I MADE SUPARTHA UTAMA
Program Studi Teknik Pertanian universitas Udayana

Published : 16 Documents
Articles

Found 16 Documents
Search

Kajian Ketahanan Terhadap Penyakit Busuk Daun (Phytophthora Infestans) pada Beberapa Galur Tomat YASA, I NYOMAN DARMA; SUDIARTA, I PUTU; WIRYA, I GUSTI NGURAH ALIT SUSANTA; SUMIARTHA, KETUT; UTAMA, I MADE SUPARTHA; LUTHER, GREGORY C.; MARIYONO, JOKO
E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika (Journal of Tropical Agroecotechnology) Vol. 1, No. 2, Oktober 2012
Publisher : E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika (Journal of Tropical Agroecotechnology)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Study of Resistance of Tomato Lines to Late Blight Disease (Phytophthora Infestans) Indonesia is one of the tropical countries with high potential of horticulture, especially tomato. To produce high quality and quantity of tomato the one problem is plant diseases. The most cereus disease was reported as late blight, it is caused by Phytophthora infestans. P. infestans is commonly out break in high land area, with more than 1000 m acl.  The late blight can reduce the production of tomato or in some case make the loss of yield. To control the disease the farmers have been used the chemical fungicide. However the chemical fungicides have many negative impacts. Therefore to control the disease the one of possible way is using resistant plant. On the other hand the tomato has been planted in Indonesia has not resistance by the late blight. Base on that, the experiment to select some resistant plant was conducted. The experiment was done in high land area in Bukitcatu and Pancasari (Bedugul area 1200 m acl).  The experiment was conducted used 16 lines and 4 varieties. The15 lines were imported from AVRDC and 1 line and 3 varieties were come from IVEGRI and 1 variety is local used by farmer. The result shown the most resistance lines are AVTO 0922, AVTO 1122, and AVTO 1143 base on the disease incidence and severity observation. The AVTO 0922, AVTO 1122, and AVTO 1143 were significant difference with another lines and varieties. Keywords: Tomato lines, Phytophthora infestans, resistant plant
PENGARUH LARUTAN DISINFEKTAN DAN PENGEMASAN ATMOSFER TERMODIFIKASI MENGGUNAKAN FILM PLASTIK TERPERFORASI TERHADAP SUSUT BOBOT DAN MUTU BUAH CABAI MERAH BESAR (Capsicum annuum L.) SELAMA PENYIMPANAN Mandana, Gede Oka; Utama, I Made Supartha; Yulianti, Ni Luh
beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 1 No 1 Tahun 2012
Publisher : beta (Biosistem dan Teknik Pertanian)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan jenis larutan disinfektan sebagai bahan pencuci dan perbedaan persentase perforasi kemasan film plastik polyprophylene (PP) yang mampu memperlambat kemunduran mutu buah caber merah besar selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua faktor. Faktor pertama adalah jenis larutan disinfektan dengan tiga taraf perlakuan yaitu; tanpa disinfektan (Do), perendaman dalam 200 ppm larutan potassium sorbat (Ds) dan perendaman dalam 300 ppm larutan klorin (Dk). Faktor kedua adalah persentase perforasi kemasan dengan empat taraf perlakuan yaitu; 0% perforasi (Po), 0.3% perforasi (P0.3), 1.0% perforasi (P1.0) dan 3.0% perforasi (P3.0). Penelitian ini menggunakan jenis plastik polypropylene berukuran 30 cm x 20 cm dengan ketebalan 0.06 mm. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali dengan 280-300 gr buah untuk setiap unit percobaan. Sebagai pembanding disiapkan kontrol yaitu buah cabai merah besar tanpa perlakuan disinfektan dan pengemasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman di dalam 300 ppm klorin dengan perforasi kemasan sebesar 3% (DkP3) secara signifikan mampu menekan susut bobot dan tingkat pembusukan pada buah cabe merah besar dibandingkan perlakuan lainnya dan kontrol.
