Santi Pratiwi Tri Utami
Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, Universitas Negeri Semaran

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

PENALARAN ARGUMEN SISWA DALAM WACANA TULIS ARGUMENTATIF SEBAGAI UPAYA MEMBUDAYAKAN BERPIKIR KRITIS DI SMA

Lingua Vol 7, No 1 (2011): January 2011
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pola dan teknik penalaran argumen siswa dalam wacana tulisargumentatif sebagai upaya membudayakan berpikir kritis di SMA. Untuk mencapai tujuan tersebut, pendekatanyang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan orientasi teoretis analisis wacana.Data penelitian ini berupa wacana tulis argumentasi siswa. Data ini diperoleh dari tugas siswa menulisargumentasi yang telah diberikan guru, sehingga teknik pengumpulannya menggunakan dokumen tugas siswayang ada di guru masing-masing. Data yang diperoleh dianalisis dengan 3 langkah pokok, yakni reduksi data,penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil analisis data ditemukan bahwa pola penalaran argumen siswadalam wacana tulis argumentatif sebagai upaya membudayakan berpikir kritis di SMA dapat dikelompokkanmenjadi 4 pola, yakni: (1) pola C-G-B, (2) pola C-G-W-B, (3) pola C-G-B-MQ, dan (4) pola C-G-W-B-MQ.Kemudian, teknik penalaran argumen siswa dalam wacana tulis argumentatif sebagai upaya membudayakanberpikir kritis di SMA meliputi: (1) argumen dengan contoh, (2) dengan otoritas, dan (4) argumen dengan sebab.Kata kunci: berpikir kritis, penalaran, wacana tulis argumentatif

PENERAPAN TEKNIK KOREKSI TIDAK LANGSUNG UNTUK MEMINIMALKAN KESALAHAN BERBAHASA DALAM PENYUSUNAN KARYA ILMIAH

Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13, No 1 (2013): Volume 13, Nomor 1, April 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Sebagian besar mahasiswa masih mengeluhkan kesulitan mengorganisasikan isi dan menerapkan kaidah tulis ilmiah dalam tugas penyusunan karya ilmiah sehingga banyak kesalahan berbahasa yang timbul. Penelitian ini bertujuan untuk meminimalkan kesalahan berbahasa dengan teknik koreksi tidak langsung. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat kesalahan berbahasa baik pada tindakan prasiklus, siklus I, dan siklus II. Secara keseluruhan penurunan rata-rata sebesar 25,06%. Jumlah rata-rata kesalahan berbahasa pada tahap prasiklus sebesar 24%, pada siklus II jumlah rata-rata kesalahan berbahasa menurun menjadi 13,75%. Selain hasil tersebut, terdapat persepsi dan kesan positif dari mahasiswa pada perkuliahan MKU bahasa Indonesia.Kata-kata kunci: teknik koreksi tidak langsung, kesalahan berbahasa,karya   ilmiah AbstractMost students still complain about difficulties in organizing content and applying the rules of scientific writing in preparing scientific papers as they commit so many errors. This study aims to minimize language errors by indirect correction techniques. This Classroom Action Research was conducted in two cycles. The results show a decrease in the error rate on language use both in the actions of pre-cycle, the first cycle and the second cycle. In total, there was an average decrease of 25.06%. The number of average errors on language use in the stage of pre-cycle was 24%, the number of average errors on language use decreased to 13,75% in cycle II. In addition to those results, there was a positive perception and impression in the students towards the General Subject Course of Indonesian Language. Keywords: indirect correction techniques, errors in language use,                     scientific writing

PELATIHAN PENYUNTINGAN BAHASA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS MAJALAH SEKOLAH PADA ANGGOTA FORUM MAJALAH SEKOLAH SE-SURAKARTA (FORMASTA)

Jurnal Abdimas Vol 15, No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah harus menyediakan wadah bagi siswa yang ingin mengembangkan talenta dan minatnya melalui jalur kegiatan ekstrakurikuler, contohnya bidang jurnalistik. Saat ini, salah satu output dari kegiatan ekstrakurikuler bidang jurnalistik yang masih terus dikembangkan di beberapa sekolah di kotamadya Surakarta ialah majalah sekolah. Bahkan, sudah terbentuk satu forum yang bertujuan untuk menggeliatkan atau menggemakan jurnalistik di lingkungan sekolah yaitu Forum Majalah Sekolah Se-Surakarta (Formasta). Majalah sekolah memiliki kualitas kebahasaan yang masih memprihatinkan. Kesalahan yang banyak ditemui ialah penerapan standar penerapan Ejaan yang Disempurnakan (EYD), pemilihan kata (diksi), penyusunan kalimat efektif dan pengembangan paragraf. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh tim pengabdi ialah Prakegiatan, berupa pretest untuk mengetahui kompetensi kebahasaan tulis peserta workshop yang notebene merupakan anggota redaksi majalah sekolah. Selama Kegiatan, berupa pemberian materi dan informasi mengenai dunia penyuntingan, namun difokuskan pada penyuntingan bahasa. Pascakegiatan yang diisi dengan postest, berupa praktik penyuntingan bahasa yang dilakukan oleh peserta.

