Articles

Found 19 Documents
Search

Potensi Sektor Perekonomian di Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara Darma, Dio Caisar; Haryadi, Haryadi; Umiyati, Etik
Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Vol 2, No 4 (2015)
Publisher : Program Magister Ilmu Ekonomi Program Pascasarjana Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

This study uses LQ Analysis Tool, DLQ, Shift Share, and Overlay during 5 yeares (2009 – 2013). As for the operating variable in this study is the GDP at Constant Prices, Economic Growth, Growth Sector, in the economy of Malinau Regency and the North of Borneo Province. Based on the results of the analysis are sector LQ base (seed) in Malinau Regency is agriculture, electricity, gas and water, building and construction sector, the hotel and restaurant trade, and services sectors. DLQ analysis results show that, of the nine in the field of business, only the mining and quarrying sector that has a great chance to be developed in the future. Then, with a Shift Share Analysis results it is known that there is a change in the sectoral aggregate workmanship compared to the changes in the same sector in the economy with the Malinau Regency Regional Share (Rj) of -557,195.12 million rupiah. Shift Differential category (Dj) are seven sector experienced more rapid economic growth in Malinau Regency than North of Borneo Province or Pj <0. From category Proportional Shift (Pj) are eight sectors experiencing economic growth more quickly in Malinau Regency than North of Borneo Province or Pj> 0. The other side, from the results of the Analysis of Overlay, there are six sector, which has a value notation is quite positive and dominant namely: agriculture, electricity, gas and water, building and construction sector, trade, hotels and restaurants, as well as services sector dominates with results notation (+ - +).
Pengaruh modal dan tenaga kerja terhadap nilai produksi industri pisang salai di Desa Purwobakti Kecamatan Bathin III Kabupaten Bungo Istiqomah, Luthvia; Umiyati, Etik; Hardiani, Hardiani
e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan Vol 7 No 1 (2018): e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan
Publisher : e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

The purpose of this research is to analyze the socio-economic condition of salai (smoked) banana industry entrepreneur in Purwobakti Village. This research is a type of survey research. The method of analysis used is descriptive quantitative and qualitative. Based on the results of social analysis seen from the average age of entrepreneurs is 50 years, the average education level of high school graduates, the number of dependents of family members an average of four people and experience trying average for 12 years, while the economic conditions seen from the average production value at a rate of Rp. 10,125,000, the average initial capital of Rp. 1.737.500, the average raw material of Rp. 1,561,125, the average wage is Rp. 2,243,750 and the average workforce of four people. The variable of production and labor capital have a significant effect on the production value of salai banana industry in Purwobakti Village.   Keywords: Production Capital, Labor, Industrial Production Value of Banana Sale   Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi sosial ekonomi pengusaha industri rumah tangga pisang salai di Desa Purwobakti. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil analisis sosial dilihat dari umur rata-rata pengusaha adalah 50 tahun, tingkat pendidikan rata-rata tamatan SMA, jumlah tanggungan anggota keluarga rata-rata empat orang dan pengalaman berusaha rata-rata selama 12 tahun, sedangkan kondisi ekonomi dilihat dari nilai produksi rata-rata sejumlah Rp. 10.125.000, modal awal rata-rata sejumlah Rp. 1.737.500, bahan baku rata-rata sejumlah Rp. 1.561.125, upah rata-rata sejumlah Rp. 2.243.750 dan jumlah tenaga kerja rata-rata sebanyak empat orang. Modal produksi dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap nilai produksi industri pisang salai di Desa Purwobakti.. Kata kunci : Modal Produksi, Tenaga Kerja, Nilai Produksi Industri Pisang salai
Faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja pada sektor industri kecil di Kabupaten Muaro Jambi Mulyadi, Andi; Hardiani, Hardiani; Umiyati, Etik
e-Jurnal Perdagangan Industri dan Moneter Vol 6 No 1 (2018): e-Jurnal Perdagangan, Industri dan Moneter
Publisher : e-Jurnal Perdagangan Industri dan Moneter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

