Pujiati Utami
Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Published : 18 Documents
Articles

Found 18 Documents
Search

ANALISIS EFISIENSI SALURAN PEMASARAN SALAK PONDOH (Studi Kasus di Desa Sigaluh Kecamatan Sigaluh Banjarnegara) Budiningsih, Sulistyani; Utami, Pujiati
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 9, No 1 (2007): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.615 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi margin pemasaran salak pondoh, mengetahui elastisitas transmisi harga salak pondoh, mengetahui distribusi margin pemasaran dari setiap pola saluran pemasaran, serta farmer share dari setiap pola saluran pemasaran salak pondoh di Desa Sigaluh Kecamatan Sigaluh. Metode dasar penelitian berupa deskriptif analisis dengan pengumpulan data dilakukan secara survei. Lokasi penelitian dipilih secara purposive sampling di Desa Sigaluh dengan pertimbangan bahwa desa ini merupakan salah satu sentra produksi salak pondoh dengan memiliki varietas sama serta terdapat pola saluran pemasaran salak pondoh yang bervariasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 (dua) pola saluran pemasaran salak pondoh di Desa Sigaluh Kecamatan Sigaluh Kabupaten Banjarnegara yaitu : Petani Salak Pondoh → Pedagang Pengumpul Desa → Pengecer → Konsumen dan Petani Salak Pondoh → Pengecer→ Konsumen. Faktor-faktor yang mempengaruhi margin pemasaran salak pondoh meliputi : harga jual salak pondoh (X1) dan sistem penjualan salak pondoh (D1). Nilai elastisitas transmisi harga salak pondoh sebesar 0,172. Distribusi margin pemasaran dari kedua pola saluran pemasaran menunjukkan hasil yang tidak merata. Dari kedua pola saluran pemasaran salak pondoh ternyata pola saluran pemasaran 2 (kedua) memiliki margin pemasaran terendah yaitu (Rp.1175,78/kg) dan farmer share tertinggi (67,86%) sehingga pola saluran pemasaran 2 (kedua) merupakan pola saluran pemasaran yang efisien.
PERANAN BAITUL MAAL MUJAHIDIN DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI KECAMATAN KEMRANJEN KABUPATEN BANYUMAS Utami, Pujiati; Watemin, Watemin
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 12, No 1 (2010): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.148 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran Baitul Maal Mujahidin dalam mendukung ketahanan panganDI Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa terdapat beberapa hal yang menjadi motivasi atau faktor pendorong anggota mengumpulkan zakat hasil pertanian pada Baitul Maal Mujahidin yaitu : sebagai bentuk kewajiban umat Islam dalam rangka melaksanakan salah satu rukun Islam, sebagai wujud rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Yang Maha Kuasa melalui hasil panen komoditas pertanian, sebagai sarana untuk membantu dalam memenuhi kebutuhan beberapa golongan masyarakat yang membutuhkan, sebagai sarana untuk mengurangi kecemburuan sosial, zakat dapat memacu pertumbuhan ekonomi dan menambah berkah atas rezeki yang diperoleh, dan khusus untuk zakat hasil pertanian dapat difungsikan sebagai lumbung pangan untuk mengantisipasi jika pada masa mendatang terjadi bencana kerawanan pangan akibat hasil panen yang tidak optimal.
