Diah Utaminingsih
Unknown Affiliation

Published : 50 Documents
Articles

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMAMPUAN SOCIAL PROBLEM SOLVING PADA REMAJA Utaminingsih, Diah
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 2, No 1 (2012): Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Jurnal Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed is to investigate the effects of social support, optimism and gender on constructive social problem solving and dysfunctional social problem solving, furthermore to identify is there any singular social problem solving ability between two sexes, male and female. Research took place in several High Schools in Bandar Lampung with 861 participants are involved, 391 male and 470 female. Quantitative method involved three measurement scales. Besides that this research involved gender variable. Multiple correlation analysis, dummy regression and covariance analysis were being used as data analysis technique with SPSS 13.00 program. The results indicated that there is a significant influence between social support and optimism, but gender no effect influence on social problem solving. Effective contribution that given by social support and optimism on dysfunctional social problem solving is 18.8% (R square= 0.188). Effective contribution that given by social support and optimism on constructive social problem solving is 12,2% (R square= 0.122). Each variables gives effective contribution, they are: social support and optimism toward dysfunctional social problem solving are 12.42% and 6.38%. Furthermore social support and optimism on constructive social problem solving are 10.38% and 1.82%. Keywords: optimism and gender, social problem solving, social support
Penggunaan Layanan Konseling Kelompok untuk Mengurangi Sikap dan Kebiasaan Belajar yang Tidak Baik Putriana, Putriana; Yusmansyah, Yusmansyah; Utaminingsih, Diah
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 5, No 5 (2017): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.586 KB)

Abstract

The problem in this research was the bad attitude and study habits.The problem in this research was whetherGroups counselling services could be used to reduce the bad attitude and study habits students. The purpose of this research was know the use of group counselling services the could reduce the bad attitude and study habitsat students.The methods used in this research was Quasi Experimental design method of One-group Pretest-posttest Design.The subject of this research were as much as 8 studentsclass X.Data collection was using the PSKB (attitudes disclosureand study habits).The results obtained in this study indicated that Groups counselling services could be used to reduce the bad attitude and study habitsat students. the results Wilcoxon test obtained z count =-2.524 < z table = 1.645, than Ho denied and Ha received. The conclusions of this research wasGroups counselling services could be used to reduce the bad attitude and study habits at students class X in SMAN I Natar.Masalah dalam penelitian ini adalah sikap dan kebiasaan belajar siswa yang tidak baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan layanan Konseling kelompok dapat mengurangi sikap dan kebiasaan belajar tidak baik pada siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Quasi Experimental dengan desain One-group Pretest-posttest Design. Subjek penelitian ini 8 orang siswa kelas X. Teknik pengumpulan data menggunakan angket Pengungkapan Sikap dan Kebiasaan Belajar (PSKB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling kelompok dapat mengurangi sikap dan kebiasaan belajar siswa yang tidak baik. Hal ini ditunjukkan hasil uji Wilcoxon diperoleh zhitung = -2,524 < ztabel = 1,645 maka, Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan penelitian ini adalah layanan konseling kelompok dapat mengurangi sikap dan kebiasaan belajar yang tidak baik pada siswa kelas X di SMAN I Natar.Kata kunci: konseling kelompok, kebiasaan belajar, sikap
PENGGUNAAN KONSELING KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN COPING ADAPTIF PADA SISWA KELAS VIII SMP Pratiwi, Erliani; Yusmansyah, Yusmansyah; Utaminingsih, Diah
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 4 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.603 KB)

