Articles

Found 30 Documents
Search

Bahan Baku Plastik Polystyren Utami, Budi
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN NO.36 TRIWULAN II 1987/1988
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2208.293 KB)

Abstract

Polystyren is linear polymer which thermoplastic made with syntesa from one or more monomer eg : styren, aerylonitril and butadien. The ·bases of making polystyren is polymeritation reaction. Polymeritation have 5 bypes, each type has characteristicand used difficult. Polymerita­tion process have variaty technique where it is goodness and likensess.
Perbedaan Hasil Jadi Tas Hiasan Kerang Dengan Menggunakan Bahan Pelapis Fushible Interfacing PRIHATININGRUM, WINDA; Utami, Budi
Jurnal Tata Busana Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The purpose of this research was to find out the finished result of the bag with shells decoration using the Woven Fushible Interfacing of type LP 155, to find out the finished results of the bag with shells decoration using Knit Fushible Interfacing of type 7403, to find out the finished results of the shells decoration bag using the Weft Insertion Fushible Interfacing, to know the difference between the finished results of the bag using a coating material of Woven Fushible Interfacing of type LP 155, Knit Fushible Interfacing of type 7403, and Weft Insertion Fushible Interfacing of type 2613 and to know the best results from the finished results of the shell waste decoration bag by using the coating materials of Woven Fushible Interfacing of type LP 155, Knit Fushible Interfacing of type 7403, and Weft Insertion Fushible Interfacing of type 2613. The research method used the observation method, The overall of single anava results indicated < 0.05 thus the overall was significant. The mean value on the highest mean first aspect was the woven fushible interfacing of type LP155 with mean of 3.55, the second aspect of woven fushible interfacing of type LP155 the mean was 2.82, the third aspect of woven fushible interfacing of type LP155 the mean was 2.81, the fourth aspect of woven fushible interfacing of type LP155 the mean was 3.94. Based on the results obtained, it could be concluded that the best result was the woven fushible interfacing of type LP155. Keywords: Bags, shells decoration and Fushible interfacing. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil jadi tas dengan hiasan kerang yang menggunakan Woven Fushible Interfacing tipe LP 155, untuk mengetahui hasil jadi tas dengan hiasan kerang yang menggunakan Knit Fushible Interfacing tipe 7403, untuk mengetahui hasil jadi tas hiasan kerang menggunakan Weft Insertion Fushible Interfacing, untuk mengetahui perbedaan hasil jadi tas antara yang menggunakan bahan pelapis Woven Fushible Interfacing tipe LP 155, Knit Fushible Interfacing tipe7403, dan Weft Insertion Fushible Interfacing tipe 2613 dan untuk mengetahui hasil yang terbaik dari hasil jadi tas hiasan limbah kerang dengan menggunakan bahan pelapis Woven Fushible Interfacing tipe LP 155, Knit Fushible Interfacing tipe7403, dan Weft Insertion Fushible Interfacing tipe 2613. Metode penelitian menggunakan metode observasi, Keseluruhan hasil anava tunggal menunjukan < 0,05 maka keseluruhan signifikan. Nilai mean pada aspek pertama mean tertinggi adalah woven fushible interfacing tipe LP155 mean 3.55, aspek kedua woven fushible interfacing tipe LP155 mean2,82, aspek ke tiga woven fushible interfacing tipe LP155 mean 2,81, aspek keempat woven fushible interfacing tipe LP155 mean 3,94. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa hasil yang terbaik adalah woven fushible interfacing tipe LP155. Kata kunci :Tas, hiasan kerang dan Fushible interfacing
PENERAPAN SIKLUS BELAJAR 5E DISERTAI LKS UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PROSES DAN HASIL BELAJAR KIMIA Utami, Budi
Jurnal Cakrawala Pendidikan No 2 (2013): CAKRAWALA PENDIDIKAN Juni 2013, Th. XXXII, No. 2
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.246 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas proses belajar siswa melalui penerapan siklus belajar 5E disertai LKS pada materi pokok kelarutan dan hasilkali kelarutan di SMA Negeri 2 Karanganyar, dan meningkatkan kualitas hasil belajar siswa melalui penerapan siklus belajar 5E disertai LKS pada materi pokok kelarutan dan hasilkali kelarutan di SMA Negeri 2 Karanganyar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan siklus belajar 5E disertai LKS dapat meningkatkan (1) kualitas proses belajar siswa yaitu minat belajar siswa meningkat dari siklus I menuju siklus II. Dari aspek rasa ingin tahu siswa menunjukkan bahwa terdapat peningkatan persentase dari siklus I menuju siklus II; (2) meningkatkan kualitas