FAKTOR-FAKTOR SOSIAL EKONOMI YANG MEMPENGARUHI KEBERLANGSUNGAN USAHA KERAJINAN BATOK KELAPA DI KELURAHAN PURBALINGGA WETAN KECAMATAN PURBALINGGA KABUPATEN PURBALINGGA Azzamani, Muhamad Misbah; Dumasari, Dumasari; Utami, Pujiati
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 18, No 2 (2016): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.078 KB)

Abstract

The activity of farming does not only refer to how much the are of land or how many farmers produce the meal product from plants or animals raised. Farm business has been done from head water namely from pre production to down stream namely the process of post harvest. There are some farming business done by the people of Purbalingga, one of the potential business to develop human resources is Coconut farming is well as its waste business. The business of coconut in Purbalingga Wetan village is one of examples of the down stream farming activity. The products of the coconut shell are irus, ciri, mutu, soled, rice scoup (centong), and other handicraft. The social factors influencing thecontinuity of cococnut shell handicraft were: the ability of the farmers and crafstmen in providing the material, the networking, goverment’s and family’s supports, skill in heritance from previous generation, the ability to give confidence, and the farmer’s skill to recycle the waste of coconut shell to be handicraft. The economy factors affecting the continuity were: the price determination of the product, the craftsmen’s skill to gain the main revenue, marketing channel used either director indirect system, and the product demand of handicraft the always improving.
KONTRIBUSI KERAJINAN ANYAMAN BAMBU TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA PETANI DI KECAMATAN PETANAHAN KABUPATEN KEBUMEN Nurhidayah, Isnaeni; Utami, Pujiati; Watemin, Watemin
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 17, No 2 (2015): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.716 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pendapatan kerajinan anyaman bambu terhadap total pendapatan keluarga petani. Penelitian dilakukan di Desa Grujugan Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan denganpertimbangan bahwa desa ini merupakan pusat kerajinan anyaman bambu. Data penelitian diperoleh dari responden yang diambil sebanyak 10% dari populasi yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi kerajinan anyaman bambu terhadap totalpendapatan keluarga petani sebesar 61,52%.Kata kunci: anyaman bambu, kontribusi pendapatan
ANALISIS PENDAPATAN DAN BIAYA PRODUKSI AGROINDUSTRI TAHU DI DESA PANDANSARI KECAMATAN AJIBARANG KABUPATEN BANYUMAS Santoso, Wiji; Utami, Pujiati; Dumasari, Dumasari
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 11, No 1 (2009): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.947 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya produksi dan pendapatan yang diperlukan pengrajin untuk mengelola agroindustri tahu di Desa Pandansari, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai dengan teknik pengambilan sampel secara sengaja (purposive sampling). Sampel yang diambil adalah pengrajin tahu di Desa Pandansari, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas sebanyak 20 orang pengrajin tahu dari sekitar 198 pengrajin tahu yang ada. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara terhadap sampel terpilih. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan menggunakan perhitungan sederhana sesuai dengan tujuan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian tentang agroindustri tahu di Desa Pandansari Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas dapat disimpulkan bahwa biaya produksi yang dikeluarkan untuk satu kali proses produksi dalam usaha agroindustri tahu di Desa Pandansari Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas adalah sebesar Rp.320.288,30 dengan pendapatan bersih yang diperoleh sebesar Rp.72.313,70.
Diversifikasi Olahan Pangan Lokal Ubikayu Dan Teknologi Pengolahannya Pada Tingkat Rumah Tangga Pedesaan Dalam Rangka Ketahanan Pangan Utami, Pujiati; Budiningsih, Sulistyani
Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014 2014: Proceeding Seminar Hasil Penelitian LPPM 2014, 6 September 2014
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ubikayu merupakan tanaman rakyat yang dapat dikatakan makanan pokok selain nasi oleh masyarakat Indonesia. Bukan hanya bagian umbi saja yang dapat dimanfaatkan atau dikonsumsi, namun daun, kulit dan batangnya pun dapat dimanfaatkan. Potensi dari tanaman singkong ini sangat beraneka ragam dan yang pasti kaya akan manfaat. Bila digunakan sebagai penganan dapat diolah menjadi keripik, kudapan, sayuran, tape, cake, puding, roti atau berbagai hidangan lezat lainnya. Berbagai aspek perlu diperhatikan dalam upaya mengembangkan agroindustri berbasis pangan lokal. Ketersediaan bahan baku yang merupakan sumberdaya lokal merupakan faktor utama. Faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah teknologi pengolahan, sumberdaya manusia, pasar, dan kebijakan pemerintah.                 Kata Kunci : Diversifikasi, olahan, ubikayu 
Manajemen Strategi Pelaku Wirausaha Olahan Carica (Carica In Syrup) Dalam Pengembangan Usaha Produk Unggulan di Kabupaten Wonosobo Budiningsih, Sulisyani; Utami, Pujiati
Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014 2014: Proceeding Seminar Hasil Penelitian LPPM 2014, 6 September 2014
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi rantai pasok Carica in Syrup di Kabupaten Wonosobo dan menyusun konsep manep manajemen startegi pelaku wirausaha Carica in Syrup di Kabupaten Wonosobo. Metode penelitian dilakukan secara survey.Teknik pengambilan sampel dilakukan secara sengaja (Purposive Sampling) karena homogenitas sebagai pelaku wirausaha olahan carica yang sudah menggeluti usaha selama lebih dari 10 tahun  dan jumlah sampel diambil dengan cara tidak proporsional, yaitu sampel ditetapkan sebanyak 15 pelaku wirausaha olahan carica. Pengambilan sampel petani pembudidaya buah carica ditetapkan secara sengaja (Purposive Sampling) sebanyak 10 petani serta pelaku rantai pasok olahan carica sebanyak 2 orang, Informan kunci diambil 2 orang tokoh masyarakat yang sekaligus sebagai pelaku wirausaha olahan carica. Manajemen Strategi Wirausaha Carica in syrup dianalisis dengan Analisis SWOT.  Hasil analisis menunjukkan pola saluran pemasaran I yang paling banyak dipilih petani pembudidaya carica  disebabkan mereka tidak perlu repot menjual buah carica ke wilayah Kecamatan Mojotengah, akan tetapi melalui pedagang pengepul.  Margin pemasaran pola saluran pemasaran I lebih besar daripada pola saluran pemasaran II, hal ini disebabkan pada pola saluran I lebih banyak lembaga pemasaran yang terlibat dibandingkan dengan pola II.  Farmer share tertinggi  pada pola saluran pemasaran  II, karena lembaga pemasaran yang terlibat pada pola saluran pemasaran II lebih sedikit dibanding pola saluran pemasaran I. Manajemen strategi pelaku wirausaha carica in syrup dilakukan dengan memaksimalkan potensi atau kekuatan yang dimiliki guna meraih peluang yang ada secara optimal yaitu adanya semangat dan pengalaman wirausaha carica in syrup yang didukung potensi sumberdaya lokal sebagai kekuatan dalam mewujudkan diversifikasi produk olahan carica in syrup.  Kata Kunci : Manajemen, Strategi, Olahan Carica, Pengembangan
Perubahan Perilaku Anggota Kelompok Pemuda Tani Mlethek Srengenge Pada Adopsi Teknologi Modifikasi Produk Tourism Souvenir Goods Olahan Limbah Kelapa Dumasari, Mrs.; Budiningsih, Sulistyani; Utami, Pujiati
Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014 2014: Proceeding Seminar Nasional LPPM 2014, 20 Desember 2014