PELATIHAN PENULISAN BAHASA IKLAN UNTUK MENINGKATKAN ANGKA PENJUALAN PRODUK BAGI MAHASISWA PEBISNIS ONLINE

Jurnal Abdimas Vol 20, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pelatihan penulisan bahasa iklan ini memiliki tujuan agar mahasiswa pebisnis online di Universitas Negeri Semarang memiliki pemahaman mengenai kekuatan (pentingnya) bahasa iklan sebagai sarana pendukung marketing dan mampu menyusun bahasa iklan yang menarik dan tepat sasaran sehingga angka penjualan produk (pendapatan) makin meningkat. Untuk mencapai tujuan tersebut, kegiatan ini dilaksanakan dengan metode workshop dalam bentuk penyampaian materi, diskusi, serta simulasi dan praktik penulisan bahasa iklan. Kegiatan diikuti mahasiswa pebisnis online dari FBS, FT, FIS, FE, dan FIK Universitas Negeri Semarang. Produk yang ditawarkan antara lain fashion, berbagai produk olahan makanan (coklat, kue, keripik, dll), penawaran jasa, dan lain sebagainya. Rata-rata pendapatan awal per bulan Rp100.000,00 s.d. Rp1.000.000,00. Dengan adanya kegiatan ini, mereka menjadi makin mengerti akan arti penting iklan. Sebagian besar peserta kemudian mengimplementasikan bahasa iklan dalam toko online mereka. Hal tersebut berimbas positif pada peningkatan angka penjualan produk sekitar 30-40%. Peningkatan tersebut berbanding lurus dengan peningkatan laba yang diperoleh. Sebagian besar peserta memberi tanggapan positif terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Tanggapan positif tersebut antara lain terkait pemberian wawasan dan motivasi dalam bisnis online, pengetahuan tentang hakikat dan tujuan bahasa iklan untuk meningkatkan angka penjualan, provokasi untuk mengembangkan bisnis online dalam jangka panjang, dan penumbuhan semangat berwirausaha baru.

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYUSUN TEKS EKSPOSISI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DENGAN MEDIA KARIKATUR BERPIDATO BERTEMA KEBUDAYAAN INDONESIA

Lingua Vol 11, No 1 (2015): January 2015
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan menyusun teks eksposisi pada peserta didik kelas VII H SMP Negeri 1 Banjarnegara belum mencapai nilai ketuntasan minimal. Rendahnya nilai tersebut disebabkan  minat peserta didik dalam mengikuti pembelajaran, kurangnya penerapan model dan media yang variatif, dan sulit mengembangkan kerangka menjadi sebuah teks yang utuh. Oleh karena itu, guru harus lebih variatif dalam menerapkan model serta media pembelajaran untuk menarik minat peserta didik dalam pembelajaran menyusun teks eksposisi. Penggunaan model pembelajaran berbasis proyek dan media karikatur berpidato bertema kebudayaan Indonesia diharapkan bisa mengatasi masalah diatas. Pengumpulan data menggunakan nontes dan tes. Dari hasil penelitian, proses pembelajaran, sikap religius dan sosial peserta didik mengalami perubahan kearah yang positif. Proses pembelajaran mengalami peningkatan rata-rata sebesar 10% dari siklus I ke siklus II. Sikap religius mengalami peningkatan sebesar 1 dari siklus I ke siklus II. Adapun sikap sosial mengalami peningkatan 0,69 pada sikap jujur, 0,44 pada sikap santun, dan 0,33 pada sikap tanggung jawab. Hasil keterampilan juga mengalami peningkatan  sebesar 0,56 dari 2,76 pada siklus I menjadi 3,39 pada siklus II.The skill of arranging exposition text in the VII H students of SMP Negeri 1 Banjarnegara does not reach the minimum completeness grade. It is happened because the lack of interest from the students, less variation in the applied model and media, and the difficulty to develop the framework into one whole text. Therefore, the teacher has to find the students’ interest and applied more variation of model and media in the teaching and learning process. The project based and recite caricature Indonesian culture themed are use in the teaching and learning process to solve the problems. Test and non-test is use to collect the data. The results of the research indicate that the student’s religious and social attitude positively improved. Learning increased an average of 10% from the first cycle to second cycle. A religious posture increased by 1 from the fisrt cyce to second cycle. The social attitudes 0,69 increased in the attitude of honest, 0,44 in the attitude manners, and 0,33 in the attitude of responsibility. The students’ skill shown the improvement in the amount of 0,56; it was 2,76 in the first cycle, and it become 3,39 in the second cycle.

