Pri Iswati Utami
Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Jl. Raya Dukuhwaluh, PO Box 202, Purwokerto 53182

Published : 43 Documents
Articles

PENGARUH INFUSA DAUN KEMUNING ( Murraya paniculata (L. ) Jack. ) TERHADAP KADAR LIPID PLASMA TIKUS PUTIH ( Rattus norvegicus ) JANTAN GALUR WISTAR YANG DIBERI DIET TINGGI LEMAK Utami, Pri Iswati
PHARMACY Vol 1, No 1 (2003)
Publisher : PHARMACY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh infusa daun kemuning ( Murraya paniculata, (L.) Jack. ) tehadap kadar lipid plasma tikus putih ( Rattus norvegicus ) jantan galur wistar yang diberi diet tinggi lemak, serta untuk mengetahui golongan senyawa yang terkandung dalam infusa daun tersebut.Dalam penelitian ini digunakan tiga seri kadar yaitu 5 %, 10 %, dan 15 % infusa daun kemuning yang diberikan setiap hari selama satu bulan dengan dosis 1 ml / 200 gram berat badan tikus. Untuk keperluan uji dalam penelitian ini hewan uji dibagi menjadi 6 kelompok, denganmasing-masing terdiri atas 3 ekor tikus. Sebelum pemberian bahan obat, hewan uji diberi perlakuan diet tinggi lemak selama dua minggu. Efek anti hiperlipidemia dari tiap-tiap kadar infusa dapat diketahui dengan mengukur kadar kolesterol setelah dua minggu perlakuan,kemudian dibandingkan dengan kontrol negatif dengan uji statistik metode analisis variansi satu jalan ( ANAVA ) dan dilanjutkan dengan uji t pada taraf kepercayaan 95 %.Untuk mengetahui kandungan golongan senyawa dalam infusa daun kemuning tersebut dilakukan dengan uji kromatografi lapis tipis ( KLT ). Pada uji KLT dilakukan uji bercak dengan deteksi warna untuk mengidentifikasi kandungan golongan senyawa yang terdapat dalam infusa tersebut.Hasil penelitian menunjukkan adanya efek antihiperlipidemi ditunjukkan oleh infusa dengan konsentrasi 5 % dan 15 %. Infusa dengan konsetrasi 15 % memberikan efek menurunkan kadar kolesterol paling besar dibandingkan dengan kelompok lain. Hasil pemeriksaan kandungangolongan senyawa menunjukkan adanya golongan flavonoid yang diduga bertanggung terhadap timbulnya efek penurunan kolesterol.Kata kunci : kemuning, anti hiperlipidemia, kadar lipid plasma, kolesterol
UJI ANTI BAKTERI EKSTRAK AIR KUNYIT (Curcuma domestica, Val.) TERHADAP BAKTERI Pseudomonas aeruginosa PADA IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy. Lac) Soemardi, Eddy; Utami, Pri Iswati; Wakhid, Abdul
PHARMACY Vol 1, No 1 (2003)
Publisher : PHARMACY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengatasi serangan bakteri patogen pada ikan gurami, saat ini banyak petani ikan yang menggunakan obat – obatan yang dicampurkan dengan pakan ikan. Obat yang banyak digunakan petani adalah golongan antibiotika tetrasiklin, tetapi tanpa disadari petani telah melakukan tindakan yang tidak ramah lingkungan yaitu menyebabkan resistensi bakteri tersebut pada manusia karena antibiotik tersebut ikut terpejan ke dalam tubuh manusia lewat ikan yang dikonsumsinya.Telah dilakukan penelitian terhadap ekstrak air kunyit sebagai bahan alam yang ramah lingkungan yang mempunyai efek anti bakteri patogen ikan gurami (Pseudomonas, sp. ).Dari percobaan terbukti bahwa ekstrak air kunyit dapat menghambat pertumbuhan bakteri Psendomonas aeroginosa, val. MIC diperoleh dengan cara membuat beberapa konsentrasi ekstrak yaitu : 0,2,4,6,8,10,12,14,16,18,20 mg/ml. Penghambatan terhadap pertumbuhan bakteri dimulai pada konsentrasi 12 mg/ml dengan luas hambatan 66,5I + 4.19 mm2 yang merupakan inti MIC, konsentrasi 20 mg/ml menunjukan penghambatan sebesar 50%.Key Word : Gurami, Pseudomonas sp, antibiotik, Kunyit, MIC, LD 50.
