Nasir Usman
Dosen FKIP Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Published : 51 Documents
Articles

MODEL STRATEJIK PENINGKATAN KINERJA GURU Usman, Nasir
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 17, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.17977/jip.v17i1.2617

Abstract

A Strategic Model for Promoting the Performance of State Senior High School Teachers. The objective of this study was to reveal: (1) teachers’ improved performance at Public Senior High Schools in Aceh Besar district, (2) factors supporting the improvement of teachers’ performance at Public Senior High Schools in Aceh Besar district, (3) design of strategic model for the improvement of teachers’ performance at Public Senior High Schools in Aceh Besar district. The data were collected through observa­tion, interview, and documentation. The subjects of study were selected from two senior high schools. The research findings indicate that: (1) the improvement of teachers’ performance is related to policy and planning, which was conducted through training, workshops, routine discussions, internship programs, and continuing study, (2) the supporting factors are determined by intellectual competency, motivation, and teachers’ positive perception towards the main tasks and its function, and (3) the strategic model of teachers’ performance is related to the context of teachers’ performance standardization and improvement system. Model Stratejik Peningkatan Kinerja Guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan (1) gambaran empirik peningkatan kinerja guru SMAN Kabupaten Aceh Besar, (2) faktor-faktor penunjang peningkatan  kinerja guru  SMAN Kabupaten Aceh Besar , (3) rancangan model stratejik peningkatan kinerja guru SMA Negeri di Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan inquiry qualitative-interactive, dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian  ditentukan secara purposif. Hasil penelitian menggambarkan bahwa: (1) gambaran emperik peningkatan kinerja guru mengacu pada kebijakan, perencanaan, yang dilaksanakan melalui kegiatan penataran, workshop MGMP, pertemuan rutin, program sandaran, dan studi lanjut, (2) Faktor-faktor penunjang kinerja guru turut ditentukan oleh: kemampuan intelektual, motivasi, dan persepsi guru yang positif terhadap tugas pokok dan fungsinya, (3) model stratejik peningkatan kinerja guru  tidak lepas dari konteks standarisasi kinerja guru dan sistem pengembangan karier keguruan sebagai PNS baik secara individu maupun kelompok dalam posisi jabatan yang menjadi tanggungjawabnya.
PENGEMBANGAN FKIP MELALUI IMPLEMENTASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) Usman, Nasir
Jurnal Mentari Vol 10, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan FKIP melalui implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan suatu proses penerapan ide, konsep, dan kebijakan kurikulum potensial dalam suatu kegiatan pembelajaran, sehingga mahasiswa diharapkan dapat menguasai seperangkat kompetensi tertentu. Dengan begitu, pendekatan KTSP juga merupakan proses aktualisasi dari kurikulum tertulis. KTSP merupakan suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompetensi) tugas-tugas dengan standar performansi tertentu, sehingga lulusan FKIP dapat  memiliki sejumlah kompetensi yang sesuai kebutuhan di lapangan, khususnya yang dibutuhkan di era globalisasi.   Kata Kunci: Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)   Development of Guidance and Counseling through the implementation of the Education Unit Level Curriculum (SBC) is a process of applying ideas, concepts, and potential curriculum policy in a learning activity, so students are expected to master a particular set of competencies. That way, the SBC approach is also a process of actualization of the written curriculum. SBC is a concept of a curriculum that emphasizes the development of the ability to do (competence) tasks with specific performance standards, so it can have a number of Guidance and Counseling graduate competencies as needed in the field, especially needed in the era of globalization. Keywords: Education Unit Level Curriculum (SBC)
PENINGKATKAN MUTU DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN SESUAI DENGAN TUNTUTAN GLOBAL Usman, Nasir