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS NASKAH DRAMA SATU BABAK MELALUI MEDIA FILM BISU SISWA KELAS VIIIA SMP NEGERI 5 BANJARHARJO KABUPATEN BREBES

Lingua Vol 12, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya kemampuan siswa dalam menulis naskah drama disebabkan oleh kurangnya minat siswa dan kurangnya kreativitas guru memilih media. Film bisu merupakan alternatif media yang dapat digunakan untuk pembelajaran menulis naskah drama. Penelitian tindakan kelas ini ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kemampuan menulis naskah drama dan perubahan perilaku siswa kelas VIII A SMP Negeri 5 Banjarharjo dalam pembelajaran. Data diperoleh melalui teknik tes dan nontes berupa data perilaku siswa dari hasil observasi, wawancara, jurnal, dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan rata-rata prasiklus 59,26 (kurang) meningkat menjadi 66,6 (cukup) pada siklus I dan meningkat menjadi 79 (baik) pada siklus II. Sebagian siswa senang dan tertarik dengan pembelajaran menggunakan media film bisu. Setelah mengikuti pembelajaran menulis naskah drama dengan media film bisu perilaku siswa mengalami perubahan kearah yang positif. Siswa menjadi lebih aktif, semangat dan antusias dalam pembelajaran menulis naskah drama. Selanjutnya, disarankan kepada guru bahasa dan sastra Indonesia agar menggunakan media film bisu sebagai alternatif dalam pembelajaran menulis naskah drama.Low ability students in play writing students due to the lack of interest and lack of creativity of teachers for choosing the media. Silent film is an alternative media that can be used to study playwriting. This classroom action research aims to analyze the improvement of the ability to write a play and behavior changing of VIIIA grade students of SMPN 5 Banjarharjo in learning. The data obtained through test techniques and nontes a student behavioral data from observation, interviews, journals, documentation. Data was analyzed descriptively. The results showed an increase the pre-cycle averagescare was 59.26 (or less) increased to 66.6 (enough) in the first cycle and increased to 79 (excellent) the second cycle. Most students were excited and interested in learning the use media silent film. After following study play writing with the media silent film student behavior showed positive behaviar change. Students become more active, passionate and enthusiasm in learning playwriting. Furthermore, it is suggested to Indonesian language and literature teacher in order to use a silent film as the media in the alternative learning playwriting.

PENALARAN ARGUMEN SISWA DALAM WACANA TULIS ARGUMENTATIF SEBAGAI UPAYA MEMBUDAYAKAN BERPIKIR KRITIS DI SMA

Lingua Vol 7, No 1 (2011): January 2011
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pola dan teknik penalaran argumen siswa dalam wacana tulisargumentatif sebagai upaya membudayakan berpikir kritis di SMA. Untuk mencapai tujuan tersebut, pendekatanyang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan orientasi teoretis analisis wacana.Data penelitian ini berupa wacana tulis argumentasi siswa. Data ini diperoleh dari tugas siswa menulisargumentasi yang telah diberikan guru, sehingga teknik pengumpulannya menggunakan dokumen tugas siswayang ada di guru masing-masing. Data yang diperoleh dianalisis dengan 3 langkah pokok, yakni reduksi data,penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil analisis data ditemukan bahwa pola penalaran argumen siswadalam wacana tulis argumentatif sebagai upaya membudayakan berpikir kritis di SMA dapat dikelompokkanmenjadi 4 pola, yakni: (1) pola C-G-B, (2) pola C-G-W-B, (3) pola C-G-B-MQ, dan (4) pola C-G-W-B-MQ.Kemudian, teknik penalaran argumen siswa dalam wacana tulis argumentatif sebagai upaya membudayakanberpikir kritis di SMA meliputi: (1) argumen dengan contoh, (2) dengan otoritas, dan (4) argumen dengan sebab.Kata kunci: berpikir kritis, penalaran, wacana tulis argumentatif