hasil belajar siswa yaitu prestasi belajar kognitif siswa meningkat dari siklus I pada siklus II. Kata Kunci: siklus belajar 5E, LKS, kualitas proses dan hasil belajar, kelarutan dan hasil kali kelarutan IMPLEMENTATION OF THE 5E LEARNING CYCLE WITH STUDENT WORKSHEETS TO IMPROVE THE STUDENTS? LEARNING PROCESS QUALITY AND LEARNING ACHIEVEMENT IN CHEMISTRY Abstract: The study was aimed to improve the quality of student learning through the implementation of 5E learning cycle with Student Worksheet on the subject matter of solubility and solubility product in SMA Negeri 2 Karanganyar, and improve the quality of student learning achievement through the implementation of the 5E learning cycle with Student Worksheets on the subject matter of solubility and solubility product in SMA Negeri 2 Karanganyar. This research was classroom action research (CAR). The CAR was conducted in two cycles, with each cycle consisting of planning, action, observation, and reflection. The findings showed that the application of the 5E learning cycle with Student Worksheets in the subject matter of solubility and solubility product in SMA Negeri 2 Karanganyar can improve; (1) the quality of student learning, increased students? interest in learning from the first cycle to the second cycle. From the aspect of the student's curiosity, the findings showed that there was an increasing percentage of the first cycle to the second cycle; (2) students? learning achievement. Keywords: 5E learning cycle, solubility and solubility product, Student Worksheets, chemistry education
Sifat-Sifat Fisik Kantong Kertas Multiwall Untuk Kemasan B3 Golongan III Utami, Budi
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. 22 NO. 2 DESEMBER 2000
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5338.783 KB)

Abstract

Paper sacks as a transport packaging can decrease the damage of the contains during transportation. The packaging sould conform with the design type and sould be completely tested in accordance with the requirements of the UNStandard. Experiment has been carried out to determine the specification of paper kraft which is used for paper multiwall sacks for group III dangeraous goods. The paper multiwall sacks made of three/four paper kraft liner and inner packaging LDP E film. The type of paper sacks is sewn open mouth with dimension length x width = 710 x 470 mm and 25 kg by weight. The transport simulation test of paper sacks multiwall showed that the optimum physical properties of four paper kraft liner were total weight 213, 10 gram and the thickness of LDPEfilm is 22,60 µm.
Peningkatan Keterampilan Melalui Pelatihan Membuat Sulaman Bullion Pada Tempat Tisu di Karang Taruna Bhakti Kawuladesa Krembangan JUMROH, IMNATUS; UTAMI, BUDI
Jurnal Tata Busana Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2014
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak Peningkatan keterampilan melalui pelatihan membuat sulaman bullion pada tempat tisu di Karang Taruna Bhakti Kawula Desa Krembangan, merupakan salah satu wujud dari peningkatan sumber daya manusia khususnya remaja. Keterampilan ini dapat dijadikan untuk mengisi waktu luang dan nantinya dapat dijadikan sumber wirausaha yang dapat memberikan penghasilan bagi diri pribadi, keluarga, dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan para peserta menggunakan sulaman bullion, mengetahui tingkat keterampilan peserta pelatihan sesudah diberikan pelatihan, mengetahui hasil jadi keterampilan peserta pelatihan sulaman bullion pada tempat tisu, dan mengetahui peningkatan keterampilan setelah diberikan pelatihan. Metode penelitian adalah diskriptif kuantitatif yang menggunakan analisis data tes tulis menggunakan penilaian dengan bobot nilai yang sudah ditentukan, hasil jadi keterampilan sulaman bullion pada tempat tisu menggunakan empat aspek yaitu teknik pembuatan sulaman bullion, kesesuaian bentuk sulaman bullion, kerapian dan keserasian warna serta peningkatan keterampilan setelah diberikan pelatihan menggunakan uji t. Hasil penelitian ini adalah pada hasil tes tulis pre – tes para peserta mendapat nilai mean 20.80 dapat dikatakan gagal, dan post – tes para peserta mendapat nilai mean 89.93 dapat dikatakan sangat baik, pada hasil jadi keterampilan dapat dikatakan telah mencapai nilai rata – rata 75 dapat dikatakan sangat baik, dan hasil peningkatan keterampilan menunjukan hasil yang nyata pada uji t nilai t terhitung sebesar -40.580 dengan sig 000. Karena sig <0,05 maka dikatakan terdapat peningkatan yang signifikan.   Kata kunci : sulaman bullion dan pelatihan.   