This study aims to analyze the factors that affect the employment opportunities of the small industrial sector in Muaro Jambi regency. The data used are time series data for the period 2003 - 2016. The analysis was done by descriptive and using multiple linear regression. The results of the study found that: 1) the average of employment growth of small industry in Muaro Jambi Regency is 0.46% per year, the growth of small industry business unit is 8.77% per year, the growth of small industry investment is 3.55% Jambi Province minimum wage of 13.49%; 2) Simultaneously, business units, investments and wages have a significant effect on the employment opportunities of small industries in Muaro Jambi Regency. Nevertheless, partially only investments have a significant effect while the number of business units and wages has no significant effect on the employment opportunities of small industries in Muaro Jambi Regency. Keyword : business unit, investment, labor, wages. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja sektor industri kecil di Kabupaten Muaro Jambi. Data yang digunakan adalah data sekunder deret waktu selama periode Tahun 2003 – 2016. Analisis dilakukan secara deskriptif dan menggunakan regresi linier berganda.  Hasil penelitian menemukan bahwa: 1) rata-rata perkembangan penyerapan tenaga kerja industri kecil di Kabupaten Muaro Jambi adalah 0,46 % pertahun, perkembangan unit usaha industri kecil sebesar 8,77 % pertahun,  perkembangan investasi industri kecil sebesar 3,55 % pertahun dan rata-rata perkembangan upah minimum Provinsi Jambi sebesar 13,49%; 2) secara bersama-sama, unit usaha, investasi dan upah berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja industri kecil di Kabupaten Muaro Jambi. Meskipun demikian, secara parsial hanya investasi yang berpengaruh signifikan sedangkan jumlah unit usaha dan upah tidak berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja industri kecil di Kabupaten Muaro Jambi. Kata kunci : unit usaha, investasi, tenaga kerja, upah
Pengaruh pertumbuhan ekonomi dan upah minimum terhadap kemiskinan di Kota Jambi Romi, Syahrur; Umiyati, Etik
e-Jurnal Perspektif Ekonomi dan Pembangunan Daerah Vol 7 No 1 (2018): e-Jurnal Perspektif Ekonomi dan Pembangunan Daerah
Publisher : e-Jurnal Perspektif Ekonomi dan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

This study aims to analyze: 1) economic growth rate, the minimum wage of Jambi Province and the development of poverty in Jambi City; 2) the influence of economic growth and provincial minimum wage for poverty in Jambi City. The data used is secondary data, during the period 2001 - 2015. Data analysis tool using multiple linear regression methods in semilog form. Based on the analysis obtained results: 1) The average economic growth of Jambi during the period of 2001-2015 is 6.28 percent, the minimum wage growth of Jambi Province is 14.30 percent and the poor population growth in Jambi is 17.84 percent; 2)  simultaneously economic growth and minimum wage of provinces have a significant effect on poverty in Jambi City, whereas partially significant variable to poverty is provincial minimum wage. Keywords: Economic Growth, Provincial Minimum Wage, Poverty.  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) laju pertumbuhan ekonomi dan upah minimum provinsi di Kota Jambi; 2) perkembangan kemiskinan di Kota Jambi; 3) pengaruh pertumbuhan ekonomi dan upah minimum provinsi terhadap kemiskinan di Kota Jambi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder selama periode Tahun 2001 - 2015. Alat analisis data dengan menggunakan metode regresi linier berganda dalam bentuk semilog. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa: 1) Rata-rata pertumbuhan ekonomi Kota Jambi periode 2001-2015 sebesar 6,28 persen, pertumbuhan upah minimum Provinsi Jambi sebesar 14,30 persen dan pertumbuhan penduduk miskin sebesar 17,84 persen; 2) secara simultan pertumbuhan ekonomi dan upah minimum provinsi berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Kota Jambi, sedangkan secara parsial variabel yang berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan adalah upah minimum provinsi. Kata kunci :   Pertumbuhan Ekonomi, Upah Minimum Provinsi, Kemiskinan
Permintaan Beras di Provinsi Jambi (Penerapan Partial Adjustment Model) Riyanto, Wasi; Ridwansyah, M.; Umiyati, Etik
Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah
Publisher : Program Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