Jurnal Mentari Vol 11, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan menjadi variabel determinan dan kedudukannya krusial ketika suatu bangsa menginginkan warganya berkualitas. Menjadikan pendidikan sebagai leading sector, benchmarking dari negara-negara lain,  good and clean government dalam era global bukan hanya sebagai persyaratan, tetapi lebih dari itu, ia menjadi keharusan yang tidak dapat ditawar-tawar lagi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Reformasi dan transformasi pendidikan selayaknya dilaksanakan sebagai langkah pembaruan dan pemberdayaan peningkatan mutu pendidikan, yang dilakukan secara simultan dengan sektor-sektor lainnya, Untuk itu, proses pembelajaran pada berbagai lembaga pendidikan harus berpijak pada empat pilar pendidikan, yaitu: learning to know, learning to do, learning to live together, dan learning to be. Kata kunci: peningkatan mutu, penyelenggaraan pendidikan   Education becomes the determinant variables and crucial position when a nation wants quality citizens. Make education as the leading sector, benchmarking of other countries, good and clean government in a global era is not just a requirement, but more than that, it becomes imperative that can not be indispensable for improving welfare. Reform and transformation of education reform should be implemented as a step to improve the quality of education and empowerment, which are carried out simultaneously with other sectors, for that, the learning process in educational institutions should be based on four pillars of education, namely: learning to know, learning to do , learning to live together and learning to be. Keywords: quality improvement, education
PELAKSANAAN SUPERVISI AKADEMIK OLEH KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PADA SD NEGERI LAM URA KECAMATAN SIMPANG TIGA KABUPATEN ACEH BESAR ., Suraiya; Usman, Nasir; AR, Djailani
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 4, No 1: Februari 2016
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to determine the program, implementation, follow-up and the obstacles faced by principals in the implementation of academic supervision in improving the professional competence of teachers. This study used descriptive qualitative approach. The technique of data collection used were observation, interviews, and documentation. Subjects of study were principals, vice-principals, teachers and supervisors. Data were analyzed with data reduction, data display, conclusion drawing and verification. The results showed that: 1) Programs are arranged at the beginning of each school year based on the results of the follow-up implementation of supervision in the previous year based on the instructions given by the Department of Education. Teachers were not fully involved in setting the programs and it was planned twice in one semester. 2) Implementation of supervision begins with socialization activities for teachers and pre-observation meeting. Supervision activities were carried out by providing guidance and direction on the preparation of learning tools, learning implementation and evaluation of learning through meetings, discussions, individual meetings and classroom observations. Principal recorded all activities on a classroom observation on instrument sheet that will be used as input and consideration for guidance in improving teachers professional competence. 3) Follow-up is done through discussions between principals and teachers to provide feedback from the results of classroom observation. Results of follow-up were concluded with concrete steps contextually as a way out of the problems faced by teachers in the learning process and as an improvement in the future to improve the quality of learning. 4) Obstacles faced were the supervision schedule was often shifted, the use of teaching methods were still centered on the teacher, the teacher felt clumsy when supervised and teachers were less active in seeking new information about learning. Keywords: Academic Supervision and Teacher Professional Competence. Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui program, pelaksanaan, tindak lanjut dan hambatan-hambatan yang dihadapi oleh kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi akademik untuk meningkatkan kompetensi profesional guru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru dan pengawas. Data dianalisis dengan cara mereduksi, display, mengambil kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Program disusun pada setiap awal tahun pelajaran berdasarkan hasil tindak lanjut pelaksanaan supervisi pada tahun sebelumnya dengan berpedoman pada petunjuk yang diberikan oleh Dinas Pendidikan. Penyusunan program tidak sepenuhnya melibatkan guru dan direncanakan sebanyak dua kali dalam satu semester. 2) Pelaksanaan supervisi diawali dengan kegiatan sosialisasi kepada guru dan melakukan pertemuan pra observasi. Kegiatan supervisi dilakukan dengan memberikan bimbingan dan arahan tentang penyusunan perangkat pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran melalui kegiaran rapat, diskusi, pertemuan individu dan observasi kelas. Kepala sekolah mencatat seluruh kegiatan observasi kelas pada lembar instrumen yang akan dijadikan sebagai masukan dan pertimbangan untuk pembinaan dalam meningkatkan profesional guru. 3) Tindak lanjut dilakukan melalui diskusi antara kepala sekolah dengan guru sebagai pertemuan balikan dari hasil observasi kelas. Hasil tindak lanjut diakhiri dengan langkah-langkah kongkrit secara kontekstual sebagai jalan keluar dari masalah-masalah yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran dan sebagai upaya perbaikan pada masa yang akan datang  untuk perbaikan dan peningkatan kualitas pembelajaran. 4) Hambatan-hambatan yang dihadapi adalah sering bergeser jadwal supervisi, penggunaan metode mengajar masih berpusat pada guru, guru merasa kaku ketika disupervisi dan guru kurang aktif dalam mencari informasi baru tentang pembelajaran. Kata Kunci: Supervisi Akademik dan Kompetensi Profesional Guru