Abstract Skill lmprovement through training made ​​bullion embroidered tissue box Karang Taruna Bhakti Kawula on the Village Krembangan, is one form of human resource development, especially teenagers These skills can be used to fill spare time and can later be used as a source of self-employment that can provide income for themselves personally, families, and communities. This study aims to determine the skill level of the participants using bullion embroidery, find out the skill level of the trainees after the training given , so knowing the results of the skills trainees bullion embroidery on towels, and know the skill improvement after the training given. Research is descriptive quantitative method that uses data analysis using a written test with a weight assessment suda value specified , the results so bullion embroidery skills in place using four aspects, namely tissue engineering manufacture embroidered bullion , bullion embroidery shape conformity, neatness and color harmony as well as increased skills after given training using the t test. The results of this study are the results of a written test pre - test the participants had a mean of 20.80 dikatan can fail , and post - test the participants had a mean value of 89.93 can be said to be very good, the results so skills can be said to have achieved value - average 75 to said to be very good, and the results showed an increase skills real results on the t test t value accounted for-40 580 with sig 000. Due sig < 0.05, it is said there is a significant increase.   Keywords: embroidered bullion and training.  
Pengaruh Perbandingan Fosfor Dan Rubber Terhadap Hasil Jadi Sablon Glow In The Dark Pada Glosse Sleeve Berbahan Lycra MIFTAKHULIL AFIDA, LINDA; UTAMI, BUDI
Jurnal Tata Busana Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2014
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak Sablon merupakan teknik cetak mencetak dengan menggunakan kain gasa (rachibini,1996). Sablon terdiri dari beberapa jenis, salah satunya adalah sablon glow in the dark. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan fosfor dan rubber transparan terhadap hasil jadi sablon glow in the dark. Jenis penelitian ini adalah eksperimen, yang memiliki variabel bebas yaitu perbandingan fosfor dan rubbber 1:4, 2:4, 3:4, dan 4:4, variabel terikat yaitu hasil jadi sablon glow in the dark yang meliputi tiga aspek yaitu ketajaman, tekstur, dan kerekatan, variabel kontrol yaitu screen, klise, teknik penyaputan, rakel, warna tinta dasar, warna fosfor, kain yang digunakan dan orang yang membuat sablon. Metode pengumpulan data menggunakan observasi yang dilakukan oleh 30 observer. Analisis data menggunakan anava tunggal. Hasil analisis anava menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara perbandingan fosfor dan rubber 1:4, 2:3, 3:4 dan 4:4 terhadap hasil jadi sablon glow in the dark yang meliputi aspek ketajaman warna, tekstur, dan kerekatan tinta. Pada aspek ketajaman warna,  perbandingan 1:4 menghasilkan warna yang paling tajam dibandingkan dengan perbandingan 2:4, 3:4, dan 4:4. Pada aspek tekstur, perbandingan 1:4 menghasilkan tekstur yang paling mengkilap dibandingkan dengan perbandingan 2:4, 3:4, dan 4:4. Pada aspek kerekatan tinta, perbandingan 4:4 menghasilkan tinta yang paling merekat dibandingkan dengan perbandingan 2:4, 3:4, dan 4:4.   Kata Kunci: glow in the dark, fosfor, rubber, lycra, gloves sleeve.     Abstract Screen printing is a printing technique by using screen (gauze) fabric (Rachibini, 1996). Screen printing consists of many kind, one of it is glow in the dark. This research aims to know the effect of phosphor and transparent rubber proportion on the outcome of glow in the dark screen printing. Type of this research was experimental which has independent variable proportion of phosphor and rubber 1:4, 2:4, 3:4, 4:4, dependent variable was the outcome of glow in the dark screen printing including three aspects, sharpness, texture, and adhesiveness. Control variables were screen, template, coating technique, palette, base color ink, phosphorous color, fabric used and people who performing screen printing. Data collecting method used was observation performed by 30 observers. Data analysis used one way anava. Result of anava shows that there were significant effect on phosphor and rubber proportion 1:4, 2:3, 3:4, and 4:4 toward the outcome of glow in the dark screen printing including aspects of color sharpness, texture, and ink adhesiveness. At aspect of color sharpness, proportion 1:4 produce the most sharp color than proportion 2:4, 3:4, and 4:4. At aspect of texture, proportion 1:4 produce the most shining texture than proportion 2:4, 3:4, and 4:4. At aspect ink adhesiveness, proportion 4:4 produce the most adhesive ink than proportion 2:4, 3:4, and 4:4.   Keywords: glow in the dark, rubber, lycra, gloves sleeve.  