The purpose of this study is to determine the effect of price of rice, flour prices, population, income of population and demand of rice for a year earlier on rice demand, demand rice elasticity and rice demand prediction in Jambi Province. This study uses secondary data, including time series data for 22 years from 1988 until 2009. The study used some variables, consist of rice demand (Qdt), the price of rice (Hb), the price of wheat flour (Hg), population (Jp), the income of the population (PDRB) and demand for rice the previous year (Qdt-1). The make of this study are multiple regression and dynamic analysis  a Partial Adjustment Model, where the demand for rice is the dependent variable and the price of rice, flour prices, population, income population and demand of rice last year was the independent variable. Partial Adjustment Model analysis results showed that the effect of changes in prices of rice  and flour are not significant  to  changes in demand for rice. The population and demand of rice the previous year has positive and significant impact on demand for rice, while revenues have negative and significant population of rice demand. Variable price of rice, earning population and the price of flour is inelastic the demand of rice, because rice is not a normal good but as a necessity so that there is no substitution of goods (replacement) of rice with other commodities in Jambi Province. Based on the analysis, it is recommended to the government to be able to control the rate of population increase given the variable number of people as one of the factors that affect demand for rice.It is expected that the  government also began  to  socialize  in a lifestyle  of  non-rice food consumption to control the increasing amount of demand for rice. Last suggestion, the government developed a diversification of staple foods other than rice. Keywords: Demand, Rice, Income Population
Potensi Sektor Perekonomian di Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara Darma, Dio Caisar; Haryadi, Haryadi; Umiyati, Etik
Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Vol 2 No 4 (2015): Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah
Publisher : Program Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

This study uses LQ Analysis Tool, DLQ, Shift Share, and Overlay during 5 yeares (2009 – 2013). As for the operating variable in this study is the GDP at Constant Prices, Economic Growth, Growth Sector, in the economy of Malinau Regency and the North of Borneo Province. Based on the results of the analysis are sector LQ base (seed) in Malinau Regency is agriculture, electricity, gas and water, building and construction sector, the hotel and restaurant trade, and services sectors. DLQ analysis results show that, of the nine in the field of business, only the mining and quarrying sector that has a great chance to be developed in the future. Then, with a Shift Share Analysis results it is known that there is a change in the sectoral aggregate workmanship compared to the changes in the same sector in the economy with the Malinau Regency Regional Share (Rj) of -557,195.12 million rupiah. Shift Differential category (Dj) are seven sector experienced more rapid economic growth in Malinau Regency than North of Borneo Province or Pj <0. From category Proportional Shift (Pj) are eight sectors experiencing economic growth more quickly in Malinau Regency than North of Borneo Province or Pj> 0. The other side, from the results of the Analysis of Overlay, there are six sector, which has a value notation is quite positive and dominant namely: agriculture, electricity, gas and water, building and construction sector, trade, hotels and restaurants, as well as services sector dominates with results notation (+ - +).
PENGARUH HUTANG LUAR NEGERI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA, THAILAND, MALAYSIA, FHILIPINA, VIETNAM DAN BURMA PERIODE 1990-201 Syaparudin, syaparuddin; Umiyati, Etik; edy, Jaya kesuma
Jurnal Paradigma Ekonomika Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Paradigma Ekonomika
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Hingga saat ini hutang luar negeri masih menjadi salah satu sumber yang sangat penting dalam pembiayaan pembangunan di banyak negera termasuk negara-negara diAsia Tenggara khususnya Indonesia, Thailand, Malaysia, Fhilipina, Vietnam dan Burma yang menjadi Negara berpenghutang besar. Metode yang penelitian ini adalah metode eksplanatori.Guna meneliti keterkaitan atau hubungan dan pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen yang diteliti, maka sifat dari penelitian ini adalah verifikatif dan selanjutnya akan dilakukan pengujian secara statistik dan ekonometrik agar diperoleh suatu kesimpulan. Rata-rata hutang luar negeri tujuh Negara selama periode 1990-2013 rata-rata Indonesia (US$ 145.858,5); MaIaysia (US$51.941,92); Vietnam (US$ 27.027,79); Thailand (US$ 78.467,79), Fhiplipina (US$52.228,88) dan Myanmar (US$ 5.918,48). Peningkatan hutang luar negeri berakibat pada perlambatan atau penurunan pertumbuhan ekonomi selama periode 1990-2013 terjadi Indonesia, Malaysia dan Vietnam serta Thailand. Sedangkan yang dapat mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi terjadi di Fhilipina dan Myanmar.Pengaruh hutang luar negeri terhadap pertumbuhan ekonomi Negara-negara Asean adalah negatif dan signifikan.Kata Kunci: Hutang Luar Negeri , Pertumbuhan Ekonomi
PENGARUH BELANJA MODAL, PERTUMBUHAN EKONOMI DAN JUMLAH PENDUDUK MISKIN TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI KABUPATEN/KOTA PROVINSI JAMBI Umiyati, Etik; Amril, Amril; Zulfanetti, Zulfanetti
Jurnal Sains Sosio Humaniora Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Sains Sosio Humaniora
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jssh.v1i1.3764