PENGEMBANGAN FKIP MELALUI IMPLEMENTASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) Usman, Nasir
Mentari Vol 10, No 2 (2007)
Publisher : Mentari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan FKIP melalui implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan suatu proses penerapan ide, konsep, dan kebijakan kurikulum potensial dalam suatu kegiatan pembelajaran, sehingga mahasiswa diharapkan dapat menguasai seperangkat kompetensi tertentu. Dengan begitu, pendekatan KTSP juga merupakan proses aktualisasi dari kurikulum tertulis. KTSP merupakan suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompetensi) tugas-tugas dengan standar performansi tertentu, sehingga lulusan FKIP dapat  memiliki sejumlah kompetensi yang sesuai kebutuhan di lapangan, khususnya yang dibutuhkan di era globalisasi. Kata Kunci: Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
PENINGKATKAN MUTU DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN SESUAI DENGAN TUNTUTAN GLOBAL Usman, Nasir
Mentari Vol 11, No 1 (2008)
Publisher : Mentari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan menjadi variabel determinan dan kedudukannya krusial ketika suatu bangsa menginginkan warganya berkualitas. Menjadikan pendidikan sebagai leading sector, benchmarking dari negara-negara lain,  good and clean government dalam era global bukan hanya sebagai persyaratan, tetapi lebih dari itu, ia menjadi keharusan yang tidak dapat ditawar-tawar lagi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Reformasi dan transformasi pendidikan selayaknya dilaksanakan sebagai langkah pembaruan dan pemberdayaan peningkatan mutu pendidikan, yang dilakukan secara simultan dengan sektor-sektor lainnya, Untuk itu, proses pembelajaran pada berbagai lembaga pendidikan harus berpijak pada empat pilar pendidikan, yaitu: learning to know, learning to do, learning to live together, dan learning to be. Kata kunci: peningkatan mutu, penyelenggaraan pendidikan
MANAJEMEN BERBASIS ILMU PENGETAHUAN SEBAGAI LANDASAN ORGANISASI DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN MANUSIA Usman, Nasir
Mentari Vol 16, No 2 (2013)
Publisher : Mentari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organisasi merupakan wadah atau proses  manusia melakukan berbagai aktivitas dalam rangka memenuhi kebutuhan dirinya dan kebutuhan organisasi. Untuk mencapai kedua kebutuhan tersebut, perlu adanya komponen pimpinan organisasi, tujuan organisasi, kerjasama dan kemampuan anggota organisasi. Sinerji dari beberapa komponen merupakan faktor yang mempengaruhi pencapaian  produktivitas organisasi. Produktivitas organisasi akan terwujud melalui implementasi manajemen berbasis ilmu pengetahuan. Manajemen berbasis ilmu (knowledge based management) pengetahuan berlandaskan  pada  (1) analysis SWOT (2) total quality management, (3) just-in-time, (4) kaizen, dan (5) balanced scorecard.   Oleh karena itu organisasi yang dapat mensinerjikan kebutuhan individu dan organisasi akan dapat mewujudkan kultur organisasi yang efektif. Untuk itu dibutuhkan mindset dari anggota dan pimpinan organisasi dalam mengimplimentasi manajemen berbasis ilmu pengetahuan. Kata kunci: manajemen berbasis ilmu pengetahuan dan organisasi
VOCATIONAL SCHOOL-INDUSTRY PARTNERSHIP IN IMPROVING GRADUATE COMPETENCY AR, Murniati; Usman, Nasir; Azizah, Azizah
Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol 4 No 3 (2016): Jurnal Ilmiah Peuradeun
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A wide variety of educational reform on vocational education in accordance with the policy of link and match requires the schools to do the partnership to encourage the improvement of graduate competency and the demands of the relevance of education to the job needs. The purpose of this research is to illustrate and analyze the partnership strategy of vocational schools with the business world in its efforts to improve the graduate competency. This research has been held at SMK 3 Banda Aceh using qualitative descriptive approach. The instrument in this research is a researcher itself. This is because in qualitative approach, the researchers are essential instruments. As key instruments, researchers have to create their own set of the guidelines, observation, interview and documentary of appraisal guidelines that is used as a general guide in the process of recording. The results of the study show that the strategies adopted by SMK in forge cooperation with the world of business and industry are through the establishment of the cooperation program, working mechanism and analysis of factors that affect the holding of cooperation between the two parties.