Perbedaan Ukuran Pola Smock Terhadap Hasil Jadi Variasi Flower Smocking Pada Busana Pesta Anak KHOLIFAH, NINIK; UTAMI, BUDI
Jurnal Tata Busana Vol 3, No 3 (2014): Volume 3, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2014
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak   Variasi flower smocking merupakan salah satu dari bentuk Nort American smocking yang divariasi. Variasi flower smocking ini diterapkan pada busana pesta anak dengan membedakan ukuran pola ½ cm, 1 cm, dan 1 ½ cm. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui hasil jadi variasi flower smocking dengan ukuran pola smock  ½ cm, 1 cm, dan 1 ½ cm yang diterapkan pada busana pesta anak, untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil jadi antara smock yang menggunakan ukuran pola ½ cm, 1 cm, 1 ½ cm pada busana pesta anak, untuk mengetahui hasil jadi yang terbaik antara variasi flower smocking dengan ukuran pola smock ½ cm, 1 cm, 1 ½ cm yang diterapkan pada busana pesta anak. Jenis penelitian ini adalah eksperimen yang memiliki variabel bebas yaitu penambahan ukuran pola smock yaitu ukuran smock ½ cm. 1 cm, dan 1 ½ cm. Variabel terikat yaitu hasil jadi variasi flower smocking pada busana pesta anak. Variabel kontrol yaitu desain busana pesta anak, smock yang dibuat adalah variasi flower smocking, kain yang digunakan adalah kain satin polyester, teknik menjahit, orang yang mengerjakan variasi flower smocking dan busana pesta anak, alat yang digunakan. Metode pengumpulan data adalah observasi dengan observer 30 orang. Untuk analisis data menggunakan anava tunggal. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil jadi variasi flower pattern pada busana pesta anak ditinjau dari aspek kerapian, aspek bentuk, aspek jatuhnya smock. Untuk ukuran smock ½ cm kurang baik, pada ukuran smock 1 cm hasilnya baik, dan pada ukuran smock 1 ½ cm hasilnya baik. Jadi ada pengaruh yang signifikan pada semua aspek, yaitu kerapian, bentuk, dan jatuhnya smock. Hasil jadi smock yang terbaik adalah ukuran pola 1 cm karena proporsi pada busana pesta anak.   Kata Kunci: Variasi flower smocking, Busana Pesta Anak     Abstract   Variation flower was smocking is one of the form of north west frontier american smocking that divariasi. Variation flower was smocking is applied to fashion a party child with distinguish the size of the pattern 0,5 cm, 1 cm, and 1,5 cm. Purpose in this research is to find out the results of so variation flower was smocking with the size of the pattern smock 0,5 cm, 1 cm, and 1,5 cm  applied to fashion a party children, to know the whereabouts differences between smock the result so that uses the size of the pattern 0,5 cm, 1 cm, 1,5 cm in fashion party children, to know the result so the best between variation flower was smocking with the size of the pattern smock 0,5 cm, 1 cm, 1,5 cm  applied to fashion a party child. A kind of this research is an experimenter whose having variable free that is, an increase in the size of the pattern smock which is a measure smock 0,5 cm.1 cm, and 1,5 cm. Variable bound namely the result so variation flower was smocking on fashion party child. Variable control namely. party children, fashion designs smock made is a variant flower was smocking, cloth used is cloth of satin polyester, the technique of needlework, a person who tills variation flower was smocking party children, and fashion a tool used. A method of collecting data is observation with an observer 30 people. To analysis of data using anava single. This research result indicates the result so variation flower was pattern on fashion party child review of the aspect of neatness, aspect of the form of the size, aspect of the fall of smock. To the size of a smock 0,5 cm less properly, on the size smock 1 cm the result is good and on the size smock 1,5 cm the result is good.So there are significant influence on all aspects, neatness, namely form, and the collapse of a smock.The result so smock the best is size of the pattern of 1 cm due proportion in fashion party child.   Keywords: variation of flower smocking Dress, childrens party.  