PENGARUH EMULSI MINYAK NABATI SEBAGAI BAHAN PELAPIS PADA BUAH TOMAT (Lycopersicon esculentum Mill.) TERHADAP MUTU DAN MASA SIMPANNYA Nugeraha Inggas, Made Arya; Utama, I Made Supartha; Arda, Gede -
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 1 No 2 (2013): Agustus
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ragam emulsi minyak nabati di dalam air, sebagai bahan pelapis, terhadap mutu dan masa simpan buah tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) di dalam suhu ruang (27-300C). Ragam emulsi sebagai perlakuan dalam penelitian ini adalah emulsi minyak kelapa (E1), emulsi minyak biji bunga matahari (E2), emulsi minyak wijen (E3), dan emulsi minyak kanola (E4) dengan konsentrasi sama yaitu minyak nabati  0,5%.  Bahan tambahan yang digunakan untuk pembuatan emulsi adalah tween 80 1%, asam oleat 0,5 %, alkohol 3%. Sebagai pembanding, buah tomat juga diberikan perlakuan lilin pelapis komersial Wax Brogdex dengan konsentasi yang sama (E5) serta buah tomat tanpa diberi pelapisan sebagai kontrol (E0). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis emulsi minyak sebagai bahan pelapis berpengaruh sangat nyata terhadap masa simpan dan mutu buah tomat selama penyimpanan pada suhu ruang. Perlakuan pelapisan dengan emulsi minyak wijen (E3) memberikan pengaruh terbaik dimana mampu menekan perubahan berat, dan intensitas pembusukan serta mempertahankan kekerasan, bila dibandingkan dengan kontrol dan emulsi berbahan Wax Brogdex selama penyimpanan. Sedangkan pelapisan dengan emulsi minyak biji bunga matahari (E2) adalah perlakuan terbaik kedua dalam menekan perubahan berat dan mempertahankan kekerasan, namun, intensitas pembusukan masih rata-rata lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan emulsi minyak lainnya. The purpose of this study was to determine the effect of a variety of vegetable oil emulsions in water, as a coating material, on the quality and shelf life of tomato fruit (Lycopersicon esculentum Mill.) at room temperature (27-300C). Oil emulsion treatments in this study were palm oil (E1), sunflower seed oil (E2), sesame oil (E3), and canola oil (E4) emulsions with the same concentration of 0.5%. Additional materials that were used in making emulsion were 1% tween, 0.5% oleic acid and 3% alcohol. For comparison, the separate tomato fruits were coated with Brogdex Wax commercial (E5) with the same concentration as the oil emulsions, and without any coating material as controls (E0). This study used a Completely Randomized Design (CRD) with three replications. The results showed that the types of oil emulsions as well as brogdex wax and controls significantly affected the shelf life and quality of tomato fruit during storage at room temperature. Coating with sesame oil emulsion (E3) resulted in the highest reduction on the weight change, and intensity of decay, and the change of texture, when compared with controls and Wax Brogdex emulsions during storage at room temperature. While coating with sun flower seed oil emulsion (E2) was the second best in reducing the changes of weight and texture; however, the average of decay intensity was still higher than other oil emulsion treatments.  