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari tulisan ini ialah mengkaji perubahan perilaku anggota Kelompok Pemuda Tani Mlethek Srengenge pada proses adopsi teknologi modifikasi produk tourism souvenir goods olahan limbah kelapa.  Lokasi kegiatan ditetapkan secara sengaja di Desa Tinggar Jaya, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Propinsi Jawa Tengah. Metode pendekatan yang dimanfaatkan adalah diskusi terfokus, pelatihan dan demostrasi cara. Mitra yang menjadi khalayak sasaran strategis yakni delapan orang anggota Kelompok Pemuda Tani Mlethek Srengenge. Waktu kegiatan berlangsung mulai Maret sampai November 2014.  Berdasarkan hasil analisis terhadap evaluasi antara pre test dengan post test diketahui bahwa terjadi perubahan perilaku pada kesemua anggota kelompok mitra dalam proses adopsi teknologi modifikasi produk tourism souvenir goods berbahan ragam limbah kelapa. Perubahan perilaku tersebut berlangsung baik pada domain afektif, kognitif maupun psikomotorik. Tingkat perubahan yang paling dominan ditemukan pada domain kognitif.   Meskipun demikian, perubahan perilaku yang dialami kesemua anggota khalayak sasaran strategis perlu terus mendapat pendampingan intensif khususnya untuk mencapai kemandirian dalam pengelolaan usaha mikro tourism souvenir goods olahan limbah kelapa.  Kata Kunci: perubahan perilaku, adopsi, teknologi modifikasi produk, tourism souvenir goods dan limbah kelapa
EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI PADA USAHA PEMBUATAN GULA KELAPA DI DESA GUMELEM WETAN KECAMATAN SUSUKAN KABUPATEN BANJARNEGARA Suyudi, Affan; Pujiharto, Pujiharto; Utami, Pujiati
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 9, No 1 (2007): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.451 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan faktor-faktor produksi, mengidentifikasikan tingkat efisiensi harga (alokatif) pada penggunaan faktor produksi, serta mengetahui besarnya biaya dan pendapatan dari usaha pembuatan gula kelapa di Desa Gumelem Wetan Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif. Lokasi penelitian diambil secara purposif (sengaja) yaitu Desa Gumelem Wetan Kecamatan Susukan, dengan pertimbangan desa ini merupakan sentra pembuatan gula kelapa serta sebagian besar pemilik menderes sendiri pohon kelapanya. Pengambilan petani sampel dilakukan dengan metode Simple Random Sampling (sampel acak sederhana) sebanyak 30 sampel. Untuk mencapai tujuan penelitian yaitu mengetahui pengaruh penggunaan faktorfaktor produksi dan efisien alokatif, data yang diperoleh dianalisis menggunakan fungsi produksi tipe Cobb-Douglas. Sedangkan untuk mengetahui biaya dan pendapatan usaha pembuatan gula kelapa digunakan analisis matematika sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi pembuatan gula kelapa di Desa Gumelem Wetan Kecamatan Sususkan Kabupaten Banjarnegara dipengaruhi secara nyata oleh jumlah nira yang dimasak, sedangkan luas lahan garapan, kayu bakar dan tenaga kerja yang digunakan tidak berpengaruh secara nyata pada produksi gula kelapa. Faktor produksi nira belum efisiensi, faktor produksi kayu bakar dan tenaga kerja tidak efisien, sedangkan luas garapan telah efisien. Jumlah biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi gula kelapa adalah sebesar Rp.532.332,73 atau Rp.29.195,58/pohon/bulan, dan pendapatan kotor petani penderes sebesar Rp.351.217,00/bulan, sedangkan pendapatan bersih sebesar minus Rp.115.831,00/bulan.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA BISNIS PANGAN LOKAL OLAHAN UBIKAYU DI KABUPATEN BANYUMAS Utami, Pujiati; Dumasari, Dumasari
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 16, No 2 (2014): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.168 KB)

Abstract

Local food processed products made from cassava in the Kalibogor and Sokaraja districts consist of three main products, namely getuk goreng, ceriping cassava and klanting. Getuk goreng business center is located in the district of Sokaraja, particularly in central and west Sokaraja. Pekaja village in the District of Kalibagor is also the center of cassava cultivation, and mostly the farmers in Pekaja are not only cultivating cassava but also processing it, especially klanting. While Wlahar village become a center of business ceriping or cassava chips to the scale house industry. SWOT analysis shows that the business of processed food made from cassava in Banyumas is profitable enough, so that it can optimally utilize its competitiveness advantages by taking over market share, for instance increasing sales volume, promoting products to several tourist destinations and other areas, participating in exhibitions of superior local products and so. Katakunci : cassava, local food processed, strategy