Pengaruh Ketebalan Busa Angin Terhadap Hasil Jadi Quilting Pada Tas Jinjing (Tote Bag) AGUS TALISA, IKE; UTAMI, BUDI
Jurnal Tata Busana Vol 3, No 3 (2014): Volume 3, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2014
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak   Quilting adalah adalah teknik menghias kain dengan cara  menggabungkan dua atau lebih lapisan bahan. Pada bagian tengah disisipkan sejenis bahan pengisi yang  disebut batting.  Salah satu cara pembuatan pengisian bahan quilting yaitu quilting in units atau  sectional quilting dan penerapan hiasan motif berupa all - over pattern. Bahan pengisi yang digunakan bermacam -macam, misalnya busa angin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil jadi quilting pada tas jinjing (tote bag) dengan ketebalan busa angin 2 milimeter, 5 milimeter dan 8 milimeter, untuk mengetahui pengaruh ketebalan busa angin 2 mm, busa angin 5 mm dan busa angin 8 mm terhadap hasil jadi quilting pada tote bag,  untuk mengetahui ketebalan busa angin 2 milimeter, 5 milimeter dan 8 milimeter yang menghasilkan quilting yang terbaik. Jenis penelitian ini yaitu eksperimen dengan variabel bebasnya ketebalan busa angin 2 milimeter, 5 milimeter dan 8 milimeter. Variabel terikat yaitu hasil jadi quilting pada tote bag ditinjau dari aspek yaitu efek timbul quilting, bentuk motif quilting dan setikan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dengan instrument penelitian yang berupa lembar observasi dengan daftar check list yang dilakukan 30 orang observer. Teknik analisis data yang digunakan adalah anava tunggal untuk mengetahui pengaruh ketebalan busa angin terhadap hasil jadi quilting pada tas jinjing (tote bag) dengan signifikan p < 0,05. Hasil uji statistik menunjukkan  bahwa hasil jadi quilting ditinjau dari aspek efek timbul quilting dengan mean tertinggi 3,58 pada ketebalan busa angin 5 mm, bentuk motif quilting dengan mean 3,67 pada ketebalan busa angin 5 mm dan setikan dengan mean 3,38 pada ketebalan busa angin 5 mm. Ada pengaruh ketebalan busa angin terhadap hasil jadi quilting, tingkat signifikan semua aspek adalah p = 0,000 < 0,05  sehingga Ha diterima. Ketebalan  busa angin memberikan pengaruh yang berbeda. Bahan pengisi busa angin dengan ketebalan 2 milimeter memberikan pengaruh bentuk motif kurang timbul (tipis), terdapat kerutan, dan setikan rapi.  Bahan  pengisi busa angin dengan ketebalan 5 milimeter memberikan pengaruh bentuk motif relief timbul (sedang), tidak terdapat kerutan, dan setikan lebih rapi. Pada bahan pengisi busa angin dengan ketebalan 8 milimeter memberikan pengaruh bentuk motif relief  timbul (tebal), terdapat kerutan, dan setikan kurang rapi. Ditinjau  dari semua aspek  quilting dengan ketebalan busa angin 5 milimeter yang mempunyai nilai mean tertinggi termasuk kriteria quilting terbaik.   Kata kunci: ketebalan busa angin, hasil jadi quilting, tote bag.     Abstract   Quilting is decorating fabric is a technique by combining two or more layers of material. Inserted in the middle kind of filler called batting. One way of making the batting material is quilting in units or sectional and application of decorative motive in the form of an all - over pattern. The batting used wide - range, for example  spon foam. The purpose of this study to determine the outcome so quilting on tote bag with  spon foam  thickness 2 millimeters, 5 millimeters and 8 millimeters, To determine the effect of the spon foam thickness 2 mm, spon foam thickness 5 mm and spon foam thickness 8 mm of the results so quilting on tote bag, to determine the thickness of the spon foam 2 millimeters, 5 millimeters and 8 millimeters which produces the best quilting.                        Type in the experimental study, the independent variable spon foam thickness 2 mm, 5 mm and 8 mm. Dependent variable that results in a tote bag quilting so in terms of aspects which arise effect quilting, quilting patterns and stitches form. Data collection methods used were observation with research instrument in the form of observation sheet with a list of check list of 30 people who made the observer.  The data analysis technique used is singular anava  to determine the effect spon foam thickness of the results quilting to tote bag with signifikant p < 0,05.                                                                                                                     