Abstract

The objective of this research was to determine the use of group counseling to improve adaptive coping on students. This study was pre-experimental research, with one-group pretest-posttest design. The subject in this research were 10 students. The researcher collected the data by using adaptive coping scale as the principal techniques and adaptive coping observation as supporters. The result showed that group counseling  can improve adaptive coping in students, provide the results of data analysis by using the Wilcoxon test, pretest and posttest results obtained zratio = -2.807 &lt; ztable =1.645 then Ho was rejected and Ha was accepted, which meant that group counseling can improve adaptive coping in eighth grade students of SMP. Then, based on the results of the overall average calculation of the increasing amounted to 43,99% that shown by the student behavior which was increasingly behave adaptively and progressively expanded into better. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan konseling kelompok untuk meningkatkan coping adaptif pada siswa. Penelitian ini bersifat pre- eksperimental dengan jenis one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian sebanyak 10 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan skala coping adaptif sebagai teknik pokok dan observasi coping adaptif sebagai pendukungnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling kelompok dapat meningkatkan coping adaptif pada siswa, terbukti dari hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon, dari hasil pretest dan posttest diperoleh zhitung = –2,807&lt;ztabel = 1,645 maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang artinya konseling kelompok dapat meningkatkan coping adaptif pada siswa kelas VIII SMP. Kemudian, berdasarkan hasil perhitungan rata-rata peningkatan secara keseluruhan adalah sebesar 43,99% yang ditunjukkan dengan perilaku siswa yang semakin berperilaku adaptif dan semakin berkembang menjadi lebih baik. Kata kunci : bimbingan dan konseling, coping adaptif, konseling kelompok.
MENINGKATKAN PERCAYA DIRI DALAM BELAJAR MENGGUNAKAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA SMA Adji, Fatwa Mustika; Yusmansyah, Yusmansyah; Utaminingsih, Diah
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 4 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.618 KB)

Abstract

The objective of this research was to find out the increase of the student’s self-confident in learning through group guidance service. The problem in this research was the students’ self-confident in learning. This study is quasi-experimental research, with non equivalent control group design. The subject in this research were 24 students. Data collection technique used  observation. The result showed the students’ self-confident in learning increased, using the wilcoxon test, the result of probability experiment group 0,002&lt;sig. 0,05. Therefore Ha1 was accepted, it mean that the student’s self-confident in learning could be increased through group guidance service. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan percaya diri dalam belajar pada siswa melalui layanan bimbingan kelompok. Masalah dalam penelitian ini percaya diri dalam belajar siswa. Penelitian ini bersifat quasi eksperimental dengan jenis nonequievalent control group design. Subjek penelitian sebanyak 24 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa percaya diri dalam belajar pada kelompok eksperimen meningkat, hal ini terbukti dari hasil analisis data menggunakan uji wilcoxon, nilai probabilitas pada kelompok eksperimen menunjukkan 0,002 &lt; sig.0,05. Sehingga Ha1 diterima, maka percaya diri dalam belajar pada siswa dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok. Kata kunci : bimbingan dan konseling, bimbingan kelompok, percaya diri dalam belajar
Studi Investigasi Hubungan Antara Metakognisi, Self-regulasi dan Motivasi Belajar Siswa Utaminingsih, Diah
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 7, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.77 KB)

Abstract

The purpose of this study is to examine the relationships among metacognition, self-regulation, and learning motivation. The sample of study consists of 130 secondary education students who were enrolled in different programs at Bandar Lampung, in Lampung. In this study, Metacognitive Learning Inventory-Science Scale adapted from An & Co (2014) was used. The relationships among metacognition (a), self-regulation (b), and learning motivation (c) were examined using correlation analysis and the hypothesis model was examined using multiple regression analysis. In correlation analysis, metacognition, and self-regulation were found positively (respectively r (a-b)=0,430; r(a-c)=0,584;r(b-c)=0,497;p<0,01). According to results metacognition was predicted positively by self-regulation and learning motivation (respectively R2(a-b)=18,5%; R2(a-c)=34,1%; R2(a-c)=34,1%; R2(b-c)=24,1%)Studi investigasi hubungan antara metakognisi, self-regulasi dan motivasi belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara metakognisi, self-regulasi, dan motivasi belajar siswa. Sampel penelitian terdiri dari 130 siswa pendidikan menengah yang terdaftar dalam program yang berbeda di Bandar Lampung, Lampung. Dalam studi ini, Skala Metacognitive Learning Inventory-Science diadaptasi dari An & Co (2014). Hubungan antara metakognisi (a), self-regulation (b), dan motivasi belajar (c) diuji menggunakan analisis korelasi dan hipotesis diuji menggunakan analisis regresi berganda. Dalam analisis korelasi, metakognisi, dan self-regulasi berkorelasi secara positif (masing-masing r(a-b)=0.430; r(a-c)=0,584; r(b-c)=0,497; p<0,01). Melalui analisis hasil metakognisi, dapat diprediksi secara positif melalui self-regulasi dan motivasi belajar (masing-masing R2(a-b)=18,5%; R29a-c)=34,1%; R2(b-c)=24,1%).Kata kunci: metakognisi, self-regulation, motivasi belajar DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpp.v7.i1.201702
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENYESUAIAN DIRI MENGGUNAKAN TEKNIK REINFORCEMENT POSITIF SISWA KELAS 1 SD Wiarti, Wiwit; Yusmansyah, Yusmansyah; Utaminingsih, Diah
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 2 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.754 KB)