PENGARUH INFUSA DAUN KEMUNING ( Murraya paniculata (L. ) Jack. ) TERHADAP KADAR LIPID PLASMA TIKUS PUTIH ( Rattus norvegicus ) JANTAN GALUR WISTAR YANG DIBERI DIET TINGGI LEMAK Utami, Pri Iswati
PHARMACY Vol 2, No 1 (2005)
Publisher : PHARMACY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh infusa daun kemuning ( Murraya paniculata, (L.) Jack. ) tehadap kadar lipid plasma tikus putih ( Rattus norvegicus ) jantan galur wistar yang diberi diet tinggi lemak, serta untuk mengetahui golongan senyawa yang terkandung dalam infusa daun tersebut.Dalam penelitian ini digunakan tiga seri kadar yaitu 5 %, 10 %, dan 15 % infusa daun kemuning yang diberikan setiap hari selama satu bulan dengan dosis 1 ml / 200 gram berat badan tikus. Untuk keperluan uji dalam penelitian ini hewan uji dibagi menjadi 6 kelompok, dengan masing-masing terdiri atas 3 ekor tikus. Sebelum pemberian bahan obat, hewan uji diberi perlakuan diet tinggi lemak selama dua minggu. Efek anti hiperlipidemia dari tiap-tiap kadar infusa dapat diketahui dengan mengukur kadar kolesterol setelah dua minggu perlakuan, kemudian dibandingkan dengan kontrol negatif dengan uji statistik metode analisisvariansi satu jalan ( ANAVA ) dan dilanjutkan dengan uji t pada taraf kepercayaan 95 %.Untuk mengetahui kandungan golongan senyawa dalam infusa daun kemuning tersebut dilakukan dengan uji kromatografi lapis tipis ( KLT ). Pada uji KLT dilakukan uji bercak dengan deteksi warna untuk mengidentifikasi kandungan golongan senyawa yang terdapat dalam infusa tersebut.Hasil penelitian menunjukkan adanya efek antihiperlipidemi ditunjukkan oleh infusa dengan konsentrasi 5 % dan 15 %. Infusa dengan konsetrasi 15 % memberikan efek menurunkan kadar kolesterol paling besar dibandingkan dengan kelompok lain. Hasil pemeriksaan kandungan golongan senyawa menunjukkan adanya golongan flavonoid yangdiduga bertanggung terhadap timbulnya efek penurunan kolesterol.Kata kunci : kemuning, anti hiperlipidemia, kadar lipid plasma, kolesterol
UJI ANTI BAKTERI EKSTRAK AIR KUNYIT (Curcuma domestica, Val.) TERHADAP BAKTERI Pseudomonas aeruginosa PADA IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy. Lac) Soemardi, Eddy; Utami, Pri Iswati; Wakhid, Abdul
PHARMACY Vol 2, No 1 (2005)
Publisher : PHARMACY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengatasi serangan bakteri patogen pada ikan gurami, saat ini banyak petani ikan yang menggunakan obat – obatan yang dicampurkan dengan pakan ikan. Obat yang banyak digunakan petani adalah golongan antibiotika tetrasiklin, tetapi tanpa disadari petani telah melakukan tindakan yang tidak ramah lingkungan yaitu menyebabkan resistensi bakteri tersebut pada manusia karena antibiotik tersebut ikut terpejan ke dalam tubuh manusia lewat ikan yang dikonsumsinya.Telah dilakukan penelitian terhadap ekstrak air kunyit sebagai bahan alam yang ramah lingkungan yang mempunyai efek anti bakteri patogen ikan gurami (Pseudomonas, sp.).Dari percobaan terbukti bahwa ekstrak air kunyit dapat menghambat pertumbuhan bakteri Psendomonas aeroginosa, val. MIC diperoleh dengan cara membuat beberapa konsentrasi ekstrak yaitu : 0,2,4,6,8,10,12,14,16,18,20 mg/ml. Penghambatan terhadappertumbuhan bakteri dimulai pada konsentrasi 12 mg/ml dengan luas hambatan 66,5I + 4.19 mm2 yang merupakan inti MIC, konsentrasi 20 mg/ml menunjukan penghambatan sebesar 50%.Key Word : Gurami, Pseudomonas sp, antibiotik, Kunyit, MIC, LD 50.