The results of statistic tests showed that so the results of quilting be viewed from the aspect prominent effect quilting with the highest mean of 3.58 at a thickness of 5 mm spon foam, quilting motive form with a mean of 3.67 at a thickness of 5 mm and a  spon foam and  stitches with a mean thickness of 3.38 on spon foam 5 mm. there is the effect of spon foam  on the thickness of the quilting so the results of quilting, a significant level of all aspects is p = 0.000 < 0.05 Ha received . Thickness spon  foam that gives the effect of different. Spon  foam batting material with a thickness of 2 millimeters less influence motive prominent form (thin), there are wrinkles, and stitches  neat. spon foam batting material with a thickness of 5 millimeters influenced motive form bas-reliefs (medium), there are no wrinkles, and stitches  neater. In the spon foam batting material with a thickness of 8 millimeters motive influence the shape bas-reliefs (thick), there are wrinkles, and stitches less neat. Judging from all aspect of the quilting with a spon foam thickness of  5 millimeters which has the highest mean value including the criteria for the best quilting.   Keywords: Thickness  of spon  foam, result so quilting, tote bag.  
PENERAPAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN STRATEGI BELAJAR MENGAJAR Utami, Budi; Sugiharto, Sugiharto; Indriyanti, Nurma Yunita
Paedagogia Vol 13, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.258 KB)

Abstract

The aims of this study is to examine the effectiveness of learning with aconstructivist approach that is applied on Teaching and Learning Strategies course inimproving the quality of the learning process and student achievement of competencystandards and to identify the perceptions of students regarding the application ofconstructivist approaches to learning Teaching and Learning Strategies course atChemical Education Department, Teacher Training And Education Faculty, SebelasMaret University. This study uses Classroom Action Research (CAR) procedure, whichconsists of two cycles. Each cycle changes are made in accordance with the desiredpurpose of the study. To describe the action research was used procedures includeplanning (planning), action (action), observation (observation) and reflection (reflection).The subjects of this study are students participating in Teaching and LearningStrategies course at Chemical Education Department, Teacher Training And EducationFaculty, Sebelas Maret University. Instruments and data collection techniques used werequestionnaire, observation sheets, home work and giving tests. Observations are used toobserve students' activity during the learning process. Testing and delivery of tasks usedto reveal the mastery of the material and learning outcomes of students in the attainmentof a predetermined standard of competence. Data analysis using descriptive analysiswith the percentages. The results showed that the application of constructivistapproaches to learning Teaching and Learning Strategies course has proven to increaselearning effectiveness both in terms of both process and learning outcomes. Resultsquestionnaire collected about students' perception was that it could be concluded that theapplication of constructivist approach has made the learning process of teaching andlearning strategies to be interesting, more fun and not boring, the students are moreenthusiastic about learning, encouraging students to learn independently and completetasks as well as possible, more students understanding the material and master thecompetencies in teaching and learning strategies.
PENERAPAN LEARNING CYCLE 5E DENGAN AUTHENTIC ASSESSMENT UNTUK MENINGKATKAN HASIL DAN PROSES BELAJAR MATERI KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN Utami, Budi; Hastuti, Budi; Yamtinah, Sri
Paedagogia Vol 16, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.825 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk: (1) meningkatkan kualitas proses belajar siswa melalui authentic assessment, dan (2) meningkatkan kualitas hasil belajar siswa melalui authentic assessment. Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan dua siklus. Sumber data berasal dari guru dan siswa. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, tes, angket, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan authentic assess- ment dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa. Kualitas proses belajar dapat dilihat dari keaktifan siswa. Capaian pada siklus I menggunakan portofolio, peta konsep, diagram vee, dan LKS sebesar 70,11%; 63,4%; 70,l7%; 72,%; siklus II mening- kat sebesar 80,13%; 73,2%; 76,73%; dan 73,8%. Kualitas hasil belajar dilihat dari hasil tes kognitif. Capaian pada siklus I sebesar 58,97%; 72,5%; 29,17% dan 64,29%; meningkat pada siklus II sebesar 82,05%; 85%; 79,17%; dan 83,33%.