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja modal, pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk miskin terhadap indeks pembangunan manusia (IPM) kabupaten/kota di Provinsi Jambi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data panel dengan jenis data sekunder yang meliputi data time series tahun 2009-2013 dan data cross section untuk sembilan kabupaten dan satu kota di Provinsi Jambi. Hasil regresi data panel menunjukkan bahwa belanja modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM. Kemiskinan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IPM. Pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap IPM Dari uji Chow dan Uji Hausman maka dapat disimpulkan  bahwa metode estimasi parameter  yang tepat dalam data penelitian ini adalah dengan menggunakan Fixed Effect Model.
Pekerja anak pada keluarga nelayan (Studi di Kelurahan Tanjung Solok Kecamatan Kuala Jambi) Putriyaningsih, Dessy; Hardiani, Hardiani; Umiyati, Etik
Jurnal Paradigma Ekonomika Vol 14 No 1 (2019): Jurnal Paradigma Ekonomika
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.22437/paradigma.v14i1.6794

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik sosial ekonomi dan faktor-faktor yang mempengaruhi jam kerja pekerja anak pada keluarga nelayan. Data bersumber dari survai pekerja anak pada keluarga nelayan di Kelurahan Tanjung Solok Kecamatan Kuala Jambi. Data dianalisis secara deskriptif serta analisis regresi berganda. Hasil penelitian menemukan bahwa rata-rata umur pekerja anak adalah 12,17 tahun, dan sebagian besar berpendidikan SD sederajat. Alasan utama anak bekerja adalah untuk menambah pendapatan keluarga dan ingin memiliki pendapatan sendiri.  Rata-rata pekerja anak sudah bekerja selama 2,35 tahun. Terdapat berbagai jenis pekerjaan yang dilakukan anak dalam mencari nafkah, dengan rata-rata jam kerja pekerja anak 18,25 jam perminggu dan pendapatan rata-rata 217.564 perminggu. Jam kerja pekerja anak secara simultan maupun parsial dipengaruhi oleh pendidikan kepala keluarga, pendapatan kepala keluarga, pendapatan pekerja anak, usia pekerja anak, pendidikan pekerja anak, jumlah tanggungan kepala keluarga, dan jumlah anggota keluarga bekerja.
ANALISA PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KETIMPANGAN PEMBANGUNAN ANTAR WILAYAH DI PULAU SUMATERA Umiyati, Etik
Jurnal Paradigma Ekonomika Vol 9 No 2 (2014): Jurnal Paradigma Ekonomika
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan pembangunan antarwilayah di Pulau Sumatera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera mempunyai tingkat keragaman yang berbeda-beda, hal ini dikarenakan setiap Propinsi memiliki perbedaan potensi baik dari sumber daya alam maupun sumberdaya manusia dan kualitas teknologi yang dimiliki oleh Propinsi tersebut. Perbedaan tingkat pembangunan akan membawa dampak perbedaan tingkat kesejahteraan antardaerah yang pada akhirnya menyebabkan ketimpangan regional antarwilayah semakin besar.Dengan menggunakan Indeks Williamson diperoleh Propinsi Kepulauan Riau dan Propinsi Riau mempunyai angka indeks yang relative tinggi jika dibandingkan dengan Propinsi lainnya. Sementara untuk wilayah propinsi lainnya angka ketimpangan pembangunan relative merata.     KATA KUNCI : Pertumbuhan Ekonomi, Indeks Williamson