Pengaruh Pelapisan Emulsi Minyak Wijen dan Minyak Sereh Terhadap Mutu dan Masa Simpan Buah Tomat (Lycopersicon esculentum Mill) Prastya, Oki Adhi; Utama, I Made Supartha; Yulianti, Ni Luh
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 3 No 1 (2015): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of different concentrations of sesame and lemongrass oils emulsion in water as coating materials on quality of tomato fruits during storage at room temperature. The concentration of sesame oil emulsionwas varied 0%, 0.5%, and 1% in combination of lemon grass oil of 0%, 0.5%, 1%, and 1.5%. Additional materials used to make the emulsion were 1% of polysorbate 80, 0.5% oleic acid, and ethanol3%. Control fruits without treatments were also prepared for comparison. The experiment was performed using a Completely Randomized Design (CRD) with three replications. The results showed that treatment of a mixture of sesame oil and lemongrass oil significantly affected the quality and storagelife of the tomato fruits. The combined concentration of 0.5% sesame oil and 0.5% of lemongrass oil gave the best result which was able to reduce the weight loss, spoilage damages, change of pH and total soluble solidof the fruit juice, and texture (hardness)
Pengaruh Pencucian Kubis (Brassica oleracea var capitata) Menggunakan Larutan Klorin dan Pengemasan Individu Wrapping-Plastic Film Terhadap Kehilangan Berat dan Kualitas Selama Penyimpanan Yasa, I Gusti Putu Umbara; Kencana, Pande Ketut Diah; Utama, I Made Supartha
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 1 No 1 (2013): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan konsentras iklorin yang optimum untuk mencuci kubis dan pengaruh kemasan wrapping plastic film. Percobaan melibatkan rancangan acak lengkap dengan dua faktor. Faktor pertama adalah desinfeksi kubis menggunakan konsentrasi yang berbeda dari larutan klorin dalam air yang terdiri dari 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm dan 150 ppm. Faktor kedua adalah plastik pembungkus dengan perlakuan yang terdiri dari a) membungkus kubis menggunakan plastic film LDPE ( low densitty polyethylene ) dan b) tanpa pembungkus. Percobaan diulang tiga kali dengan tiga kepalakubis (3,40-3,85 kg) untuk setiap unit eksperimen. Kontrol disiapkan tanpa perlakuan sebagai pembanding. Temuan signifikan dari percobaan adalah bahwa kubis didesinfeksi menggunakan 50 ppm larutan klorin dan pembungkus dengan peregangan film plastic memiliki susut berat lebih rendah, dan nilai terendah dari perubahan nilai Red Green Blue.dari penilaian kesegaran dan kerenyahan visual mendapatkan nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan 0, 100 dan 150 ppm, serta dari kubis kontrol.   The aim of of this study was to determine the optimum concentration of chlorine to wash the cabbage and the effect of plastic film wrapping- for packing the cabbage. The experiment involved the completely randomized design with two factors.  The first factor was disinfection of the cabbages using different concentrations of chlorine solution in water which was consisted of 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm and 150 ppm.  The second factor was plastic-wrapping treatments which was consisted of a wrapping the cabbages using stretching plastic film LDPE, and  b) without wrapping.  The experiment was replicated three times with three heads of cabbages (3.40-3.85 kgs)  for each experimental unit.  Controls were prepared without any treatments as comparison. The significant finding of the experiment was that the cabbages disinfected using the 50 ppm chlorine solution and wrapping with stretching plastic film has lower weight loss, and the lowest change of value (indicated by the changes of Red, Green and Blue or RGB colors), and the highest score of freshness and crunchiness compared to the 0, 100 and 150 ppm, as well as to the control cabbages
Strategi Peningkatan Kinerja Manajemen Rantai Pasokan Jeruk Siam di Kelompok Tani Gunung Mekar Kabupaten Gianyar Demo Sucipta, I Made; Widia, I Wayan; Utama, I Made Supartha
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 4 No 2 (2016): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jeruk siam (Citrus nobilis var. microcarpa) merupakan salah satu komoditas unggulan provinsi Bali. Namun demikian, fakta menunjukan bahwa sistem agribisnis jeruk siam saat ini belum memberikan kemakmuran kepada petani skala kecil. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui struktur, mekanisme, dan kelembagaan rantai pasokan jeruk siam di Kelompok Tani Gunung Mekar Kabupaten Gianyar; dan (2) Mengetahui prioritas rekomendasi dalam rangka peningkatan kinerja sistem manajemen rantai pasokan jeruk siam. Penelitian ini terdiri dari dua tahap dan setiap tahap membutuhkan responden serta alat analisis yang berbeda-beda. Tahap pertama (mengetahui struktur, mekanisme, kelembagaan rantai pasokan) menggunakan analisis deskriptif kualitatif, dan tahap kedua (mengetahui prioritas rekomendasi) menggunakan metode Analitycal Hierarchy Process (AHP) sebagai alat analisisnya. Pengambilan sampel petani dilakukan secara purposive sampling dan sampel setelah petani ditentukan dengan metode bola salju (snowball sampling). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat tiga pola distribusi jeruk siam dengan  mekanisme rantai pasokan yang bersifat tradisional. Dalam rangka meningkatkan kinerja manajemen rantai pasokan jeruk siam, kriteria meningkatkan akses informasi, alternatif reliabilitas, dan indikator kinerja kualitas produk menjadi prioritas yang paling berperan penting. Siam citrus (Citrus nobilis var. microcarpa) is one of Bali's main commodities. However, the fact showed that agribusiness system of Siam citrus is not profitable enough for small scale farmers group. This research aimed to; (1) acknowledge the structure, mechanisms, and the systematic supply chain of Siam citrus in the Gunung Mekar Farmers Group of Gianyar Regency; and (2) know the priorities recommendations in order to increased supply chains performance of Siam citrus. This research study consisted of two stages, and each process required different respondents and analysis tools as well. The first stage (to know the structure, mechanisms, and systematic of the supply chain) is using the descriptive qualitative analysis, and the second stage (to know the recommendation priorities) is using the Analytical Hierarchy Process method (AHP) as the analysis tool. The sampling on farmer levels conducted purposively and the next sampling  level determined by snowball sampling method. The research resulted three distribution patterns of Siam citrus with traditional supply chain mechanism basic. The improvement of performance supply chain management on Siam citrus, information accessibility improvement, alternative reliability, and performance indicator of product quality became the most important priority.  
Pengaruh Perlakuan Uap Etanol Terhadap Mutu dan Masa Simpan Buah Manggis (Garcinia Mangostana L.) Pundari, I Gusti Ayu Prapti; Utama, I Made Supartha; Yulianti, Ni Luh
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 7 No 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2019.v07.i01.p09

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan uap etanol terhadap mutu dan masa simpan buah manggis pada suhu ruang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ragam volume etanol ; 0 ml, 2 ml, dan 4 ml masing-masing diperangkap dalam 5 gram karagenan dan dimasukkan ke dalam sachet teh. Sachet kemudian ditempatkan pada alas styrofoam dimana terdapat 5 buah manggis, selanjutnya ditutup dengan plastik film regang LDPE. Buah manggis tanpa perlakuan atau kontrol disediakan sebagai pembanding.  Buah selanjutnya disimpan pada suhu kamar (28±2?). Susut bobot, intensitas kerusakan, vitamin C, total padatan terlarut, warna, kekerasan dan uji organoleptik diamati selama penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan uap etanol secara umum berpengaruh nyata dalam menurunkan tingkat kerusakan, susut bobot, memperlambat laju perubahan kekerasan, warna kulit dan aril, serta total padatan terlarut dan vitamin C dibandingkan buah kontrol.  Demikian pula uap etanol mampu memberikan nilai tingkat kesukaan panelis lebih tinggi terhadap warna dan rasa aril serta penampilan secara kesuluruhan dibandingkan dengan buah kontol.  Dari ragam perlakuan volume etanol, 4 mL etanol per kemasan mengkreasi uap terbaik untuk memperlambat laju kerusakan, perubahan mutu, menurunkan susut dan meningkatkan kesukaan panelis. The aim of this research was to determine the effect of etanol vapor on the quality and the shelf life of mangosteen at the room temperature. Three different volumes of ethanol, namely 0 ml, 2 ml and 4 ml, were trapped in the 5 gram carrageenan placed in the tea sachets.  The sachet was then put on the basal of styrofoam tray on which 5 fruits were placed and then wraped by streching film LDPE.  Control fruits or un-treated fruits were also provided as comparison. The result showed that the ethanol vapor treatments, in general, significantly reduced the intensity of damage, weidght loss, slowing the change rate of texture, color of fruit surface and aril, total soluble solid and vitamin C of the aril, compared to the control fruits.  The ethanol vapor was also able to give better preferences of panelists on  the color and flavor of the aril, as well as the overall performances of the fruits compared to the controls.  The 4 mL ethanol per package created ethanol vapor of which the best vapor to reduce the rate of damage and the change of quality and increase the panelists preferences.