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYUSUN TEKS EKSPOSISI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DENGAN MEDIA KARIKATUR BERPIDATO BERTEMA KEBUDAYAAN INDONESIA

Lingua Vol 11, No 1 (2015): January 2015
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan menyusun teks eksposisi pada peserta didik kelas VII H SMP Negeri 1 Banjarnegara belum mencapai nilai ketuntasan minimal. Rendahnya nilai tersebut disebabkan minat peserta didik dalam mengikuti pembelajaran, kurangnya penerapan model dan media yang variatif, dan sulit mengembangkan kerangka menjadi sebuah teks yang utuh. Oleh karena itu, guru harus lebih variatif dalam menerapkan model serta media pembelajaran untuk menarik minat peserta didik dalam pembelajaran menyusun teks eksposisi. Penggunaan model pembelajaran berbasis proyek dan media karikatur berpidato bertema kebudayaan Indonesia diharapkan bisa mengatasi masalah diatas. Pengumpulan data menggunakan nontes dan tes. Dari hasil penelitian, proses pembelajaran, sikap religius dan sosial peserta didik mengalami perubahan kearah yang positif. Proses pembelajaran mengalami peningkatan rata-rata sebesar 10% dari siklus I ke siklus II. Sikap religius mengalami peningkatan sebesar 1 dari siklus I ke siklus II. Adapun sikap sosial mengalami peningkatan 0,69 pada sikap jujur, 0,44 pada sikap santun, dan 0,33 pada sikap tanggung jawab. Hasil keterampilan juga mengalami peningkatan sebesar 0,56 dari 2,76 pada siklus I menjadi 3,39 pada siklus II.The skill of arranging exposition text in the VII H students of SMP Negeri 1 Banjarnegara does not reach the minimum completeness grade. It is happened because the lack of interest from the students, less variation in the applied model and media, and the difficulty to develop the framework into one whole text. Therefore, the teacher has to find the students interest and applied more variation of model and media in the teaching and learning process. The project based and recite caricature Indonesian culture themed are use in the teaching and learning process to solve the problems. Test and non-test is use to collect the data. The results of the research indicate that the students religious and social attitude positively improved. Learning increased an average of 10% from the first cycle to second cycle. A religious posture increased by 1 from the fisrt cyce to second cycle. The social attitudes 0,69 increased in the attitude of honest, 0,44 in the attitude manners, and 0,33 in the attitude of responsibility. The students skill shown the improvement in the amount of 0,56; it was 2,76 in the first cycle, and it become 3,39 in the second cycle.

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS NASKAH DRAMA SATU BABAK MELALUI MEDIA FILM BISU SISWA KELAS VIIIA SMP NEGERI 5 BANJARHARJO KABUPATEN BREBES

Lingua Vol 12, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya kemampuan siswa dalam menulis naskah drama disebabkan oleh kurangnya minat siswa dan kurangnya kreativitas guru memilih media. Film bisu merupakan alternatif media yang dapat digunakan untuk pembelajaran menulis naskah drama. Penelitian tindakan kelas ini ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kemampuan menulis naskah drama dan perubahan perilaku siswa kelas VIII A SMP Negeri 5 Banjarharjo dalam pembelajaran. Data diperoleh melalui teknik tes dan nontes berupa data perilaku siswa dari hasil observasi, wawancara, jurnal, dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan rata-rata prasiklus 59,26 (kurang) meningkat menjadi 66,6 (cukup) pada siklus I dan meningkat menjadi 79 (baik) pada siklus II. Sebagian siswa senang dan tertarik dengan pembelajaran menggunakan media film bisu. Setelah mengikuti pembelajaran menulis naskah drama dengan media film bisu perilaku siswa mengalami perubahan kearah yang positif. Siswa menjadi lebih aktif, semangat dan antusias dalam pembelajaran menulis naskah drama. Selanjutnya, disarankan kepada guru bahasa dan sastra Indonesia agar menggunakan media film bisu sebagai alternatif dalam pembelajaran menulis naskah drama.Low ability students in play writing students due to the lack of interest and lack of creativity of teachers for choosing the media. Silent film is an alternative media that can be used to study playwriting. This classroom action research aims to analyze the improvement of the ability to write a play and behavior changing of VIIIA grade students of SMPN 5 Banjarharjo in learning. The data obtained through test techniques and nontes a student behavioral data from observation, interviews, journals, documentation. Data was analyzed descriptively. The results showed an increase the pre-cycle averagescare was 59.26 (or less) increased to 66.6 (enough) in the first cycle and increased to 79 (excellent) the second cycle. Most students were excited and interested in learning the use media silent film. After following study play writing with the media silent film student behavior showed positive behaviar change. Students become more active, passionate and enthusiasm in learning playwriting. Furthermore, it is suggested to Indonesian language and literature teacher in order to use a silent film as the media in the alternative learning playwriting.