Abstract

The purpose in this studi was to investigate the improvement of student adjustment at school by using positive reinforcement technique. The method used in this research was quasi experimental design with one-group pretest-posttest. Data collection techniques in this study was using research sheet instrument. Subjects of this study were six students of class 1 who has not been able to adjust. Based on the result of research there is significant difference in students who has not been able to adjust before and after implementation of positive reinforcement technique. Thus Ha is accepted, which means that the student who has not been able to adjust can be reduced by positive reinforcement technique. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan penyesuaian diri siswa di sekolah menggunakan teknik reinforcement positif. Penelitian ini menggunakan metode quai eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Subjek penelitian sebanyak enam siswa yang memiliki kemampuan penyesuaian diri rendah . Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan penyesuaian diri siswa dengan menggunakan teknik reinforcement positif. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan kemampuan penyesuaian diri siswa, hal ini membuktikan bahwa adanya peningkatan kemampuan penyesuaian diri siswa setelah pemberian teknik reinforcement positif.Kata kunci : teknik reinforcement positif, penyesuain diri, siswa
HUBUNGAN PENGGUNAAN STRATEGI COPING DENGAN PRESTASI AKADEMIK PADA SISWA KELAS XI SMA Fauziah, Nailul; Yusmansyah, Yusmansyah; Utaminingsih, Diah
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 2 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.151 KB)

Abstract

The purpose of this research was to find out that there was correlation between coping strategy with students academic achievement. The problem in this research was low academic achievement. Pearson product moment correlation method was used in this research. Subject of this research was 70 students of class XI who were chosen by random sampling. Coping strategy scale was used to collect the data. The result showed that there was correlation between coping strategy with students academic achievement significantly. In addition, data analysis of product moment correlation supported r.result = 0,811 > r.table = 0,306 and significant index was 0,01. Because r.result > r.table so Ho was rejected and Ha accepted.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada hubungan penggunaan strategi coping dengan prestasi akademik siswa. Masalah dalam penelitian ini adalah prestasi akademik yang renrdah. Penelitian ini menggunakan metode pearson product moment correlation. Subjek penelitian sebanyak 70 siswa kelas XI yang dipilih dengan teknik random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala strategi coping. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara penggunaan strategi coping dengan prestasi akademik. Hal ini ditunjukkan dari hasil analisis data menggunakan korelasi product moment diperoleh r.hitung = 0,811 > r.tabel= 0,306 dan taraf signifikansi sebesar 0,01. Karena rhitung > rtabel maka Ho ditolak dan Ha diterima.Kata kunci : prestasi akademik, siswa, strategi coping.
MENGURANGI KONSEP DIRI NEGATIF MENGGUNAKAN ASSERTIVE TRAINING PADA SISWA KELAS X SMA Tiarny, Agnes; Giyono, Giyono; Utaminingsih, Diah
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 2 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.237 KB)

