosialisasi program. Selanjutnya adanya pemberian motivasi kepada Anggota Karang Taruna tentang pentingnya pelatihan yang nantinya akan meningkatkan kemampuan mereka dalam berorganisasi. Selain itu dengan adanya pendayagunaan lanjutan dalam hal memberikan wewenang kepada anggota Karang Taruna Sinar Muda untuk melaksanakan kegiatan yang sudah direncanakan. Untuk meningkatkan kelembagaan Karang Taruna Sinar Muda Desa Ngabetan dimulai dengan tahapan perencanaan pemberdayaan dalam bentuk perekrutan. Selanjutnya kegiatan pemberdayaan dimulai dengan pembentukkan awal kepengurusan. Kemudian dalam tahapan pendayagunaan lanjutan, perangkat desa memberikan wewenang kepada ketua Karang Taruna Sinar Muda untuk melakukan pembentukan kepengurusan baru dengan berbagai pengembangan divisi yang ada. Untuk mengembangkan aktivitas karang taruna memerlukan beberapa proses atau tahapan yang tidak mudah seperti halnya harus mensinergikan antara program kerja Desa dengan program kerja yang dilakukan oleh pihak Karang Taruna Sinar Muda. Peningkatkan sarana prasarana untuk kegiatan Karang Taruna Sinar Muda membutuhkan proses yang tidak mudah, mulai dari pengajuan yang nantinya akan dibawa ke Musyawarah Desa, sampai pada kesepakatan untuk menggunakan sarana prasarana yang ada untuk melakukan kegiatan yang sudah diprogramkan. Adanya upaya untuk meningkatkan jejaring antara Karang Taruna Sinar Muda dengan pihak diluar desa, akan tetapi belum maksimalnya jaringan atau mitra yang ada di desa.
KINERJA PELAYANAN PUBLIK PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT (PUSKESMAS) SEMEMI SURABAYA Utomo, Priyo; Arifin, Syamsul; Nuryadi, Nuryadi
Jurnal Mitra Manajemen Vol 2 No 5 (2018): Jurnal Mitra Manajemen Edisi September
Publisher : Kresna Bina Insan Prima

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.777 KB)

Abstract

Penelitian yang berjudul Kinerja Pelayanan Publik Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sememi Surabaya ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kinerja Pelayanan Publik Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sememi Surabaya. Peneliti menggunakan Metode deskriptif  kuantitatif untuk menggambarkan pelayanan publik di Puskesmas Sememi Surabaya.  Fokus penelitian didasarkan pada sembilan Indikator yang meliputi: 1) Responsivitas, 2) Responsibilitas, 3) Akuntabilitas, 4) Empati, 5) Efektivitas, 6) Produktivitas, 7) Efisiensi, 8) Kepuasan, 9) Keadilan. Dalam penelitian ini, sumber data diperoleh dari dua instrumen yaitu kuesioner dan wawancara. Responden yang diberi pertanyaan berkaitan dengan fokus penelitian adalah 52 orang pegawai Puskesmas Sememi Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan dilihat dari aspek proses yang diukur melalui indikator responsivitas, responsibilitas, akuntabilitas, dan empati termasuk dalam kriteria tinggi. Kinerja Puskesmas Sememi Surabaya jika dilihat dari aspek hasil yang diukur melalui indikator efektivitas, produktivitas, efisiensi, kepuasan dan keadilan termasuk dalam kriteria sedang. Secara keseluruhan kinerja organisasi Puskesmas Sememi Surabaya termasuk dalam kriteria rendah.
PERENCANAAN REKRUTMEN SDM DARI TENAGA HONORER KATEGORI II MENJADI CPNS DI KABUPATEN PEMALANG Utomo, Priyo; ., Mardiyono; Rochmah, Siti
REFORMASI Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.983 KB)

Abstract

Motivated by the regional autonomy era which authorizes local governments to take care of their household including human resources management authority in order to produce professional civil servants. Therefore, a change in civil servants management policy is needed including recruitment planning. This study aims to describe and analyze the planning of human resource recruitment of temporary employees category II into CPNS in Pemalang Regency, the supporting and inhibiting factors in the planning of human resources recruitment of temporary employees category II into CPNS in Pemalang Regency. The method used is qualitative with descriptive approach. The data was analyzed using interactive analysis model from Miles and Huberman. The results showed that the planning of human resources recruitment of temporary employees category II into CPNS in Pemalang Regency does not comply with the steps of recruitment and the applicable provisions because it was not based on job analysis; the supporting factors are budget and regulation, while the inhibiting factors are the personnel information systems, human resources, central government policies, coordination among government agencies in Pemalang Regency
PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI PERDESAAN (Studi Tentang Program Simpan Pinjam Perempuan di Desa Cagak Agung Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik) Utomo, Priyo; Prihatin, Anik Puji
Jurnal Mitra Manajemen Vol 3 No 4 (2019): Jurnal Mitra Manajemen Edisi April
Publisher : Kresna Bina Insan Prima