Pengaruh Pemberian Uap Etanol dan Suhu Penyimpanan Terhadap Mutu dan Masa Simpan Buah Jeruk Siam (Citrus nobilis Lour var. Microcarpa) Dewi, Kadek Nindia Krisna; Utama, I Made Supartha; Budisanjaya, I Putu Gede
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 8 No 1 (2020): in press
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh uap etanol dan suhu penyimpanan terhadap kualitas dan umur simpan buah siam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor berbeda. Faktor pertama adalah perlakuan uap etanol dengan 3 level volume; 0 ml, 3 ml, dan 6 ml. Faktor kedua adalah suhu penyimpanan, terdiri dari suhu kamar (28 ± 2 ?) dan suhu rendah (11 ± 1 ?). Parameter yang diukur adalah; penurunan berat badan, intensitas kerusakan, vitamin C, asam total, padatan terlarut total, warna, kekerasan, dan uji organoleptik. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis varian dan jika efek pengobatan signifikan, kemudian dilanjutkan dengan uji rentang berganda Duncan (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume etanol dan perlakuan suhu penyimpanan berpengaruh signifikan terhadap penurunan berat badan, intensitas kerusakan, vitamin C, total padatan terlarut, warna, kekerasan, dan uji organoleptik. Umur siam jeruk dengan perlakuan etanol 3 ml dan 6 ml pada penyimpanan suhu rendah mencapai 30 hari.Kata kunci: Jeruk, Etanol, Temperatur Penyimpanan
PENGARUH PEMBERIAN UAP ETANOL DAN SUHU PENYIMPANAN TERHADAP MUTU DAN MASA SIMPAN BROKOLI (Brassica oleracea L.) Putra, Iriandi v; Utama, I Made Supartha; Pudja, I. A. Rina Pratiwi
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 2 No 2 (2014): Agustus
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh uap etanol dan suhu penyimpanan terhadap kualitas dan umur simpan brokoli. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah perlakuan uap etanol dengan 4 level konsentrasi; 0%, 10%, 20% dan 30%. Faktor kedua adalah suhu penyimpanan, terdiri dari 2 level; suhu kamar (26 ?) dan suhu rendah 2 ?. Kuntum brokoli sebagai kontrol disiapkan tanpa perlakuan uap etanol dan ditempatkan pada suhu kamar dan suhu rendah. Parameter yang diukur adalah: tingkat pernapasan, kekerasan, warna dan evaluasi sensorik termasuk rasa, warna, bau, kesegaran, dan kerenyahan. Data dianalisis dengan menggunakan analisis varian. Hasil signifikan dari analisis diikuti oleh uji Beda Nyata Terkecil (LSD 5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi uap etanol 10% adalah perlakuan terbaik karena secara efektif dapat mempertahankan tingkat kehijauan brokoli hingga hari ke 5 dengan nilai -6,23 dibandingkan dengan kontrol. Perlakuan uap etanol dan suhu penyimpanan tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kekerasan kuntum pada tangkai brokoli. Tingkat respirasi dipengaruhi oleh suhu penyimpanan. Pada suhu kamar, konsumsi O2 meningkat hingga hari ke 5 sekitar 102,2 hingga 193,17 ml O2 / kg. Jam, sedangkan pada suhu rendah, konsumsi O2 lebih rendah hingga hari ke 15 sekitar 65,4 hingga 60,4 ml O2 / kg .jam. Evaluasi sensorik menunjukkan bahwa brokoli mempertahankan kualitas hingga hari ke 4 pada suhu kamar, sedangkan di cold storage dapat memperpanjang usia simpan hingga 8 hari. This research aimed to determine the effect of ethanol vapor and storage temperature on  quality and shelf life of broccolies. The research used completely randomized design (CRD) with two factors of treatments. The first factor was ethanol vapor treatment with 4 levels of consentrations; 0%, 10%, 20% and 30%. The second factor was the storage temperature, consisting of 2 levels; room  temperature (26?) and low temperature 2?. The florets of broccoli as controls were prepared without treatment of ethanol vapor and placed at room temperature and low temperature. The measured parameters were: respiration rate, hardness, color and sensory evaluation includes flavor, color, smell, freshness, and crispness. The data were satistically analysed using analysis of variance. The significant result of the analysis was folowed by the test of Least Significant Difference (LSD 5%). The results showed that ethanol vapor concentration 10% was the best treatment since it could effectively maintain the level of greenness of broccoli by up to the day 5 with a value of -6,23 compared to controls. Ethanol vapor treatment and storage temperatur had no significant effect on the hardness level of the florets on stalk of broccoli. The rate of respiration was affected by storages temperature. At the room temperature, the comsumption of O2 increased until day 5 about 102,2 to 193,17 ml O2/kg.hr while at low temperature, the O2 consumption was lower until day 15 were approximately 65,4 to 60,4 ml O2/kg.hour. Sensory evaluation showed that the broccoli was maintain quality by up to day 4 at room temperature, while in cold storage can extended the shelf life by up to 8 day.