VALIDITAS PENETAPAN KADAR KALSIUM DALAM SEDIAAN TABLET MULTIVITAMIN SECARA SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET-VISIBEL Rahayu, Wiranti Sri; Utami, Pri iswati; Kurniawati, Anis
PHARMACY Vol 6, No 1 (2009)
Publisher : PHARMACY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penetapkan kadar Ca secara spektrofotometri ultraviolet-visibel didasarkanpada pembentukan kompleks Ca dengan mureksid [Ca2+(Mu-)2]. Panjang gelombang maksimum yang diperoleh adalah 515 nm, waktu reaksi optimumnya pada menit ke-1 sampai ke-3. Hasil regresi linear kurva baku y = 0,387 x + 0,2836 dengan nilai r = 0,9833. Nilai LOD yang diperoleh 0,144 ppm, nilai recovery 116,567 % dan koefisien variasi 1,604 %.Kata kunci : Ca, Spektrofotometri UV-Vis.
PENETAPAN KADAR TANIN DAUN RAMBUTAN (Nephelium lappaceum.L ) SECARA SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET VISIBEL Andriyani, Dewi; Utami, Pri Iswati; Dhiani, Binar Asrining
PHARMACY Vol 7, No 2 (2010)
Publisher : PHARMACY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian penetapan kadar tanin pada daun rambutan (Nephelium lappaceum) dengan  metode spektrofotometri ultraviolet visibel. Penetapan kadar dilakukan untuk mengetahui jumlah kadar yang terkandung dalam daun rambutan. Metode yang digunakan untuk penyarian simplisia adalah metode maserasi. Ekstrak yang sudah didapat kemudian diencerkan, ditambahkan reagen Folin Denis dan Natrium Karbonat anhidrat, setelah itu dibaca pada panjang gelombang maksimum dan pada saat operating time tercapai. Reaksi pembentukan yang terjadi adalah reduksi oksidasi dimana tanin sebagai reduktor dan folin Denis sebagai oksidator. Hasil oksidasi akan membentuk warna biru yang dapat dibaca panjang gelombang  maksimal. Hasil perhitungan rata-rata kadar pada daun rambutan muda adalah 6.25% dengan SD sebesar 0.08327  dan KV sebesar 1.3%. Kadar rata-rata daun rambutan tua adalah 6.62%, dengan SD sebesar 0.02309%. dan KV 0.35%. Hasil uji t menunjukkan bahwa kadar tanin daun rambutan dengan variasi umur mempunyai perbedaan kadar yang signifikan. Kata Kunci: Tanin, Daun Rambutan, Spektrofotometri Ultraviolet visibel
PENAPISAN FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL HERBA PULUTAN (Urena lobata Linn.) Wulandari, Roselina; Utami, Pri Iswati; Hartanti, Dwi
PHARMACY Vol 6, No 1 (2009)
Publisher : PHARMACY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penapisan fitokimia dan uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol herba pulutan (Urena lobata Linn). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder dan aktivitas antibakteri herba pulutan. Dalam penelitian ini, ekstraksi dilakukan dengan metode Soxhletasi dengan pelarut etanol 96%. Penapisan fitokimia menggunakan metode Cannel, dan untuk uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar menggunakan kertas cakram. Bakteri yang digunakan adalah Staphylococcus aureus (bakteri Gram positif) dan Escherichia coli (bakteri Gram negatif). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis varian satu arah dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penapisan fitokimia menunjukkan bahwa herba pulutan mengandung senyawa golongan alkaloid dan polifenol. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etanol herba pulutan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.Kata Kunci : pulutan (Urena lobata Linn), antimikroba, penapisan fitokimia.