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.415 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang penerapan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan pada kegiatan Simpan Pinjam Perempuan di Desa Cagak Agung Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik. Informan penelitian dalam penelitian ini merupakan Kepala Desa, Fasilitator Desa, serta pengurus SPP itu sendiri. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan Tahapan pengelolan kegiatan Program Nasional pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan salah satunya adalah melakukan sosialisai baik di desa maupun di antar dusun yang memiliki tujuan agar pelaku-pelaku di tingkat desa maupun di kecamatan memahami adanya program Nasional pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan salah satunya adalah program simpan pinjam perempuan supaya dimanfaatkan serta melakukan proses lanjutan. Sasaran dari pemanfaat program simpan pinjam perempuan efektif karena semua kelompok yang berjenis kelamin perempuan serta pengembalian pinjaman adalah 12 bulan.Perubahan nyata yang dapat dirasakan oleh pemanfaat program simpan pinjam perempuan yakni ibu-ibu atau wanita yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan, kini memiliki pekerjaan pokok sebagai penjahit dan ada juga yang mulai berdagang dan kini mereka mampu untuk membiayai kehidupan sehari-hari.
ANALISIS KESALAHAN SINTAKSIS DALAM TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 17 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2017/2018 Utomo, Priyo; Lubis, Fitriani
Asas: Jurnal Sastra Vol 8, No 1 (2019): Asas:Jurnal Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.485 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan (1) jenis-jenis kesalahan penggunaan kalimat (2) penyebab terjadinya kesalahan penggunaan kalimat (3) solusi terhadap kesalahan penggunaan kalimat. Hasil penelitian, yaitu (1) kesalahan sintaksis berupa penggunaan kalimat dari 36 teks terdapat sejumlah 66 kalimat yang mengandung kesalahan sintaksis penggunaan kalimat. Rincian kesalahan tersebut yaitu, kalimat tidak bersubjek, kalimat tidak berpredikat, kalimat tidak lengkap, antara predikat dan objek yang tersisipi, penghilangan konjungsi, penggunaan konjungsi yang berlebihan, penggunaan istilah asing, dan penggunaan kata tanya yang tidak perlu (2) faktor penyebab kesalahan sintaksis berupa penggunaan kalimat dalam teks laporan hasil observasi siswa meliputi: terpengaruhnya bahasa yanglebih dahulu dikuasainya, kekurangpahaman pemakai bahasa terhadap bahasa yang dipakainya, dan? pengajaran bahasa yang kurang tepat atau kurang sempurna. (3) upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi kesalahan sintaksis berupa penggunaan kalimat yaitu: member contoh terlebih dahulu, meningkatkan penguasaan komptensi kaidah penulisan kalimat, memperbanyak latihan menulis, memberikan waktu yang cukup kepada siswa, dan menerapkan teknik koreksi yang tepat.?Kata Kunci: analisis kesalahan, sintaksis, dan teks laporan hasil observasi
ANALISIS PENGARUH PENYELESAIAN KONFLIK ANTAR KARYAWAN TERHADAP STRES KERJA DAN KINERJA KARYAWAN PADA PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA, Tbk SURABAYA Kurniawati, Rohmah; Waloyo, Waloyo; Utomo, Priyo
Jurnal Mitra Manajemen Vol 2 No 6 (2018): Jurnal Mitra Manajemen Edisi November
Publisher : Kresna Bina Insan Prima

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.479 KB)

Abstract

Konflik, perselisihan, dan pertentangan dapat terjadi dimana saja, kapan saja, antar siapa saja dan menyangkut hal apa saja, sehingga konflik pun dapat terjadi ditempat kerja. Dalam lingkungan kerja, konflik antar karyawan yang terjadi sebaiknya diselesaikan dengan baik karena konflik yang dapat diselesaikan akan menurunkan tingkat stres dan meningkatkan kinerja karyawan. Dari latar belakang tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyelesaian konflik antar karyawan terhadap stres kerja dan kinerja karyawan pada PT. Perusahaan Gas Negara, Tbk Surabaya. Untuk mencapai tujuan penelitian maka teknik analisis yang digunakan adalah Structural Equation Modelling (SEM) dengan program AMOS 4.01. Variabel pada penelitian ini adalah penyelesaian konflik antar karyawan yang terdiri dari : variabel kerjasama, variabel bersaing, variabel menghindar, variabel akomodasi dan variabel kompromi, sedangkan variabel terikat yang digunakan adalah variabel stres kerja dan variabel kinerja karyawan. Data yang digunakan didasarkan pada hasil kuesioner yang dibagikan kepada responden, responden pada penelitian ini adalah karyawan PT. Perusahaan Gas Negara, Tbk Surabaya. Analisis hasil pengujian Goodness-Of Fit Index, menunjukkan data mempunyai kecocokan yang baik dengan model penelitian dengan hasil Chi Square = 154,229 dan koefisien determinan ( R2 ) dalam model SEM ditunjukkan oleh nilai AGFI = 0,792 yang masih berada di bawah Cut Off Value, namun sudah dapat dikatakan bahwa model sudah Fit dalam uji model SEM. Model menunjukkan terdapat pengaruh langsung antara variabel kerjasama, bersaing, menghindar, akomodasi dan kompromi terhadap stres kerja dan kinerja karyawan. Karyawan PT. Perusahaan Gas Negara, Tbk Surabaya lebih menyukai penyelesaian konflik dengan cara Kompromi hal ini didasarkan pada perhitungan dari data yang diolah bahwa penyelesaian konflik antar karyawan dengan cara ini memberikan kontribusi terbesar dalam menurunkan stres kerja, sedangkan penyelesaian konflik antar karyawan dengan cara bersaing memberikan kontribusi terbesar terhadap kinerja karyawan. Karyawan menganggap bahwa kedua cara ini dianggap sebagai cara yang efektif dalam menciptakan hubungan kerja dan terciptanya keharmonisan dalam berorganisasi.