Abstract

The purpose of this study was to know whether the use of assertive training techniques can reduce negative self-concept in students. Method used was pre-experimental method with one group pretest and posttest design. Data collection techniques in this study used self-concept scale. Results which were obtained indicated that a negative self-concept in students can be reduced after activity of assertive training techniques. It was shown from the results of data analysis using the Wilcoxon test, pretest and posttest results it obtained that z output -2,805b and z table = 0.05 = 1. Because z output < z table then, Ho is rejected and Ha accepted, it means that there is significant increase between the negative self-concept before and after assertive training technique. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bahwa pengggunaan teknik assertive training dapat mengurangi konsep diri negatif pada siswa. Masalah dalam penelitian ini konsep diri negatif pada siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode eksperimen dengan menggunakan one group pretest and posttest design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan skala konsep diri. Hasil yang diperoleh dalam penelitian menunjukkan bahwa konsep diri negatif siswa dapat dikurangi setelah kegiatan teknik assertive training. Hal ini ditunjukkan dari hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon, hasil pretest dan posttest yang diperoleh zhitung = -2,805b dan ztabel = 0,05 = 1. Karena zhitung < ztabel maka, Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat perbedaan konsep diri negatif yang signifikan antara sebelum dan setelah diberikan assertive training.Kata kunci : konsep diri negatif, teknik assertive training, bimbingan dan konseling.
HUBUNGAN ANTARA PERCAYA DIRI DENGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA SISWA SMA Utami, Diah; Yusmansyah, Yusmansyah; Utaminingsih, Diah
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 2 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.46 KB)

Abstract

Problem in this study was the lack of interpersonal communication skills of students. The aim of this study was to determine the relationship between confidence in interpersonal communication skills. Methods of the data analysis used was product moment correlation technique with SPSS 16.0. The sampling technique was using simple random sampling, with a population of 448 students, and obtained a sample of 90 students. Data collection tools used were scaleconfidence and interpersonal communication scale. The result showed that product moment coefficient rxy = 0785. It could be concluded that there is a relationship between confidence in the ability of interpersonal communication in class XI students of SMA Negeri 8 Bandar Lapung 2015/2016 school year, which means that Ha accepted and Ho rejected.Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan komunikasi interpersonal pada siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara percaya diri dengan kemampuan komunikasi interpersonal. Metode analisis data menggunakan teknik korelasi Product Moment dengan bantuan SPSS 16.0. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, dengan populasi sebanyak 448 orang siswa, sehingga diperoleh sampel berjumlah 90 orang siswa. Alat pengumpulan data menggunakan skala percaya diri dan skala komunikasi interpersonal. Hasil penelitian didapatkan nilai koefisien product moment rxy = 0.785. Maka diperoleh kesimpulan bahwa ada hubungan antara percaya diri dengan kemampuan komunikasi interpersonal pada siswa kelas XI SMA Negeri 8 Bandar Lapung tahun pelajaran 2015/2016, yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak.Kata Kunci : percaya diri, kemampuan komunikasi interpersonal
HUBUNGAN ANTARA PERCAYA DIRI DENGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA SISWA SMA Utami, Diah; Yusmansyah, Yusmansyah; Yusmansyah, Yusmansyah; Utaminingsih, Diah; Utaminingsih, Diah
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 2 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.976 KB)

Abstract

Problem in this study was the lack of interpersonal communication skills of students. The aim of this study was to determine the relationship between confidence in interpersonal communication skills. Methods of the data analysis used was product moment correlation technique with SPSS 16.0. The sampling technique was using random sampling, with a population of 448 students, and obtained a sample of 90 students. Data collection tools used were scale of confidence and interpersonal communication scale. The result showed that product moment coefficient rxy = 0785. It could be concluded that there is a relationship between confidence in the ability of interpersonal communication in class XI students of SMA Negeri 8 Bandar Lapung 2015/2016 school year, which means that Ha was accepted and Ho was rejected.Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan komunikasi interpersonal pada siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara percaya diri dengan kemampuan komunikasi interpersonal. Metode analisis data menggunakan teknik korelasi Product Moment dengan bantuan SPSS 16.0. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling, dengan populasi sebanyak 448 orang siswa, sehingga diperoleh sampel berjumlah 90 orang siswa. Alat pengumpulan data menggunakan skala percaya diri dan skala komunikasi interpersonal. Hasil penelitian didapatkan nilai koefisien product moment rxy = 0.785. Maka diperoleh kesimpulan bahwa ada hubungan antara percaya diri dengan kemampuan komunikasi interpersonal pada siswa kelas XI SMA Negeri 8 Bandar Lapung tahun pelajaran 2015/2016, yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak.Kata Kunci : percaya diri, kemampuan komunikasi interpersonal, siswa