ANALISIS KUALITATIF PARASETAMOL PADA SEDIAAN JAMU SERBUK PEGAL LINU YANG BEREDAR DI PURWOKERTO Firdaus, Muhammad Irfan; Utami, Pri Iswati
PHARMACY Vol 6, No 2 (2009)
Publisher : PHARMACY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisis kualitatif parasetamol pada sediaan jamu serbuk pegal linu yang beredar di Purwokerto. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi parasetamol dalam ramuan jamu tradisional pegal linu. Metode yang digunakan adalah kromatografi lapis tipis (KLT). Fase gerak yang digunakan pada KLT adalah kloroform:etil asetat (6:4) dengan penampak bercak ferri klorida. Hasil KLT dan menunjukkan bahwa pada sediaan jamu serbuk pegal linu tersebut tidak mengandungparasetamol.Kata kunci: jamu serbuk pegal linu, parasetamol, KLT
PENETAPAN KADAR KLORAMFENIKOL DALAM TETES MATA PADA SEDIAAN GENERIK DAN MERK DENGAN METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI Puspita Sari, Febriyanti Diah; Utami, Pri Iswati
PHARMACY Vol 6, No 2 (2009)
Publisher : PHARMACY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penetapan kadar kloramfenikol dalam tetes mata pada sediaan generik dan merk menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) fase terbalik dengan detektor ultraviolet pada panjang gelombang 280 nm. Fase diam yang digunakan adalah kolom Shimpack ODS CLC C18, fase gerak metanol:air (40:60) dengan kecepatan alir 1 mL/menit. Penentuan linearitas dengan kurva baku menunjukkan hubungan yang linier antara luas puncak dan konsentrasi baku kloramfenikol dengankonsentrasi 10-30 μg/mL (r=0,990). Persamaan regresi yang diperoleh adalah y=1,6429x- 5,5758. Nilai limit of detection (LOD) sebesar 5,2 μg/mL dan nilai limit of quantitation (LOQ) sebesar 17,3 μg/mL. Uji presisi memberikan hasil nilai koefisien variasi sebesar 5,988%. Hasil penetapan kadar kloramfenikol dalam tetes mata pada sediaan generik adalah 117,6% dan dalam tetes mata bermerek sebesar 111,29%. Berdasarkanpengujian, sampel tetes mata generik dan bermerek memenuhi persyaratan yang tertera pada Farmakope Indonesia edisi IV.Kata kunci: kloramfenikol, KCKT, tetes mata
PENGARUH PEMANASAN TERHADAP KADAR VITAMIN E PADA KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SINAR TAMPAK Pambudi, Eka Prasetyo Agung; Utami, Pri Iswati; Hartanti, Dwi
PHARMACY Vol 6, No 3 (2009)
Publisher : PHARMACY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang hijau merupakan bahan makanan yang banyak dikonsumsi olehmasyarakat. Kacang hijau mengandung gizi yang bermanfaat bagi tubuh manusia. Salah satu gizi yang terkandung adalah vitamin E. Penelitian ini bertujuan menentukan kadar vitamin E pada kacang hijau serta mempelajari pengaruh pemanasan terhadap kandungan vitamin E nya. Persiapan sampel sebelum penetapan kadar dilakukan denganpemanasan selama waktu yang berbeda. Masing-masing kacang hijau setelah perlakuan dianalisis kandungan vitamin E nya. Analisis kandungan vitamin E dilakukan dengan metode spektrofotometri setelah pembentukan kompleks warna merah menggunakan reagen ferri klorida dan 2,2’bipiridil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjanggelombang maksimum vitamin E yang diperoleh adalah 520 nm dan operating time pada menit ke 5, dan dengan persamaan kurva baku y = 0,604X + 0,047 (r=0,998).Berdasarkan uji analisis varian (ANOVA) satu arah yang dilanjutkan dengan uji LSD diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar vitamin E dalam kacang hijau dengan lama pemanasan yang berbeda. Pemanasan dapat menurunkan kadar vitamin E pada kacang hijau. Dalam hasil rebusan kacang hijau, ditemukan sedikit jumlah vitamin E, karena vitamin ini sulit larut dalam air.Kata Kunci : kacang hijau, vitamin E, spektrofotometri UV-Vis