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMPRODUKSI TEKS ANEKDOT SECARA TERTULIS DENGAN MODEL JIGSAW MENGGUNAKAN MEDIA FILM BISU PADA PESERTA DIDIK KELAS X TP3RP SMK NEGERI 1 KENDAL TAHUN AJARAN 2014/2015

Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2: Agustus 2015
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.218 KB)

Abstract

Pembelajaran menelaah dan merevisi pada peserta didik kelas VII-E SMP Negeri 1 Ampelgading Kabupaten Pemalang belum mencapai target ketuntasan minimal. Faktor yang mempengaruhi hal tersebut antara lain peserta didik yang belum mampu menemukan, menanggapi, serta memperbaiki teks cerpen serta kurangnya latihan yang berbentuk kegiatan menelaah dan merevisi teks cerpen. Oleh karena itu, guru perlu menggunakan model dan media yang tepat sehingga mampu memberi stimulus kepada peserta didik agar lebih antusias terhadap kegiatan pembelajaran dan dapat mempermudah kegiatan peserta didik untuk menelaah dan merevisi teks cerpen karena masih terdapat peserta didik yang kebingungan jika diberi intruksi untuk menelaah dan merevisi sebuah teks cerita pendek. Penerapan model pembelajaran Cooperetive Integrated Reading and Compositin (CIRC) berbantuan media potel diharapkan mampu mengatasi permasalahan tersebut. Subjek penelitian ini adalah keterampilan menelaah dan merevisi teks cerpen kelas VII-E SMP Negeri 1 Ampelgading Kabupaten Pemalang. Pengumpulan data menggunakan teknik tes dan nontes. Dari hasil penelitian, diketahui adanya peningkatan persentase ketuntasan klasikal yang diperoleh peserta didik dalam menelaah dan merevisi teks cerpen. Pada siklus I persentase ketuntasan klasikal aspek pengamatan proses 66,67% meningkat menjadi 87,17%. Berikutnya persentase sikap religius 74,37%, meningkat menjadi 94,87%. Kemudian persentase aspek sosial pada siklus I seperti sikap jujur 64,10% meningkat menjadi 82,05%, tanggung jawab 66,67% meningkat menjadi 79,48, sikap santun 66,67 meningkat menjadi 82,05. Aspek pengetahuan pun mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II yaitu dari 66,67% meningkat menjadi 82,05%. Aspek terakhir yang dijadikan pedoman dalam peningkatan persentase kelas adalah aspek ketrampilan. Aspek ketrampilan siklus I sebesar 61,53% dan mengalami peningkatan samapai 82,05% pada siklus II.  Learning reviewing and revising the students of class VII-E SMP Negeri 1 Ampelgading Pemalang not yet reached the target minimum completeness. Factors affecting this include students who have not been able to find, respond to, and improve the text of short stories and a lack of exercise in the form of activities to review and revise the text short stories. Therefore, teachers need to use models and appropriate media so as to provide a stimulus for learners to be more enthusiastic about learning activities and to facilitate the activities of learners to examine and revise the text of the short story as there are learners who are confused if given instructions to examine and revise a short story text. Application of learning models Cooperetive Integrated Reading and Compositin (CIRC) aided POTEL media is expected to overcome these problems. Subjects of this study is to review and revise the skills short story text-E class VII SMP Negeri 1 Ampelgading Pemalang. Collecting data using test techniques and nontes. From the research, it is known to an increase in the percentage of classical completeness obtained learners in reviewing and revising the short story text. In the first cycle percentage classical completeness aspect of process observation 66.67% increase to 87.17%. Next percentage religious attitude 74.37%, increased to 94.87%. Then the percentage of the social aspects of the cycle I like honesty 64.10% increase to 82.05%, 66.67% responsibility increased to 79.48, 66.67 mannered attitude increased to 82.05. Aspects of knowledge was increased from the first cycle to the second cycle of 66.67% which increased to 82.05%. The last aspect that will guide the class is an increase in the percentage of skill aspect. Aspects skills first cycle of 61.53% and 82.05% increase samapai on the second cycle.