Pengaruh Larutan Disinfektan dan Pengemasan Atmosfer Termodifikasi Menggunakan Film Plastik Terperforasi Terhadap Susust Bobot dan Mutu Buah Cabai Merah Besar (Capsicum annuum L.) Selama Penyimpanan Mandana, Gede Oka; Utama, I Made Supartha; Yulianti, Ni Luh
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 1 No 1 (2013): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan jenis larutan disinfektan sebagai bahan pencuci dan perbedaan persentase perforasi kemasan film plastik polyprophylene (PP) yang mampu memperlambat kemunduran mutu buah caber merah besar selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua faktor. Faktor pertama adalah jenis larutan disinfektan dengan tiga taraf perlakuan yaitu; tanpa disinfektan (Do), perendaman dalam 200 ppm larutan potassium sorbat (Ds) dan perendaman dalam 300 ppm larutan klorin (Dk). Faktor kedua adalah persentase perforasi kemasan dengan empat taraf perlakuan yaitu; 0% perforasi (Po), 0.3% perforasi (P0.3), 1.0% perforasi (P1.0) dan 3.0% perforasi (P3.0). Penelitian ini menggunakan jenis plastik polypropylene berukuran 30 cm x 20 cm dengan ketebalan 0.06 mm. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali dengan 280-300 gr buah untuk setiap unit percobaan. Sebagai pembanding disiapkan kontrol yaitu buah cabai merah besar tanpa perlakuan disinfektan dan pengemasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman di dalam 300 ppm klorin dengan perforasi kemasan sebesar 3% (DkP3) secara signifikan mampu menekan susut bobot dan tingkat pembusukan pada buah cabe merah besar dibandingkan perlakuan lainnya dan kontrol.   The aim of this research was to determine the type of disinfectant solution to wash the large-red chili fruit and the percentage of perforation plastic film packaging polypropylene perforation (PP) which are able to decelerate the quality deterioration of the chili fruit during storage. This research used a completely randomized with two factors of treatments. The first factor was isinfectant solution with three stage treatments which is consisted of three different treatments, namely without treatment of disinfectants (Do), submersion in 200 ppm solution of potassium sorbate (Ds) and submersion in 300 ppm chlorine solution (Dk). The second factor was the percentage of perforation of plastic film packaging with four different levels of treatments, namely without perforation (Po), with 0.3% perforation (P0.3), with 1.0% perforation (P1.0) and with 3.0% perforations (P3.0). The experiment used a plastic film type of polypropylene with dimension of 30 cm x 20 cm and 0.06 mm thickness. Each treatment was repeated three times with 280 – 300 g fruits for each experimental units. Control was prepared using chili fruits without disinfectant and packaging as comparison. The result indicated that the chili fruits submerged in 300 ppm chlorine and packed in the 3 % perforated plastic films bags gave significant reduction in weight loss and intensity of of decay compare than other treatments and control.