KEMAMPUAN KEPALA SEKOLAH DALAM PELAKSANAAN SUPERVISI PENGAJARAN DI SD NEGERI 24 BANDA ACEH Rahmayanti, Rahmayanti; Khairuddin, Khairuddin; Usman, Nasir
Jurnal Ilmiah Didaktika Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Ilmiah DIDAKTIKA Februari 2014
Publisher : State Islamic University (UIN) of Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.047 KB) | DOI: 10.22373/jid.v14i2.509

Abstract

Teaching supervision is one of the efforts to improve teacher professionalism. The purpose of this study was to find out how the teaching supervision program, teaching supervision techniques, and supporting and inhibiting factor of the implementation of teaching supervision of principal were. This study used descriptive method and qualitative approach. Data were collected through interview, observation and documentation study. Subject of the study were principal, vice principal and teachers. The result showed that: (1) Learning supervision program prepared by principal including planning, scheduling, supervision model, supervision clues, feedback and follow up implementation. In the implementation, principal examine learning administration instrument such as syllabus, lesson plan, teaching and learning process, annual program, semester program, effective week, question item analysis. (2) Teaching supervision techniques was conducted by class visiting, class observation, individual talk, teacher meeting, and assigning the teachers for training, upgrading, and educational seminar. (3) Supporting factor of teaching supervision implementation were teacher readiness to be coached by the principal, the establishment of good relationship in school environment, in addition the principal can monitor the teachers’ teaching development or achievement. Therefore, the principal would now which teachers were successful and which teachers needed further coaching in teaching. Meanwhile, the inhibiting factor in the implementation of teaching supervision was the limited time due to the busyness of principal inside and outside of the school.
PELAKSANAAN SUPERVISI AKADEMIK OLEH KEPALA SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN KINERJA GURU SEKOLAH DASAR PADA GUGUS I UPTD DEWANTARA ACEH UTARA ., Syukri; Zahri Harun, Cut; Usman, Nasir
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 3, No 2: Mei 2015
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.633 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to determine of academic supervision programming, implementation of academic supervision, and the principal efforts in the implementation of academic supervision to the improved performance of teachers. To achieve these objectives, this study uses a qualitative approach. Data was collected through interviews, observation and documentation. The procedure of data analysis is data reduction, data display, and verification. While the subject of research is the principal, vice-principals, and teachers. The results showed that: (1) Preparation of the principal academic supervision program involves a number of teachers and education personnel; (2) Implementation of academic supervision conducted by academic supervision approach different techniques by each principal, there are there are groups and the individual; and (3) the principal efforts in the implementation of academic supervision to the improved performance of teachers include implementing teacher meetings at school, send some teachers to take refresher courses, requires all teachers to create lesson plans, and collect all subsequent evaluation instruments were translated into the final evaluation report learning.Keywords: Academic Supervision, and Teacher Performance.Abstrak: Peneli­tian ini bertujuan untuk mengetahui penyusunan program supervisi akademik, pelaksanaan supervisi akademik, dan upaya kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi akademik terhadap peningkatan kinerja guru-guru. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Prosedur analisis data adalah reduksi data, display data, dan verifikasi. Sedangkan subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penyusunan program supervisi akademik kepala sekolah melibatkan sejumlah guru dan tenaga kependidikan; (2) Pelaksanaan supervisi akademik dilakukan dengan pendekatan tehnik supervisi akademik yang berbeda oleh masing-masing kepala sekolah, ada yang bersifat kelompok dan ada yang bersifat individual; dan (3) Upaya kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi akademik terhadap peningkatan kinerja guru-guru antara lain melaksanakan rapat guru di sekolah, mengirimkan sejumlah guru untuk mengikuti penataran, mewajibkan seluruh guru untuk membuat RPP, dan mengumpulkan seluruh instrumen evaluasi selanjutnya dijabarkan dalam laporan evaluasi akhir pembelajaran.Kata kunci: Supervisi Akademik, dan Kinerja Guru